idarenfrdehihujakoru

KABUPATEN SORONG SELATAN

lambang kabupaten sorong selatan

SAMBUTAN

PROFIL BUPATI SORONG SELATAN

pak bupati sorong selatan

SAMSUDIN ANGGILULI, SE.

Beliau dilahirkan di Kota Sorong pada tanggal 02 Maret 1969, menikah dengan Ibu Beatriks Msiren, SE., dan dikaruniai seorang anak. Beliau mengawali pendidikan formalnya di Sekolah Dasar (SD) Tarof lulus tahun 1989, kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) Inanwatan lulus tahun 1992 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Sorong lulus tahun 1995. Gelar Sarjana Ekonomi (S1) diraihnya tahun 2000 di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi di Manado.

Pengalaman Organisasi yang pernah dijalaninya adalah di SEMA FE Universitas Sam Ratulangi (1990-1992), HMI Cabang Manado (1990-1993), IMI-IRJA Manado (1991-1994), Ketua Asrama IRJA di Manado (1992-1994) dan Sekretaris PPP Kabupaten Sorong Selatan (1993).

Karier dalam bidang pekerjaan dijalaninya sebagai Bendahara Gaji Sekretariat Daerah (SETDA) Sorong Selatan (2004-2006); Kepala Sub-Bagian Verifikasi pada Bagian Keuangan Kabupaten Sorong Selatan (2007-2009); Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sorong Selatan (2009-sekarang); Wakil Bupati Sorong Selatan (2010-2015); dan terakhir Bupati Sorong Selatan (2015-2020).

 

GAMBARAN UMUM

 

{tab Letak Luas dan Batas}

Letak, Luas dan Batas

Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat Tanah Papua, merupakan Kabupaten Pemekaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan ibukota di Teminabuan dan secara operasional dimulai pada 6 Agustus 2003. Pada tahun 2009, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan, sejak bulan April 2009 secara de fakto dan de jure harus melepaskan sebagian daerah bawahan, yaitu sebanyak 6 Distrik Definitif dan 5 Distrik Persiapan, termasuk di dalamnya 107 Kampung dan 1 Kelurahan. Pada tahun 2011, wilayah Kabupaten Sorong Selatan terdiri dari 13 Distrik (Distrik Teminabuan, Wayer, Konda, Seremuk, Saifi, Fkour, Sawiat, Inanwatan, Matemani, Kais, Kokoda, Kokoda Utara), 120 Kampung dan 2 Kelurahan serta ada 7 Kampung Persiapan. Secara Geografis Kabupaten Sorong Selatan terletak pada 01º00′ – 02º30′ LS dan 131º00′ – 133º00′ BT dan dilalui oleh garis ekuator pada garis lintang 000, berada pada ketinggian 0-1.362 m dpl.

Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan sampai saat ini belum defenitif dan masih berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak Bakosurtanal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002, Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan adalah 29.797 Km². Berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2008 disebutkan luas wilayah Kabupaten Sorong Selatan adalah 9.408,63 km². Dengan adanya pemekaran daerah baru sesuai dengan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Maybrat Nomor 13 Tahun 2009 Luas Kabupaten Sorong Selatan menjadi 3.946,94 km². Berdasarkan hasil perhitungan kembali melalui Bakosurtanal Pada tahun 2011 luas wilayah Kabupaten Sorong Selatan menjadi 8.424.165 km² meliputi wilayah daratan seluas 6.891.551 km² (95,1 %) dan wolayah laut seluas 1.532.614 km² (4,9 %).

Secara administratif, letak Kabupaten Sorong Selatan berada di antara empat kabupaten ataupun provinsi tetangga, yaitu: Kabupaten Maybrat (Distrik Ayamaru, Aitinyo dan Mare) di Utara; Teluk Bintuni dan Laut Seram di Selatan; Kabupaten Maybrat (Distrik Aitinyo) dan Kabupaten Teluk Bintuni (Distrik Aranday) di Timur; dan Laut Seram dan Kabupaten Sorong (Distrik Beraur dan Sayosa) di sebelah Barat.

{tab Topografi dan Hidrografi}

Topografi dan Hidrografi

Topografis Kabupaten Sorong Selatan sebagian besar berupa daerah lembah atau Daerah Aliran Sungai (DAS) yang relatif bervariasi mulai dari dataran rendah, rawa-rawa, dan pantai (35%) sampai wilayah dataran tinggi yang merupakan daerah pegunungan dan lereng-lereng (pedalaman ± 65%). Penyebaran wilayah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Daerah Pegunungan tersebar di Distrik : Sawiat dan Fkour;
  2. Daerah Dataran Rendah tersebar di Distrik: Teminabuan, Seremuk (sebagian), Wayer, Moswaren dan Kokoda Utara;
  3. Daerah Pantai dan Rawa, tersebar di Distrik: Inanwatan, Metemani, Kais, Kokoda Utara (sebagian) dan sebagian Seremuk.

Bagian dataran rendah ditutupi dengan hutan yang di dominasi oleh hutan bakau (mangrove) dan sagu (metroxylon). Hutan bakau selain sebagai pencegah terjadinya erosi tanah pesisir akibat air laut (abrasi) juga menyediakan tempat hidup yang baik bagi berbagai binatang laut, antara lain ikan, udang, dan kepiting. Binatang-binatang tersebut selama bertahun-tahun telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat pesisir untuk mencari nafkah. Akan tetapi sampai dengan saat ini masih menyimpan potensi yang besar untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dilakukan pengelolaan secara lebih intensif. Daerah rawa di Sorong Selatan juga menyediakan tanah yang subur bagi tumbuhnya tanaman sagu. Tanaman sagu dapat menjadi alternatif bahan makanan untuk menggantikan beras, ubi, jagung, dsb. Karena memiliki tingkat produksi yang paling cepat, tidak memerlukan perawatan yang intensif, dan dapat tumbuh di tanah gambut.

Di Kabupaten Sorong Selatan juga terdapat banyak sungai-sungai besar yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi untuk mengirim logistik ke daerah pedalaman sehingga kebutuhan hidup bagi masyarakat pedalaman yang tidak dapat terjangkau jalan darat dapat di salurkan melalui sungai. Pada beberapa titik, dermaga sungai juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjual hasil tangkapan nelayan yang baru kembali dari laut. Kabupaten Sorong Selatan terletak pada ketinggian 0-1.362 m dpl. Ibu kota Kabupaten Sorong Selatan, yaitu Kota Teminabuan terletak pada ketinggian 40 m dpl.

{tab Penggunaan Lahan}

Penggunaan Lahan

Kabupaten Sorong Selatan dikenal dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, dengan luas lahan yang berpotensi dikelola lebih lanjut, khususnya untuk lahan pertanian (perkebunan) dan perikanan. Namun demikian, penggunaan lahan Kabupaten Sorong Selatan masih didominasi oleh wilayah hutan, selain itu terdapat juga lahan kering.

{tab Iklim}

Iklim

Keadaan iklim Kabupaten Sorong Selatan termasuk tropis dengan suhu udara berkisar antara 23,200C sampai 25,200C dengan rata-rata 24,100C (minimum) dan 30,500C sampai 32,200C dengan rata-rata 31,500C (maksimum). Kelembaban udara rat-rata 83%,. Curah hujan tertinggi mencapai 478 mm terjadi pada bulan Juni dan terendah 8 mm terjadi pada bulan September dengan jumlah total 2.093 mm/tahun, dengan rerata hari hujan sebanyak 132 hari. Tekanan Udara rata-rata berkisar 1011,8 milibar dan penyinaran matahari 63,00%.

{tab Kependudukan}

Kependudukan

Penduduk Kabupaten Sorong Selatan berdasarkan proyeksi tahun 2015 sebanyak 43.036 jiwa dalam 8.540 Rumah Tangga yang terdiri dari 22.409 laki-laki dan 20.627 wanita (rasio: 108,64). Pertumbuhan penduduk tercatat 2,40% dan Kepadatan penduduk hanya sebesar 5,40 jiwa/km2.

Jumlah Angkatan Kerja mencapai 27.454 jiwa yang terdiri dari 14.390 laki-laki dan 13.064 wanita. Dari jumlah tersebut sebanyak 612 jiwa (2,87%) adalah pengangguran. Sedangkan jumlah non-Angkatan Kerja sebanyak 6.117 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 77,72% dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 2,87%, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 58,60%.

{tab Visi dan Misi}

Visi dan Misi

Visi Kabupaten Sorong Selatan :

”Mewujudkan Masyarakat Sorong Selatan Yang Sehat, Cerdas, Unggul, Sejahtera dan Berkeadilan Gender ”.

Misi Kabupaten Sorong Selatan :

  1. Meningkatkan Pelayanan kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan prima dan terjangkau bagi masyarakat;
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pendekatan profesionalisme guru dan pendidikan murah;
  3. Pemerataan dalam pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Sorong Selatan;
  4. Unggul dalam perekonomian daerah dengan peningkatan daya beli masyarakat menuju kesejahteraan;
  5. Mengembangkaan tata kelola pemerintahan dan mengoptimalkan peran kampung dan Distrik yang baik dan bersih; dan
  6. Meningkatkan pemberdayaan dan peran perempuan di segala bidang.

{/tabs}

SARANA DAN PRASARANA

 

{tab Pendidikan}

Pendidikan

Taman Kanak-Kanak Swasta (18 unit); Sekolah Dasar Negeri (26 unit) /SD Swasta (54 unit), Sekolah Menengah Pertama Negeri (14 unit)/SMP Swasta (4 unit), Sekolah Menengah Umum Negeri (3 unit)/SMU Swasta (1 unit), dan Sekolah Menengah Kejuruan (2 unit)/SMK Swasta (1 unit).

{tab Kesehatan}

1 Rumah Sakit Daerah, 15 Puskesmas, 32 Pustu, 23 Puskesmas Keliling (3 perahu, 11 mobil dan 9 speda motor); Tenaga Medis: 5 Dokter, 185 Perawat, 95 Non-Perawat, dan 5 Non-Medis.

{tab Agama}

58.758 Islam, 1.540 Protestan, 19.107 Katolik dan 55 Hindu.

{tab Transportasi}

Transportasi Darat

Panjang jalan: 531,63 km (144,13 km diaspal, 228,60 km kerikil, 103,80 km tanah dan 53,30 km tidak dirinci).

{tab Listrik}

Air Bersih

Air minum untuk 7.925 pelanggan, dengan jumlah didistribusi sebanyak 139.660 m3.

{tab Listrik}

36.439.102 VA daya tersambung.

{tab Industri & Perdagangan}

Perdagangan

73 koperasi,

{/tabs}

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI

 

{tab Pertanian}

Padi (Moswaren dan Wayer), jagung (Kais, Moswaren, Teminabuan, Konda, Seremuk, Saifi, Wayer, Sawiat dan Fkour), kedele (Moswaren), kacang hijau (Kokoda, Kokoda Utara dan Moswaren), kacang tanah (Kokoda, Kokoda Utara dan Moswaren), keladi (Moswaren), ubi kayu (Inanwatan, Kokoda Utara, Kais, Konda, Seremuk, Teminabuan, Saifi, Wayer, Sawiat dan Fkour) dan ubi jalar (Kokoda Utara, Moswaren, Teminabuan, Konda, Seremuk, Saifi, Wayer, Sawiat dan Fkour).

{tab Pariwisata}

POTENSI PARIWISATA

Kabupaten Sorong Selatan memiliki potensi pariwisata alam yang patut dikunjungi karena keindahannya. Beberapa tempat yang dapat menjadi tujuan utama wisata antara lain panorama Danau Ayamaru dan Uter di Aitinyo yang begitu memesona, Kali Wensi di Ayamaru juga menawarkan pemandangan yang tak kalah indahnya. Distrik Teminabuan juga menawarkan berbagai pesona keindahan alam seperti Air Terjun Kohin, Hutan Wisata Bariat serta Kali Sembra. Begitu juga dengan wisata pemancingan yang terdapat di muara Waigo dan Konda. Sorong Selatan juga memiliki objek wisata sejarah seperti Tugu Pendaratan Trikora yang terletak di Teminabuan. Sektor Pariwisata ini didukung dengan fasilitas yang akan menambah kenyamanan kunjungan wisatawan, yaitu dua buah hotel yang ada di Teminabuan serta 3 penginapan yang terdapat di distrik Teminabuan, Inanwatan, dan Ayamaru.

Potensi wisata tersebut dapat dikelola guna mendatangkan penghasilan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga mendorong masyarakat menyadari keunggulan potensi wisata alam yang dimiliki untuk dikelola secara optimal. Sehubungan dengan itu Dinas Pariwisata melaksanakan pelatihan sadar wisata bagi masyarakat Kampung Unggi, Distrik Wayer; Kampung Srer, Distrik Seremuk dan Kampung Tegirolo Distrik Teminabuan. Ketiga kampung tersebut mempunyai obyek wisata air sungai yang sangat menarik. Maka itu perlu dikembangkan dan dikelola secara baik, sehingga dapat menarik perhatian para wisatawan. Bekerja sama dengan Lembaga Jogja Tourism Training Centre (JTTC) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten melatih masyarakat dari ketiga kampung tersebut sebanyak 40 orang. Dua orang instruktur dari JTTC UGM menjadi pembicara dalam pelatihan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan obyek wisata dan bagaimana memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Wilayah Kabupaten Sorsel memiliki banyak potensi obyek wisata namun belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Apakah itu menyangkut potensi alamnya yang indah dan menarik yang dapat menjadi lokasi kunjungan bagi wisatawan, maupun berbagai potensi budaya lokal yang diwariskan oleh leluhur. Seperti keterampilan anyaman noken, anyaman topi tradisional, payung tradisional koba-koba, pakaian tradisional dari rumput dan lain sebagainya. Obyek Wisata tersebut dapat mendatangkan keuntungan bagi peningkatan ekonomi keluarga, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh melalui pajak dan retribusi.

Wisata Alam:

Kali Waigo, Air Terjun, Kali Klaogin, Pohon Keramat, Hutan Damar Bariat dan Pantai Kapal; WIsata Budaya: Tugu Raja Kaibus, Tugu Pendaratan Injil dan Tugu Trikora.

Hotel dan Penginapan

Jumlah akomodasi di Kabupaten ini adalah 2 hotel (di Teminabuan) dan 3 penginapan (di Distrik Teminabuan, Inanwatan dan Ayamaru) dengan 28 kamar, 34 tempat tidur dan 2.595 tamu. Disamping itu terdapat 17 rumah-makan dengan 165 meja dan 616 kursi.

{/tabs}

TABULASI DATA

BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN
UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No Sektor Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Daerah (Distrik) Luas Areal (Ha) Status Kepemilikan

 

Proyeksi Nilai Investasi (Rp/US$)
1. PERTANIAN Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanaman Tanaman Pangan (Padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, keladi, kedele, kacang tanah dan kacang hijau) dan Hortikultura (Sayuran dan buah-buahan). Moswaren, Teminabuan, Kais, Konda, Seremuk, Saifi, Wayer, Sawiat, Kokoda, Kokoda Utara dan Fkour Masyarakat  
2. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Peningkatan Jaringan Jalan dan Sarana serta Prasarana Transportasi lainnya; Pembangunan Sarana dan Prasarana Komunikasi. Kabupaten Sorong Selatan Pemerintah Daerah  
3. ENERGI LISTRIK Perluasan Jaringan Listrik Masuk Desa. Kabupaten Sorong Selatan Pemerintah Daerah  
4. PARIWISATA Peningkatan Sarana dan Prasarana Obyek Wisata Alam dan Wisata Budaya;

Pembangunan Hotel dan Penginapan.

 

Kabupaten Sorong Selatan

Teminabuan, Inanwatan dan Ayamaru

Pemerintah Daerah dan Masyarakat  
5. PERDAGANGAN Pembangunan Sarana Perdagangan: Pasar (Tradisional, Modern, Desa) dan Sentra Perdagangan Komoditas Unggulan Daerah. Kabupaten Sorong Selatan Pemerintah Daerah  

MAP

peta sorong selatan 768x554

KONTAK INVESTASI