Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Ponorogo

PANDUAN WISATA KABUPATEN PONOROGO

logo

cover

SAMBUTAN

Sambutan Bupati

SAMBUTAN BUPATI HALMAHERA UTARA
bupati1

Drs. H. Ipong Muchlissoni

REYOG PONOROGO, seni budaya tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo ini telah dikenal di seantero dunia. Sebagai suatu seni yang indah mempesona yang mempertontonkan berbagai segi keterampilan, keahlian, keindahan dan sekaligus kekuatan. Apakah hanya itu yang dimiliki oleh Kabupaten Ponorogo ?? Tentu tidak !! Berbagai obyek wisata yang sangat mempesona tersaji atas limpahan karunia Allah Yang Maha Kuasa. Siapapun yang mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Ponorogo pasti akan terkagum dan terbersit keinginan untuk kembali mengunjungi wilayah ini lagi.
Saya sangat berterima kasih kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo yang telah berupaya untuk menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku “Travel Guide of Ponorogo Regency” yang mengupas tentang titik-titik tujuan wisata di Kabupaten Ponorogo. Dengan harapan tentunya obyek-obyek wisata tersebut akan mampu menyerap kehadiran wisatawan baik Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara.
Demikian juga kepada pihak-pihak lain yang telah berupaya membantu penyusunan, penerbitan dan pendistribusian buku ini, saya ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Sambutan Kepala Dinas

SAMBUTAN KEPALA DINAS PARIWISATA
KABUPATEN PONOROGO

kadis

H. Liliki Slamet Raharjo, SE., MM

Kami sangat bersyukur ke hadirat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang telah memberikan petunjuk-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami untuk menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku berjudul “Travel Guide of Kabupaten Ponorogo”. Buku ini memuat gambaran dan petunjuk ringkas berkaitan dengan obyek wisata di Kabupaten Ponorogo.
Kabupaten Ponorogo memiliki banyak obyek wisata baik Obyek Wisata Budaya, Obyek Wisata Industri, Obyek Wisata Alam, Obyek Wisata Religi dan Sejarah, maupun Obyek Wisata Kuliner. Dengan andalan Reyog Ponorogo, kami yakin akan mampu menarik minat para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung ke wilayah Kabupaten Ponorogo.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Ponorogo yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku ini kepada khalayak. Juga terima kasih kami kepada semua pihak yang telah membantu kami menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bapak Bupati Ponorogo tersebut.
Semoga bermanfaat !

Sambutan Pidii

SAMBUTAN PIDII

Agus Suryadi

AGUS SURYADI

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian pemerintah daerah maupun pusat. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.Sektor pariwisata tumbuh begitu pesat sehingga pemerintahan Jokowi - JK berani memproyeksikan sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

Di sisi lain, era global masa kini memungkinkan terjadinya mobilisasi manusia dengan lebih mudah. Hal tersebut kemudian berimbas pada semakin mudah dan derasnya pertukaran informasi yang terjadi. Perubahan yang diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut kemudian mengundang perhatian berbagai sektor industri untuk memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) demi mengangkat performa mereka, termasuk dalam sektor pariwisata. 

Diawali dari sebuah kesadaran akan kebutuhan yang besar terhadap informasi industry pariwisata yang lengkap dan mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta dapat memberikan berbagai pelayanan informasi untuk para turis, tamu yang berkunjung dan juga masyarakat pada umumnya, Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) bekerjasama dengan PT. Qayris Cipta Kreasindo serta didukung oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), memprakarsai pembuatan Travel Guide to North Halmahera, yaitu Panduan Wisata Kabupaten Halmahera Utara yang dikemas dalam bentuk buku, disajikan dalam dua bahasa (Indonesia – Inggris). 

Buku ini mencoba untuk mengungkap secara lengkap tentang potensi obyek wisata di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku dengan segala keindahan yang mempesona yang dimilikinya. Disamping itu juga memberikan petunjuk tentang akses menuju ke lokasi, sarana dan prasarana yang tersedia, keunggulan dari masing-masing obyek wisata dan kuliner yang tersedia.

Harapan kami, semoga penerbitan buku Travel Guide to North Halmahera ini dapat meningkatkan pelayanan informasi pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kepada berbagai kalangan yang membutuhkan informasi, baik untuk masyarakat Kabupaten Halmahera Utara maupun wisatawan dan tamu yang datang ke Kabupaten Halmahera Utara dengan berbagai kepentingan.

Jakarta, April 2018
Agus Suryadi,
Chairman of PIDII

Sambutan ASPPI

SAMBUTAN KETUA UMUM ASOSIASI PELAKU PARIWISATA INDONESIA (ASPPI)

ketum aspi

DJOHARI SOMAD

Sebagai bentuk kepedulian akan Kepariwisataandi Indonesia dan peran strategis dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung kehidupan ekonomi khususnya dalam kegiatan kepariwisataan dan menunjang pembangunan Pariwisata Indonesia, dibentuklah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). Pembentukan tersebut juga didasari oleh tanggung-jawab akan masa depan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpartisipasi aktif dalam mengisi kemerdekaan dan perwujudan cita-cita Nasional. 

Pembuatan buku panduan wisata yang berjudul Travel Guide to North Halmahera sejalan dengan Visi dari ASPPI yaitu Memajukan pariwisata Indonesia dengan meningkatkan profesionalisme pekerja pariwisatanya. Visi yang kemudian dijabarkan dalam Misi ASPPI tersebut merupakan cerminan tekad ASPPI untuk memajukan Kepariwisataan Indonesia, yang kita tahu memiliki aneka ragam bentuk wisata yang mempesona, baik Wisata Alam, Wisata Bahari, Wisata Budaya/Sejarah, Wisata Kuliner maupun berbagai bentuk Wisata lainnya. 

Fungsi dan peran ASPPI adalah membantu Pemerintah dalam membina dan memajukan pariwisata Nasional, dengan kegiatan menunjang program Pemerintah di dalam Pembangunan Nasional dan membantu memelihara ketertiban, keamanan dan kenyamanan wisatawan. ASPPI sebagai Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia merupakan wadah berkumpulnya individu pelaku pariwisata di Indonesia baik dari bidang Biro Perjalanan, Hotel, Transport, Penerbangan, Restorant, Pramuwisata dan lain lain. 

Buku Travel Guide to North Halmahera yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT Qayris Cipta Kreasindo ini merupakan salah satu upaya yang didukung penuh oleh ASPPI, karena tujuannya untuk mempromosikan Kepariwisataan di Indonesia dengan berbagai keragaman budayanya.

Semoga buku Travel Guide to North Halmahera ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menjadi panduan pagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Halahera Utara sekaligus sebagai media promosi pariwisata Kabupaten Halmahera Utara dengan berbagai keistimewaan, keunggulan dan fasilitas yang tersedia. Terima kasih.

Jakarta, February 2018
The Association of Indonesian Tourism Stakeholders (ASPPI),
Djohari Somad
Chairman

Sambutan PHRI

SAMBUTAN KETUA UMUM PERHIMPUNAN HOTEL
DAN RESTAURANT INDONESIA (PHRI)

phri

HARIYADI SUKAMDANI

Perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bisa dilihat berdasarkan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan bertumbuhnya jumlah hotel di Indonesia. Peranan hotel bagi industri pariwisata sangatlah penting, hotel sebagai sarana akomodasi umum sangat membantu para wisatawan yang sedang berkunjung untuk berwisata dengan jasa penginapan yang disediakan, hotel sebagai salah satu sarana pokok kepariwisataan (main tourism superstructures) yang berati hidup dan kehidupannya banyak tergantung pada jumlah wisatawan dan tamu yang datang.

Industri pariwisata diakui sebagai yang paling penting dan menguntungkan, terutama ditinjau dari sudut perekonomian yang banyak menghasilkan devisa negara, menciptakan sekaligus menambah lapangan kerja termasuk jasa hotel, restoran, transportasi,  cendra mata, hiburan, kuliner dan sektor lainnya. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sangat mengapresiasi dan medukung sekali atas diterbitkannya buku Travel Guide to North Halmaherayang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT. Qayris Cipta Kreasindo. Menurut kami buku ini merupakan media informasi yang dibutuhkan oleh para wisatawan dan tamu yang berkunjung ke Halmahera Utara, sekaligus media informasi keberadaan hotel, restoran dan jasa industri pariwisata lainnya.

Saat ini kami di PHRi berkolaborasi dan bersinergi dalam program Visit Wondrful Indonesia (VIWI) dengan 17 asosiasi industri pariwisata nasional, dengan misi untuk mendukung tercapainya 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 dan terus menerus bertumbuh dan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Program ini didukung Kementerian Pariwisata republik Indonesia dan wajib didukung seluruh dinas pariwisata di setiap pemerintahan daerah. Kami merasa buku ini dikemas dengan data yang akurat dan terus menerus di perbaharui, akan menjadi sebuah acuan untuk melihat peta-peta kekuatan pariwisata nasional. Semoga buku ini dapat menjadi sebuah contoh yang dapat diikuti oleh wilayah dan daerah lain.

Kami ucapkan selamat kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Halmahera Utara khususnya dan perkembangan kepariwisataan nasional pada umumnya. Terima kasih.

Jakarta, May 2018, Indonesia Hotel and Restaurant Association (IHRA),
Hariyadi Sukamdani
Chairman

Sambutan ASITA

SAMBUTAN KETUA UMUM
ASSOCIATION OF THE INDONESIAN TOURS ANDTRAVEL AGENCIES (ASITA)

ketua umum asita

H. ASNAWI BAHAR, SE, M.SI.

Pesona Indonesia...Wonderful Indonesia...

Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata disampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan penyumbang DEVISA terbesar nomor 2 setelahKelapa Sawit. Indonesia juga merupakan salah satunegara dari 20 negara yang memiliki pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata. Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68%.

Pemerintah saat ini sedang melakukan inovasi dan motivasi untuk menggenjot sektor pariwisata secara masif dan komprehensif, ini merupakan kebangkitan sektor pariwisata Indonesia yang memiliki peringkat dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang tadinya menduduki posisi ranking 50 naik menjadi ranking 42 dunia.Sektor pariwisata kini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara, diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa utama Indonesia.

Dengan hasil yang dicapai sektor pariwisata saat ini Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), mengapresiasi pencapaian ini dengan menyambut baik diterbitkannya buku Travel Guide to North Halmahera oleh Dinas Pariwisatadan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan PT Qayris Cipta Kreasindo dan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII), yang merupakan salah satu langkah maju pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan informasi kepada parawisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Kabupaten Halamhera Utara.

Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses,Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses, semoga inisiatip ini berdampak pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing ke Kabupaten Halmahera Utara.Demikian disampaikan, atas segala perhatian dan dukungan baik instansi pemerintah maupun stakeholder di bidang pariwisata diucapkan terimakasih.

Jakarta, 2 April 2018
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA),

H. Asnawi Bahar, SE, M.Si
Ketua Umum ASITA / The Chairman of ASITA

GAMBARAN UMUM

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Ponorogo memiliki wilayah seluas 1.371,78 km2, berada di bagian Selatan Provinsi Jawa Timur. Secara administratif, Kabupaten Ponorogo terdiri dari 21 kecamatan, yang meliputi 307 desa/kelurahan, 1.002 dusun/ lingkungan, 2.274 Rukun Warga (RW) dan 6.869 Rukun Tetangga (RT). Batas wilayah administrasi Kabupaten Ponorogo adalah: Sebelah Utara: Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Nganjuk; Sebelah Timur: Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek; Sebelah Selatan: Kabupaten Pacitan; Sebelah Barat: Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Wonogiri. Secara geografis, Kabupaten Ponorogo memiliki letak yang sangat strategis, karena berada pada perlintasan jalur arteri primer jalur lintas selatan dan jalan provinsi Madiun-Ponorogo-Pacitan-Trenggalek. Pusat Pemerintahan Kabupaten Ponorogo berjarak 198 km dari Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Ponorogo terletak pada 111007’ hingga 111052’ Bujur Timur dan 07049’ hingga 08020’ Lintang Selatan.

Keadaan Topografi dan Iklim

Dilihat dari keadaan geografisnya, Kabupaten Ponorogo dibagi menjadi 2 sub area, yaitu area dataran tinggi yang meliputi Kecamatan Ngrayun, Sooko, Pulung, dan Ngebel sisanya merupakan dataran rendah. Berdasarkan ketinggian wilayah dari permukaan laut dapat dikelompokkan 245 desa/ kelurahan berada pada ketinggian dibawah 500 m di atas permukaan laut, 44 desa berada pada 500-700 m di atas permukaan laut; dan 18 desa berada di ketinggian lebih dari 700 m di atas permukaan laut.

Kabupaten Ponorogo memiliki 17 sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi. Sungai yang paling panjang adalah Sungai Sungkur yang panjangnya mencapai 58,10 Km, sedangkan yang paling pendek adalah Sungai Bedingin yang panjangnya hanya 4 Km. Kabupaten Ponorogo merupakan dataran rendah dengan iklim tropis yang mengalami dua musim kemarau dan musim penghujan dengan suhu udara berkisar antara 180 s/d 310C. Curah hujan pada tahun 2017 tercatat rat-rata antara 18 dan 390 mm dengan bulan November merupakan bulan tertinggi dn Agustus adalah bulan terendah curah hujannya. Rata-rata hari hujan berkisar antara 1 dan 20 hari per bulan.

Demografi

Berdasarkan hasil proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo sebesar 869.894 jiwa, yang terdiri dari 434.793 laki-laki dan 435.101 wanita (rasio: 99,93). Laju pertumbuhan penduduk 0,52% (2016-2017) dengan kepadatan penduduk mencapai 634 jiwa/km2. Penduduk Kabupaten Ponorogo sejumlah 945.731 orang beragama Islam, 2.969 orang beragama Protestan; 2.639 orang beragama Katolik; 55 orang beragama Hindu; 303 orang beragama Budha dan 41 beragama lainnya.

Seni Budaya

Ponorogo memiliki banyak sekali kesenian daerah, salah satu yang terkenal adalah Reyog Ponorogo. Seni Reyog Ponorogo merupakan rangkaian tarian yang terdiri dari tarian pembukaan dan tarian inti. Tarian pembukaan biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan. Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi di mana seni Reyog Ponorogo ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar. Adegan terakhir adalah Singo Barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Namun adegan dalam Seni Reyog Ponorogo biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Seni Reyog Ponorogo dikenal ada 2 bentuk yaitu Reyog Obyok dan Reyog Festival.

Selain Reyog Ponorogo terdapat juga kesenian lain, yaitu Gajah-Gajahan. Jenis kesenian ini mirip dengan hadroh atau samproh klasik, terutama alat-alat musiknya. Perbedaannya adalah terdapatnya sebuah patung gajah. Perbedaan lainnya adalah kesenian ini tidak memiliki pakem yang tetap mulai alat-alat musik, gerak tari, lagu, dan bentuk musiknya berubah seiring perkembangan zaman.

Budaya dan Adat Istiadat

Kebudayaan dan adat-istiadat masyarakat Ponorogo dipengaruhi oleh kebudayaan dan adat-istiadat masyarakat Jawa Tengah. Beberapa budaya masyarakat Ponorogo adalah Larungan Telaga Ngebel, Grebeg Suro, dan Kirab pusaka. Masyarakat Ponorogo memiliki adat-istiadat yang sangat khas yaitu, becekan (suatu kegiatan dengan mendatangi dan memberikan bantuan berupa bahan makanan; beras, gula, dan sejenisnya kepada keluarga, tetangga atau kenalan yang memiliki hajat pernikahan atau khitanan) dan sejarah (silaturahim ke tetangga dan sanak saudara pada saat hari raya Idul Fitri yang biasanya dilakukan dengan mendatangi rumah orang yang berumur lebih tua).

Transportasi Menuju dan Dalam Kota Ponorogo

Pusat Pemerintahan Kabupaten Ponorogo terletak 27 km sebelah selatan Kota Madiun, dan berada di jalur Madiun-Pacitan. Tranportasi yang sekarang banyak digunakan adalah kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Ada sebagian kecil menggunakan sepeda angin (sepeda onthel). Terminal utama Kabupaten Ponorogo adalah Terminal Seloaji yang terletak di sebelah utara Kabupaten Ponorogo yaitu di Kecamatan Babadan.

Kendaraan Tradisional
Masih ada kereta yang ditarik kuda (dokar) yang digunakan sebagai alat transportasi utama. Dokar biasa digunakan di daerah pedesaan, terutama untuk mengangkut pedagang yang hendak menuju pasar-pasar tradisional. Selain itu ada juga dokar yang khusus difungsikan sebagai kereta wisata, yang biasa digunakan untuk mengelilingi kota Ponorogo.

Bus Dalam Kota
Untuk menghubungkan pusat kabupaten dengan kecamatan-kecamatan di pinggiran tersedia pula bus mini yang relatif ekonomis. Bus Mini ini beroperasi mulai setelah Subuh hingga menjelang sore. Ada 3 trayek utama bus mini di Ponorogo. Setiap trayek akan memutar melewati Aloon-Aloon Kabupaten Ponorogo-Jalan MT. Haryono-Pabrik Es-Terminal Seloaji-Ngrupit-Pasar Pon-Jeruksing-Terminal Lama-Jenes. 3 trayek tersebut adalah: 1. Terminal Seloaji-Dengok-Jetis–Sambit–Sawoo; 2. Terminal Seloaji-Dengok-Balong-ke Slahung/ Bungkal; 3. Terminal Seloaji-Tambak Bayan– Badegan–Purwantoro.

Angkodes
Juga ada angkutan sejenis angkot yaitu Angkodes (angkutan pedesaan) yang merupakan salah satu transportasi umum di Kabupaten Ponorogo untuk daerah-daerah yang tidak dilewati jalur bus seperti Mlarak, Pulung, Sooko atau Somoroto.

Bus Antar Kota
Berpusat di Terminal Seloaji, bus antar kota menghubungkan Ponorogo dengan kota-kota di Jawa Timur. Beberapa bus antar kota yang cukup populer di Ponorogo di antaranya: 1. Ponorogo - Surabaya yang dilayani armada bus Restu, Jaya, Mandala, dan beberapa armada bus antar kota lainnya; 2. Ponorogo – Trenggalek – Tulungagung - Blitar yang dilayani oleh armada bus Jaya; 3. Ponorogo - Madiun yang dilayani oleh armada bus Cendana; dan 4. Ponorogo - Pacitan yang dilayani oleh armada bus Aneka Jaya.

Kereta api
Dahulu ada Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo-Slahung tetapi sudah tidak berfungsi sejak tahun 1988. Sempat berhembus rencana pengaktifan kembali jalur kereta ini yang telah disetujui oleh Wakil Menteri Perhubungan Indonesia. Namun tentu saja hal ini sulit untuk direalisasikan karena sebagian besar jalan kereta api tersebut saat ini banyak ditimpa oleh berbagai jenis bangunan.

PROFILE PARIWISATA 

Terdapat beberapa objek wisata di Kabupaten Ponorogo, di antaranya objek wisata budaya, objek wisata industri, objek wisata alam, dan objek wisata religius.

OBYEK WISATA

Pantai Luari

Pantai dengan pasir putih dan pemandangan alam yang menarik lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik adalah daya tarik tersendiri Pantai Luari, tempat ini digunakan sebagai para wisatawan untuk berekreasi setiap hari libur sabtu dan minggu ataupun hari libur keagamaan dan libur tahun baru. Keunikan dari Pantai Luari adalah pasir putih yang terhampar sepanjang pantai dengan adanya pepohonan yang tumbuh di pinggir pantai sebagai tempat berteduh pengunjung dari sinar matahari. Jarak yang ditempuh dengan transportasi roda 4 maupun roda 2 dari Kota Tobelo sekitar 15 menit ke arah Utara Tobelo.

Pulau Kumo

Merupakan pantai yang paling dekat dengat jarak dari Kota Tobelo, waktu yang ditempuh sekitar 3 menit dengan transportasi laut (katinting). Lokasi ini air lautnya yang jernih sangat cocok untuk berperahu dan renang maupun snorkling. Dari lokasi ini pengunjung dapat menikmati wajah Kota Tobelo dari arah pantai.

Pulau Rorangane

Keunikan dari pantai ini adalah air lautnya yang jernih dan sangat tenang, digunakan sebagai tempat berenang, berperahu maupun mancing. Pada hari libur, pengunjung lokal ramai mengunjungi. Jarak yang ditempuh sekitar 10 menit dari Kota Tobelo dengan transportasi laut (katinting).

Pantai Pitu

Pantai Pitu dengan panjang garis pantai sejauh 530 meter memiliki dasar laut yang dangkal. Apabila air laut surut maka lebar pantai ini dapat mencapai 50 meter. Para wisatawan lokal yang datang berkunjung selalu menikmati dengan bermain wisata air, lokasi sangat cocok untuk anak-anak berenang. Di depan Pantai Pitu terdapat beberapa pulau kecil yang dapat pengunjung jelajahi. Untuk menempuh jarak dari Kota Tobelo sekitar 10 menit dengan transportasi roda 4 maupun roda 2. Keunikan lain dari Pantai Pitu adalah airnya tenang dengan lebar pantai yang ideal sebagai tempat bermain ditambah lagi dengan panorama alam yang menarik di sekitar pantai.

Pulau Bobale

Pulau Bobale adalah sebuah kecil yang terletak tidak jauh di depan Desa Daru Kecamatan Kao Utara. Pulau dengan hamparan pasir putih yang luas ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata para penyelam oleh karena taman lautnya yang menawan berwarna kebiru-biruan ditambah lagi dengan di lokasi ini terdapat mutiara dan kelompok pengrajin yang bahan baku dari kulit kerang. Di Pulau Bobale juga terdapat bunker sisa peninggalan Perang Dunia II Jepang. Jarak yang ditempuh dari Kota Tobelo kurang lebih 57 km. Untuk menuju ke Pulau Bobale pengunjung dapat menggunakan perahu selama sekitar 20 menit.

Pulau Pawole

Pantai Kupa Kupa

Pantai Kupa-Kupa memiliki karakteristik yang unik berupa pepohonan yang rindang sehingga sangat cocok untuk melepas lelah dan rilaksasi di tempat ini.

DAYA TARIK WISATA SEJARAH

Peninggalan Sejarah Perang Dunia II

Kabupaten Halmahera Utara merupakan salah satu daerah yang dapat dikembangkan sebagai destinasi khusus dengan karakteristik arkeologi Peninggalan Perang Dunia ke II. Beberapa data yang mendukung maksud tersebut di atas adalah sebagai berikut :

  1. Teluk Kao pada masa pendudukan Jepang dipadati dengan kapal-kapal perang dan kapal-kapal logistik Jepang, sehingga pada malam hari dengan cahaya kapal yang terang gemerlap, sehingga Kao disebut sebagai TOKYO KEDUA. Kao dan Teluk Kao adalah wilayah kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara dengan hamparan sekitarnya;
  2. Ketika terjadi penyerangan Sekutu terhadap Jepang, maka sebagian kapal tenggelam karena dibom dan sebagian pula ditenggelamkan sendiri oleh Serdadu Jepang setelah mendengar Jepang menyerah kalah terhadap Sekutu;
  3. Bangkai-bangkai kapal laut dan pesawat yang tenggelam maupun sengaja ditenggelamkan tersebut menjadikan Teluk Kao sebagai hamparan dan peta merah yang sulit dilayari. Hal ini selalu membuat kapal TNI AL dan kapal pengangkut warga transmigrasi asal Pulau Jawa atau kapal lainnya harus berlabuh jauh dari pantai dengan menurunkan penumpang dan barang, mengingat banyak kapal karam yang melewati Teluk Kao;
  4. Salah satu peninggalan yang masih nampak sampai saat ini adalah Bangkai Kapal Tosimaru, yaitu sebuah kapal Logistik Jepang. Juga bangkai pesawat tempur pada kedalaman 25 meter di lepas pantai Pulau Meti, sebuah pulau yang dijadikan landasan pesawat tempur. Secara Umum oleh para nelayan dapat diketahui adanya sekitar 10 bangkai pesawat dan kapal yang berada di dasar Teluk Kao. Juga dapat dilihat adanya bangkai pesawat dan kapal dimaksud saat pesawat tinggal landas dari Bandar Udara Kuabang Kao;
  5. Bandara Kuabang Kao sekarang adalah salah satu dari 2 bandara peninggalan Jepang. Bandara yang dipakai sekarang ini adalah bandara yang kala itu disembunyikan Jepang dengan menutupinya menggunakan rerumputan ilalang. Sedangkan bandara kedua terletak di sebelah Selatan berjarak 1 km, merupakan bandara yang didalamnya diletakkan Pesawat Siluman yang tidak dapat digunakan karena terdapat banyak kawah bom dan seringkali ditemukan bom aktif sebagai jebakan. Bandar Udara Kuabang Kao merupakan landasan pesawat peninggalan Jepang yang terasa aman bebas debu gunung api Gamalama, IBU, dan gunung api Dukono dan terdekat untuk menjadi stasiun tour untuk kawasan Museum Bawah Laut sebagaimana yang direncanakan;
  6. Peninggalan Jepang lainnya dihamparan Kao Teluk adalah Meriam di sekitar bandara sebanyak 4 buah. Di wilayah Gonga, Pediwang dan lainnya terdapat sekitar 6 meriam. Juga terdapat Bunker Jepang di Pulau Bobale yang menjadi landasan pendaratan pesawat tempur Jepang, termasuk Bunker di Bandar Udara Kuabang Kao, Goa dan jalan dalam tanah sebanyak 5 goa di Galela yang merupakan lintasan bawah tanah jalur barat/pedalaman yang menghubungkan landasan pesawat Kao di Selatan dengan landasan pesawat Galela di Utara.
  7. Hampir setiap waktu ada kunjungan keluarga tentara Jepang untuk berziarah di Teluk Kao dan hampir setiap tahun terdapat rombongan 5 – 10 orang, termasuk rombongan pesawat khusus keluarga Jepang yang datang ke Teluk Kao via Bandar Udara Kuabang Kao untuk melaksanakan upacara pelarungan abu jenasah Jepang dengan membawa abu jenasah yang disimpan dalam poci, bahwa almarhum yang pernah berperang di Teluk Kao sebelum meninggal mewasiatkan agar abu jenasahnya diarungkan di Teluk Kao. Salah satu keluarganya yang pernah datang pada bulan Juni 2008 untuk melarungkan abu jenazah keluarganya adalah Guru Besar Antropologi, Ketua Jurusan Sejarah Universitas Okaido Jepang. Adapun kunjungan wisatawan mancanegara rata – rata 15 orang/tahun;
  8. Mengingat Sejarah, animo dan keterjangkauan kawasan Asia Jepang, maka icon KAO TOKYO KEDUA sebagaimana pernyataan dan iklan Jepang yang banyak melansir nama Kao akan mendorong kerjasama dan upaya Sister City dimana salah satu daya magnetnya adalah Museum Bawah Laut Arkeologi Peninggalan PD KEDUA guna mendorong kunjungan wisata ke Halmahera Utara pada khususnya dan wilayah Indonesia Bagian Timur serta Indonesia pada umumnya.

Kerangka Ikan Paus

Halmahera Utara juga menyimpan kerangka sejenis Ikan Paus (bahasa lokal: Ikan Gajah Mina) dengan panjang 14 meter, lebar 4 meter dan tinggi 4 meter. Ikan tersebut seringkali melayari perairan Halmahera Utara dan Samudera Pasifik dan seringkali juga terdampar di pantai. Ada yang dapat diselamatkan oleh penduduk tetapi ada pula yang tidak dapat diselamatkan. Sejak tahun 2003 terdapat sekitar 10 ikan tersebut yang terdampar dan mati.

Kompleks Pemakaman

  1. Makam Fransciscus Xaverius (Portugis) 
    Situs ini berdiri Abad ke 15, Fransciscus Xaverius sangat berjasa dalam penyebaran Agama Katolik. Untuk mengenang jasanya dibuatlah monumen memorial 465 tahun lalu masuknya Agama Katolik pertama kali di Mamuya. Monumen ini diresmikan oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Mgr. Leopoldo) tahun 2009.
  2. Makam Syech Mansyur
    Situs ini berdiri Abad ke 16 di daerah Popon, Kao. Makam ini terdiri atas 2, yaitu Syach Mansur dan istrinya.
  3. Tapak Kaki TonamalangiTelapak kaki Raja-raja kharismatik. Kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 23 km dari kota Tobelo.
  4. Makam Hendrik Van Djiken, 1866
    Makam Hendrik Van Djiken ini termasuk dalam situs yang dipelihara oleh Pemerintah Daerah. Kemudahan pencapaian atau waktu yang ditempuh 35 km dari kota Tobelo.
  5. Makam Pejuang Bingkas
    Wisata sejarah, kemudahan pencapaian atau waktu yang ditempuh 80 km dari kota Tobelo.
  6. Makam Yasin Gamsingi
    Wisata sejarah, makam pejuang. Kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 25 km dari kota Tobelo
DAYA TARIK WISATA BUDAYA

Hibua Lamo

Hibua Lamo atau “rumah besar” menjadi simbol dalam ideologi dan mitos cikal bakal masyarakat Kota Tobelo pasca era Talaga Lina. Konsep Hibua Lamo secara sosial dan budaya mempunyai nilai-nilai penting sebagai berikut :

  1. Hibua Lamo sebagai Nilai Spritual. Hibua Lamo menjadi nilai spritual bagi masyarakat Tobelo bisa dilihat dari simbolisasi dari tempat asal muasal para leluhur dari Talaga Lina. Hibua Lamo atau rumah besar disini merupakan tempat penciptaan kaum Tobelo yang harus disakralkan atau menjadi spirit yang harus dipegang dan dijaga oleh kaum Tobelo saat ini. Pengabaian atas Hibua Lamo sebagai nilai spritual sama dengan pengingkaran terhadap jati diri sendiri.
  2. Hibua Lamo sebagai Nilai Sosial. Hibua Lamo merupakan simbolisasi dari tempat untuk melakukan musyawarah atau higaro, termasuk juga sebagai tempat untuk melakukan syukur atas hasil panen dan manejemen sumber daya yang ada. Hibua Lamo menjadi perangkat sosial yang berfungsi untuk merekatkan dan menyatukan keberagaman yang ada dalam struktur sosial masyarakat Tobelo.
  3. Hibua Lamo sebagai Nilai Material. Hibua Lamo merupakan bangunan fisik yang menjadi identitas sosial dan budaya dari masyarakat Tobelo. Hibua Lamo mempunyai segi delapan yang erfungsi sebagai tempat pertemuan adat bagi masyarakat adat Tobelo. Hibua Lamo atau ‘’rumah besar” sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan higaro secara konseptual akan sangat berpengaruh terhadap struktur sosial dan budaya setelah migrasi-koloni dari Talaga Lina. Sistem sosial dan budaya baru yang terbentuk di masyarakat Tobelo bisa terlihat pada struktur adat.

Desa Budaya Kakara

Desa Kakara mempunyai arti historis yang sangat mendalam dalam peletakan budaya Hibua Lamo. Hibua Lamo sendiri berarti rumah besar yang berbentuk bundar. Dari pulau kecil yang berada tepat di depan kota Tobelo, kini generasinya sudah berkembang dan menyebar di bagian utara pulau Halmahera, Loloda dan Morotai. Tercatat ada sepuluh keluarga besar yang berimigrasi ke daerah di seputar Halmahera yang kini penduduknya terkait dalam satu wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Kesepuluh Soa ini adalah Soa Modole ke Talaga Lina, Soa Boy ke Talaga Modole Selatan, Soa Pagu ke Kao Selatan, Soa Huboto, Soa Ulina, Soa Mumulati, Soa Gura, Soa Morodai ke Morotai, Soa Morodina ke Loloda dan Soa Tolodiko ke Kao.

Rumah Tradisional Bangsaha

Wisata budaya, kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 35 km dari kota Tobelo.

DAYA TARIK WISATA KULINER

Wisata Kuliner

Kunjungan ke wilayah ini menjadi lebih lengkap jika pengunjung mencoba berbagai jenis masakan lokal. Bagi mereka yang tertarik dengan wisata kuliner, Halmahera Utara menawarkan berbagai hidangan lokal yang tidak boleh dilewatkan. Makanan laut sangat lezat di hampir setiap restoran, sementara cara terbaik untuk mencicipi hidangan lokal tradisional adalah mengunjungi makanan di pasar tradisional. Tobelo memiliki dua pasar tradisional, di kota, yaitu yang utama di Gosoma Pasar Modern dan di Jalan Kemakmuran. Restoran ikan air tawar dapat ditemukan di Danau Togawa Galela dan di Danau Duma. Ada jenis makanan yang disebut Catterpillar kebab yaitu sejenis makanan ringan yang kaya nutrisi dengan bahan dasar singkong dan santan.

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME