×

Warning

JFolder: :files: Path is not a folder. Path: /home/u649568162/public_html/images/stories/travel-guide/buol/batu_tigar

×

Notice

There was a problem rendering your image gallery. Please make sure that the folder you are using in the Simple Image Gallery plugin tags exists and contains valid image files. The plugin could not locate the folder: images/stories/travel-guide/buol/batu_tigar

Buol
Buol

 KABUPATEN BUOL

lambang daerah kabupaten buol

 PROFILE DAN SAMBUTAN PEJABAT PEMERINTAH

  1. Profil Bupati
  2. Sambutan Kepala Dinas

PROFIL BUPATI

bupati buol
 dr. H. Amirudin Rauf, Sp. OG, M.Si.

Beliau lahir di Donggala pada tanggal 1 Desember 1958, beragama Islam,beristerikan ibu Ir. Hj. Sri Djawiyah Rioeh dan dikaruniai 4 putri dan 1 putra. Pendidikan Dasarnya ditempuh di SDL/SPG Negeri Buol (lulus 1971); kemudian SMP Negeri Buol (lulus 1974) dan SMA Negeri 1 Palu (lulus 1977). Pendidikan Tinggi ditempuhnya di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar (lulus S1 tahun 1985) dan Pasca Sarjana Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan, juga di Unhas Makassar dan sementara menyesuaikan Program S3 (doktor) di universitas Tadulako Palu.

Beliau pernah menjabat sebagai: Pengurus OSIS (1976); Pengurus Dewan Mahasiswa Unhas Makassar (1980); Pengurus Senat Mahasiswa Unhas Makassar (1981); Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar (1982);Ketua Yayasan Pajanangan (1995); Ketua I PBIKIB (1997-2000); Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palu (2011); Ketua PKNI Sulawesi Tengah (2011); dan Ketua Tim Jaga Mutu BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (2011).

Sedangkan karier beliau dalam Pekerjaan adalah: Kepala Puskesmas Bunobogu (1985 – 1987); Kepala Puskesmas Biau (1987 – 1990); Direktur RSU Buol (1990 – 1993); Kepala Bagian (Kabag) Kebidanan dan Penyakit pada RSUD Toli-toli (1998-2003); Kabag Kebidanan dan Penyakit pada RSU Undata Palu Sulawesi Tengah (2003 – 2009); Direktur RSU Undata Palu Sulawesi Tengah (2009-2012); dan Bupati Buol (2012 sampai dengan sekarang).

Sambutan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Buol

kadisDr. Tonang, S. Pd, M.a
 
 
 

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WA BARAKATUH,
“SALAM OLAHRAGA DAN PESONA INDONESIA.”

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan KaruniaNya lah kami dapat mempersembahkan Buku Profil Pariwisata Kabupaten Buol yang berisikan informasi pariwisata Kabupaten Buol.

Kabupaten Buol dengan Panorama Alam yang menarik dan Budaya yang Khas merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kabupaten Buol melaksanakan desentralisasi kewenangan Bupati Buol dalam pembangunan dan pengembangan Kepariwisataan. Dalam kaitan tersebut, maka sebagai bagian integral Pemerintah Daerah, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata bertanggung jawab dan melaksanakan kinerja dalam upaya pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Buol secara komprehensif.

Pengembangan Pariwisata mulai dari Perencanaan (Planning) Daerah atau Kawasan Pariwisata, Pembangunan (Development) Fasilitas Utama dan Pendukung Pariwisata, Pengeluaran Kebijakan (Policy) Pariwisata, dan Pembuatan Penegakan Peraturan (Regulation) untuk itu Pemerintah Kabupaten Buol mempunyai perhatian besar untuk mengembangkan secara terus menerus dalam penataan objek wisata dan Budaya serta pembinaan kepada masyarakat terutama untuk lebih menumbuhkan rasa sadar wisata dan perwujudan Sapta Pesona di Daerah Kabupaten Buol.

Penerbitan Buku ini merupakan salah satu Upaya Pemerintah Daerah untuk memperkenalkan kepada Masyarakat Luas,bahwa Kabupaten Buol adalah pilihan yang tepat bagi Wisatawan Domestik maupun wisatawan Mancanegara dalam mendapatkan pengalaman wisata yang menyenangkan.

Harapan dan keinginan Kami semoga Data, Informasi dan Gambar yang disajikan dapat berguna sebagai penuntun awal untuk mengenal daerah ini.

 GAMBARAN UMUM DAERAH

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Buol adalah wilayah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi sekaligus bersebelahan dengan Negara Philipina, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gorontalo Utara Propinsi Gorontalo, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Parigi Moutong dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tolitoli. Secara geografis terletak antara 0,350-1,200 Lintang Utara serta 1200 – 122,090 Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Buol keseluruhan 4.043,57 km2. Wilayah administrasi Kabupaten Buol adalah 11 (sebelas) wilayah yaitu Kecamatan Biau, Karamat, Lakea, Momunu, Tiloan, Bokat, Bukal, Bunobogu, Gadung, Paleleh Barat dan Paleleh terbagi dalam 125 desa/kelurahan.

Topografi dan Iklim

Tinggi wilayah Kabupaten Buol berkisar antara 153,10 km2 (3,79%) dan 1.437,70 km2 (35,56%). Secara makro, iklim wilayah Kabupaten Buol sama dengan iklim Sulawesi Tengah. Suhu udara rata-rata per bulan berkisar antara 26,3° C sampai dengan 28° C. Tekanan udara mencapai antara 1.008,4 dan 1.011,6 mb dengan kecepatan angin antara 50 dan 110 knot serta penyinaran matahari antara 39 dan 74%. Kelembaban udara berkisar antara 80,1% sampai dengan 88,6%. Curah hujan setiap bulan rata-rata antara 42,8 (oktober) mm dan 574,0 (Juni) mm dengan hari hujan rata-rata antara 11 dan 27 hari.

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Buol tahun 2017 sebesar 152.296 jiwa yang terdiri dari 77.913 laki-laki dan 74.383 perempuan (rasio: 104,9) dengan pertumbuhan (2016-2017) sebesar 2,16%. Kepadatan penduduk mencapai 38 jiwa/km2. Jumlah dan laju pertumbuhan penduduk tersebut dapat menunjukkan tentang keadaan komposisi, distribusi dan kecepatan perubahan penduduk di suatu daerah. Komposisi Penduduk terdiri dari berbagai etnis antara lain; Buol, Bugis, Kaili, Jawa, Bali, dll.

 

 VISI MISI

VISI: “TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN DENGAN BERTUMPU PADA KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN RAKYAT”.

 

MISI KABUPATEN BUOL 2017-2022:
1. Mewujudkan Keamanan Daerah, Iklim Demokrasi, Penegakan Supremasi Hukum dan Penataan Reformasi Birokrasi;
2. Mewujudkan Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat Maju, Mandiri dan Berkepribadian serta Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
3. Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Pertanian dan Maritim yang Optimal dan Berkelanjutan;
4. Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Kemandirian Energi Yang Berdaya Saing;
5. Mewujudkan Struktur Ekonomi yang Tangguh dan Memiliki Keunggulan Komparatif Berbasis Kewilayahan dan Ekonomi Kerakyatan;
6. Mewujudkan Pembangunan Perdesaan yang Mandiri Guna Menjaga Keseimbangan Pembangunan Desa – Kota;
7. Mewujudkan Pembangunan Konservasi dan Peningkatan Kualitas Lingkungan.

PRIORITAS PROGRAM PERCEPATAN TAHUN 2017-2022

1. Program Pengembangan Tanaman Perkebunan dan Pertanian Berbasis Tanah untuk Rakyat;
2. Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Tanaman Jagung, Ternak Sapi dan Pengembangan Produk Unggulan lainnya;
3. Program Pengembangan Kawasan Perikanan Budidaya Tambak;
4. Program Pengembangan Pembangunan Kawasan Agropolitan dan Wisata Bahari/Agrowisata;
5. Pembangunan Pusat Laboratorium yang Terintegrasi;
6. Program Bersahabat Dengan Air.

 

Strategi Kepala Daerah dalam Pengembangan Kepariwisataan Di Daerah

Kualitas Sumber Daya Manusia Profesionalisme Sumber Daya Manusia Indonesia merupakan suatu tuntutan dalam menghadapi persaingan global dimana sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia yang berkualitas, mempunyai gagasan, inovasi dan etos kerja profesional. Tentunya tidak mudah untuk memperoleh tenaga-tenaga profesional dibidang Pariwisata paling tidak harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan tenaga kepariwisataan, sehingga pada akhirnya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama di daerah-daerah tujuan wisata berpengaruh positif pada perkembangan pariwisata daerah. Untuk itu Pemerintah Daerah memprogramkan Studi Tehnis dibidang kepariwisataan ke Daerah-daerah yang pengembangan pariwisatanya sudah sangat maju.

Promosi Kepariwisataan

  • Untuk menarik minat pengunjung wisatawan baik Mancanegara maupun Domestik untuk berkunjung ke Daerah tujuan wisata di Kabupaten Buol, maka dilakukan upaya upaya Pengenalan Potensi-Potensi Budaya dan Alam dengan jalan melakukan Promosi Kepariwisataan.
  • Pada abad 21, perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi demikian pesat dan diperkirakan akan terjadi persaingan dipasar global khususnya dibidang Industri Pariwisata. Olehnya Promosi Kepariwisataan merupakan suatu strategi yang harus dilakukan secara berkesinambungan baik ditingkat Internasional maupun Regional.

Sarana Dan Prasarana Kepariwisataan

  • Sarana Prasarana tempat merupakan unsur pokok dalam mata rantai kegiatan industri pariwisata, dengan adanya sarana prasarana tempat akan berdampak pada peningkatan PAD khususnya di bidang Pariwisata;
  • Sarana Prasarana Kepariwisataan merupakan salah satu faktor penentu berhasilnya pengembangan industri pariwisata daerah seperti jaringan Telekomunikasi, Akomodasi dan lain sebagainya;
  • Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata meliputi kegiatan membangun dan mengelola Objek dan Daya Tarik Wisata beserta sarana dan prasarana yang diperlukan.

Ketiga faktor tersebut diatas merupakan faktor Kritis dan perlu mendapatkan perhatian serius dalam rangka pengembangan Pariwisata Daerah. Tujuan pengembangan Pariwisata Daerah dapat tercapai apabila ketiga faktor tersebut dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Hanya saja perlu disadari bahwa pengembangan Pariwisata memerlukan biaya yang tidak sedikit, oleh karnanya Pemerintah Daerah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pariwisata daerah dengan memprioritaskan program- program kepariwisataan.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Dari hasil perhitungan angka sangat sementara dengan tahun dasar 2010 menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Buol mengalami penurunan dari tahun 2014. Namun laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Buol tahun 2017 kembali meningkat mencapai 4,38%, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 3,63%. Sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi masih dipegang oleh Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, mencapai 9,47%. Perkembangan distribusi persentase PDRB atas dasar harga berlaku menunjukkan Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi sektor dominan dalam pembentukan PDRB tahun 2017, dengan kontribusi sekitar 47,70%. Kontribusi terbanyak berikutnya adalah dari Sektor Industri Pengolahan dan dari Sektor Konstruksi dengan persentase berturut-turut 13,98% dan 9,78%. Sedangkan kontribusi terendah dari Sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang hanya sebesar 0,02%.

SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA

INFRASTUKTUR

Sarana Transportasi
Sarana dan prasarana perhubungan baik transportasi dan komunikasi bertujuan untuk memperpendek jarak antara daerah satu dengan yang lainnya. Transportasi merupakan alat angkut baik transportasi darat (kereta api, bus, mobil pribadi, sepeda motor, sepeda dan lain-lain), maupun transportasi perairan (kapal laut, motor boat, perahu, dll) dan transportasi udara, sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Semua sarana tersebut ditujukan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan mobilitas manusia ke tempat tujuan baik dari pedesaan sampai perkotaaan, daerah perbatasan sampai daerah terpencil. Sedangkan Transportasi yang ada di Kabupaten Buol antara lain adalah : Bentor (Becak Motor), Ojek dan Angkutan Kota (Angkot).

Sarana Komunikasi
Sarana komunikasi penting lainnya yang mempengaruhi arus komunikasi baik bagi perorangan maupun kelompok masyarakat, lembaga pemerintah, dan swasta maupun lembaga perorangan: 1. Jumlah TV sebanyak 70.216 buah; 2. Pemegang izin penerima pesawat telepon sebanyak 1.255 SST; 3. Pemakaian telegram dalam negeri/luar negeri 0; dan 4. Pemakaiaan teleks dalam negeri sebanyak 0.

Rumah Sakit
Kabupaten Buol (2017) memiliki 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 3 Unit Klinik/Balai Kesehatan di Kecamatan Biau, ibukota Kabupaten Buol; 11 Unit Puskesmas, 160 Unit Posyandu dan 56 Polindes serta 52 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 115 PPKBD yang tersebar di 11 Kecamatan. Kabupaten Buol memiliki Tenaga Kesehatan yang terdiri dari: Dokter Umum 17 Orang, Dokter Spesialis 4 Orang, Dokter Gigi 7 Orang; Tenaga Keperawatan: 342 orang; Tenaga Kebidanan: 189 orang; Tenaga Kefarmasian: 24 orang dan tenaga kesehatan lainnya mencapai 299 Orang.

Sarana Peribadatan
Jumlah penganut agama Islam adalah 148.703 orang dengan 213 mesjid dan 100 mushola; 4.067 Protestan dengan 17 gereja; 1.791 Katholik dengan 6 gereja; 2.639 Hindu dengan 21 Pura; dan 344 Budha dengan 2 Vihara.

Jalan Raya
Jalan di kabupaten Buol (2017) sepanjang 1.508,55 km (sepanjang 193,33 km dikelola oleh Negara, 119,35 km dikelola oleh Propinsi dan 1.105,87 km dikelola oleh Kabupaten).

Bandara
Kabupaten Buol memiliki 1 Bandara yaitu Bandar Udara Pogogul yang terletak di Desa Mangubi Kecamatan Momunu.

Pelabuhan
Kabupaten Buol memiliki 4 Pelabuhan yaitu : Pelabuhan Leok di Kelurahan Leok I Kecamatan Biau; Pelabuhan Lokodidi di Desa Lokodidi Kecamatan Gadung; Pelabuhan Paleleh di Kecamatan Paleleh dan Pelabuhan Kumaligon terletak di Kelurahan Kumaligon Kecamatan Biau.

Kantor Pos
Ada 3 kantor pos di Kabupaten Buol pada tahun 2017, masing-masing terletak di Kecamatan Biau, Bunobogu dan Paleleh.Pada tahun 2017, tercatat sebanyak 28.980 surat, 6.786 pos paket, dan 2.596 wesel per hari untuk Kabupaten Buol.

 

SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia Pariwisata di Kabupaten Buol terdiri dari Tenaga Pemandu Wisata (Guide) 25 Orang, Tenaga Kerja Hotel 40 Orang, Tenaga Kerja Rumah Makan 83 Orang, Tenaga Kerja Usaha Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) 12 Orang.

 

INFORMASI BERBAGAI FASILITAS BAGI WISATAWAN

a. HOTEL: terdapat 20 hotel/penginapan dengan jumlah kamar sebanyak 212 unit dan 272 tempat-tidur;
b. RUMAH MAKAN: terdapat 29 Restoran dan Rumah Makan yang tersebar di Kecamatan Biau (terbanyak), Paleleh dan Paleleh Barat;
c. BIRO PERJALANAN: Kabupaten ini memiliki 3 usaha Biro Perjalanan;
d. TOKO SUVENIR: ada 3 toko souvenir yang menjual pernak-pernik buah tangan khas Kabupaten Buol;
e. RENTAL KENDARAAN: tercatat 8 Perusahaan Rental Kendaraan milik Swasta/Perorangan dan 1 perusahaan daerah (DAMRI);
f. KARAOKE: untuk yang menginginkan hiburan, terdapat 3 rumah karaoke di Kabupaten ini;
g. SPA/SALON: 6 spa/salon dapat dijumpai di Kecamatan Biau.

KUNJUNGAN WISATA

Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Kabupaten Buol
Tahun 2013 – 2017
(Foreign and Domestic Tourists in Buol Regency, 2013 – 2017)
-----------Table-------------
Sumber/ Source: Dinas Pariwisata Kab. Buol Tahun 2017/ Tourism Service of Buol Regency Year 2017

DESTINASI WISATA BUOL

DESTINASI WISATA KABUPATEN BUOL

Pada dasarnya Kabupaten Buol memiliki potensi yang memberikan peluang yang bisa dimanfaatkan secara optimal yang pada hakekatnya di dominasi oleh faktor letak geografis yang strategis. Dengan mempertimbangkan kondisi potensi dan hasrat masyarakat yang tumbuh dan berkembang untuk mengantisipasi tantangan dan meraih peluang pada era globalisasi yang sudah di ambang pintu, Pemerintah Kabupaten Buol telah menyusun konsep perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang yang realistik dan mantap, terutama pembangunan Sektor Pariwisata.

Kabupaten Buol sebagian besar merupakan daerah pesisir yang memiliki potensi bahari yang luar biasa dengan memiliki sejumlah pulau yang unik. Pantai pasir putih dan Pesona Terumbu Karang serta berbagai jenis spesies ikan menjadikan Buol kaya akan hasil laut. Kabupaten Buol memiliki Objek Daya Tarik Wisata Unggulan yang terdiri atas:

WISATA ALAM

Gunung Pogogul

Gunung Pogogul merupakan icon Kabupaten Buol, terletak di antara Desa Taluan dan Desa Momunu di Kecamatan Momunu dengan jarak tempuh kurang lebih 15 km dari ibukota kabupaten adalah salah satu wisata alam sekaligus wisata sejarah karena sarat dengan cerita legenda rakyat Buol.

Permandian Alam Kumaligon

Destinasi wisata permandian alam Kumaligon adalah salah satu objek wisata yang digemari oleh masyarakat dan pengunjung baik pengunjung dosmetik maupun mancanegara. Berjarak ± 10 km dari ibukota Kabupaten Buol. Tersedia berbagai fasilitas seperti Gazebo, Ruang ganti, Kolam renang buatan.

Permandian Alam Tirtaraya

Permandian Tirtarya merupakan permandian alam yang terletak di Kelurahan Kulango, Kecamatan Biau dan letaknya sangat strategis dan bisa ditempuh kurang lebih 10 menit dari ibukota Buol.

Air Terjun Monggonit

Air terjun Monggonit berada di Desa Monggonit Kecamatan Tiloan, dapat di tempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari ibu kota kabupaten. Air terjun monggonit berada di daerah agro wisata, hamparan sawah dan penghasil buah-buahan.

Air Terjun Talokon

Air terjun Talokan merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Buol, terletak 85 km dari Kota Buol. Tepatnya di desa Talokan Kecamatan Paleleh Barat. Air terjun ini lokasinya dekat dari jalan poros, sehingga sangat memudahkan para wisatawan ingin mengunjungi objek wisata ini.

WISATA BAHARI

Pulau Busak

Pulau Busak terletak di Desa Busak Kecamatan Karamat dengan jarak kurang lebih 15 km dari ibukota, merupakan salah satu objek dan daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Buol. Dengan potensi pasir putih dan keindahan bawah laut dapat ditempuh dalam waktu 5-10 menit menggunakan perahu dari Desa Busak menuju pulau. Di pulau ini pengunjung dapat melakukan swimming, snorkeling dan diving serta tersedia pula fasilitas lain yang juga disiapkan untuk di pulau ini.

Pulau Raja dan Boki

Pulau Raja dan Pulau Boki yang terletak di Desa Lunguto Kecamatan Paleleh Barat berjarak kurang lebih 60 km dari ibukota kabupaten. Kedua pulau ini memiliki cerita yang melegenda bagi masyarakat Kabupaten Buol yaitu Pulau Raja atau Raja dan Pulau Boki yaitu Permaisuri. Selain itu keindahan Pulau Boki yang dikelilingi hamparan pasir putih menambah keelokan dan keanggunan pulau ini, begitu juga Pulau Raja selain keindahan pasir putih dan bawah lautnya pengunjung juga bisa menjumpai hewan yang dilindungi yaitu kepiting kenari dan tapal kuda.

Pulau Lesman

Pulau Lesman merupakan pulau terdekat dari darat yaitu kurang lebih 5 menit dengan mengunakan perahu nelayan setempat, terdapat sejarah peninggalan belanda di pulau ini.

Pulau Panjang

Pulau Panjang berjarak sangat dekat dengan Pulau Lesman, terletak di Desa Paleleh Kecamatan Paleleh.Pulau ini memiliki keindahan pasir putih dan keindahan bawah laut yang menakjubkan, menikmati pemandangan matahari terbit, swimming, snorkeling dan diving adalah kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung di pulau ini. Selain itu juga untuk para pemancing terdapat spot memancing dengan berbagai keanekaragaman jenis ikan, dan juga jalur tracking ke puncak bukit Pulau Panjang yang juga terkenal dengan sebutan Puncak Bukit Pondok Tiga.

Pulau Ringgit

Pulau yang berhadapan dengan Pantai Lango ini terletak di Desa Molangato kurang lebih 15 km dari ibukota Kecamatan Paleleh.

Pantai Tanjung Negeri Lama (Nelam)

Objek Wisata pantai ini terletak di Desa Negeri Lama, Kecamatan Bokat, yang berjarak kurang lebih 10 Km dari ibukota Kabupaten Buol ini menjadi objek wisata favorit bagi warga Buol dan karenanya merupakan Obyek Wisata Unggulan Kabupaten Buol. Disamping jarak dekat, debur ombak di pantai ini sangat bersahabat untuk berenang serta memiliki pantai yang indah dan bersih. Di tempat wisata ini banyak tersedia berbagai macam kuliner khas Kabupaten Buol.

Pantai Batu Susun Lakea

Objek Wisata Pantai Batu Susun yang terletak di pinggiran jalan poros Trans Sulawesi yang menuju wilayah Kabupaten Tolitoli tepatnya Desa Lakea II Kecamatan Lakea yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat dalam waktu 40 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 30 km dari ibukota Kabupaten Buol.

Pantai Tanjung Manis

Terletak di Desa Lamakan Kecamatan Lakea, memliki potensi pasir putih dan terumbu karang. Berjarak tempuh kurang lebih 25 km dari ibukota kabupaten.

Pantai Tanjung Dako

1

Pantai Tanjung Dako terletak di Kecamatan Karamat kurang lebih 15 km sebelah Selatan Kota Buol. Di kawasan tersebut terdapat pemukiman nelayan yang setiap saat menyediakan ikan laut segar bagi para pengunjung. Pantai Tanjung Dako ini dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 5 km dengan lebar 200 meter ke arah laut.

Pantai Lilito

Pantai ini terletak di Desa Lilito Kecamatan Paleleh dengan jarak tempuh kurang lebih 40 menit dari ibukota kecamatan. Merupakan habitat dari burung maleo dan penyu untuk bertelur, menjadikan pantai ini termasuk dalam program konservasi alam untuk melindungi habitat hewan tersebut.

Pantai Lango

Pantai Lango terletak di Desa Molangato kurang lebih 15 km dari ibukota Kecamatan Paleleh. Di pantai ini pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Ringgit dan Pulau Papan atau Batu Layar.

Under Water Teluk Bilang

Teluk Bilang adalah salah satu referensi bagi yang ingin menyelam dan menikmati keindahan bawah laut di Kabupaten Buol karena memiliki koral yang unik serta perairan yang dangkal dan jernih. Terletak di Kelurahan Kumaligon Kecamatan Biau yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit dengan menggunakan perahu nelayan sekitar.

Wisata Mangrove

Wisata Mangrove terletak di Desa Taat Kecamatan Gadung, kurang lebih 40 km dari ibukota kabupaten. Di sini wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan mangrove dan potensi bawah laut seperti terumbu karang dan dugong (duyung).

Batu Tiga

{gallery}travel-guide/buol/batu_tigar{/gallery}

Batu Tiga terletak di Kelurahan Kumaligon dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Kumaligon kurang lebih 15 menit dengan menggunakan perahu nelayan setempat.

Batu Layar

Batu Layar terletak di Desa Molangato yang berhadapan langsung dengan Pantai Lango. Objek wisata ini memiliki keindahan alam yang berbeda dari objek wisata lainnya. Sepintas objek wisata ini terlihat sangat sederhana, berukuran sangat kecil yang di atasnya terdapat sejumlah batubatuan berbentuk unik dan lebih menarik panorama di sekitar menampilkan terumbu karang yang terhampar luas dan aneka jenis ikan dan biota laut lainnya

WISATA AGRO

KEBUN KOPI BISA
Kebun Kopi Bisa terletak di Desa Lonu Kecamatan Bunobogu dengan jarak 18 km dari ibukota Kabupaten merupakan satu satunya jenis wisata agro di Kabupaten Buol yang dikelola secara eduktif, dengan perpaduan antara unsur seni, pertanian yang digabungkan menjadi sebuah industri wisata yang banyak diminati baik pengunjung lokal maupun dari luar daerah Kabupaten Buol.

WISATA SEJARAH

Wisata Sejarah Kabupaten Buol mulai dikenal sekitar tahun 1380 M, pada pemerintahan NDUBU I dengan permaisurinya bernama SAKILATO. Saat ini Kerajaan Buol dipimpin oleh seorang raja bernama SAFRI ABDULAH T. TURUNGKU. Beberapa situs-situs peninggalan sejarah seperti Rumah Adat Istana Raja, Kuburan Keramat Raja DAI BOLRE, Tugu Sejarah ID AWUY, dan Rumah Peninggalan Belanda yang terletak di Pulau Lesman.

WISATA BUDAYA

Adat Istiadat

  1. Adat Motoyo Gua Parle adalah salah satu adat istiadat bercocok tanam padi ladang oleh masyarakat Kabupaten Buol.
  2. Adat Mongunom adalah adat pengobatan yang unik oleh masyarakat Kabupaten Buol. Adat ini dilaksanakan berdasarkan cerita rakyat pada zaman dulu.
  3. Adat Moponikah adalah adat perkawinan Kabupaten Buol.
  4. Adat Mongunom Tian adalah adat tujuh bulanan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Buol.
  5. Adat Monuni adalah adat naik ayunan yang dilaksanakan oleh orang tua untuk anaknya yang baru lahir.

Seni Musik Tradisional

  1. Rebana
    Musik Tradisional pada tahun 1700 masyarakat di Kabupaten Buol telah menggunakan alat musik rebana pada waktu itu berfungsi sebagai alat untuk mengiring pantun. Musik ini pada waktu itu lebih banyak dimainkan oleh para orang tua.
  2. Gambus
    Musik tradisional untuk mengiring tari jepeng, untuk upacara adat pernikahan.
  3. Kulrindang
    Kulrindang biasanya dimainkan pada acara pernikahan, selamatan atau syukuran, acara duka bagi kaum bangsawan. Kulrindang dapat juga dipakai sebagai musik pengiring tari tradisional maupun tari kreasi.

Tari Tradisional

Beberapa Seni Tari Tradisional Kabupaten Buol seperti:Beberapa Seni Tari Tradisional Kabupaten Buol seperti:

  1. Tari Moanamot (tarian penyambutan)
  2. Tari Pogogul
  3. Tari Bila
  4. Tari Totaupan
  5. Yangga

Cerita Rakyat

  1. Pamandi (gong)Pamandi (gong)
  2. Boyo Pogut Podoyo Pitanah (Ikan Prot Pembawa Fitnah).
WISATA KULINER

Kuliner khas Kabupaten Buol banyak diminati oleh pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Beberapa diantaranya seperti yabuy, palumara bukau, boyondi, boid, tombouat, yanggadian dan masih banyak aneka kuliner lainnya. Beberapa jajanan kue tradisional khas yang menjadi oleh-ole seperti kue bagea aneka rasa, baruasa, teetu natu dan kandeja. Begitu pula aneka cemilan seperti gulya tapo dan gulya bongo yang sangat cocok disuguhkan dengan kopi pada sore hari. Gula merah (gulya meelam) atau gula aren Kabupaten Buol juga memiliki kualitas yang sangat bagus sehingga banyak para pengunjung yang memilihnya sebagai oleh-oleh pada saat berkunjung di Kabupaten Buol.

PETA PARIWISATA BUOL

peta pariwisata

CONTACT

lambang daerah kabupaten buol

KONTAK PARIWISATA :
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Buol
Alamat : Jl. AB Timumun Kelurahan Kali Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website : www.buolkab.go.id
Contact Person :
1. Bpk. Tonang / Kadis / 0852-4000-0024
2. Ibu Widyastuti/ Kabid Pariwisata/ 0852-4090-9985
3. Ibu Nur Umayah/ Staff Tekhnis Destinasi/0823-4533-3364

Back to top
Go to bottom
iden
200045
TodayToday218
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week2613
This_MonthThis_Month23864
All_DaysAll_Days200045

Free Joomla! template by L.THEME