Kota Sabang
Kota Sabang

Kota Sabang (8)

1

 SAMBUTAN

  1. Profil Kepala Daerah
  2. KEPALA DPMPTSPTK KOTA SABANG

bupati

Walikota sabang
Teuku Nazaruddin

Teuku Nazaruddin atau lebih dikenal dengan nama Teuku Agam, dilahirkan di Sabang pada tanggal 12 Maret 1972. 

Beliau mengawali pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Kota Sabang, kemudian melanjutkan pelajarannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Sabang dan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sabang. Dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan
dan sangat dekat dengan rakyat Kota Sabang. 

Beberapa organisasi yang pernah digelutinya adalah: Comitte Organizer pada Solidaritas Aksi Layanan Masyarakat (SALAM) (2001-2005); Anggota Pejuang Aspirasi Rakyat untuk Keadilan (PERAK ACEH) (2001-2004); Anggota People Crisis Centre (PCC) (2001-2003); Anggota Solidaritas Untuk Aceh (2004-2005); Anggota Forum Komunikasi Antar Barak (Forak) (2005-2006); Panglima GAM Wilayah Pulo Aceh-Sabang (2001-2004); dan Ketua DPW Partai Aceh Kota Sabang (2013-2018).

Jabatan yang pernah diembannya adalah: Anggota DPRK Sabang dari Partai Aceh (2007- 2012); Wakil Walikota Sabang (2012-2017); Walikota Sabang (2017-2022).

kepala DPMPTSPTK Sabang

M. DAUD, S.E, M.M

Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wa barakatuh,

Segala Puji bagi ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga buku tentang informasi investasi di Kota Sabang ini dapat diterbitkan.

Kota Sabang, selain dikenal sebagai salah satu Daerah Destinasi Wisata Nasional, juga merupakan wilayah prioritas di Propinsi Aceh dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan, misalnya pembangkit tenaga listrik panas bumi. Selain itu produksi hasil bumi yang melimpah juga merupakan modal untuk merangsang ketertarikan Calon Investor menanamkan modalnya di wilayah ini. Sektor Pertanian dan Perkebunan memilik komoditi unggulan yang sempat menjadi primadona di masa lalu seperti cengkeh, pala, coklat dan kelapa. Sektor Perikanan mengandalkan wilayah Selat Andaman yang merupakan area perkembangbiakan dari berbagai ikan pelagis. Bahkan bisa dikatakan hampir semua nelayan di seluruh penjuru Aceh mengais rezeki di wilayah laut Sabang. Terlebih lagi Sektor Pariwisata dengan telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Wisata Nasional. Realita di lapangan menunjukkan bahwa di Kota Sabang telah terjadi peningkatan jumlah hotel, penginapan, cottages dan bungalows, yang sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara ke kota ini. 

Terima kasih kami sampaika kepada Walikota Sabang yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyusun, menerbitkan dan mendistribusikan buku dengan judul “Peluang Investasi Kota Sabang” ini. Juga kami sangat berterima-kasih kepada Pusat Data dan Informasi Investasi Indonesia (PIDII) dan PT. Qayris Cipta Kreasindo yang telah membantu kami dalam merealisasikan terbitnya buku ini.

Semoga bermanfaat, baik sebagai suatu media informasi maupun sebagai media promosi investasi Kota Sabang.

Wassalamu’alaikum warrahmatullaahi wa barakatuh.

 GAMBARAN UMUM

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kota Sabang berada di wilayah paling Barat dari Republik Indonesia, terletak antara 05046’28” – 05054’28” Lintang Utara dan 95013’12” – 95022’36” Bujur Timur, berbatasan dengan: Selat Malaka di sebelah Utara dan Timur; dan Laut Andaman di sebelah Selatan dan Barat. Luas wilayah Sabang adalah 122,14 Km2. Letak Kota Sabang sangat strategis, berada di jalur perairan internasional (International shipping line) Selat Malaka dan diapit oleh Samudera Indonesia. Posisi Sabang yang memiliki aksesibilitas mudah melalui laut dan udara telah menjadikan Sabang sebagai pintu gerbang bagi arus masuk investasi, barang dan jasa dari luar negeri yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Sabang, Aceh dan Indonesia. Secara geopolitik kota ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Negara-negara lain seperti India, Malaysia dan Thailand. Kota Sabang terdiri dari 5 buah pulau yaitu Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Rondo serta gugusan pulau-pulau batu di Pantee Utara. Pulau Weh adalah pulau terbesar dan satu-satunya pulau yang dijadikan pemukiman, sedangkan Pulau Rondo adalah pulau terluar NKRI. Kota Sabang terbagi atas 2 Kecamatan (Sukajaya, tinggi 308 m di atas permukaan laut; dan Sukakarya, tinggi 115 m dpl) dengan 18 Gampong (desa) dan 7 Mukim.

Topografi dan Iklim

Wilayah Kota Sabang adalah daerah kepulauan, secara geologis hampir seluruh daratannya (+ 98,57%) berupa batuan, baik batuan vulkanis maupun alluvial. Kota ini memiliki topografi beragam dengan dataran rendah (3%), bergelombang (10%), berbukit-bukit (35%), bergunung (52%) dan di sepanjang pantai penuh dengan batu-batuan.

Pulau Weh mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan lazimnya jatuh pada bulan September sampai Februari. Musim kemarau pada bulan Maret hingga bulan Agustus. Menurut hasil pengukuran Stasiun Meteorologi Sabang, curah hujan yang tercatat rata-rata 1.745 - 2.232 mm/tahun. Pada bulan September dan Oktober terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Tekanan udara rata-rata antara 1.009,9 dan 1.012,3 mb dengan suhu udara rata-rata antara 26,200 dan 28,600C. Kelembaban udara antara 74% dan 88% dengan penyinaran matahari antara 32% dan 76%, kecepatan angin antara 2 dan 10 knot. Curah hujan tercatat antara 23,2 dan 326,4 mm3 dengan 7 sampai 22 hari hujan.

Penduduk

Pada tahun 2017, berdasarkan data dari Badan Pada tahun 2017, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Sabang, jumlah penduduk di Kota Sabang meningkat menjadi 33.978 jiwa, yang terdiri atas 17.392 laki-laki dan 16.586 perempuan. Jumlah angkatan kerja mencapai 16.505 jiwa dan yang non-angkatan kerja tercatat 6.604 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAT) mencapai 71,42% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 7,62%.

Produk Domestik Regional Brutto (PDRB)

Data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menjadi salah satu indikator penting karena data tersebut menunjukkan kondisi perkembangan perekonomian pada suatu daerah dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,85%. PDRB didominasi oleh Sektor Konstruksi (30,14%) disusul kemudian oleh Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (16,67%),Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda motor (14,91%), dan Sektor Petanian, Kehutanan dan Perikanan (7.22%).

 KONDISI SOSIAL

Pendidikan

25 Sekolah Dasar (SD); 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 3 Sekolah Menengah Atas (SMA); 1 Madrasah Aliyah (MA); dan 3 Pondok Pesantren.

Kesehatan

1 Rumah Sakit Daerah (RSUD); 1 RS Angkatan Laut; 6 Puskesmas, dan 23 Posyandu; serta 11 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 18 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD). 

Tenaga Kesehatan yang ada: 11 tenaga Medis, 69 tenaga Keperawatan, 37 tenaga Kebidanan, 4 tenaga Kefarmasian dan 29 tenaga Kesehatan lainnya. Terdapat 12 dokter Spesialis, 8 dokter Umum dan 3 dokter Gigi.

Agama

21 masjid, 68 musolah, 1 gereja Protestan, 1 gereja Katholik dan 1 Vihara.

 POTENSI SUMBER DAYA ALAM SARANA DAN PRASARANA

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas panen jagung: 30 ha; ubi kayu: 11 ha; kacang tanah: 14 ha; kacang kedele: 4 ha; kacang hijau: 3 ha.
  2. Hortikultura 
    8 ha luas pertanaman cabai dengan produksi 29,80 ton. Buah-buahan: mangga, durian, pisang, papaya, nenas, dll.

Perkebunan

Luas tanaman pala: 96,80 ha (0,40 ton); kelapa: 2.546 ha (939,8 ton); cengkeh: 3.106 ha (476 ton); kakao: 586 ha (250 ton); kemiri: 19,50 ha (2,20 ton); dan pinang: 156 ha (15,40 ton).

Peternakan

2.989 sapi potong; 121 kerbau; 4.267 kambing, dan 12 domba.

Kehutanan

Luas Kawasan Hutan Lindung: 3.233 ha.

Kelautan / Perikanan

1.395 Rumah-tangga Perikanan (RTP) Tangkap; Produksi: 3.794,8 ton (ikan tangkap di laut) dan 10,20 ton (di Perairan umum). 310 RTP Budidaya; Produksi: 8,90 ton (kolam).

Komunikasi dan Transportasi

Pelabuhan Balohan selama ini menjadi pintu masuk dan keluar wisatawan ke dan dari Sabang, juga menjadi sentra lalu-lintas masyarakat Sabang dan Banda Aceh yang bekerja atau berdagang di dua daerah terpisah Samudera Hindia ini, dengan sejumlah fasilitas umum.

Garuda Indonesia dan Wings Air melayani rute Sabang-Kualanamu melalui Bandara Maimun Saleh. Rute ini akan dilayani 3x seminggu.

1 kantor pos pembantu.

Perindustrian dan Perdagangan

Tercatat 424 perusahaan berbadan hukum (26 PT, 139 CV/Firma, 6 koperasi dan 253 perorangan) dengan klasifikasi: 1 Pedagang Besar, 6 Pedaganag Menengah, 103 Pedagang Kecil dan 8 Pedagang Mikro. Jumlah sarana Perdagangan: 3 pasar, 69 toko, 9 kios, 10 warung dan 195 lain-lain.

Energi

Produksi: 34.714.033 KWh; Terjual: 32.304.962 KWh; Daya terpasang: 8.100 KW; dengan 12.018 pelanggan 5.857 pelanggan PDAM Kota Sabang, dengan distribusi 1.593.597 m3.

Pariwisata

108 hotel dengan 934 kamar dan 1.445 tempat tidur; 670 wisatawan domestik dan 350 wisatawan mancanegara; 6 resto/café dan 5 rumah makan.

 

 MENGAPA BERINVESTASI DI KOTA SABANG ?

Ada beberapa faktor yang mendukung masuknya investasi ke daerah, antara lain:

  1. Tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan belum tergarap;
  2. Tersedianya infrastruktur yang memadai dan dapat mendukung aktifitas investasi; 
  3. Tersedianya sumber daya manusia; 
  4. Iklim investasi yang kondusif dan keamanan serta kenyamanan berinvestasi;
  5. Proses dan prosedur investasi yang mudah dan murah;
  6. Insentif pajak pada bidang usaha tertentu; dan
  7. Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Kota Sabang, selain dikenal sebagai salah satu Daerah Destinasi Wisata Nasional, juga merupakan pilot project di Propinsi Aceh dalam pelaksanaan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Apabila pembangkit listrik ini sudah berjalan, maka akan ada penambahan kuantitas daya hingga mencapai 40 MW, tentunya ini menjadi salah satu nilai tambah dalam upaya meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Sabang.

Melihat dari Sektor Perikanan, sudah menjadi hal yang umum bahwa laut Sabang yang masuk dalam wilayah Selat Andaman merupakan area perkembangbiakan dari berbagai ikan pelagis, bahkan bisa dikatakan hampir semua nelayan di seluruh penjuru Aceh mengais rezeki di wilayah laut Sabang.

Pada Sektor Pariwisata, Kota Sabang menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Aceh yang telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Wisata Nasional. Realita di lapangan menunjukkan bahwa di Kota Sabang telah terjadi peningkatan jumlah hotel, penginapan, cottages dan bungalows, bahkan jika kita merujuk pada data kunjungan wisata/masyarakat ke Kota Sabang yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Sabang, terlihat jelas adanya lonjakan kunjungan yang signifikan dari tahun ke tahun, baik itu melalui laut maupun udara. Panorama pantai dan keindahan bawah lautnya telah memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung ke Sabang. Semua potensi ini tentunya jika saling bersinergi akan memberikan multiple effect yang luar biasa bagi peningkatan perekonomian masyarakat di Kota Sabang.

 PELUANG INVESTASI

Data sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 total jumlah rencana investasi yang terdata di Kota Sabang sebesar Rp. 1.399.222.549.000,-dengan denominasi Dolar sebesar USD 112.273.000. Perusahaan tersebut bergerak pada empat sektor yaitu Sektor Perikanan dengan total jumlah investasi sebesar Rp. 610.479.123.000,-, Sektor Industri Pengolahan dengan total jumlah investasi sebesar Rp. 514.017.670.000,-, Sektor Jasa dan Perdagangan dengan total jumlah investasi sebesar Rp. 66.909.400.000,- serta Sektor Pariwisata dengan total jumlah investasi sebesar Rp. 169.255.436.000,-.

Investasi yang berlangsung diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi (economic growth), guna memperluas lapangan kerja. Baru kemudian, dengan masuknya modal tujuan-tujuan lain ingin dicapai seperti mengembangkan industri substitusi import, mendorong ekspor non-migas, alih teknologi, membangun prasarana, dan mengembangkan area-area yang masih tertinggal. Dari sudut pandang ini jelas bahwa pelaksanaan penanaman modal baik dari dalam negeri maupun dari luar merupakan suatu keniscayaan bagi daerah yang sedang berkembang seperti Kota Sabang.

Dalam penerapannya, untuk menjaga agar tidak terjadinya tumpang tindih aturan dan mekanisme pelayanan, maka pelaksanaan layanan di bidang penanaman modal diatur dalam suatu standar pelayanan minimum dimana diantaranya adalah tersedianya informasi peluang usaha sektor/unggulan yang ada di daerah serta adanya diseminasi dan promosi peluang penanaman modal. Diseminasi informasi ini, baik dalam bentuk booklet, brosur, CD serta atribut-atribut promosi lainnya tentu akan memberikan kemudahan bagi para calon investor untuk mengetahui sektor-sektor lapangan usaha yang layak menjadi fokus kegiatan investasi, ditambah lagi dengan layanan kemudahan investasi baik fiskal maupun non fiskal seperti insentif pajak dan kelayakan sarana dan prasarana.

Sejak tahun 2007, banyak perusahaan yang telah melakukan kegiatan investasi di Kota Sabang, namun dari 24 perusahaan yang telah mendaftarkan izin prinsip penanaman modal, hanya 11 perusahaan yang masih aktif melaksanakan kegiatan usaha. Kondisi ini bisa saja terjadi disebabkan meskipun promosi investasi sering dilakukan, tapi sektor lapangan usaha yang menjadi fokus investasi bukan merupakan sektor basis Kota Sabang atau kegiatan promosi tidak berpedoman pada struktur perekonomian yang saat ini dimiliki Kota Sabang, sehingga roda perekonomian tidak berjalan secepat yang diinginkan.

Rekomendasi
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

Berdasarkan peluang investasi yang ada terdapat beberapa sektor yang menjadi merupakan sektor unggulan Kota Sabang seperti jasa perhotelan dan perikanan yang diminati oleh investor. Perlu diprioritaskan untuk segera direalisasikan dan diberikan kemudahan investasi (insentif) agar investor segera berinvestasi. Investasi yang terjadi akan memberikan efek multiplier bagi perekonomian Kota Sabang.

Sektor-sektor yang menjadi unggulan Kota Sabang hasil analisis shift share adalah sektor transportasi dan sektor komunikasi dan informasi merupakan sektor yang mempunyai daya saing tinggi harus menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Sabang. Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang (DPMPTSPTK) membuat program-program yang memperhatikan sektor-sektor unggulan untuk memperkuat struktur perekonomian.

Pada analisis Dinamic Location Quotient (DLQ) Sektor ekonomi yang dikategorikan bertumbuh atau trend meningkat di Kota Sabang periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2016 adalah 12 sektor. Kategori sektor tidak bertumbuh atau trend stabil/tetap adalah lima sektor. Perlu diperhatikan untuk lebih memfokuskan program program pada sektor yang sedang tumbuh untuk mendapatkan manfaat dan memperkuat struktur perekonomian Kota Sabang. Terhadap sektor yang stabil/tetap ada langkah-langkah evaluasi terhadap program-program yang berkaitan dengan sektor tersebut.

Untuk Sektor-sektor unggulan perlu adanya persiapan program-program yang mengantisipasi kondisi bila pada suatu waktu terjadi pergeseran sektor tersebut dalam jangka waktu menengah. Area Potensi Industri: Kota Sabang dapat lebih dihidupkan dengan industri berbasis lokal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Peningkatan kapasitas basis produksi dan penyediaan prasarana perindustrian lokal dengan fasilitas pendukung yang baik, merupakan satu langkah penting dalam potensi tersebut.

Berdasarkan kriteria tersebut, ada beberapa jenis industri yang dapat dikembangkan di Kota Sabang, seperti:

  • Industri jasa pelabuhan yang meliputi  jasa labuh, jasa tambat, jasa pandu, jasa dermaga, dan jasa penumpukan kargo. Untuk mendukung industri ini, ada beberapa aktivitas yang harus mampu disediakan seperti docking, bunkering, dan refinering serta storaging.
  • Industri elektronik yang meliputi pabrik pembuatan komponen elektronik dan perakitan alat-alat elektronik.
  • Industri refurbish berupa upaya perakitan dan peremajaan khususnya mobil sebagai upaya antisipasi terhadap banyaknya arus masuk mobil bekas dari Singapura dan negara-negara lainnya.
  • Industri makanan yang meliputi industri pengolahan, pengawetan, pengalengan, dan
    pengepakan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan termasuk industri pengolahan CPO sebagai upaya untuk menangkap peluang dari banyaknya hasil perkebunan kelapa sawit di Aceh daratan yang saat ini banyak ditampung di Pelabuhan Belawan Medan. Namun khusus pengembangan industri pengolahan CPO ini harus memperhatikan efisiensi sistem pengangkutan mengingat akses yang dimiliki Sabang dengan Aceh daratan harus melalui jalur laut.
  • Industri perikanan yang meliputi pabrik es, industri pengalengan udang dan ikan, pabrik kemasan, industri processing produk seperti minyak ikan, tepung ikan, abon ikan, bakso ikan, chitin dan chitosan, krupuk ikan/udang, serta produk tradisional seperti petis, terasi, ikan asin, ikan kayu, pindang, dan lain sebagainya.
  • Industri petrokimia yang meliputi pengolahan bahan dasar kimia dan proses pembuatan produk kimia. Dan industri-industri lainnya.

Upaya pengembangan industri tersebut memerlukan dukungan fasilitas yang baik selain aliran investasi. Karena itu, dalam rencana pengembangannya, Kota Sabang masih memerlukan tambahan sarana berupa sumber energi, telekomunikasi, air bersih, serta jalur transportasi yang memadai di samping berbagai kebijakan yang dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya. Selain berbagai industri besar di atas, upaya pengembangan industri kecil/rumah tangga juga perlu dikembangkan. Sebab industri ini memiliki potensi besar berdasarkan hasil analisis shift-share maupun hasil kontribusinya terhadap besaran nilai produksi wilayah. Upaya pengembangan industri kecil ini lebih diarahkan pada pada upaya penyediaan modal serta jalur pemasaran yang baik di samping upaya pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksinya.

 

 POTENSI WISATA KOTA SABANG

Kota Sabang yang memiliki keindahan bawah laut dan atsmosphere yang indah telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara dan domestik untuk berkunjung ke Sabang. Kunjungan wisman tahun 2015  berjumlah 5.582 dan wisnus  sebanyak 623.635 orang mengalami peningkatan dibanding tahun 2014 jumlah wisman 3.564 dan wisnus 512.992 orang.  Saat ini Sabang telah menjadi Destinasi Wisata Nasional dan Internasional. Jumlah cruise (kapal pesiar) dan Yatch (kapal layar) juga mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2016 ini Sabang memiliki 17 cruise call. Cruise berbendera Bahama seperti MS. Amadea, MS. Albatros, MS. Silver whisper, MS. Seabourn Legend, MS. Artania dan Yatchters MV. Tahiland Agressor dan masih banyak lagi. Target tahun 2017 Sabang mampu memiliki 50 cruise call dengan jumlah wisatawan sebanyak 1 juta orang.

Kekayaan alam bawah laut menjadi daya tarik utama Pulau Weh. Setiap hari perairan Pulau Weh, terutama di sekitar Iboih dan Gapang, diwarnai aktivitas snorkeling dan diving oleh turis domestik dan mancanegara. Selain itu, dikembangkan juga pariwisata darat yang bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan masyarakat lokal kepada dunia Internasional. Pendudukan Jepang pada Perang Dunia II turut memperkaya potensi pariwisata Sabang, seperti Bunker Jepang yang tersebar hampir di seluruh daratan Sabang. Begitu juga dengan sejarah islam pada masa lalu yang dikenal dengan Tanah 44 Aulia, yang ditandai dengan peninggalan seperti makam, batu gendang, dan nama-nama daerah yang diambil dari nama para aulia. Tak kalah menarik, Sabang juga menyajikan atraksi budaya, seperti keramah-tamahan warga lokal dan nilai-nilai budaya dalam keseharian masyarakat. Pariwisata yang akan dikembangkan hendaknya merupakan implementasi dari kerjasama antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk sektor pertumbuhan ekonomi dari segi pemanfaatan sektor pariwisata.

 

Resort & Hotel:

Mengusung konsep “menyatu dengan alam”, sebagian akomodasi ini juga menawarkan pengalaman berlibur yang eksklusif. Beberapa tempat akomodasi pendukung antara lain adalah: Casanemo Resort & Spa; The Point Sabang Resort; Freddie Santai Sumur Tiga; Anoi Itam Resort; Pulau Weh Dive Resort; The Pade Dive Resort; Wisma Mentari; Hotel Seulanga; Pondok Cot Ba’’’k”U; Pulau Jaya Hotel; Montana Hotel; Citra Hotel; Sabang Hill; Sabang Guest House; Hotel Holiday; Nagoya Inn; Yulia Bungalow & Restaurant; Seulako View Bungalow; Iboih Inn & Restaurant; Fina Bungalow; Guest House Obama; Gapang Resort (Leguna and Flamboyan Resort); dan Lumba-Lumba Diving & Living Colors.

Diving:

Terdapat beranekaragam terumbu karang dan biota laut, yang menjadi tempat bermain bagi 538 jenis ikan hias seperti angel fish, surgeon fish, parrot fish, scorpion fish, lion fish dan clown fish. Ada beragam tingkat penyelaman di Pulau Weh. Mulai dari Fun Dive untuk openwater hingga Professional Dive seperti Deep Dive dan Wreck Dive. Di beberapa tempat di Sabang, juga menyediakan jasa penyewaan alat selam, seperti Rubiah Tirta Divers dan Scuba Weh di Pantai Teupin Layeue, Lumba-Lumba Diving Center di Pantai Gapang, dan The Pade Resort di Balek Gunong. Titik-titik diving favorit di Sabang ialah Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Tokong, Batee Gla, Batee Meuduroe, Rubiah Sea Garden, Seulako Drift, Shark Plateu, The Canyon, Pantee Idheu, Pantee Peunateueng, Sophie Rickmer, Volcano Underwater, Tugboat, dan Limbo Gapang.

Kuliner:

Jika pengunjung berjalan ke Kota Bawah Sabang, di sana terdapat Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) yang menyambut pengunjung dengan menu yang hanya ditemui di Pulau Weh, yaitu mi gurita dan sate gurita, yang disajikan dengan bumbu Padang maupun kacang. Temui juga makanan favorit lainnya di Jalan Perdagangan. Mi Sedap dan Mi Jalak. Dua varian mi ini memiliki cita rasa yang berkarakter. Bentuk mi yang halus dicampur dengan kaldu ikan menghasilkan rasa yang lezat. Menu ikan air tawar juga dapat dijumpai di Taman Wisata Putro Ijoe yang terletak di tepi Danau Aneuk Laot. Kuliner lainnya yang sayang dilewatkan jika ke Sabang ialah Rujak Pulau Klah. Ada beberapa kedai di tepi jurang yang menghadap Pulau Klah menyediakan rujak dan es kelapa muda untuk melengkapi pemberhentian sejenak dalam perjalanan ke Tugu KM Nol. Kelapa muda segar juga mudah ditemui di sejumlah objek wisata Sabang lainnya.

Oleh–Oleh:

Sejumlah suvenir khas Sabang menanti para wisatawan. Di Pelabuhan Balohan, tersedia toko suvenir hasil kerajinan tangan masyarakat Sabang, antara lain cinderamata yang dibuat dari batok kelapa dalam beragam bentuk. Oleh-oleh berupa buah salak segar khas Balohan juga patut menjadi pilihan, yag ada di Pelabuhan Balohan dan dijajakan oleh ibu-ibu. Selain itu, bakpia AG dan dodol Sabang sangat tepat bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan. Dua penganan ini dapat dijumpai di kedai-kedai di sekitar Pelabuhan. Bila ingin punya kenangan yang panjang, turis dapat membeli kaos dengan beragam motif Sabang, salah satunya Kaos Piyoh dengan desain unik, yang membuat turis rindu akan Pulau Weh.

Data

AKOMODASI

Casanemo Resort & Spa
Alamat : Jl. K.H Agus Salim, Le Muelee
Hp : 0813 6299 9942

Wisma Mentari
Alamat : Pelabuhan Balohan
Telp : 0652 - 32 992

Sabang Hill
Alamat : Kota Atas
Telp : 0652 – 21 999

Iboih Inn & Restaurant
Alamat : Iboih
Hp : 0811 841 570

The Point Sabang Resort
Alamat : Pantai Sumur Tiga, Lemeulee
Telp : 0652 – 22 433

Hotel Seulangan
Alamat : SMK Sabang, Cot Bak U
Hp : 0852 602 84366

Sabang Guest House
Alamat : Jl. Teuku Umar No. 23
Telp : 0652 – 211 86

Fina Bungalow
Alamat : Iboih
Hp : 0852 6211 1366

Freddle Santai Sumur Tiga
Alamat : Jl. Bahagia, Lemeulee
Hp : 0813 6025 5001

Pondok Cot Bak U
Alamat : Jl. Maimun Saleh No. 26
Hp : 0853 1251 0200

Hotel Holiday
Alamat : Jl. Perdagangan
Telp : 0652 – 211 31

Guest House Obama
Alamat : Jl Sabang – Iboih
Hp : 0813 6027 2270

Anoi Itam Resort
Alamat : Jl. Raya Anoi Itam
Hp : 0813 6002 2708

Pulau Jaya Hotel
Alamat : Jl. Teuku Umar No. 21
Telp : 0652 – 213 44

Nagoya Inn
Alamat : Jl. Cut Mutia No. 34
Hp : 0812 699 6068

Gapang Resort
(Leguna and Flamboyan Resort)
Alamat : Gapang
Telp : 0652 – 332 4564

Pulau Weh Dive Resort
Alamat : Gapang
Telp : 0652 – 333 24

Montana Hotel
Alamat : Jalan O Surapati No. 20
Telp : 0652 – 228 17

Yulia Bungalow and Restaurant
Alamat : Iboih
Hp : 0821 6856 4383

Lumba-Lumba Diving and Living Colours
Alamat : Gapang
Hp : 0811 682 787

The Pade Dive Resort
Alamat : Balek Bunong
Telp : 0652 – 332 245 00

Citra Hotel
Alamat : Jl. Teuku Umar No. 15
Telp : 0652 – 211 72

Seulako View Bungalow
Alamat : Iboih
Hp : 0852 6092 0505

 

 

Daftar Perusahaan yang telah mempunyai izin prinsip Penanaman Modal Daftar Perusahaan yang telah mempunyai izin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA) dan Dalam Negeri (PMDN)

No

Nama Perusahaan dan Nomor

Bidang Usaha

Nilai Investasi

Tahun

Ket

Izin Prinsip

Dalam USD

Dalam Rupiah

       
         

1

3

5

12

13

14

15

1

PT. SABANG GREAT OCEAN,

Penangkapan Ikan

500.000

5.906.500.000

2014

TIDAK

 

No. IP: 02/05/PMA/2014

       

AKTIF

2

PT. WEH ECO RESORT

Budidaya Terumbu

891.000

10.516.473.000

2014

AKTIF

 

No. IP: 01/05/PMA/2014

Karang

       
         

3

PT. WEH ECO RESORT

Hotel Bintang 3

891.000

10.516.473.000

2015

AKTIF

 

No. IP: 01/05/PMA/2015

         
           

4

PT. SANHE SABANG

Perdagangan Besar

1.000.000

11.863.000.000

2014

TIDAK

 

INTERNATIONAL

       

AKTIF

 

No. IP: 03/05/PMA/2014

 

1

11.863

   
 

THAILAND

di Laut

       
         
 

No. IP: 2/5/IP/PMA/2015

       
           

6

PT. INDONESIA MALAYSIA

Industri Pengolahan,

42.050.000

496.316.150.000

2015

AKTIF

 

THAILAND

Pengawetan Ikan dan

       
         
 

No. IP: 3/5/IP/PMA/2015

Produk Ikan

       

7

PT. PULAU WEH DIVE

- Hotel Bintang 3

1.410.000

16.642.230.000

2015

AKTIF

 

RESORT

-Wisata Tirta

1

   
     
 

No. IP: 4/5/IP/PMA/2015

      
         

8

PT. PULAU WEH RESORT

- Hotel Bintang 3

1.410.000

16.642.230.000

2015

AKTIF

 

SELAM

-Wisata Tirta

       
 

No. IP: 4/5/IP/PMA/2015

         

9

PT. XIN TONG INVESTMENT

Industri Air Minum

-

17.701.520.000

2016

TIDAK

 

INDONESIA

       

AKTIF

 

No. IP: 1/5/IP/PMA/2016

         

10

PT. SHANGHAI JIANHANG

Jasa Pelabuhan

-

65.309.520.000

2016

TIDAK

 

INVESTMENT INDONESIA

       

AKTIF

         
 

No. IP: 2/5/IP/PMA/2016

         

11

PT. UPRISING TROPICAL

Resort

-

10.000.000.000

2016

AKTIF

 

RESORT

         
           
 

No. IP: 3/5/IP/PMA/2016

         

12

PT. BUBBLE ADDICT INC

Hotel Non Bintang

-

12.450.000.000

2016

AKTIF

 

(BAFEY)

dan Wisata Tirta

       
 

No. IP: 4/5/IP/PMA/2016

         

 

PT. WEH ECO RESORT

Hotel Bintang 3

891.000

10.516.473.000

2016

AKTIF

 

No. IP: 1/5/IP-PB/PMA/2016

           
             

14

PT. PULAU WEH RESORT

- Hotel Bintang 3

1.410.000

16.642.230.000

2016

AKTIF

 

SELAM

           
 

No. IP: 2/5/IP-PB/PMA/2016

-Wisata Tirta

         

15

PT. ROYAL CAPITAL

Jasa konsultansi

1.000.000

9.000.000.000

2010

TIDAK

 

CORPORATION

manajemen bisnis

       

AKTIF

 

NO. IP:

 

1

9.000

   
 

00736/1/PPM/PMA/2010

           

16

PT. SABANG MIRAE

Industri Peralatan

2.370.000

22.894.200.000

2013

TIDAK

 

ENERGY

Penerangan dan

       

AKTIF

 

No.IP: 102/1/PPM/I/PMA/2013

Peralatan Listrik

         
   

Lainnya

         

17

PT. VOGO BPKS

Penangkapan Ikan,

10.000.000

97.740.000.000

2013

TIDAK

 

No.IP: 1309/1/PPM/I/PMA/2013

Pembekuan Ikan,

       

AKTIF

   

Pengolahan dan

         
   

Pengawetan Ikan

         
   

(bkn udang) serta

         
   

pengalengan ikan

         

18

PT VOGO PDPA PETROGAS

Jasa penunjang

2.000.000

19.548.000.000

2009

TIDAK

 

No.IP: 649/1/PMA/2009

pertambangan minyak

       

AKTIF

   

dan gas bumi

         

19

PT. BEUDOH BEURATA

Akomodasi (Resort)

600.000

5.614.800.000

2007

TIDAK

 

No.IP: 1075/1/PMA/2007

         

AKTIF

20

PT. DELFINE PESCATORE

Wisata Tirta

1.200.000

11.646.000.000

2013

TIDAK

 

CHARTER

         

AKTIF

 

No.IP: 506/1/PPM/PMA/2013

           

21

PT. KZH SABANG COMPANY

Perdagangan impor

1.500.000

15.480.000.000

2009

TIDAK

 

No.IP: 611/I/PMA/2009

dan Supermarket

       

AKTIF

     

1

10.320

   

22

PT. MONSTER SCUBA

Wisata Selam dan

5.000.000

58.585.000.000

2013

AKTIF

 

DIVING CENTER

Wisata Tirta Lainnya

1

       
 
 

No.IP: 2189/I/IP/PMA/2013

  
          

 

TABULASI DATA BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KOTA SABANG UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No

Sektor

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Lokasi

Pelaksana

 

Proyeksi Nilai Investasi (Rp/US$)

1.

PERTANIAN

Pengembangan Produksi Pertanian yang diarahkan pada tujuan Perdagangan Lokal dan Regional.

Kota Sabang

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

2.

PERKEBUNAN

Pengembangan Pengolahan Hasil Perkebunan (Rakyat): Kelapa, pala, kakao, cengkeh, kemiri dan pinang; serta Replanting.

Kota Sabang

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

3.

PERIKANAN

Penangkapan Ikan di wilayah Barat Sumatera, Budidaya hasil laut yang ada, Pengembangan sarana dan prasarana pendukung budidaya laut dan Pengembangan Pusat Bursa Ikan bertaraf Internasional.

Kota Sabang

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

3.

PARIWISATA

Peningkatan Sarana dan Prasarana menuju Destinasi Wisata Internasional.

Kota Sabang

Pemerintah Kota dan Masyarakat

 

7.

PELABUHAN

Pengembangan Pelabuhan bertaraf Internasional dalam mendukung Industri dan Kepariwisataan.

Kota Sabang

Pemerintah Kota

 

8.

INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

Pengembangan Industri Jasa Pelabuhan, Industri Elektronik, Industri Refurbish, Industri Makanan, Industri Perikanan dan Industri Petrokimia serta Industri Kecil/Rumah-tangga.

Kota Sabang

Pemerintah Kota

 

 

 

 

 

 

 

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME