Kabupaten Nagekeo
Kabupaten Nagekeo

Lambang Kabupaten Nagekeo

KABUPATEN NAGEKEO

cover photo

 

SAMBUTAN

Sambutan Bupati

SAMBUTAN BUPATI NAGEKEO
Bupati Kabupaten Nagekeo

ELIAS  DJO

Pariwisata dewasa ini berkembang menjadi sektor yang cukup penting dan merupakan salah satu sektor penghasil devisa bagi negara. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dampak kemajuan teknologi yang semakin canggih. Segala aktifitas bepergian sering dimuat atau dipajang pada media sosial. Hal ini menunjukan bahwa pariwisata sangat diminati oleh semua orang dari berbagai tingkat /kalangan sesuai dengan jenis obyek yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

Perkembangan Pariwisata di Kabupaten Nagekeo secara perlahan sudah mengalami kemajuan. Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan guna mendukung pembangunan kepariwisataan. Pariwisata Nagekeo memiliki prospek pengembangan yang sangat menjanjikan dengan melihat potensi pariwisata yang mempunyai daya  pesona khas seperti potensi wisata alam,  potensi wisata air panas, potensi wisata pantai, potensi wisata sejarah, potensi wisata kampung tradisional dan upacara ritual adat, tarian rakyat yang beragam serta didukung dengan lagu-lagu daerah yang dinamis. Potensi ini adalah aset Nagekeo yang perlu diramu menjadi sebuah paket yang dapat dipromosikan atau dijual kepada wisatawan.  Selain potensi wisata alam, budaya, religi dan wisata buatan, dinas Pariwisata daerah berupaya mempromosikan atraksi wisata seperti tinju tradisional dan berbagai ritual lainnya melalui media promosi paket tour atau paket wisata lainnya dalam bentuk booklet, leaflet dan Compact Disck (CD).

Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo menyampaikan terima kasih kepada PT. Qayris Cipta Kreasindo yang telah bekerja sama menggali, mendata dan menghimpun semua potensi pariwisata untuk di promosikan melalui berbagai media. Kiranya Travel Guide Book ini dapat berperan sebagai panduan dan referensi bagi kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara dalam mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Nagekeo.

Sambutan Pidii

SAMBUTAN PIDII

Agus Suryadi

AGUS SURYADI

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian pemerintah daerah maupun pusat. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.Sektor pariwisata tumbuh begitu pesat sehingga pemerintahan Jokowi - JK berani memproyeksikan sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

Diawali dari sebuah kesadaran akan kebutuhan yang besar terhadap informasi industri pariwisata yang lengkap dan mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta dapat memberikan berbagai pelayanan informasi untuk para turis, tamu yang berkunjung dan juga masyarakat pada umumnya, Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) bekerjasama dengan PT. Qayris Cipta Kreasindo serta didukung oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), memprakarsai pembuatan Travel Guide to Nagekeo, yaitu Panduan Wisata Kabupaten Nagekeo yang dikemas dalam bentuk buku, disajikan dalam dua bahasa (Indonesia – Inggris). 

Buku ini mencoba untuk mengungkap secara lengkap tentang potensi obyek wisata di Kabupaten Nagekeo, dengan segala keindahan yang mempesona yang dimilikinya. Disamping itu juga memberikan petunjuk tentang akses menuju ke lokasi, sarana dan prasarana yang tersedia, keunggulan dari masing-masing obyek wisata dan kuliner yang tersedia.

Harapan kami, semoga penerbitan buku Travel Guide to Nagekeo ini dapat meningkatkan pelayanan informasi pemerintah Kabupaten Nagekeo kepada berbagai kalangan yang membutuhkan informasi, baik untuk masyarakat Kabupaten Nagekeo maupun wisatawan dan tamu yang datang ke Kabupaten Nagekeo dengan berbagai kepentingan.

Jakarta, April 2018
Agus Suryadi,
Chairman of PIDII

Sambutan ASPPI

SAMBUTAN KETUA UMUM ASOSIASI PELAKU PARIWISATA INDONESIA (ASPPI)

ketum aspi

DJOHARI SOMAD

Sebagai bentuk kepedulian akan Kepariwisataandi Indonesia dan peran strategis dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung kehidupan ekonomi khususnya dalam kegiatan kepariwisataan dan menunjang pembangunan Pariwisata Indonesia, dibentuklah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). Pembentukan tersebut juga didasari oleh tanggung-jawab akan masa depan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpartisipasi aktif dalam mengisi kemerdekaan dan perwujudan cita-cita Nasional. 

Pembuatan buku panduan wisata yang berjudul Travel Guide to Nagekeo sejalan dengan Visi dari ASPPI yaitu Memajukan pariwisata Indonesia dengan meningkatkan profesionalisme pekerja pariwisatanya. Visi yang kemudian dijabarkan dalam Misi ASPPI tersebut merupakan cerminan tekad ASPPI untuk memajukan Kepariwisataan Indonesia, yang kita tahu memiliki aneka ragam bentuk wisata yang mempesona, baik Wisata Alam, Wisata Bahari, Wisata Budaya/Sejarah, Wisata Kuliner maupun berbagai bentuk Wisata lainnya. 

Fungsi dan peran ASPPI adalah membantu Pemerintah dalam membina dan memajukan pariwisata Nasional, dengan kegiatan menunjang program Pemerintah di dalam Pembangunan Nasional dan membantu memelihara ketertiban, keamanan dan kenyamanan wisatawan. ASPPI sebagai Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia merupakan wadah berkumpulnya individu pelaku pariwisata di Indonesia baik dari bidang Biro Perjalanan, Hotel, Transport, Penerbangan, Restorant, Pramuwisata dan lain lain. 

Buku Travel Guide to Nagekeo yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Nagekeo bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT Qayris Cipta Kreasindo ini merupakan salah satu upaya yang didukung penuh oleh ASPPI, karena tujuannya untuk mempromosikan Kepariwisataan di Indonesia dengan berbagai keragaman budayanya.

Semoga buku Travel Guide to Nagekeo ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menjadi panduan pagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kolaka Utara sekaligus sebagai media promosi pariwisata Kabupaten Kolaka Utara dengan berbagai keistimewaan, keunggulan dan fasilitas yang tersedia. Terima kasih.

Jakarta, February 2018
The Association of Indonesian Tourism Stakeholders (ASPPI),
Djohari Somad
Chairman

Sambutan ASITA

SAMBUTAN KETUA UMUM
ASSOCIATION OF THE INDONESIAN TOURS ANDTRAVEL AGENCIES (ASITA)

ketua umum asita

H. ASNAWI BAHAR, SE, M.SI.

Pesona Indonesia...Wonderful Indonesia...

Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata disampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan penyumbang DEVISA terbesar nomor 2 setelah Kelapa Sawit. Indonesia juga merupakan salah satu negara dari 20 negara yang memiliki pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata. Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68%.

Pemerintah saat ini sedang melakukan inovasidan motivasi untuk menggenjot sektor pariwisata secara masif dan komprehensif, ini merupakan kebangkitan sektor pariwisata Indonesia yang memiliki peringkat dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang tadinya menduduki posisi ranking 50 naik menjadi ranking 42 dunia.Sektor pariwisata kini menjadi primadona barubagi pembangunan nasional. Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara, diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa utama Indonesia.

Dengan hasil yang dicapai sektor pariwisata saat ini Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), mengapresiasi pencapaian ini dengan menyambut baik diterbitkannya buku Travel Guide to Nagekeo oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Nagekeo bekerjasama dengan PT Qayris Cipta Kreasindo dan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII), yang merupakan salah satu langkah maju pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan informasi kepada parawisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Kabupaten Nagekeo.

Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses, semoga inisiatip ini berdampak pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing ke Kabupaten Nagekeo. Demikian disampaikan, atas segala perhatian dan dukungan baik instansi pemerintah maupun stake holder di bidang pariwisata diucapkan terimakasih.

Jakarta, 2 April 2018
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA),

H. Asnawi Bahar, SE, M.Si
Ketua Umum ASITA The Chairman of ASITA

GAMBARAN UMUM

 

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Nagekeo terletak di antara 8º26΄00΄ - 8º64΄40″ Lintang Selatan dan 121º6΄20″ – 121º32΄00″. Luas wilayah Kabupaten Nagekeo 1.416,96 km². Utara berbatasan dengan Laut Flores, Selatan dengan Laut Sawu, Barat dengan Kabupaten Ngada dan Timur dengan Kabupaten Ende.

Kabupaten Nagekeo merupakan Kabupaten baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Ngada, yang diresmikan pada tanggal 22 Mei 2007, melalui Undang – undang Nomor 2 tahun 2007. Pemerintahan dan komunitas Nagekeo sudah ada sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1909. Kabupaten Nagekeo memiliki 7 Kecamatan (Aesesa, Boawae, Mauponggo, Keo Tengah, Nangaroro, Wolowae dan Aesesa Selatan).

Topografi dan Iklim

Kabupaten Nagekeo tergolong daerah yang beriklim tropis dan terbentang hampir sebagian besar padang rumput yang ditumbuhi pepohonan seperti kemiri, asam, kayu manis, lontar, mahoni, sengon, jati,dsb serta kaya dengan fauna antara lain hewan – hewan besar, hewan kecil, binatang menjalar dan binatang liar. Kabupaten Nagekeo bertopografi dari dataran, berbukit sampai gunung-gunung, dengan puncak tertinggi pada gunung Ebulobo ± 2.149 meter dpl.

Kemiringan lahan yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan dengan persentase 0% sampai dengan 15% seluas 27.071 ha atau 22 % dari luas wilayah yang sebagaian besar belum mempunyai irigasi teknis yang  memadai. Sungai  Aesesa  dengan  debit  +7 M3/detik pada musim hujan dan +3 M3/detik pada musim kemarau merupakan sumber irigasi utama pada areal persawahan Mbay yang juga merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Nagekeo.

Iklim di Kabupaten Nagekeo cenderung ekstrim dengan rata-rata 4 (empat) bulan basah yaitu bulan Oktober sampai dengan Januari dan 8 (delapan) bulan kering yaitu bulan Pebruari sampai dengan September. Struktur tanah umumnya adalah vulkanis muda, dengan klasifikasi tanah terdiri dari Mediteran, Latosol, Litosol dan Aluvial.

Penduduk

Penduduk Kabupaten Nagekeo berjumlah 141.851 orang dengan kepadatan penduduk 100 jiwa/km2 yang tersebar di 7 kecamatan dengan 97 desa dan 16 kelurahan.

Visi Misi

Visi dan Misi Pembangunan 2014-2018

Visi   : Terwujudnya Masyarakat Nagekeo yang Utuh, Sejahtera,  Cerdas  dan Sehat berlandaskan Iman dan Budaya.

Misi :

  1. Mewujudkan keutuhan masyarakat
  2. Mewujudkan peningkatan kesejateraan masyarakat
  3. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas berdasarkan karakteristik budaya
  4. Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih dan responsif
  5. Mewujudkan derajat kesehatan
  6. Meningkatkan pembangunan sarana/prasarana dasar wilayah pedesaan/perkotaan berwawaasan lingkungan.

PROFILE PARIWISATA 

WISATA ALAM

Air Terjun Ngabatata

Wisata alam air terjun Ngabatata yang berada di Desa Rendu Butowe Kecamatan Aesesa Selatan menyimpan pesona dan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Air terjun ini di bawahnya terdapat telaga tempat bermuaranya sungai dengan pemandangan atas bukit yang masih hijau, dengan ketinggian ±82 meter. Yang paling menarik, air terjun ini berada di daerah yang gersang sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melakukan kegiatan wisata seperti pemandian, climbing, dan  perkemahan. Jarak menuju lokasi ± 20 km dari kota Mbay dengan daya tempuh ± 1 Jam menggunakan kendaran roda dua maupun roda empat.

Air Terjun Dhoa Tege

Air Terjun Dhoa Tege 1Segarnya udara dan pesona air terjun Dhoa Tege menyambut kedatangan pengunjung. Sejenak siapa pun bakal terdiam menghirup udara dalam-dalam, dan nikmat segar-bersihnya udara terasa nyaman di dada. Di depan mata terpampang nyata air terjun kembar dengan ketinggian ± 50 meter yang berasal bukan dari aliran sungai melainkan langsung dari sumber mata air. Air terjun ini terletak di Desa Mulakoli – Kecamatan Boawae, berkisar ± 5 km jaraknya dari pusat kota Kecamatan dengan waktu tempuh 30 menit.

Air Panas Marapokot

Sumber mata air panas alamiah, mengalir membentuk kolam di tengah hutan bakau, berdekatan dengan pantai; merupakan mata air yang sangat baik untuk dipakai berendam karena sumber air panasnya bervariasi dari yang panas hingga yang hangat. Masyarakat setempat mempercayai bahwa air panas tersebut dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti kudis, TBC, stroke dan lumpuh. Terletak di Desa Marapokot – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 12 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 10 menit.

Air Panas Nangadhero

Air panas Nangadhero berdekatan dengan pantai Nangadhero ± 30 meter. Tersedia juga ruang terbuka baik untuk wisata alam maupun wisata edukasi. Selain itu ada kolam tambak ikan milik warga yang berada di sekitar lokasi yang membentang di sepanjang jalan. Keunikan Air panas yang ada di lokasi ini, masyarakat setempat meyakini bahwa air panas tersebut dapat dijadikan terapi untuk menyembuhkan penyakit strok. Terletak di Desa Nangadhero – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 15 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 15 menit.

Air Panas Tonggurambang

Sumber air panas di tengah hutan bakau juga berdekatan dengan pantai; sangat baik untuk berendam. Yang unik dari air panas ini adalah rasanya yang hangat dan bisa dipakai berendam untuk semua kalangan usia. Terletak di Desa Tonggurambang – Kecamatan Aesesa, berjarak ± 10 km dari kota Mbay, dengan waktu tempuh ± 10 menit.

Muara Gheru Moreng

muara gheru oreng1Muara Gheru Moreng adalah tempat bertemunya aliran sungai dengan laut. Terbentang panorama alam yang indah dan daya tarik yang unik di antaranya  hutan mangrove, pemandangan alam (sunset), tempat bertelurnya penyu dan habitat monyet. Selain itu, wisatawan dapat menyisiri hutan mangrove dengan menggunakan perahu motor dan menikmati kuliner hasil laut dan hasil tambak. Dekat dengan ibu kota kabupaten ± 7  Km.

Kolam Alam Nanga Dhawe

Kolam Alam Nanga Dhawe01Kolam alam ini memiliki daya tarik sebagai tempat hidupnya ikan bandeng yang memiliki cita rasa tersendiri. Kolam ini pun dapat berubah menjadi garam pada saat musim panas. Selain itu di sekitarnya terdapat panorama alam yang indah. Akses menuju lokasi tersebut sangat cocok mengunakan sepeda motor trail.

Gunung Ebulobo

Kenalilah tempat wisata yang satu ini. Gunung Ebulobo merupakan gunung aktif dengan puncak yang tinggi dan kawah terbuka yang berada di Selatan Kabupaten Nagekeo; menantang rasa bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, apalagi ruang terbuka di sekitar lereng gunung bisa dimanfaatkan sebagai lahan perkemahan dan atraksi budaya lainya. Ketinggian ± 2.149 meter dpl. memang sangat mempesona.
Pendakian di gunung Ebulobo bisa dilakukan melalui dua titik yang telah menjadi jalur pendakian puncak Ebulobo yakni melalui desa Mulakoli dan desa Nunukae Kecamatan Boawae. Titik alternative ketiga sedang ditracking belum lama ini (Juli 2018) oleh kelompok mahasiswa pencinta alam (mapala) UGM Jogjakarta yakni melalui Desa Woloede.

WISATA BAHARI

Pantai Tonggo

Melintang di selatan Kabupaten Nagekeo pantai tonggo menawarkan keindahan alam yang masih natural. Pantai ini sangat bagus sebagai tempat rekreasi; memiliki panorama pantai batu dengan keindahan bawah laut. Selain itu terdapat pula bangkai kapal torpedo peninggalan Jepang dipadu jutaan jenis ikan yang berada sekitar area tersebut; sangatlah cocok untuk aktivitas snorkeling dan diving. Terletak di desa Tonggo Kecamatan Nagaroro ± 12 Km dari jalur jalan raya Ende – Bajawa dengan waktu tempuh 30 menit.

Pulau Kinde

Pulau Kinde adalah pulau mungil yang berada di sebelah utara Nagekeo; menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Pantai berpasir putih, air laut yang tenang dan jernih dapat kita manfaatkan untuk bermain seperti di kolam renang raksasa. Karang dan bintang laut juga bisa kita temui di sana. Jika kurang puas dengan pemandangan di pantai, kita dapat mendaki bukit tersebut sambil menikmati luasnya Laut Flores dengan kombinasi gradasi warna hijau dan biru; berkolaborasi dengan cerahnya langit Flores. Jika ingin ke Pulau Kinde kita bisa menyewa perahu nelayan sekitar Rp 250.000,- yang bisa ditumpangi 5 hingga 10 orang. Akeses menuju obyek melaui desa Tenda Kinde kecamatan Wolowae.

Pulau Rii Taa

Pesona pasir putih pantai yang bersih, air laut yang bening dan lautan yang teduh memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mereka yang membutuhkannya. Di tempat ini, wisatawan menyatu dengan alam, jauh dari suara bising kendaraan, hiruk pikuk manusia dan hingar bingar sorotan lampu. Pulau pasir putih Rii Taa menawarkan pesona alam dengan keindahan yang memanjakan mata. Rii Taa merupakan pulau kecil tersendiri, satu dari sekian banyak tempat tujuan wisata menarik di Kabupaten Nagekeo. Pulau ini bisa dijangkau menggunakan perahu motor dalam tempo 45 menit dari pantai Marapokot dan ± 30 menit dari pantai melalui muara Gheru Moreng.

WISATA PANTAI

Pantai Kota Jogo

Hamparan hutan mangrove dan hembusan segar angin laut, tenang menyambut kedatangan pengunjung. Di sebelah kiri pantai berdiri megah dinding batu putih menyerupai tembok yang oleh masyarakat setempat menyebutnya watu bhaya; turut menambah keindahan alam pantai. Pantai Kota Jogo terkenal dengan pasirnya yang lembut bagai bedak bayi dan airnya yang jernih kebiruan. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan antara lain berenang, berjemur, menikmati pemandangan terbit dan tenggelamnya matahari hingga ber-selfy ria. Pantai Kota Jogo berjarak ± 23 km dari kota Mbay, terletak di Desa Anakoli – Kecamatan Wolowae.

Pantai Gusung

Pantai Gusung ternyata menyimpan taman surga yang sebagian besar di antaranya masih baru dan belum terjamah. Jika anda pingin berlibur atau berwisata ke Pantai Gusung tidak ada salahnya mencoba menelusuri Pantai Gusung sembari menikmati sejuknya hutan mangrove juga pemandangan alam (bukit) Wewo Rowet yang menakjubkan. Ada beberapa kegiatan yang bisa anda lakukan di Pantai Gusung, mulai dari bermain voli pantai bersama keluarga, berenang, mancing, ber-selfi dan menelusuri hutan mangrove sambil melihat ribuan kelelawar hitan, monyet dan burung – burung di sekitarnya. Selain itu anda juga bisa menikmati wisata kuliner hasil laut. Pantai ini terletak di desa Nggolonio sekitar 9 km dari pusat ibu kota dengan waktu tempuh 20 menit

Pantai Maropokot

Pantai Maropokot berada di desa Maropokot Kecamatan Aesesa. Pantai dengan pasir bersih alami, laut yang indah dan tenang dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga. Di kawasan ini tersedia tempat hiburan dan juga rumah makan dengan aneka hasil laut; segarnya es kelapa muda menemani suasana berwisata anda. Selain itu, sensasi lain yang juga menarik, cobalah mendaki bukit di dekat Pantai Maropokot dan nikmatilah pemandangan sekitarnya.

Pantai Nangadhero

Berada di desa Nangadhero sekitar 12 km dari pusat kota. Memiliki panjang pantai 2,5 km yang berhadapan langsung dengan Pulau Palue dan Pulau Rii Taa. Ombaknya tenang dan pasirnya bersih alami. Di tempat ini pula wisatawan dapat menikmati hangatnya kolam air panas alami yang berjarak 30 meter dari bibir pantai Nangadhero. Selain itu tersedia kuliner hasil tambak (ikan Bandeng), es kelapa muda, dan juga perahu motor untuk menyisiri pantai Nangadhero atau menuju pasir putih Pulau Rii Taa.

Pantai Nangateke

Berjarak sekitar 14 Km dari pusat ibukota; merupakan spot paling tepat untuk wisatwan yang gemar berenang, mancing, berkemah, ataupun bersantai sambil menyantap hidangan laut segar. Nangateke semakin unik karena memiliki hutan mangrove yang luas dengan jenis monyet yang unik dan ribuan ikan kerapu yang hidup di sela-sela akar mangrove.

Pantai Pugu Nio

pantai puunio

Bagi yang mencari ketenangan dan keindahan, Pantai Puu Nio bisa menjadi pilihan karena bentangan perairanya berwarna hijau dan biru dengan deburan ombaknya yang tenang tampak harmonis; terletak 28 Km dari pusat ibu kota; berada dekat dengan pantai Kota Jogo. Pilihan terbaik untuk rekreasi bersama keluarga.

Pantai Ena Bhala

Keindahan lukisan alam itu bisa anda jumpai di Ena Bhala. Membentang pasir putih berbentuk butiran seperti marica atau kerikil yang berukuran kecil dan cukup lembut. Di hamparan pantai itu pula bertebaran batu – batu hitam berbagai bentuk dan ukuran. Selain itu bagi anda yang ingin berpetualangan, di bibir pantai ini terpampang gua alam berukuran besar dengan corak dinding gua yang berciri khas tertentu. Lokasi ini mudah diakses melalui Maunori menggunakan motor laut dan treking melaui Mau Wedu, desa Keli Kecamatan Keo Tengah, Selatan Nagekeo.

Pantai Enagera

Pantai Enagera di Selatan Nagekeo, berjarak ± 83 km dari pusat kota Mbay, terletak di Desa Wolotelu – Kecamatan Mauponggo. Pantai memiliki ini panorama alam yang indah dan sebagai tempat mancing, mandi dan rekreasi bersama keluarga. Pantai ini dikelola pemerintah Kabupaten Nagekeo; telah memiliki fasilitas rekreasi berupa pelataran parkir, pos jaga, MCK, pondok payung, jalan setapak, serta pelampung (life jacket).

WISATA DENGAN KEUNIKAN LAIN

Bukit Roe

Bukit Roe01Bagi anda yang ingin ke kota Mbay atau ke Riung cobalah istirahat sejenak di spot ini sambil melihat indahnya kota dan hamparan sawah di dataran Mbay pada siang hari. Di malam hari anda bisa menyaksikan dari ketinggian Bukit Roe kerlap kerlip lampu dan hiruk pikuk aktivitas kota Mbay; sekitar 6 Km sebelum masuk kota Mbay.

Bukit Rowet (Wewo Rowet)

Berbentuk seperti punggung unta menggugah rasa bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu di sekitar bukit terdapat sebuah gua alam dengan ribuan kelelawar putih. Tempat ini cocok bagi anda yang gemar treking, karena di puncak bukit anda bisa melihat pnorama indah sekitarnya seprti kolam alam Langa Dhawe, Pantai Gusung, dan Pantai Watu Ndoang. Lokasi ini berada persis di depan jalan trans Mbay – Riung

WISATA SEJARAH

Gua Jepang Rane

Kota Mbay dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki situs bersejarah jejak pendudukan Jepang pada Perang Dunia II berupa gua (bunker-bunker) di antaranya gua Rane yang berada di desa Aeramo kecamatan Aesesa. Selain itu terdapat titk – titik gua Jepang lainya yang konon dijadikan sebagai tempat pertahanan, tempat tinggal, tempat ibadah, tempat penyimpanan logistik dan tempat penyimpanan amunisi oleh tentara Jepang. Bagi anda yang ingin berwisata menelusuri gua – gua Jepang dengan bersepeda cocok hanya di Mbay.

Situs Olabula

Situs ini merupakan situs arkelologi masa lalu, sebagai tempat penelitian ilmu pengetahuan; terletak di sekitar Olakile, Kecamatan Boawae. Di kampung ini terdapat fosil stagedon atau fosil gajah purba.

Bekas Altar Kapela Portugis

Bekas Altar Kapela Portugis01Terletak di dalam dekapan bukit Lena menjadi alternatif terbaik untuk melakukan ziarah atau sekedar berkontemplasi. Mengapa? Karena di tempat ini anda akan mendapatkan ketenangan batin dan jiwa. Di kawasan ini anda akan disambut dengan suasana kesejukan perbukitan serta sumber mata air yang mempunyai cerita dan makna khasiat yang mendalam. Yang lebih menarik lagi pengunjung bisa melihat bekas altar kepela peninggalan kaum misonaris pada saat penyebaran agama Katolik pertama di wilayah Flores bagian tengah. Menempuh perjalanan melalui pertigaan Raja sekitar 10 km, ± 30 menit mengunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

WISATA BUDAYA

Kampung Adat Boawae

Kampung adat Boawae terletak di Kelurahan Natanage – Kecamatan Boawae. Kampung adat ini merupakan salah satu pusat kerajaan pada zaman kolonial. Letaknya cukup strategis karena berada di lintasan jalan negara Trans Flores. Jarak dari jalan ke kampung adat ± 200 m dan jarak dari ibu kota Mbay ke kampung adat Boawae ± 30 km. Selain itu kampung ini memiliki ritual – ritual adat lainya yakni berburu (toa lako) dan ritual tinju tradisional (etu) yang di laksanakan setiap tahun pada Juni, Juli dan Agustus.

Kampung Adat Wajo

Terletak di desa Wajo kecamatan Keo Tengah; masyarakatnya masih memegang kuat adat dan istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Mereka selalu hidup dalam tatanan yang diliputi suasana damai dan lingkungan tradisional yang kuat. Karena keunikanya kampung ini sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Ada atraksi khusus yang menghibur kedatangan wisatawan yaitu alat musik Ndoto dengan irama bunyi yang khas.

Kampung Adat Tutu Bhada

Kampung Adat Tutu Bhada terletak di punggung perbukitan Desa Langedhawe – Kecamatan Aesesa Selatan. Bangunan rumah adat dan pola hidup masyarakat setempat masih memegang kuat tradisi. Jarak dari ibu kota Mbay ke kampung adat Tutu Bhada ± 20 km; punya ritual adat tetap seperti tinju tradisional (etu). Para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat ke lokasi ini.

Kampung Adat Nggolo Mbare

Untuk menikmati keunikan budaya dan kampung adat Nggolo Mbare di kelurahan Towak kecamatan Aesesa, wisatawan harus menempuh perjalanan hanya 5 Km dari pusat kota. Ada beberapa riutal adat seperti tinju adat yang biasanya dilaksanakan bulan-bulan tertentu menjelang akhir tahun.

ATRAKSI WISATA

Berburu ( Toa Lako/Ndai)

Berburu merupakan ritual budaya tahunan bagi sekelompok masyarakat Nagekeo di beberapa kecamatan. Hampir semua wilayah di Kabupaten Nagekeo mengenal budaya yang disebut berburu. Biasanya budaya berburu dilakukan pada saat menjelang persiapan lahan baru menuju musim tanam berikutnya. Hewan yang sering menjadi obyek buruan adalah rusa dan babi hutan.

Etu /Mbela (tinju tradisional)

Tinju adat merupakan atraksi budaya uji ketangkasan bertinju bagi kaum pria di tengah kampung adat. Atraksi ini adalah hal yang terakhir dilakukan setelah semua rangkaian ritual syukur atas hasil panen yang didapatkan. Keunikan dari atraksi tinju ini adalah luka/cedera yang dialami petinju diobati hanya dengan ludah sirih pelaku ritual dan dipastikan sembuh dalam waktu tiga hari. Selain itu pengenaan busana dan symbol adat pada saat atraksi berlangsung menambah rasa kagum tepuk riunh para pengunjung/ penonton.

 

Sepa Api (sepak api)

Sepa Api (sepak api) merupakan ritual tahunan khas desa Pautola Kecamatan Keo Tengah yang menampilkan atraksi kesenian dan budaya dengan inti acara yakni sepak bola api. Keunikan ritual ini adalah bola api yang disepak tanpa mengenakan sepatu atau pelindung kaki. Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur pada wujud tertinggi, serta leluhur yang telah menjauhkan segala macam penyakit terhadap manusia dan segala usahanya. Atraksi ini biasa dilakukan pada akhir bulan Juli setiap tahun.

Souvenir

Souvenir khas dari Nagekeo yang bisa dibawa pergi yakni songket, tenun ikat dan selendang dengan motip lokal; serta anyaman dari lontar, pandan dan bambu (topi, tas, wadah sirih pinang)

PENDUKUNG KEGIATAN PARIWISATA

Kantor Pemerintah

Kantor Bupati : 

Jln Mohamad Hatta
Lape, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur

 

Sarana Umum

  • Rumah Sakit Daerah Aeramo
    Alamat : Jln Prof. W.Z. Yohanes – Desa Aeramo
  • Kantor Pos dan Giro
    Alamat : Jln Pramuka

Perbankan

  1. Bank NTT
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  2. Bank BRI Cabang Mbay
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  3. Bank Mandiri
    Alamat : Jln Mohamad Hatt
  4. Bank Nasional Indonesia(BNI)
    Alamat : Jln Mohamad Hatta

Tempat Berbelanja

  1. Minimarket Sahabat
    Alamat : Jln Pramuka
  2. Minimarket Sinar Rembulan
    Alamat : Jln Pramuka
  3. Kim Mart
    Alamat : Jln Pramuka
  4. Pasar Tradisional Kota Mbay
    Alamat : Jln Pramuka

Jasa Pelayanan Penerbangan dan PELN

  1. Jasa pelayanan penerbangan belum ada, untuk perbangan harus ke ibu kota Kabupaten Ende dan Soa di Kabupaten Ngada dengan jarak dari kota Mbay ± 80 km.
  2. Jasa pelayanan PELNI terdapat pelabuhan Marapkot. Jarak dari kota Mbay ke pelabuhan ± 12 km.

Restoran dan Rumah Makan

  1. Rumah Makan Nusantara
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  2. Rumah Makan Ganto Ragam
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  3. Rumah Makan Surabaya
    Alamat : Jln Muhamad Hatta=
  4. Rumah Makan Tulung Agung
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  5. Depot Mini Indah
    Alamat : Jln Muhamad Hatta
  6. Rumah Makan Rizky Kediri
    Alamat : Jln Soeharto

Hotel di Kota Mbay

  1. Hotel Pepita
    Alamat : Jln Eltari – Watukesu – Gang 3 – Tlp.0811492499
    Jenis kamar : Standar, Delexe Twin, Delexe King, Executive, Executive Suite dan Deluxe Suite.
  2. Hotel Utama
    Alamat : Jln Mohammad Hatta – Tlp.081236201070
    Jenis kamar : Standar, Standar Plus dan VIP.
  3. l Stella Sasandi
    Alamat : Jln Mohammad Hatta – Tlp.082145079646
    Jenis kamar : Ekonomi, Standar biasa, Standar Plus, Standar Suite, VIP dan VIP Plus
  4. Hotel Mandiri
    Alamat : Jln Soeharto – Tlp.081339026069
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar.
  5. Hotel Sinar Kasih
    Alamat : Jln Jakarta – Tlp.085238872674
    Jenis kamar : Ekonomi, Standar, Standar Plus, VIP, VIP Plus dan VVIP
  6. Hotel Samudra
    Alamat : Jln Jakarta – Tlp.085238872674
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar.
  7. Hotel Santalum
    Alamat : Jln Mohamad Hatta – Tlp.085238997631
    Jenis kamar : Ekonomi, Standar dan VIP.
  8. Radiva Home Stay
    Alamat : Jln El Tari – Watukesu Gang 3 - Tlp.085253202562
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar.
  9. Penginapan Terus jaya
    Alamat : Jln Mohamad Hatta - Tlp.081339259179
    Jenis kamar : Ekonomi, Standar dan Standar Plus.
  10. Wisma Anion
    Alamat : Jln Jakarta - Tlp.081339243123
    Jenis kamar : Standar dan VIP.
  11. Wisma Keluarga
    Alamat : Paudo - Danga - Tlp.081339474719
    Jenis kamar : Standar dan VIP.
  12. Penginapan Paul Sole
    Alamat : Jln El Tari – Watukesu Gang 3 - Tlp.081339819900
    Jenis kamar : Standar dan Executive.
  13. Hotel Mahabharata
    Alamat : Kompleks Pasar Rabu Boawae Tlp.081237176979
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar
  14. Hotel Nusa Bunga
    Alamat : Boawae, Jln. Trans Flores; Tlp.081339749690
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar
  15. Hotel Sao Asih
    Alamat : Kompleks Pasar Rabu Boawae Tlp. 081380933383
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar
  16. Penginapan SVD Roe
    Alamat : Desa Ngegedhawe – Roe  Tlp.081237176979
    Jenis kamar : Ekonomi dan Standar

Tempat Ibadah

  1. Gereja Centrum Mbay
    Alamat : Jalan Pramuka
  2. Mesjid Baiturrahman – Alorongga – Mbay I
    Alamat : Jln Soeharto
  3. Mesjid Babussalam
    Alamat : Jln Pramuka
  4. Gereje Ebenhezer
    Alamat : Jln El Tari – Watukesu – Gang 3

Back to top
Go to bottom
iden
201306
TodayToday50
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3874
This_MonthThis_Month25125
All_DaysAll_Days201306

Free Joomla! template by L.THEME