Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara

PESONA WISATA KABUPATEN HALMAHERA UTARA

logo halut

cover halut

VISI DAN MISI

Visi

Visi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara Periode 2016-2021 “Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Halmahera Utara Melalui Tata Kelola Pemerintah yang Baik dan Profesional yang Dilandasi dengan Kebersamaan yang Berkeadilan."

Misi

  1. Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan Pemerintahan yang bersih;
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang Kesehatan, Pendidikan dan infrastuktur dasar;
  3. Mewujudkan persamaan hak dan kedudukan bagi seluruh warga masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan; dan
  4. Meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah melalui optimalisasi  potensi kekayaan alam yang berwawasan lingkungan dan menumbuhkan jiwa 
  5. kewirausahaan serta menurangi angka kemiskinan

SAMBUTAN

Sambutan Bupati

SAMBUTAN BUPATI HALMAHERA UTARA

Ir. FRANS MANERY

Kami bersyukur kepada Allah Pencipta Semesta Alam, atas alam dan potensi yang dikaruniakanNya kepada Kami untuk dimiliki, dikelola dan diwariskan. Itulah sebabnya segala keragaman potensi yang kami miliki patut didayagunakan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Untuk maksud tersebut, sekaligus mengoptimalkan dan memperkenalkan keragaman potensi daerah Kabupaten Halmahera Utara, kini Kami hadirkan BUKU TRAVEL GUIDE TO NORTH HALMAHERA.

Buku ini akan menjadi Sahabat Anda Pencinta Pesona Alam, sekaligus menjadi bagian kehadiran Kami bersama anda di destinasi pariwisata yang anda tuju.

Selamat Datang dan menikmati Pesona Alam dan Budaya Negeri Hibua Lamo.

Sambutan Kepala Dinas

SAMBUTAN KEPALA DINAS PARIWISATA
KABUPATEN HALMAHERA UTARA

 SYAHRIL DJURUMUDI, ST.

Kami merasa bangga dan semakin percaya diri dengan diterbitkan Buku Travel Guide To North Halmahera. Buku panduan ini merupakan sumber informasi bagi anda yang rindu ke Halmahera Utara, agar dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang wisata dan juga buku ini sebagai media promosi pariwisata Halmahera Utara.

Travel Guide to North Halmaheradikemas secara khusus sebagai buku panduan dan refrensi bagi kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berisi informasi seluruh aktivitas kegiatan wisata, dan destinasi pariwisata yang tercakup di dalamnya yaitu daya tarik wisata, profil objek wisata, fasilitas pariwisata, fasilitas umum, aksesibilitas serta keterlibatan masyarakat.

Buku ini dapat bermanfaat sebagai media Informasi dan sekaligus sebagai tanda kehadiran Kami bersama anda, seraya mengucapkan: Selamat Datang di Kabupaten Halmahera Utara.

Semoga Anda senang dan menikmati perjalanan Wisata di negeri Kami.

Sambutan Pidii

SAMBUTAN PIDII

Agus Suryadi

AGUS SURYADI

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian pemerintah daerah maupun pusat. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.Sektor pariwisata tumbuh begitu pesat sehingga pemerintahan Jokowi - JK berani memproyeksikan sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

Di sisi lain, era global masa kini memungkinkan terjadinya mobilisasi manusia dengan lebih mudah. Hal tersebut kemudian berimbas pada semakin mudah dan derasnya pertukaran informasi yang terjadi. Perubahan yang diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut kemudian mengundang perhatian berbagai sektor industri untuk memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) demi mengangkat performa mereka, termasuk dalam sektor pariwisata. 

Diawali dari sebuah kesadaran akan kebutuhan yang besar terhadap informasi industry pariwisata yang lengkap dan mampu mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta dapat memberikan berbagai pelayanan informasi untuk para turis, tamu yang berkunjung dan juga masyarakat pada umumnya, Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) bekerjasama dengan PT. Qayris Cipta Kreasindo serta didukung oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), memprakarsai pembuatan Travel Guide to North Halmahera, yaitu Panduan Wisata Kabupaten Halmahera Utara yang dikemas dalam bentuk buku, disajikan dalam dua bahasa (Indonesia – Inggris). 

Buku ini mencoba untuk mengungkap secara lengkap tentang potensi obyek wisata di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku dengan segala keindahan yang mempesona yang dimilikinya. Disamping itu juga memberikan petunjuk tentang akses menuju ke lokasi, sarana dan prasarana yang tersedia, keunggulan dari masing-masing obyek wisata dan kuliner yang tersedia.

Harapan kami, semoga penerbitan buku Travel Guide to North Halmahera ini dapat meningkatkan pelayanan informasi pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kepada berbagai kalangan yang membutuhkan informasi, baik untuk masyarakat Kabupaten Halmahera Utara maupun wisatawan dan tamu yang datang ke Kabupaten Halmahera Utara dengan berbagai kepentingan.

Jakarta, April 2018
Agus Suryadi,
Chairman of PIDII

Sambutan ASPPI

SAMBUTAN KETUA UMUM ASOSIASI PELAKU PARIWISATA INDONESIA (ASPPI)

ketum aspi

DJOHARI SOMAD

Sebagai bentuk kepedulian akan Kepariwisataandi Indonesia dan peran strategis dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung kehidupan ekonomi khususnya dalam kegiatan kepariwisataan dan menunjang pembangunan Pariwisata Indonesia, dibentuklah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). Pembentukan tersebut juga didasari oleh tanggung-jawab akan masa depan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpartisipasi aktif dalam mengisi kemerdekaan dan perwujudan cita-cita Nasional. 

Pembuatan buku panduan wisata yang berjudul Travel Guide to North Halmahera sejalan dengan Visi dari ASPPI yaitu Memajukan pariwisata Indonesia dengan meningkatkan profesionalisme pekerja pariwisatanya. Visi yang kemudian dijabarkan dalam Misi ASPPI tersebut merupakan cerminan tekad ASPPI untuk memajukan Kepariwisataan Indonesia, yang kita tahu memiliki aneka ragam bentuk wisata yang mempesona, baik Wisata Alam, Wisata Bahari, Wisata Budaya/Sejarah, Wisata Kuliner maupun berbagai bentuk Wisata lainnya. 

Fungsi dan peran ASPPI adalah membantu Pemerintah dalam membina dan memajukan pariwisata Nasional, dengan kegiatan menunjang program Pemerintah di dalam Pembangunan Nasional dan membantu memelihara ketertiban, keamanan dan kenyamanan wisatawan. ASPPI sebagai Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia merupakan wadah berkumpulnya individu pelaku pariwisata di Indonesia baik dari bidang Biro Perjalanan, Hotel, Transport, Penerbangan, Restorant, Pramuwisata dan lain lain. 

Buku Travel Guide to North Halmahera yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT Qayris Cipta Kreasindo ini merupakan salah satu upaya yang didukung penuh oleh ASPPI, karena tujuannya untuk mempromosikan Kepariwisataan di Indonesia dengan berbagai keragaman budayanya.

Semoga buku Travel Guide to North Halmahera ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menjadi panduan pagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Halahera Utara sekaligus sebagai media promosi pariwisata Kabupaten Halmahera Utara dengan berbagai keistimewaan, keunggulan dan fasilitas yang tersedia. Terima kasih.

Jakarta, February 2018
The Association of Indonesian Tourism Stakeholders (ASPPI),
Djohari Somad
Chairman

Sambutan PHRI

SAMBUTAN KETUA UMUM PERHIMPUNAN HOTEL
DAN RESTAURANT INDONESIA (PHRI)

phri

HARIYADI SUKAMDANI

Perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bisa dilihat berdasarkan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan bertumbuhnya jumlah hotel di Indonesia. Peranan hotel bagi industri pariwisata sangatlah penting, hotel sebagai sarana akomodasi umum sangat membantu para wisatawan yang sedang berkunjung untuk berwisata dengan jasa penginapan yang disediakan, hotel sebagai salah satu sarana pokok kepariwisataan (main tourism superstructures) yang berati hidup dan kehidupannya banyak tergantung pada jumlah wisatawan dan tamu yang datang.

Industri pariwisata diakui sebagai yang paling penting dan menguntungkan, terutama ditinjau dari sudut perekonomian yang banyak menghasilkan devisa negara, menciptakan sekaligus menambah lapangan kerja termasuk jasa hotel, restoran, transportasi,  cendra mata, hiburan, kuliner dan sektor lainnya. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sangat mengapresiasi dan medukung sekali atas diterbitkannya buku Travel Guide to North Halmaherayang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) dan PT. Qayris Cipta Kreasindo. Menurut kami buku ini merupakan media informasi yang dibutuhkan oleh para wisatawan dan tamu yang berkunjung ke Halmahera Utara, sekaligus media informasi keberadaan hotel, restoran dan jasa industri pariwisata lainnya.

Saat ini kami di PHRi berkolaborasi dan bersinergi dalam program Visit Wondrful Indonesia (VIWI) dengan 17 asosiasi industri pariwisata nasional, dengan misi untuk mendukung tercapainya 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 dan terus menerus bertumbuh dan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Program ini didukung Kementerian Pariwisata republik Indonesia dan wajib didukung seluruh dinas pariwisata di setiap pemerintahan daerah. Kami merasa buku ini dikemas dengan data yang akurat dan terus menerus di perbaharui, akan menjadi sebuah acuan untuk melihat peta-peta kekuatan pariwisata nasional. Semoga buku ini dapat menjadi sebuah contoh yang dapat diikuti oleh wilayah dan daerah lain.

Kami ucapkan selamat kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Halmahera Utara khususnya dan perkembangan kepariwisataan nasional pada umumnya. Terima kasih.

Jakarta, May 2018, Indonesia Hotel and Restaurant Association (IHRA),
Hariyadi Sukamdani
Chairman

Sambutan ASITA

SAMBUTAN KETUA UMUM
ASSOCIATION OF THE INDONESIAN TOURS ANDTRAVEL AGENCIES (ASITA)

ketua umum asita

H. ASNAWI BAHAR, SE, M.SI.

Pesona Indonesia...Wonderful Indonesia...

Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Sebagai pengantar, Data terakhir dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata disampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan penyumbang DEVISA terbesar nomor 2 setelahKelapa Sawit. Indonesia juga merupakan salah satunegara dari 20 negara yang memiliki pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata. Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68%.

Pemerintah saat ini sedang melakukan inovasi dan motivasi untuk menggenjot sektor pariwisata secara masif dan komprehensif, ini merupakan kebangkitan sektor pariwisata Indonesia yang memiliki peringkat dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang tadinya menduduki posisi ranking 50 naik menjadi ranking 42 dunia.Sektor pariwisata kini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara, diperkirakan pada tahun 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa utama Indonesia.

Dengan hasil yang dicapai sektor pariwisata saat ini Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), mengapresiasi pencapaian ini dengan menyambut baik diterbitkannya buku Travel Guide to North Halmahera oleh Dinas Pariwisatadan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Utara bekerjasama dengan PT Qayris Cipta Kreasindo dan Pusat Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII), yang merupakan salah satu langkah maju pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan informasi kepada parawisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Kabupaten Halamhera Utara.

Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses,Akhir kata kami ucapkan selamat dan sukses, semoga inisiatip ini berdampak pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing ke Kabupaten Halmahera Utara.Demikian disampaikan, atas segala perhatian dan dukungan baik instansi pemerintah maupun stakeholder di bidang pariwisata diucapkan terimakasih.

Jakarta, 2 April 2018
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA),

H. Asnawi Bahar, SE, M.Si
Ketua Umum ASITA / The Chairman of ASITA

GAMBARAN UMUM

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Wilayah Kabupaten Halmahera Utara terletak antara 1057’ Lintang Utara - 3000’ Lintang Selatan dan 127017’ - 129008’ Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Halmahera Utara adalah ± 22.507,32 km² yang meliputi wilayah laut: 17.555,71 km² (78%) dan wilayah daratan: 4.951,61 km² (22%), berada pada jarak 138 Mil laut dari Ternate. Kabupaten Halmahera Utara berbatasan dengan: Kabupaten Pulau Morotai dan Samudra Pasifik di sebelah Utara; Kecamatan Jailolo Selatan (Kabupaten Halmahera Barat) di sebelah Selatan; Kecamatan Wasilei (Kabupaten Halmahera Timur) di sebelah Timur; dan Kecamatan Loloda, Sahu, Ibu dan Jailolo (Kabupaten Halmahera Barat) di sebelah Barat. Kabupaten Halmahera Utara secara administrasi dibagi menjadi 17 Kecamatan dan 121 Desa Pantai dan 75 Desa nonPantai.

Kabupaten ini memiliki 5 Gunung, yaitu: Gunung Kotae (Tobelo Selatan, 846 m di atas permukaan laut); Gunung Dukono (1.185 m dpl.), Tarakan (1.004 m dpl.) dan Mamuya (di Galela); serta Gunung Karianga di Tobelo. Disamping itu ada 6 Danau, yaitu Danau Telaga Paca dan Danau Lina (Desa Paca-Tobelo Selatan); Danau Duma (Desa Duma-Galela; Danau Kapupu (Desa NgidihoGalela); Danau Makete (Desa Makete-Galela) dan Telaga Biru (Desa Punae-Galela).

Keadaan Topografi dan Iklim

Sebagian besar Kabupaten Halmahera Utara adalah daerah pegunungan yang didominasi oleh formasi batuan gunung api (Andesit dan batuan beku Basaltik). Daerah pegunungan merupakan bentangan alam dengan puncak tajam dan punggung curam serta lereng yang curam (sekira 40% daratan). Di Semenanjung Utara Pulau Halmahera terdapat barisan gunung api aktif dan non-aktif dengan bentuk dan struktur yang sangat khas. Pada bagian ini dataran aluvial tidak ditemukan, tetapi memasuki daerah Kao ditemukan dataran alluvial yang luas pada daerah pedalaman, dataran vulkanik yang berombak dan dataran alluvial berawa secara lokal. Pulau Morotai memiliki banyak kesamaan dengan Pulau Halmahera bagian utara yang dicirikan oleh gunung-gunung yang berkembang dari batuan sedimen dan batuan beku basa.

Kabupaten Halmahera Utara dipengaruhi oleh iklim laut tropis yang terdiri atas tiga musim, yaitu: Musim Hujan pada bulan November sampai dengan Februari; Musim Kemarau pada bulan April sampai dengan bulan Oktober; dan Musim Pancaroba pada bulan Maret dan Oktober. Adapun curah hujan di wilayah Kabupaten Halmahera Utara berkisar antara 1.500-4.500 mm per tahun. Curah hujan tertinggi (2.500-4.500 mm per tahun) dapat dijumpai di Galela dan Loloda Utara dengan tipe A sampai C menurut Klasifikasi Oldeman. Curah hujan terendah (1.500-2.000 mm per tahun) dapat dijumpai di Tobelo Selatan, Kao, Malifut dan Kepulauan Morotai, menurut klasifikasi Oldeman termasuk tipe Dl (4 bulan basah berturutan dan 1 bulan kering).

Suhu rata-rata antara 24,4 dan 27,20C; penyinaran matahari antara 37 dan 76%; Curah hujan antara 33,2 dan 401,1 mm3; hari hujan antara 10 dan 24 hari; kelembaban nisbi antara 84 dan 90%; kecepatan angin antara 1-3 knot.

Jumlah penduduk, sex-ratio

Jumlah penduduk (2016) mencapai 183.596 orang dengan 93.806 laki-laki dan 89.790 wanita (rasio: 104).

Suku di Halmahera Utara

Suku Togutil(atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Pulau Halmahera. Orang Togutil sendiri tak ingin disebut “Togutil” karena Togutil bermakna konotatif yang artinya “terbelakang”. Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli. Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai. Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga. Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp. Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung. Suku Togutil yang dikategorikan suku terasing tinggal di pedalaman Halmahera bagian Utara dan Tengah, menggunakan bahasa Tobelo sama dengan bahasa yang dipergunakan penduduk pesisir, orang Tobelo. Orang Togutil penghuni hutan yang dikategorikan sebagai masyarakat terasing, sementara orang Tobelo penghuni pesisir yang relatif maju. Selain itu fisik orang Togutil, khususnya roman muka dan warna kulit, menunjukkan ciri-ciri Melayu yang lebih kuat daripada orang Tobelo. Sejak dulu suku-suku di Halmahera Utara telah mengenal istilah O Dumule(bahasa Tobelo) dan De O Doro(bahasa Galela) yang artinya bertanam di kebun. Secara turun temurun telah dikenal berbagai jenis pisang dan umbiumbian sebagai tanaman hasil pertanian, juga dikenal sistem berladang padi gogo. Masyarakat Halmahera Utara juga mengenal cara meramu pohon sagu untuk diambil patinya. Selain bertani, masyarakat Halmahera Utara juga berburu dan menangkap ikan. Hal ini dapat dilihat dengan dikenalnya sejenis alatalat untuk berburu binatang di hutan yang disebut O Kuama De O Toimidan istilah O Gahioko, yaitu menentang badai untuk mencari ikan yang mereka sebut Yo Koiho De Yo Yaungu, yakni mengejar dan memancing ikan. Mata pencaharian utama orang Tobelo adalah bertani di ladang. Tanaman pokok yang ditanam adalah padi dan jagung selain itu juga sayur, kacang-kacangan, pisang dan tebu. Selain itu mereka juga menangkap ikan dan berburu babi hutan dan rusa dengan menggunakan tombak dan jerat serta dibantu oleh sekawanan anjing. Mereka juga meramu hasil hutan seperti rotan dan damar, berkebun cengkeh, pala dan kelapa. Seperti halnya penduduk asli Indonesia bagian Timur, orang Togutil makanan pokoknya adalah sagu yang tumbuh di kawasan hutan di sekitar hilir sungai, dan merupakan lahan milik bersama.

Agama, Seni dan Budaya

Masyarakat Halmahera Utara mewarisi tatanan adat yang telah dibentuk semasa petualangan para leluhur untuk mencari permukiman baru di mana mereka berada di perjalanan sampai dengan menetap dan membentuk komunitas dalam peradaban awal di Telaga Lina. Seni budaya masyarakat Halmahera Utara merupakanpancaran ketulusan jiwa dan semangat mensyukuri akan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap tanah persadanya. Ini terungkap dari berbagai jenis kesenian yang selalu mewarnai setiap upacara seremonial adat maupun upacara-upacara sakral yang dipentaskan pada setiap kesempatan. Pemahaman ini disebut O Guru’mini Ma’oa Awi’ngaleyang artinya Yang Kuasa Mengilhami. Penduduk Halmahera Utara sebagian besar beragama Kristen Protestan (111.046 orang); disusul kemudian oleh penganut Islam (79.369 orang), Katholik (1.667 orang), Hindu (23 orang), Budha (21 orang) dan Lainnya (6 orang).

Sebelum masuknya agama Kristen dan Islam di Tobelo, masyarakat setempat masih memeluk kepercayaan tradisional sebagai berikut:

  1. O GOKIRI MOI: adalah Tuan dari segala benda, perkakas, barang, binatang dan juga manusia (Yang Dipertuan);
  2. O GOMANGA: diartikan Jiwa Orang yang meninggal, dikategorikan dalam 2 bagian yaitu O Gomanga Ma Oa(jiwa leluhur yang baik perilakunya) dan O Gomanga Ma Dorou (Jiwa leluhur yang jahat). Pada dasarnya jiwa leluhur itu akan baik jika selalu diberi persembahan, karena itu lazim diberikan ritual persembahan (O Gomanga yo hakai) dalam bentuk sesaji yang diletakkan di loteng (haakoro)dari rumah adat (halu);
  3. O DILIKENE: yaitu Jiwa orang yang mati mendadak, setelah terjadinya kematian mendadak (kecelakaan, dibunuh, terbunuh, bunuh diri, dsb) harus segera dibuatkan upacara persembahan agar jiwa tersebut tidak  mengganggu orang yang masih hidup;
  4. O MOROKA: adalah makhluk gaib yang berbentuk seperti manusia. Meski mereka ering merepotkan karena suka membawa ari seseorang, tetapi mereka juga sering membantu membuka hutan dan dalam melakukan panen padi;
  5. O TOKATA: roh jahat jelmaan dari O Gomanga Ma Dorou, yang suka mengambil jiwa orang yang baru saja meninggal;
  6. O MEKI: adalah jiwa orang mati pemburu manusia yang biasanya berjalan di awangawang;
  7. O PUTIANA: adalah jiwa wanita yang meninggal ketika sedang hamil atau melahirkan, yang suka mengganggu dan mencelakakan bayi yang sedang dikandung oleh seorang ibu;
  8. O KOKOKO: burung yang mengandung roh jahat, biasanya di waktu malam mereka berbunyi di bubungan rumah
  9. O HOHOMO: yaitu jiwa orang meninggal di tempat yang jauh dari kampungnya, tetapi keluarganya belum mengetahuinya, sering mengikuti manusia dan mencegah rejeki dalam usaha;
  10. O KEKA: jenis burung yang ditunggangi roh jahat yang suka memakan telinga manusia;
  11. O ARUKU MADUTU: roh yang mendiami goa dan batu besar yang berbentuk aneh dan memiliki penunggu;
  12. O OGA: roh penolong yang kadang nakal juga. Ketika membantu memanen padi, ia suka mencuri padi orang lain untuk ditambahkan ke hasil panen padi kita;
  13. O RIO-RIO: orang yang pekerjaannya mencari kepala manusia atau sering disebut O tomara  yo tobi-tobiki yang digunakan untuk ritual pengorbanan bagi gunung api yang dilakukan oleh Sultan Ternate;
  14. O LOLAHEKANA: cicak yang dipercayai selalu memberikan pertanda awal atau hati-hati;
  15. O NGOMA-NGOMA: atau O Murumuadalah kunag-kunang yang bila memasuki rumah menjadi pertanda bahwa salah satu penghuni rumah tersebut akan mati;
  16. O BOBEREKI: atau Tuan Padi, yang diberikan penghormatan agar memperoleh panen padi melimpah;
  17. O KOBOTO: adalah sumpah atau kutuk yang bila diucapkan dalam keadaan marah akan berakibat buruk bagi orang yang disumpahi atau dikutuk. Untuk lepas dari sumpah atau kutuk tersebut harus memberikanO koboto ma hohokaatau uang pembayaran sumpah;
  18. O MAIHI: atau O Maweyang artinya nujum atau tenung, yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan suatu keterangan seperti kehilangan barang untuk mengetahui siapa pencurinya atau dimana barang tersebut berada;
  19. O DOTI: adalah guna-guna pengasihan dari seorang pemuda untuk seorang gadis yang ditaksirnya;
  20. O GOMATERE: mirip dengan O Maihiyaitu sama-sama mencari tahu tentang sesuatu, namun O Gomatereini langsung melakukan tindakan nyata.

PROFILE PARIWISATA 

Di wilayah kabupaten Halmahera Utara dapat ditemui berbagai objek unik dan spesifik yang sangat berpotensi guna dikelola dan dikembangkan menjadi objek wisata. Panorama pesisir pantai yang berpasir putih, pesona taman laut, hamparan pulaupulau, keanekaragaman hayati dan masih banyak lagi keindahan alam yang belum tereksplorasi.

Sementara itu di bidang seni dan budaya terdapat jenis-jenis tarian, jenis kerajinan tangan, musik tradisional, bahasa yang berbeda serta adanya akar budaya adat Hibua Lamo. Beberapa diantaranya sudah hampir punah. Salah satu yang cukup menarik adalah komunitas suku Togutil yang sebagian masih mendiami wilayah hutan Halmahera, komunitas ini diyakini merupakan turunan dari serdadu Portugis yang melarikan diri ke dalam hutan pada masa perang kolonial.

Daya tarik wisata di Kabupaten Halmahera Utara tersebar di 17 kecamatan yang ada dalam berbagai jenis dan jumlahnya. Sampai saat ini, berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Utara, objek dan daya tarik wisata Halmahera Utara sebanyak 56 daya tarik wisata, ditambah sekitar 20 titik dive site dengan rincian : 41 daya tarik wisata alam sisanya 15 daya tarik wisata budaya. Dengan pengelolaan yang optimal, potensi pariwisata di Kabupaten Halmahera Utara dapat menjadi salah satu komoditas unggulan dan memungkinkan wilayah ini untuk menjadi daerah tujuan wisata baru yang tidak kalah menariknya dibanding daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. Jenis wisata di Halmahera Utara ini antara lain: Wisata Budaya (Tarian Cakalele, Tidetide, Togal, Gala dan lain-lain; Musik tradisional: Musik Bambu, Jangere dan lain-lain; Upacara Adat Hibua Lamo; Keseharian masyarakat tradisional agraris maritime; dan Suku Togutil); Wisata Sejarah (Bangkai Meriam): Galela; Panser: Meriam dan Bangkai Kapal PD II: Kao; Bangkai Kapal Tosimaru: Malifut; Bangkai Kapal; Bunker Jepang dan Amerika: Kao, Pulau Bobale; Wisata Bahari(Pantai Ruko - Kokota Jaya; Pantai Luari: Tobelo; Panorama Laut Tupu-tupu: Tobelo; Taman Laut Tagalaya: Tobelo; Pulau Bobale: Kao; Pantai Malifut: di Kao; Pulau 16 : di Kao); Wisata Alam(Air Terjun Jembatan Alam - Ruko Kokota Jaya; Air Terjun Kokoguru - Ruko Kokota Jaya; Air Terjun Kontener - Ruko Kokota Jaya; Gunung Dukono: Tobelo; Danau Galela: Galela, Sumber Air Panas: Tobelo; Gua: Galela; dan Air Terjun Barangka Dolong: Loloda).

OBYEK WISATA

Pantai Luari

Pantai dengan pasir putih dan pemandangan alam yang menarik lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik adalah daya tarik tersendiri Pantai Luari, tempat ini digunakan sebagai para wisatawan untuk berekreasi setiap hari libur sabtu dan minggu ataupun hari libur keagamaan dan libur tahun baru. Keunikan dari Pantai Luari adalah pasir putih yang terhampar sepanjang pantai dengan adanya pepohonan yang tumbuh di pinggir pantai sebagai tempat berteduh pengunjung dari sinar matahari. Jarak yang ditempuh dengan transportasi roda 4 maupun roda 2 dari Kota Tobelo sekitar 15 menit ke arah Utara Tobelo.

Pulau Kumo

Merupakan pantai yang paling dekat dengat jarak dari Kota Tobelo, waktu yang ditempuh sekitar 3 menit dengan transportasi laut (katinting). Lokasi ini air lautnya yang jernih sangat cocok untuk berperahu dan renang maupun snorkling. Dari lokasi ini pengunjung dapat menikmati wajah Kota Tobelo dari arah pantai.

Pulau Rorangane

Keunikan dari pantai ini adalah air lautnya yang jernih dan sangat tenang, digunakan sebagai tempat berenang, berperahu maupun mancing. Pada hari libur, pengunjung lokal ramai mengunjungi. Jarak yang ditempuh sekitar 10 menit dari Kota Tobelo dengan transportasi laut (katinting).

Pantai Pitu

Pantai Pitu dengan panjang garis pantai sejauh 530 meter memiliki dasar laut yang dangkal. Apabila air laut surut maka lebar pantai ini dapat mencapai 50 meter. Para wisatawan lokal yang datang berkunjung selalu menikmati dengan bermain wisata air, lokasi sangat cocok untuk anak-anak berenang. Di depan Pantai Pitu terdapat beberapa pulau kecil yang dapat pengunjung jelajahi. Untuk menempuh jarak dari Kota Tobelo sekitar 10 menit dengan transportasi roda 4 maupun roda 2. Keunikan lain dari Pantai Pitu adalah airnya tenang dengan lebar pantai yang ideal sebagai tempat bermain ditambah lagi dengan panorama alam yang menarik di sekitar pantai.

Pulau Bobale

Pulau Bobale adalah sebuah kecil yang terletak tidak jauh di depan Desa Daru Kecamatan Kao Utara. Pulau dengan hamparan pasir putih yang luas ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata para penyelam oleh karena taman lautnya yang menawan berwarna kebiru-biruan ditambah lagi dengan di lokasi ini terdapat mutiara dan kelompok pengrajin yang bahan baku dari kulit kerang. Di Pulau Bobale juga terdapat bunker sisa peninggalan Perang Dunia II Jepang. Jarak yang ditempuh dari Kota Tobelo kurang lebih 57 km. Untuk menuju ke Pulau Bobale pengunjung dapat menggunakan perahu selama sekitar 20 menit.

Pulau Pawole

Pantai Kupa Kupa

Pantai Kupa-Kupa memiliki karakteristik yang unik berupa pepohonan yang rindang sehingga sangat cocok untuk melepas lelah dan rilaksasi di tempat ini.

DAYA TARIK WISATA SEJARAH

Peninggalan Sejarah Perang Dunia II

Kabupaten Halmahera Utara merupakan salah satu daerah yang dapat dikembangkan sebagai destinasi khusus dengan karakteristik arkeologi Peninggalan Perang Dunia ke II. Beberapa data yang mendukung maksud tersebut di atas adalah sebagai berikut :

  1. Teluk Kao pada masa pendudukan Jepang dipadati dengan kapal-kapal perang dan kapal-kapal logistik Jepang, sehingga pada malam hari dengan cahaya kapal yang terang gemerlap, sehingga Kao disebut sebagai TOKYO KEDUA. Kao dan Teluk Kao adalah wilayah kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara dengan hamparan sekitarnya;
  2. Ketika terjadi penyerangan Sekutu terhadap Jepang, maka sebagian kapal tenggelam karena dibom dan sebagian pula ditenggelamkan sendiri oleh Serdadu Jepang setelah mendengar Jepang menyerah kalah terhadap Sekutu;
  3. Bangkai-bangkai kapal laut dan pesawat yang tenggelam maupun sengaja ditenggelamkan tersebut menjadikan Teluk Kao sebagai hamparan dan peta merah yang sulit dilayari. Hal ini selalu membuat kapal TNI AL dan kapal pengangkut warga transmigrasi asal Pulau Jawa atau kapal lainnya harus berlabuh jauh dari pantai dengan menurunkan penumpang dan barang, mengingat banyak kapal karam yang melewati Teluk Kao;
  4. Salah satu peninggalan yang masih nampak sampai saat ini adalah Bangkai Kapal Tosimaru, yaitu sebuah kapal Logistik Jepang. Juga bangkai pesawat tempur pada kedalaman 25 meter di lepas pantai Pulau Meti, sebuah pulau yang dijadikan landasan pesawat tempur. Secara Umum oleh para nelayan dapat diketahui adanya sekitar 10 bangkai pesawat dan kapal yang berada di dasar Teluk Kao. Juga dapat dilihat adanya bangkai pesawat dan kapal dimaksud saat pesawat tinggal landas dari Bandar Udara Kuabang Kao;
  5. Bandara Kuabang Kao sekarang adalah salah satu dari 2 bandara peninggalan Jepang. Bandara yang dipakai sekarang ini adalah bandara yang kala itu disembunyikan Jepang dengan menutupinya menggunakan rerumputan ilalang. Sedangkan bandara kedua terletak di sebelah Selatan berjarak 1 km, merupakan bandara yang didalamnya diletakkan Pesawat Siluman yang tidak dapat digunakan karena terdapat banyak kawah bom dan seringkali ditemukan bom aktif sebagai jebakan. Bandar Udara Kuabang Kao merupakan landasan pesawat peninggalan Jepang yang terasa aman bebas debu gunung api Gamalama, IBU, dan gunung api Dukono dan terdekat untuk menjadi stasiun tour untuk kawasan Museum Bawah Laut sebagaimana yang direncanakan;
  6. Peninggalan Jepang lainnya dihamparan Kao Teluk adalah Meriam di sekitar bandara sebanyak 4 buah. Di wilayah Gonga, Pediwang dan lainnya terdapat sekitar 6 meriam. Juga terdapat Bunker Jepang di Pulau Bobale yang menjadi landasan pendaratan pesawat tempur Jepang, termasuk Bunker di Bandar Udara Kuabang Kao, Goa dan jalan dalam tanah sebanyak 5 goa di Galela yang merupakan lintasan bawah tanah jalur barat/pedalaman yang menghubungkan landasan pesawat Kao di Selatan dengan landasan pesawat Galela di Utara.
  7. Hampir setiap waktu ada kunjungan keluarga tentara Jepang untuk berziarah di Teluk Kao dan hampir setiap tahun terdapat rombongan 5 – 10 orang, termasuk rombongan pesawat khusus keluarga Jepang yang datang ke Teluk Kao via Bandar Udara Kuabang Kao untuk melaksanakan upacara pelarungan abu jenasah Jepang dengan membawa abu jenasah yang disimpan dalam poci, bahwa almarhum yang pernah berperang di Teluk Kao sebelum meninggal mewasiatkan agar abu jenasahnya diarungkan di Teluk Kao. Salah satu keluarganya yang pernah datang pada bulan Juni 2008 untuk melarungkan abu jenazah keluarganya adalah Guru Besar Antropologi, Ketua Jurusan Sejarah Universitas Okaido Jepang. Adapun kunjungan wisatawan mancanegara rata – rata 15 orang/tahun;
  8. Mengingat Sejarah, animo dan keterjangkauan kawasan Asia Jepang, maka icon KAO TOKYO KEDUA sebagaimana pernyataan dan iklan Jepang yang banyak melansir nama Kao akan mendorong kerjasama dan upaya Sister City dimana salah satu daya magnetnya adalah Museum Bawah Laut Arkeologi Peninggalan PD KEDUA guna mendorong kunjungan wisata ke Halmahera Utara pada khususnya dan wilayah Indonesia Bagian Timur serta Indonesia pada umumnya.

Kerangka Ikan Paus

Halmahera Utara juga menyimpan kerangka sejenis Ikan Paus (bahasa lokal: Ikan Gajah Mina) dengan panjang 14 meter, lebar 4 meter dan tinggi 4 meter. Ikan tersebut seringkali melayari perairan Halmahera Utara dan Samudera Pasifik dan seringkali juga terdampar di pantai. Ada yang dapat diselamatkan oleh penduduk tetapi ada pula yang tidak dapat diselamatkan. Sejak tahun 2003 terdapat sekitar 10 ikan tersebut yang terdampar dan mati.

Kompleks Pemakaman

  1. Makam Fransciscus Xaverius (Portugis) 
    Situs ini berdiri Abad ke 15, Fransciscus Xaverius sangat berjasa dalam penyebaran Agama Katolik. Untuk mengenang jasanya dibuatlah monumen memorial 465 tahun lalu masuknya Agama Katolik pertama kali di Mamuya. Monumen ini diresmikan oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Mgr. Leopoldo) tahun 2009.
  2. Makam Syech Mansyur
    Situs ini berdiri Abad ke 16 di daerah Popon, Kao. Makam ini terdiri atas 2, yaitu Syach Mansur dan istrinya.
  3. Tapak Kaki TonamalangiTelapak kaki Raja-raja kharismatik. Kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 23 km dari kota Tobelo.
  4. Makam Hendrik Van Djiken, 1866
    Makam Hendrik Van Djiken ini termasuk dalam situs yang dipelihara oleh Pemerintah Daerah. Kemudahan pencapaian atau waktu yang ditempuh 35 km dari kota Tobelo.
  5. Makam Pejuang Bingkas
    Wisata sejarah, kemudahan pencapaian atau waktu yang ditempuh 80 km dari kota Tobelo.
  6. Makam Yasin Gamsingi
    Wisata sejarah, makam pejuang. Kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 25 km dari kota Tobelo
DAYA TARIK WISATA BUDAYA

Hibua Lamo

Hibua Lamo atau “rumah besar” menjadi simbol dalam ideologi dan mitos cikal bakal masyarakat Kota Tobelo pasca era Talaga Lina. Konsep Hibua Lamo secara sosial dan budaya mempunyai nilai-nilai penting sebagai berikut :

  1. Hibua Lamo sebagai Nilai Spritual. Hibua Lamo menjadi nilai spritual bagi masyarakat Tobelo bisa dilihat dari simbolisasi dari tempat asal muasal para leluhur dari Talaga Lina. Hibua Lamo atau rumah besar disini merupakan tempat penciptaan kaum Tobelo yang harus disakralkan atau menjadi spirit yang harus dipegang dan dijaga oleh kaum Tobelo saat ini. Pengabaian atas Hibua Lamo sebagai nilai spritual sama dengan pengingkaran terhadap jati diri sendiri.
  2. Hibua Lamo sebagai Nilai Sosial. Hibua Lamo merupakan simbolisasi dari tempat untuk melakukan musyawarah atau higaro, termasuk juga sebagai tempat untuk melakukan syukur atas hasil panen dan manejemen sumber daya yang ada. Hibua Lamo menjadi perangkat sosial yang berfungsi untuk merekatkan dan menyatukan keberagaman yang ada dalam struktur sosial masyarakat Tobelo.
  3. Hibua Lamo sebagai Nilai Material. Hibua Lamo merupakan bangunan fisik yang menjadi identitas sosial dan budaya dari masyarakat Tobelo. Hibua Lamo mempunyai segi delapan yang erfungsi sebagai tempat pertemuan adat bagi masyarakat adat Tobelo. Hibua Lamo atau ‘’rumah besar” sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan higaro secara konseptual akan sangat berpengaruh terhadap struktur sosial dan budaya setelah migrasi-koloni dari Talaga Lina. Sistem sosial dan budaya baru yang terbentuk di masyarakat Tobelo bisa terlihat pada struktur adat.

Desa Budaya Kakara

Desa Kakara mempunyai arti historis yang sangat mendalam dalam peletakan budaya Hibua Lamo. Hibua Lamo sendiri berarti rumah besar yang berbentuk bundar. Dari pulau kecil yang berada tepat di depan kota Tobelo, kini generasinya sudah berkembang dan menyebar di bagian utara pulau Halmahera, Loloda dan Morotai. Tercatat ada sepuluh keluarga besar yang berimigrasi ke daerah di seputar Halmahera yang kini penduduknya terkait dalam satu wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Kesepuluh Soa ini adalah Soa Modole ke Talaga Lina, Soa Boy ke Talaga Modole Selatan, Soa Pagu ke Kao Selatan, Soa Huboto, Soa Ulina, Soa Mumulati, Soa Gura, Soa Morodai ke Morotai, Soa Morodina ke Loloda dan Soa Tolodiko ke Kao.

Rumah Tradisional Bangsaha

Wisata budaya, kemudahan pencapaian atau waktu yang di tempuh 35 km dari kota Tobelo.

DAYA TARIK WISATA KULINER

Wisata Kuliner

Kunjungan ke wilayah ini menjadi lebih lengkap jika pengunjung mencoba berbagai jenis masakan lokal. Bagi mereka yang tertarik dengan wisata kuliner, Halmahera Utara menawarkan berbagai hidangan lokal yang tidak boleh dilewatkan. Makanan laut sangat lezat di hampir setiap restoran, sementara cara terbaik untuk mencicipi hidangan lokal tradisional adalah mengunjungi makanan di pasar tradisional. Tobelo memiliki dua pasar tradisional, di kota, yaitu yang utama di Gosoma Pasar Modern dan di Jalan Kemakmuran. Restoran ikan air tawar dapat ditemukan di Danau Togawa Galela dan di Danau Duma. Ada jenis makanan yang disebut Catterpillar kebab yaitu sejenis makanan ringan yang kaya nutrisi dengan bahan dasar singkong dan santan.

PENDUKUNG KEGIATAN PARIWISATA

Transportasi

Wilayah Kabupaten Halmahera Utara dilintasi oleh jaringan jalan Provinsi Trans Halmahera yang sekaligus merupakan jalan kolektor primer di wilayah ini. Ditinjau dari kondisinya, jaringan jalan di wilayah Kabupaten Halmahera Utara pada umumnya berkondisi baik dengan jenis pengerasan aspal dan beton. Sistem transportasi darat eksternal adalah jaringan jalan Trans Halmahera, termasuk angkutan penyeberangan yang keluar wilayah kabupaten, seperti TobeloBitung. Pelayanan taksi dilakukan dari Tobelo ke Sofifi, rute wilayah adalah Tobelo-Kao dan TobeloGalela. Disamping itu ada juga mikrolet, bentor dan ojek untuk angkutan kota berjarak pendek.

Kabupaten Halmahera Utara dapat dicapai dari Jakarta menggunakan angkutan udara, antara lain dengan Wings Air/Lion Air yang terbang menuju Bandara Kuabang di Kao melalui Manado setiap hari atau Bandara Gamar Malamo di Galela dari Manado 4 kali dalam seminggu. Rute alternative adalah melalui Ternate, ibukota Maluku Utara, langsung dari Jakarta menggunakan Maskapai Penerbangan Garuda, Sriwijaya, Batik Air dan Lion Air. Kabupaten ini memiliki 3 Bandara yaitu Kuabang di Kao, Gamar Malamo di Galela dan Daruba. Pergerakan eksternal dengan transportasi udara, tetapi masih dalam lingkup Kabupaten Halmahera Utara adalah KaoTernate, Galela-Ternate dan Daruba-Ternate.

Kabupaten Halmahera Utara juga memiliki pelabuhan ferry di Gorua yang melayani rute ke Daruba di Pulau Morotai setiap hari dan ke Subaem yang dilayani oleh ferry dari Pelabuhan Doro di Kao ke Halmahera Timur. Pelayanan speedboat dilakukan di Pelabuhan DufaDufa di Tobelo ke Pulau Morotai.

Pelabuhan Tobelo merupakan pelabuhan kolektor (collector port) sebagai pelabuhan antar pulau dari pusat kegiatan wilayah (Pelabuhan Ternate) ke Pusat Kegiatan Lokal dan Eksternal, dengan rute TobeloSurabaya, Tobelo-Manado/Bitung. Pelabuhan Tobelo sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Halmahera Utara, lebih khusus daerah Tobelo. Pelabuhan ini berfungsi juga sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Wilayah Maluku Utara dengan wilayah lain di Sulawesi, Papua, Ambon, Jawa dan Kalimantan.

 

Hotel / Penginapan

Secara keseluruhan terdapat 46 hotel/penginapan dengan 453 kamar VIP, 167 kamar Standar dan 747 tempat tidur; serta ada 17 Pub/Karaoke Lounge.

Nama Horel / Penginapan   Nama Pemilik   Alamat   Klasifikasi   TDUP  Tipe / Jumlah    Harga Kamar Fasiltas Kama
Kamar   Tempat Tidur 
VIP Standar VIP Standar VIP Standar
Hotel
Brayken Marriny Benawan Jl. Raya Wosita Melati 3 Belum 28   52     AC, TV, Air Panas Kipas, TV
Yohana Johans Desa Gosoma Melati 3 Proses           AC, TV Kipas, TV
Regina Sutikno Handojo Jl. Kemakmuran Melati 3 Ada 30   45     AC,TV,Air Panas Kipas, TV
Hotel Kita Robert Poputra Jl. Desa Wosia Melati 3 Ada 8 41 49        
Kusu Kusu & Spa Jhony Like Desa Pitu Lina Lino Melati 3 Ada 14   14        
Presiden Hondaki Like Jl. Kemakmuran Melati 3 Ada 21   27        
Bianda Thomas Jl. Kemakmuran Melati 3 Ada 15   22        
Juliana Chyntia Pangkey Jl. Kemakmuran Melati 3 Ada 23   23        
Penginapan
Alfa Mas Toni Tendean Jl. Al-Akhirat Melati 2 Belum 19   23        
AseanJaya Antonius Jl. Pelabuhan Melati 1 Belum 13   14        
Melati In Nurmia Diabar Jl. Pelabuhan Melati 1 Belum   16 16       Kipas
Moroday   Jl. Kemakmuran Melati 2 Belum 8 4 14     AC, TV, Air Panas AC, TV
Subaim Risal Wahab Jl. Kemakmuran Melati 2 Belum 3 4 6     AC, TV Kipas
Pipin Lestari Kardito Susilo Jl. Kemakmuran Melati 2 Belum 16   16        
Vila Hermosa Harold Potoboda Jl. Parahiangang Wosia Melati 2 Belum 28   30     AC, TV Kipas
Pelita Jungkelisan Tjiabrata Gosoma Melati 2 Belum 5   12        
Megaria   Jl. Bhayangkara Melati 1 Belum 16   16        
Dirgahayu Jerry Ngobal Jl. Trans Hamahera Desa Kao Melati 2 Belum 10   10        
Modole Indah Jonny Regel Jl. Trans Hamahera Desa Kao Melati 2 Belum 4   8        
Wisma
Salsabila Salsabila Jl. H. Simange Melati 2 Belum 2 7 12        
Anggrek Ari S. Karamoi Jl. Karianga Melati 2 Ada 0 9 11        
Mulia Susanto Jl. H. Simange Melati 2 Ada 9   12        
Saro Nifero Prof. Dr. Nanere Desa Wosia Melati 2 Ada 16   26        
Losmen
Losmen Kita Robert T Poputra Jl. A.R. Nada Melati 2 Ada 20   36     AC,TV TV,Kipas
Jumlah 453 167 747        

Restoran / Rumah Makan

Sentra Kuliner (Restoran/Rumah Makan): Kabupaten ini memiliki sekitar 86 Rumah makan. Beberapa restoran/ rumah makan yang cukup terkenal di wilayah ini, antara lain adalah:

TDUP RESTORAN, CAFÉ DAN RUMAH MAKAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA TAHUN 2015 – 2016

 No Nama  Alamat  Pemilik Dan Nomor TDUP  
1 Laduni I Desa Dum Dum  Masda S Palilati  02.02.2016.0002 
Laduni II Desa Gamsungi Masda S Palilati  02.02.2016.0003 
Maryam Jl. Bhayangkara  Karmuji  02.20.2015.0005 
Hidup Baru Jl. Kemakmuran Jeans Chaterina Lucas 03.05.2015.0028  
5 Family Cafe  Jl. Puskesmas Ricky Tandiawan  03.06.2015.0035 
RM Sakina Jl. Kemakmuran Yakob Sunta 03.06.2015.0036
RM Chokenth Jl. Kemakmuran Marice Sondakh  03.06.2015.0038
8 RM Family Desa Gosoma Carolina Lego 03.09.2015.0039
9 RM Gorontalo Gosoma Salma Mile  
10 RM Ujung Pandang Gosoma Winda Budiawan 02.06.2015.0001
11 RM Agung Desa Gosoma (Puskesmas) Suharnoko 03.17.2015.0049
12 Tuiningsi Desa Gosoma (Puskesmas) Tuiningsih  
13 Evi Rarenggang Desa Gosoma (Puskesmas) Elsa Muni  
14 RM Mutiara Jl. Singkanaung Maria Tjia 03.17.2015.0050
15 RM Manggala Tugu Hibualamo Sity Hallar 03.17.2015.0051
16 Damone Cafe Jl. Sinar Mas Zance Pinoa 03.21.2016.0009
17 RM Jailolo Jl. Kemakmuran Hengky Umbo 03.24.2015.0071
18 RM Twenty Four (24) Jl. Kemakmuran Ko Beuo 03.24.2015.0070
19 Warung Pangkep I Jl. Kemakmuran Ambo Jarre 03.17.2015.0061
20 Warung Pangkep II Desa Gosoma Ambo Jarre 03.17.2015.0062
21 Warung Pangkep III Karianga Ambo Jarre 03.17.2015.0063
22 Sekul Pecel Jl. Kemakmuran Budawan 03.17.2015.0065
23 Warung Madura Jl. Kemakmuran Juli Bin Bunari 03.17.2015.0064
24 RM Lestari Jl. Kemakmuran (Rawa Jaya) Tun Karjiko 03.17.2015.0053
25 RM Bunga Tanjung Jl. Kemakmuran Emawati 03.17.2015.0054
26 RM Prima Komplek Salaksalak Wosia Denny Loloh 03.17.2015.0060
27 RM Fe Fin Komplek Salaksalak Wosia Fredy Lumintang 03.17.2015.0059
28 RM Mawar Desa Wosia Pairen 03.17.2015.0058
29 RM Jakarta Desa Wosia Fredy Wondal 03.17.2015.0055
30 RM Pujasera 88 Jl. Golden Star Desa Wosia  Willy Kusuma 03.24.2015.0072
31 RM Pondoteko Desa Wosia Muhammad Rusli 03.17.2015.0057
32 RM Isatoroan Desa Wko Elfi Rimpulus 03.17.2015.0066
33 RM Pondok Katu Desa Wko Devri Rondo 03.17.2015.0057
34 RM Ta' Suka Jl. Belakang (Rumah Sejahtera) Djolly Kountul, S.Sos 03.17.2015.0066
35 RM Hibualamo Tugu Hibualamo Mariam Kambose 03.17.2015.0067
36 RM Rizki Jl. Baru Gamsugi Ridwan Avandi 03.17.2015.0056
37 RM Surabaya Jl. Baru Gamsugi marhum kader Ode  
38 RM Utama Jl. Baru Gamsugi Dullah  
39 RM Terung CarMel Jl. Baru Gamsugi Roni Komendong  
40 RM Barokah Jl. Baru Gamsugi Yuliana Hariona  
41 Chentucky Fried Chicken Jl. Kemakmuran    
42 The Home Jl. Bhayangkara Tobelo Stewar  
43 Mahungi Jl. Bhayangkara Tobelo    
44 Celcius cafe Jl. Puskesmas Desa Gasoma Alberto Budiono 03.17.2015.0041
45 RM. Mariam Dusun 11 RT 03 Desa Gasoma Irmawati Pattalima 03.17.2015.0073
46 WR Bakso Pak Kumis Desa Gasoma RT 003/005 Tukimin 03.17.2015.0076
47 Tabita Kompleks Pemerintahan No. 1 A, Kantor Bupati, Desa Tahane Ratna A Swadhajani  
48 Hj. Naya Jl. Trans Hamahera   02.25.2016.0006
49 D'Karen Resto Jl. Kemakmuran Tobelo Ronald Pangkey 09.09.2015.0080
50 RM Win Win Desa Wko    
51 RM Karya Muncul Desa Pitu    
52 RM Tinoor Desa Wko Bernad  
53 RM Tinoor Desa Mahia Bernad  
54 RM Barokah Desa Mahia Choirul Fathoni  
55 RM Maesan Tinoor Desa Wosia Bernard Lalawali  
56 Sari Laut Barokah Desa Gosoma Hj. Sitti Rumayah  
57 Restorant Amazy Desa Gosoma Azis Bopeng  
58 RM Popeda Desa Gamsugi Mahani Djurumidu  
59 RM Satu Putri Desa Gamsugi Sarah Marhaban  
60 RM Singgasangjaya Desa Gamsugi Yei  
61 Sari Laha Desa Gamsugi Soleh  
62 Warung Hidayah Desa Gamsugi Sutikno  
63 RM Odjolali Desa Gamsugi Matraci  
64 RM Barokah Desa Gamsugi Dedi Wahyudi  
65 RM Arek Tiga Putra Desa Gamsugi Tajri  
66 Pak Al Lamongan Lina Ino Tagufi  
67 RM Marimoi Desa Gamsugi Yaniyati  
68 RM CFC Desa Gamsugi Rud Loasari  
69 Warung Surabaya Desa Gamsugi Moh Kader  
70 RM Rizky Desa Gamsugi Ridwan Orfani  
71 Warung Utama Desa Gamsugi Dullah  
72 RM Putri Enggar Desa Gosoma Sumini  
73 RM Ragey Desa Wosia Alan Sualang  
74 RM Ambonger Desa Gamsugi Nelo Ansiga  
75 RM Orion Desa Gamsugi Rudi Tindage  
76 RM Girt Java Desa Gamsugi Kasmari  
77 RM Jawa Timur Desa Gamsugi Saint  
78 RM Prima Rasa Desa Gosoma Yane Pinoa  
79 RM Pondok Salak Desa Gosoma Edwin Khosuma  
80 RM Nasi Pecel Desa Rawajaya Tarmi  
81 RM KAO Desa Rawajaya El In Ngabalin  
82 RM Emor Desa Rawajaya Morlin Hanson  
83 RM Padang Desa Gosoma Nofriadi  
84 RM Grasia Desa Gosoma Jeerti  
85 Sari Bundo JUl. Bhayangkara    
86 Dambonge Jl. Depan Polres (Aloe Ansiga)    
87 RM Dabiloha Desa Gosoma    
88 RM Smorgan Jl. Kawasan Pemerintahan    

Souvenir

Jenis-jenis buah tangan yang ada di wilayah Kabupaten Halmahera Utara ini antara lain: mutiara, asesori sisik ikan, olahan serba ikan, kerajinan kulit kerang, kue bagia, kue makron, manisan dan minuman buah pala, cincin batu akik, minuman air guraka, pisang mulu’ bebek, dll.

Buah tangan ini dapat dibeli di banyak toko oleh-oleh khas Halmahera Utara.

Biro Perjalanan

Biro Perjalanan terdaftar di wilayah ini adalah:

  1. Wings Air +62924 242 1311
  2. Bilga Tour and Travel +62924 262 2262
  3. Puncuk Mas Travel +62924 262 1202

Rental Kendaraan

BUS:

  1. Jon Tetewang (+6281187027527);
  2. Iki (+6282187615741; dan Faisal (+6281340481030).

INNOVA:

  1. Rato (+6282396062261;
  2. dan Astro (+6281245307972).

AVANZA:

  1. Doni (+6285240525552);
  2. Mat Luari (+62821343722072);
  3. Rival Daga (+6281356069184); dan
  4. Tari (+6281244716787).
  5. Lebes Innova: (+6285343357474)
  6. Sardin Innova: (+6281354333441)

Tempat Hiburan Malam

 No Nama Tempat Hiburan Malam  Alamat  Tanggal Terdaftar  Nomor Terdaftar 
 1 Zook Diskotik  Desa Wosia 02/02/2015 02.20.2015.0004
 2 Tanjung Pilawang cafe Desa Gura 27/02/2015  02.27.2015.0016 
 3 Golden Star Desa Wosia  05/03/2015  03.05.2015.0033 
 4 Star Karaoke  Desa Gosoma 05/03/2015   03.05.2015.0027 
 5 Bunga Pulo Pulo 2  Desa Wosia   11/02/2015 02.11.2016.0005
 6 Mekar Jaya  Desa Wosia  11/02/20156 02.11.2016.0004
 7 Kusu Kusu Karaoke  Desa Lina Lino 27/02/2015 02.27.2015.0018
 8 Celcius Pub Desa Gosoma 09/03/2015 03.09.2015.0042
 9 Number One Jl. TPI Desa Wosia 13/03/2015 03.13.2015.0047
10 Radifira Cafe Jl. TPI Desa Wosia 23/02/2015 02.23.2015.0006
11 Sumarni Karaoke Jl. TPI Desa Wosia 09/09/2015 02.09.2015.0002
12 Bintang Seroja Jl. TPI Desa Wosia 01/02/2016 02.01.2016.0001
13 El Picasso Desa Wosia 28/03/2016 03.28.2016.0011
14 Wisma Dua Putri Jl. Kemakmuran 09/09/2015 09.09.2015.0097
15 Karaoke Holiday Jl. Trans Halmahera 24/08/2015 24.08.2015.0077
16 Wisma Shangrilla Jl. TPI 11 Komplek Wisma 22/04/2015 04.22.2015.0074
17 D'Zone Jl. TPI Desa Wosia 09/03/2015 03.09.2015.0043

Fasilitas Umum

Kabupaten ini memiliki 142 masjid dan 440 gereja. Terminal angkutan darat adalah Terminal Malifut, Terminal Tobelo dan Terminal Galela (Milik Pemerintah Daerah).

Rumah Sakit

No.  Nama  Jenis Kelas  Alamat  Telepon  Faks  e-mail 
 1 Tobelo General Hospital Public Hospital  C Jl. Lambouw Gamsungi, Tobelo  +62 924-2621665  +62 924-2621665  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 2 Kao Moving Hospital Public Hospital  Not Set Jl. Raya Trans Tobelo      
 3 Bethesda GMIH Tobelo Hospital  Public Hospital  D Jl. Kemakmuran Tobelo  +62 924-2621247    

Disamping itu terdapat juga 3 Poliklinik/Balai Pengobatan; 19 Puskesmas; 56 Pustu; dan 280 Posyandu; dengan Tenaga Medis sebanyak: 7 dokter Spesialis; 17 Dokter Umum PNS dan 27 Dokter Umum PTT; 2 Dokter Gigi PNS dan 4 Dokter Gigi PTT; 139 Bidan; 192 Perawat; 23 Ahli Gizi; 11 tenaga Sanitasi; 17 Pekarya; 14 Farmasi; 140 Teknisi Medis; dan 26 Tenaga Kesehatan Masyarakat.

Kantor Polisi

POLRES Halmahera Utara, Jl. Bhayangkara, Kupa-Kupa Selatan, Halmahera Utara 97762, tilpun: +62924-2621003. Polres Halmahera Utara hanya membawahi 6 POLSEK yakni POLSEK Tobelo (Jl. Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Tilpun: +62924-2621024), POLSEK Tobelo Selatan, POLSEK Malifut, POLSEK Kao (Jl. Kao, Kukumutuk, Halmahera Utara 97764, tilpun: +62924-2621003), POLSEK Galela (Jl. Galela, Halmahera Utara 97661, Tilpun: +62924-2621003), dan POLSEK Loloda Utara.

Telepon Penting

  • POLRES Halut (Pelayanan) +62924-2621003
  • KODIM 1508/Tobelo +62821-4484-07779
  • Pusat Informasi Wisata +62852-4084-2579
  • Dinas Pariwisata +62821-9643-0001
  • BNN Halut +62822-9256-2150
  • BPBD Halut +62813-9250-1950
  • RSUD Tobelo +62924-2621246
  • PLN Tobelo (Gangguan) +62924-2621584
  • PDAM Tobelo (Gangguan) +62924-2621288
  • PT Telkom (Informasi) 108
  • Bank Mandiri Tobelo +62924-2621479
  • Bank Negara Indonesia (BNI) +62924-2621037
  • Bandara Babullah Ternate +62921-3121797
  • Bandara Gamamalamo Galela +62812-4368-8708
  • Bandara Koabang Kao +62821-7230-6063
  • RADAR Halmahera +62924-2623028

KALENDER KEGIATAN PARIWISATA

Peluncuran Kalender Pariwisata dilakukan oleh Pemda Bone Bolango melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengusung jargon Bone Bolango Legenda Pariwisata Alam di Provinsi Gorontalo. Semua kegiatan Bone Bolango terkait dengan promosi, wisata, perdagangan, budaya dan sebagainya akan disusun menjadi satu kalender tahunan. Pada bulan April mendatang itu akan ada event Pesona Pinogu, Pinogu Adventure, Festival Budaya Pinogu, Kuliner Pinogu, Pinogu Off Road, Porkab, dan open turnamen bulu tangkis. Selanjutnya pada bulan Mei akan ada event Bone Bolango Expo, lomba fotografi, pemilihan Nou dan Uti, Pesona Olele, Minum Kopi Organik Massal, Lomba Cipta Menu. Pada bulan Mei dan Juni juga akan ada event Gebyar Ramadhan dan Festival Tumbilo Tohe.

 

 

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME