Kab Aceh Tamiang
Kab Aceh Tamiang

KABUPATEN ACEH TAMIANG

lambang aceh tamiang

  1. Profil Bupati

bupati aceh tamiang musrilBUPATI ACEH TAMIANG
H. Mursil, SH., M.Kn.

H. Mursil, SH, M.Kn adalah seorang putra Tamiang yang lahir di Seruway pada tanggal 26 Maret 1958. Beliau dilantik sebagai Bupati Aceh Tamiang pada tanggal 29 Desember 2017 untuk masa tugas dari Tahun 2017-2022. Riwayat pendidikan, beliau menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 6 Tanjung Mulia Tahun 1970, kemudian SMP Negeri Kuala Simpang Tahun 1974, dan SMA Negeri Kuala Simpang Tahun 1977. Untuk pendidikan tingginya beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Tahun 1985, pendidikan Magister (S2) pada Universitas Sumatera Utara (USU) Medan Tahun 2012. Dari perkawinannya Bapak H. Mursil, SH, M.Kn dikaruniai 5 orang anak yaitu 2 orang putera dan 3 orang puteri.

Dedikasinya yang tinggi dalam bekerja telah mengantar beliau menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Adapun riwayat pekerjaan beliau antara lain adalah sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Barat Tahun 1999, sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur Tahun 2003, sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Tahun 2011. Dan yang terakhir sebelum menjabat sebagai Bupati Aceh Tamiang adalah sebagai Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh di Banda Aceh pada Tahun 2012.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang beliau miliki, Bapak H. Mursil, SH, M.Kn bersama Wakil Bupati Bapak H. Tengku Insyafuddin bertekad untuk membangun Kabupaten Aceh Tamiang dengan Visi Aceh Tamiang Mandiri dan Berdaya Saing menuju masyarakat Islami yang Sejahtera sesuai yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Aceh Tamiang Tahun 2018-2022.

Untuk mengembangkan dan meningkatkan realisasi investasi di Aceh Tamiang, beliau bertekad untuk mewujudkan dan mengembangkan kawasan industry (industry halal food). Industri pengolahan makanan yang direncanakan tersebut dimaksudkan untuk mengolah hasil produksi unggulan daerah sektor tanaman pangan (pertanian dan perkebunan), peternakan dan perikanan.

VISI DAN MISI

VISI DAN MISI KABUPATEN ACEH TAMIANG
VISI:
"ACEH TAMIANG MANDIRI DAN BERDAYA SAING MENUJU MASYARAKAT ISLAMI YANG SEJAHTERA"

MISI :
1. Meningkatkan kualitas pengamalan Syariat Islam dengan upaya-upaya keteladanan dan Pengembangan Budaya Islam.
2. Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik, melayani, berkualitas dan berbasis Information Communication Technology (ICT).
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pembangunan pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan dan potensi sumber daya alam lainnya.
4. Pemantapan aksesibilitas dan kualitas pelayanan pendidikan dan kebudayaan, kesehatan serta ketenagakerjaan.
5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur prasarana sarana layanan dasar serta pembangunan lingkungan berkelanjutan dan mitigasi bencana.
6. Penguatan peran dan fungsi lembaga pemerintah tingkat kecamatan dan Kampung.
7. Pemberdayaan dan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak Serta Pembinaan Pemuda dan Olah Raga.

 

 

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Iklim
  3. Penduduk
  4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur dan terletak di perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

Kabupaten Aceh Tamiang berada pada 03053’18,81” - 04032’56,76” Lintang Utara dan 97043’41,51” – 98014’45,41” Bujur Timur, dengan luas wilayah sekitar 1.957,02 km2 dan ketinggian antara 20 dan 700 m di atas permukaan laut. Kabupaten ini terbagi atas 12 Kecamatan (Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Kejuruan Muda, Tenggulun, Rantau, Kota Kuala Simpang, Seruway, Bendahara, Banda Mulia, Karang Baru, Sekerak, dan Manyak Payed) dengan 27 Mukim, 213 Desa dan 705 Dusun. Batas-batasnya adalah: Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Selat Malaka di sebelah Utara; Kabupaten Langkat (Provinsi Sumatera Utara) dan Selat Malaka di sebelah Timur; Kabupaten Langkat (Provinsi Sumatera Utara) dan Kabupaten Gayo Lues di sebelah Selatan; dan Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Gayo Lues di sebelah Barat.

Iklim

Curah hujan di Kabupaten ini berkisar antara 176 mm dan 1.953 mm, dengan hari hujan antara 14 dan 117 hari hujan.

Penduduk

Kabupaten Aceh Tamiang memiliki 282.921 penduduk terbagi dalam 66.752 rumah-tangga, dengan komposisi 142.914 laki-laki dan 140.007 wanita (rasio: 102), laju pertumbuhan mencapai 1,65% dan kepadatan mencapai 145 orang/km2. Angkatan Kerja tercatat 119.116 orang (102.400 orang bekerja; dan 16.716 orang pengganguran terbuka). Sedangkan non Angkatan Kerja berjumlah 68.658 orang (22.363 orang bersekolah; 34.398 orang mengurusi rumah-tangga; dan 11.897 orang memiliki kegiatan lain). Dengan demikian Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 63,44 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 14,03%. Penduduk miskin tercatat 14,51%; Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 67,41.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB Kabupaten Aceh Tamiang masih didominasi oleh Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan 40,54%; disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor (10,79%) dan Sektor Pertambangan dan Penggalian (10,64%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

pendidikan1207 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Swasta; 12 Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri dan 168 TK Swasta; 153 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan 9 SD Swasta; 10 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri dan 12 MI Swasta; 48 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan 9 SMP Swasta; 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan 20 MTs Swasta; 15 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan 6 SMA Swasta; 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan 3 SMK Swasta; dan 2 Madrasah Aliyah (MA) Negeri serta 12 MA Swasta..

Kesehatan

rumah sakit2 Rumah Sakit Umum (RSUD dan RSPP) di Karang Baru dan Rantau; 14 Puskesmas, 34 Pustu, 292 Posyandu, 15 Poliklinik dan 192 Polindes/Poskesdes serta 38 Praktek Dokter, 13 Praktek Bidan dan 28 Toko Obat; 42 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 213 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD).

Tenaga Kesehatan: 25 Dokter Umum, 8 Dokter Gigi, 6 Bidan Kontrak, 132 Bidan PTT, 239 Perawat PNS dan 64 Perawat Kontrak, 16 Tenaga Farmasi PNS dan 5 Farmasi Kontrak, 3 tenaga Gizi PNS dan 9 tenaga Sanitasi PNS serta 1 Tehnisi Medis.

Agama

mesjid275.448 beragama Islam (291 masjid dan 356 mushola) ; 270 Katholik, 138 Protestan, 696 Buddha dan 3 Hindu.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    pertanianLuas panen padi sawah: 29.965 ha dengan produksi padi 186.142 ton; Jagung (988 ha; produksi 3.003,4 ton); kedele (260 ha; 382,5 ton); Ubi kayu (57 ha; 1.126 ton); ubi jalar (25 ha; 85 ton); kacang tanah (37 ha, 62,2 ton); kacang hijau (25 ha; 27,7 ton).
  2. Hortikultura
    pertanian2125.524 pohon buah-buahan siap panen dengan produksi 35.954 ton (durian, nenas, pisang, jeruk besar, papaya, manggis, sawo, duku/langsat, jambu air, cempedak/nangka dan mangga). 666 ha luas panen sayuran dengan produksi 7.365 ton (kacang panjang, tomat, cabai besar, sawi, bayam, terung dan ketimun).

 

Perkebunan

 

Produksi Perkebunan Besar: Kelapa sawit (27 perusahaan; luas panen: 33.164,50 ha; produksi: 163.279.959,98 ton) dan karet (3 perusahaan; 525 ha; 801.573,388 ton); Produksi Perkebunan Rakyat: kelapa sawit (16.285 ha; 219.848 ton), karet (14.606 ha; 13.121,1 ton), kelapa (470 ha; 237,5 ton), pinang (636 ha; 216,3 ton), sagu (19 ha; 11,3 ton), aren (26 ha; 15,3 ton), kopi (5 ha; 1,5 ton); kakao (1.066 ha; 639,4 ton), nilam (0,5 ha; 0,03 ton) dan kapuk randu (3 ha; 0,15 ton).
kunyit (0,0014 ha; 0,168 ton); jahe (0,0017 ha, 0,172 ton).

Kehutanan

Luas hutan: 82.178,54 ha (hutan lindung: 43.612,28 ha; hutan produksi: 18.181,39 ha; hutan bakau: 20.384,87 ha). Hasil hutan: kayu bulat (432.636 m3) dan kayu olahan (1.926.273 m3).

Kelautan Dan Perikanan

 

Luas lahan Perikanan produktif: 2.025 ha (kolam: 50 ha dan Tambak: 1.975 ha); Produksi Perikanan Tangkap di Laut: 7.075,5 ton; Produksi Perikanan Budidaya Tambak: 619,5 ton (udang, ikan dan kepiting); Produksi Perikanan Darat Budidaya Kolam: 196,8 ton (lele, gurami, nila, mas, mujair dan udang galah).

Pariwisata

Ada 3 penginapan dan 67 Restoran/rumah makan. Jumlah wisatawan 4.353 orang (269 wisatawan asing dan 4.048 wisatawan domestik). Terdapat 152 Sanggar Seni dan Budaya. Memiliki: 32 Wisata Alam, 1 Wisata Minat Khusus dan 1 Wisata Buatan.

PROFILE SALAH SATU KECAMATAN DI ACEH TAMIANG

 

SARANA PRASARANA

  1. Perindustrian dan Perdagangan
  2. Transportasi

Jumlah usaha: 313 unit dengan 11.838 tenaga kerja. Nilai Produksi Industri Kecil: Rp. 3.962.500.000 (formal) dan Rp. 161.821.548.000 (non-formal). Terdapat 27 pasar. Terdapat 21 Bank, dan 4 Pegadaian.

Panjang Jalan: 1.016,170 km (Jalan Negara: 48.570 km; Jalan Provinsi: 44.200 km; dan Jalan Kabupaten: 923.400 km), dengan 1.766 unit jembatan sepanjang 6.564,3 meter.  2 Terminal Kota Dalam Daerah dan 1 Terminal Antar Provinsi/Kabupaten; 8 Kantor Pos.

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN ACEH TAMIANG?

Kabupaten ini berada di jalur timur Sumatera yang sangat strategis dan hanya berjarak lebih kurang 250 km dari Kota Medan sehingga akses serta harga barang di kawasan ini relatif lebih murah daripada daerah Aceh lainnya. Kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah penghasil minyak dan gas meski jumlahnya tidak sebesar Kabupaten Aceh Utara, dan kawasan ini juga merupakan salah satu pusat perkebunan kelapa sawit di Aceh. Sektor unggulan lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang adalah sektor perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan serta sektor perdagangan dan jasa. Oleh karena itu, di Kabupaten Aceh Tamiang sangat cocok didirikan industri pengolahan hasil tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan.

 

POTENSI UNGGULAN DAN PELUANG INVESTASI

  1. Sketor Perkebunan
  2. Sektor Pertanian
  3. Sektor Peternakan
  4. Sektor Perikanan
  5. Sektor Pariwisata

Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman perkebunan. Kabupaten Aceh Tamiang memiliki beberapa komodi yang menjadi andalan di bidang perkebunan antara lain : kelapa sawit, karet, dan kakao. Disamping komoditi yang menjadi andalan di Kabupaten Aceh Tamiang ada beberapa komoditi lokal yang juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah untuk dikembangkan yaitu : kelapa dalam, pinang, aren, sagu, kopi, kemiri, kapuk dan nilam.

Peluang Investasi sektor Perkebunan

1. Pembangunan pabrik/industri pangan olahan dari CPO, coklat, kelapa seperti pabrik minyak makan dan pabrik pangan olahan lainnya.
2. Pembangunan pabrik latex/karet.

Potensi utama sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang adalah tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai. Disamping itu, produksi tanaman sayuran seperti mentimun, kacang panjang, terong, dan buah-buahan seperti durian dan rambutan juga memiliki potensi yang besar.

Peluang Investasi Sektor Pertanian

1. Pembangunan pabrik/industri pangan olahan hasil pertanian.
2. Pembangunan kilang padi skala besar/Rice Mill.

Potensi Sektor Peternakan yang sangat menjanjikan di Kabupaten Aceh Tamiang adalah peternakan dan pengembangan penggemukan sapi, kerbau, kambing, domba dan ayam. Sektor peternakan memberikan peluang besar untuk berinvestasi, dengan didukung oleh lahan yang luas untuk tempat peternakan, lahan rumput untuk pakan ternak dan fasilitas berupa pasar hewan yang berada di jalur Lintas–Sumatera yang terletak di Kecamatan Manyak Payed, sehingga memudahkan para peternak memasarkan ternak dagangannya.

Peluang Investasi Sektor Peternakan

1. Usaha penggemukan dan peternakan sapi, kerbau, kambing dan domba
2. Pembangunan pabrik/industri pengolahan daging dan susu.
3. Pembangunan pabrik/industri kulit.

Potensi sektor perikanan di Kabupaten Aceh Tamiang adalah hasil perikanan tangkap seperti udang, kepiting, cumi-cumi, kerapu, bawal, kembung, tenggiri, kakap dan jenis ikan laut lainnya. Sedangkan hasil perikanan budidaya seperti ikan lele, gurami, nila dan mas.

Peluang Investasi Sektor Perikanan

1. Pembangunan pabrik pengolahan/pengalengan ikan untuk skala kecil/menengah.
2. Usaha perikanan budidaya.
3. Usaha Rumah Makan Seafood.

Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terkenal dengan kekayaan objek wisatanya yang ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah maupun lokal.

Potensi Daerah Kunjungan Wisata

Adapun jenis-jenis objek wisata yang terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang antara lain :

  1. Objek Wisata Alam
     

    Objek wisata ini antara lain Pantai Kuala Ketapang dan Pantai Pusung Cium; Air Terjun Sangka Pane, Air Terjun Sungai Rengas, Air Terjun Ekor Kuda, Air Terjun Lubuk Aren, Air Terjun Alur Batu, Air Terjun Seribu, Air Terjun Sungai Bampu, Air Terjun Pandan Lestari dan Air Terjun Sampan Lestari, Goa Kubin, Goa Pintu Angin, Goa Indah, Goa Gunung Pandan, Goa Pintu Janggut dan Goa Angin Mahkota; Pemandian Kuala Parit, Pemandian Gunung Pandan, Kolam Mata Air Belerang, Pemandian DAM, Jatih Asih Sumber Air Panas, Pemandian Batu Gantung Kala Muning, Pemandian Titi Biru, Pemandian Alam Kuala Bilo Uteun dan Pemandian Alam Atu Gombak; dan Wisata Pancing)
  2. Objek Wisata Heritage/Sejarah
    Kabupaten Aceh Tamiang masuk ke dalam daerah pengembangan Wisata Heritage di Provinsi Aceh karena di Daerah ini memiliki banyak bangunan/tempat-tempat bersejarah. Yang termasuk objek wisata ini adalah Bukit Kerang berada di Desa Masjid, dan kuburan sepanjang tujuh meter yakni Keramat Tengku Tinggi di Desa Tengku Tinggi. Di Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, ditemukan bukit yang isinya berupa kulit kerang. Bila ingin mengunjungi Istana Raja Karang yang kini dijadikan museum terdapat di Kecamatan Karang Baru. Di Karang Baru juga banyak ditemukan lokasi wisata peninggalan masa kerajaan, seperti makam raja-raja dan keturunannya serta masjidnya. Istana Raja lainnya juga dapat dikunjungi yaitu Istana Raja Benua di Desa Benua Raja Kecamatan Rantau. Sementara di Kecamatan Kejuruan Muda, tepatnya di Desa Tanjung Mancang, di tengah-tengah persawahan ada sebuah bukit yang keseluruhan isinya berupa kulit remis (sejenis kerang kecil yang hidup di air tawar). Di bukit tersebut telah ditemukan peninggalan semasa zaman batu berupa beberapa fosil, seperti kapak batu dan lain lain.
  3. Objek Wisata Minat Khusus (Penangkaran Tuntong Laut di Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway)
    Tuntong Laut (Batagur borneoensis) adalah salah satu satwa (penyu) yang keberadaannya sudah sulit sekali ditemukan, terutama di Indonesia. Tuntong Laut (Batagur borneoensis) termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Di Sumatera dikenal sebagai beluku, tuntong semangka dan tuntung. Sedangkan di Kalimantan Barat disebut kura-kura jidat merah, dan di Kalimantan Timur disebut tumtum. Tuntong Laut sering kali diburu untuk diambil telurnya sebagai hidangan tradisional yang dinamakan Tengulik. Sementara Tuntong kecil atau dewasa sering dijadikan hewan peliharaan. PT Pertamina EP Field Rantau Aceh menjalin kerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSCLI) melakukan pelestarian Tuntong Laut di Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, sekitar 30 km dari Ibukota Kabupaten. Pesisir Kabupaten Aceh Tamiang, antara lain di tiga kawasan pesisir pantai, yaitu Pantai Pusung Putus, Pantai Pusung Cium dan Pantai Pusung Ujung Tamiang menjadi wilayah yang sering dikunjungi oleh Tuntong Laut ini untuk bertelur.
  4. Objek Wisata Buatan (Wisata Hutan Mangrove di Lubuk Damar, Kecamatan Seruway). 
    Lokasi tempat wisata ini adalah di Desa Lubuk Damar, Kecamatan Seruway. Pemerintah Daerah mencoba melakukan penyelamatan kepunahan mangrove akibat penebangan liar dan alih fungsi lahan. Dengan menjadikan wilayah ini sebagai tempat wisata, diharapkan kepunahan mangrove akan dapat diatasi. Lokasi wisata ini berada + 36 km dari ibukota Aceh Tamiang dengan luas lahan sekitar 15 ha.

Obyek wisata unggulan lainnya yang perlu dikunjungi antara lain adalah:

  1. Pantai Balai
    Pantai Balai merupakan tempat wisata di Aceh Tamiang yaitu salah satu gampong yang ada di Kecamatan Seruway. Seperti pantai di tempat wisata di daerah lainnya, Pantai Balai juga memiliki hamparan pasir di tepi pantai yang indah. Meskipun Pantai ini belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan namun tidak ada salahnya untuk mencoba kesana. Pantai Balai dengan suasananya yang nyaman sangat cocok bagi pengunjung yang suka dengan nuansa alam tenang.
  2. Air Terjun Kembar
    Diberi nama Air Terjun Kembar karena air terjun ini memiliki dua air terjun yang berjajar di satu tempat. Obyek Wisata Air Terjun Kembar ini terletak di Gampong Tenggulun, Kecamatan Tenggulun. Air terjun ini berjarak 60 km dari ibukota Kabupaten Aceh Tamiang. Tempat ini memiliki pemandangan yang jarang, yaitu dua air terjun yang hampir sama di satu tempat. Di air terjun ini pengunjung bisa mandi sepuasnya di bawah air terjun dengan air yang menyegarkan.
  3. Air Terjun Tujuh Tingkat
    Tempat wisata alam Air Terjun Tujuh Tingkat memiliki keunikan jika dilihat dari kondisi air terjun itu sendiri yaitu memiliki tujuh tingkatan dengan lingkungan yang berada di tempat yang masih alami. Air terjun Tujuh Tingkat ini lokasinya terletak di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda-2.
  4. Tangsar Alur Biak
    Tempat Wisata di Aceh Tamiang, Tangsar Alur Biak merupakan wisata pemandian lokasinya terletak di Gampong Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk mencapai lokasi wisata ini pengunjung harus menempuh jarak sekitar 40 km dari ibukota Kabupaten Aceh Tamiang, Jika dari kota Kecamatan Bandar Pusaka kurang lebih sekitar 10 Km.
  5. Goa Walet
    Obyek wisata Goa Walet adalah goa tempat sarang burung Walet yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang. Letak goa ini sangat jauh dari perkotaan, sehingga tidak terlalu terkenal di kalangan wisatawan. Oleh sebab itu Goa Walet terkesan menjadi tidak dikelola dengan baik. Namun untuk pengunjung yang suka berpetualang, wisata goa tersebut sangat cocok karena berada di kawasan yang masih alami.
  6. Goa Pintu Kuari
    Tempat Wisata Goa Pintu Kuari ini juga merupakan situs budaya dan situs pra sejarah di Aceh. Dalam gua ini terdapat berbagai macam ornamen yang menandai bahwa dulunya di dalam gua ini pernah dijadikan tempat tinggal oleh manusia purba. Gua ini bisa di jadikan tujuan wisata sejarah yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, Indonesia. Untuk menuju ke tempat wisata Gua Pintu Kuari anda harus terlebih dahulu menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 45 km dari ibukota kabupaten.

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP), KABUPATEN ACEH TAMIANG

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Tamiang terbentuk berdasarkan Qanun (Peraturan Daerah) Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 8 Tahun 2016. Sesuai Peraturan Bupati Aceh Tamiang Nomor 63 Tahun 2016, tugas dan fungsi DPMPTSP Kabupaten Aceh Tamiang adalah melaksanakan urusan di Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Tamiang telah meluncurkan pelayanan perizinan secara online yaitu aplikasi Izin Online DPMPTSP Kabupaten Aceh Tamiang. Inovasi tersebut adalah untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik serta tuntutan masyarakat tentang peningkatan pelayanan publik. Adapun Motto pelayanan perizinan penanaman modal pada DPMPTSP Kabupaten Aceh Tamiang adalah “ Ikhlas Mengabdi dan Melayani”.

Adanya aplikasi perizinan online tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah masyarakat dan dunia usaha yang mengurus izin usahanya. Jenis perizinan yang sudah terlayani dengan aplikasi ini antara lain SITU, Izin Praktek Dokter, Izin Penyelenggaraan Reklame, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan SIUP. Sedangkan untuk izin SIUP, IUTM, STPW, TDP dan TDG sudah terkoneksi dengan aplikasi Sistem Informasi Perusahaan Online (SIPO) dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Jenis Izin Dan Non-Izin Yang Diselenggarakan Oleh DPMPTSP Kabupaten Aceh Tamiang

Izin Prinsip Penanaman Modal (IPPM)/Pendaftaran Penanaman Modal 

  1. Izin Prinsip Penanaman Modal (IPPM)/Pendaftaran Penanaman Modal
  2. Izin Lokasi
  3. Izin Lingkungan
  4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  5. Izin Pemasangan Reklame
  6. Izin Gangguan (HO)
  7. Izin Tempat Usaha (SITU)
  8. Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  9. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  10. Tanda Daftar Gudang (TDG)
  11. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
  12. Izin Usaha Industri (IUI)
  13. Tanda Daftar Industri (TDI)
  14. Izin Pemakaian Kekayaan Daerah
  15. Izin Kilang Padi
  16. Izin Usaha Restoran dan Rumah Makan
  17. Izin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum
  18. Izin Pendirian Pusat Kebugaran
  19. Izin Apotik
  20. Izin Praktek Bersama
  21. Izin Toko Obat Berizin dan Penjualan Jamu Tradisional
  22. Izin Praktek Perawat, Bidan, dan Fisioterapi
  23. Izin Praktek Dokter Umum, Dokter Gigi, dan Dokter Spesialis
  24. Izin Praktek Pengobatan Tradisional dan Akupunktur
  25. Izin Tukang Gigi
  26. Izin Kesehatan Lingkungan Pemukiman Industri
  27. Izin Optik
  28. Izin Hotel dan Losmen
  29. Izin Penjualan dan Penyaluran Obat-obatan Hewan dan Pertanian
  30. Izin Salon dan Tukang Pangkas
  31. Izin Pendirian Lembaga Pendidikan Non Formal

TABULASI DATA
BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG
UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

 PERTANIAN

  • Pembangunan pabrik/industri pangan olahan hasil pertanian.
  • Pembangunan kilang padi skala besar/Rice Mill.

Kabupaten Aceh Tamiang

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

2.

 PERKEBUNAN

  • Pembangunan pabrik/industri pangan olahan dari CPO, coklat, kelapa seperti pabrik minyak makan dan pabrik pangan olahan lainnya;
  • Pembangunan pabrik latex/karet.

Kabupaten Aceh Tamiang

Masyarakat

 

3.

 PETERNAKAN

  • Usaha penggemukan dan peternakan sapi, kerbau,
    kambing dan domba
  • Pembangunan pabrik/industri pengolahan daging dan susu.
  • Pembangunan pabrik/industri kulit.

Kabupaten Aceh Tamiang

Masyarakat

 

4.

 KEHUTANAN

  • Pemanfaatan produk hasil hutan berazaskan lestari;

Kabupaten Aceh Tamiang

Masyarakat

 

5.

 PERIKANAN DAN KELAUTAN

  • Pembangunan pabrik pengolahan/pengalengan ikan
    untuk skala kecil/menengah;
  • Usaha perikanan budidaya;
  • Usaha Rumah Makan Seafood.

Kabupaten Aceh Tamiang

Masyarakat

 

6.

 ENERGI

  • Peningkatan daya terpasang pembangkit tenaga listril dan perluasan jaringan distribusi;
  • Pengembangan distribusi air bersih/air minum.

Kabupaten Aceh Tamiang

Pemerintah Daerah

 

7.

 PARIWISATA

  • Pembangunan Hotel/Penginapan;
  • Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi  menuju lokasi wisata;
  • Pembangunan Fasilitas Umum di Tempat-tempat Tujuan Wisata;
  • Restauran/Toko Souvenir /Tempat Peribadatan;
  • Pelatihan Pemandu Wisata.

Kabupaten Aceh Tamiang

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

PETA KABUPATEN ACEH TAMIANG

Back to top
Go to bottom
iden
200931
TodayToday1104
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week3499
This_MonthThis_Month24750
All_DaysAll_Days200931

Free Joomla! template by L.THEME