Kota Bitung
Kota Bitung

KOTA BITUNG

lambang kota bitung

  1. Profil Walikota Bitung

walikota bitung okWALIKOTA BITUNG
Maximiliaan Jonas Lomban, SE., MSi.

Anak ke-3 dari pasangan bapak Adolf Lodewijk Lomban (Purnawirawan TNI-AD) dan ibu Erna Everdina Posumah ini dilahirkan di Manado pada tanggal 8 November 1956. Penganut agama Kristen-Protestan yang taat ini beristerikan ibu Dra. Refien Khouni Silva Rawung, MSi., berputerakan 2 orang dengan 3 orang cucu. Semua jenjang pendidikan telah beliau lalui hingga mendapatkan gelar Magister Sains (MSi.). Beliau memiliki hobi: Membaca buku, tenis meja, bersepeda dan menyelam/diving.

Segudang pengalaman kerja dimiliki oleh beliau diawali sebagai Staf pada BAPPEDA Provinsi Sulawesi Utara; Kepala Bidang BAPPEDA Kota Bitung; Kepala Kantor Pembangunan Desa Kota Bitung; Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bitung; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kota Bitung; Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bitung; Asisten Perekonomian Kota Bitung; Sekretaris Daerah Kota Bitung; Wakil Walikota Kota Bitung hingga akhirnya menjadi Walikota Bitung.

Demikian juga keanggotaan beliau di berbagai organisasi menunjukkan kekayaan pengalaman beliau di berbagai bidang. Tanda Penghargaan yang pernah beliau terima adalah: Satya Lencana Karya Satya X dan ke XX dari Presiden RI; Lencana Permata Bangsa; Lencana dan Penghargaan Aditya Mahatva Yodha Karang Taruna; Lencana Pancawarsa Pramuka; Tanda Penghargaan Melati Pramuka; dan Bataha Darame Nusa Kudatong Bitung (Pangeran Perdamaian/ Pemersatu Kota Bitung); Pembicara di Forum Ekonomi BIMP-EAGA di Cagayan De Oro Filipina (2012); Pembicara di Forum Kota Sehat Dunia di Australia Brisbane (2013).

 

Visi:
“Bitung yang Maju, Berdaya Saing, Berbudaya, dan Sejahtera menjadi Titik Simpul dan Pintu Gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik”

Misi:

  1. Mewujudkan masyarakat Kota Bitung yang religius, aman, damai, berbudaya dan sejahtera.
  2. Meningkatkan sumberdaya manusia dan pelayanan publik yang berkualitas.
  3. Mengembangkan dan mengoptimalkan ekonomi kerakyatan dan sumber daya pariwisata yang memiliki daya saing.
  4. Membangun dan menciptakan iklim investasi yang bertumpu pada agroindustri, agrobisnis, industri rumah tangga yang ramah lingkungan.
  5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur, aksesibilitas dan mobilitas ekonomi daerah.
  6. Mewujudkan Bitung sebagai Pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik dengan kota yang bercirikan kota industri dan bahari.
 

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Topografi dan Iklim
  3. Penduduk
  4. Agama, Bahasa dan Budaya
  5. Perekonomian

Kota Bitung terletak pada posisi 1°23′23″ - 1°35′39″ LU dan 125°1′43″ -125°18′13″ BT dengan batas-batas wilayah antara lain: Kecamatan Likupang (Kabupaten Minahasa Utara dan Laut Maluku) di sebelah Utara; Laut Maluku dan Samudra Pasifik di sebelah Timur; Laut Maluku di sebelah Selatan; dan Kecamatan Kauditan (Kabupaten Minahasa Utara) di sebelah Barat. Luas wilayah daratan Kota Bitung adalah 313,50 km2 atau 31.350, 35 Ha, sebagian merupakan kawasan lindung yaitu sebesar 13.378 ha (42,67%) yang terdiri dari hutan lindung, cagar alam, taman wisata alam dan hutan wisata, selebihnya 17.972 ha (57,33%) diperuntukan kawasan budidaya. Sedangkan luas wilayah perairan 439,8 Km2 atau 43.980 Ha. Kota Bitung terdiri dari 8 Kecamatan, 6 Kecamatan terletak di pulau Sulawesi yaitu Kecamatan Madidir, Matuari, Girian, Aertembaga, Maesa dan Ranowulu dan 2 Kecamatan terletak di Pulau Lembeh yaitu Lembeh Selatan dan Lembeh Utara. Wilayah tersebut dibagi dalam 69 Kelurahan.

Dari aspek topografis, sebagian besar daratan Kota Bitung berombak berbukit 45,06%, bergunung 32,73%, daratan landai 4,18% dan berombak 18,03%. Di bagian Timur mulai dari pesisir Pantai Aertembaga sampai dengan Tanjung Merah di bagian Barat, merupakan daratan yang relatif cukup datar dengan kemiringan 0-150, sehingga secara fisik dapat dikembangkan sebagai wilayah perkotaan, industri, perdagangan dan jasa. Di bagian Utara keadaan topografi semakin bergelombang dan berbukit-bukit yang merupakan kawasan pertanian, perkebunan, hutan lindung, taman margasatwa dan cagar alam. Di bagian Selatan terdapat Pulau Lembeh yang keadaan tanahnya pada umumnya kasar ditutupi oleh tanaman kelapa, hortikultura dan palawija. Disamping itu memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daerah Wisata Bahari. Kemiringan lereng di Kota Bitung sebagai besar didominasi oleh kelerengan antara 25-40%. Hal ini terlihat dari luas wilayah kelerengan 25-40% yang mempunyai wilayah terluas yaitu sebesar 11.759 Ha atau sekirtar 37,52%.

Kota Bitung memiliki delapan gunung, yaitu: Gunung Duasudara (1.350 m), Tangkoko (870 m), Batuangus (1.189 m), Klabat (1.990 m), Woka (370 m), Hombu/Lembeh (479), Temboan Sela (480 m) dan Wiau (861 m). Gunung Batuangus masih tercatat sebagai gunung berapi namun tidak aktif. Kota ini juga memiliki 5 alur sungai yaitu: Sungai Girian (17,50 km); Tewaan (8,75 km); Batuputih (9,25 km); Rindoran (11,25 m) dan Sagerat (9,50 m).

Kota Bitung memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Data tahun 2016 menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata berada pada kisaran 27,5o dan 28,8oC, kelembaban antara 73 dan 78%, kecepatan angin antara 1,8 dan 3,9 knot, tekanan udara antara 1.009,8 dan 1.013,0 mb. Penyinaran matahari antara 55 dan 94%, curah hujan berkisar antara 30 dan 221 mm3 serta antara 6 dan 24 hari hujan.

Jumlah penduduk Kota Bitung (keadaan tahun 2017) adalah 257.154 orang dengan 77.352 Keluarga, terdiri dari 132.473 laki-laki dan 124.681 wanita (rasio: 106). Pertumbuhan penduduk tercatat 1,61% dengan kepadatan penduduk 666 orang/km2 (2016). Sebagian besar penduduk Kota Bitung berasal dari Suku Minahasa dan Suku Sangihe. Terdapat juga komunitas etnis Tionghoa yang besar di Bitung. Para pendatang yang berasal dari Suku Jawa, Suku Gorontalo, Suku Minangkabau dan Suku Aceh juga banyak ditemui di Bitung, sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Ada juga pendatang dari tanah Maluku yang mengungsi di kota Bitung akibat bergolaknya kerusuhan di Halmahera beberapa waktu yang lalu.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 61,17% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 11,87%.

Angkatan kerja tercatat berjumlah 91.390 orang (80.542 orang yang bekerja dan 10.848 orang pengangguran terbuka), sedangkan non-Angkatan Kerja berjumlah 58.022 orang (17.065 orang yang bersekolah; 34.895 orang mengurus rumah-tangga; dan 5.810 orang berkegiatan lain-lain).

Sebagian besar penduduk Kota Bitung memeluk agama Kristen Protestan. Sebagian besar penduduk Kota Bitung yang berasal dari etnis Jawa dan Gorontalo memeluk agama Islam. Agama Katolik juga banyak dianut oleh penduduk Kota Bitung, sementara agama Konghucu dan Budha banyak dianut oleh penduduk yang berasal dari etnis Tionghoa.

Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Kota Bitung adalah bahasa Manado sebagai bahasa ibu dari sebagian besar penduduk Kota Bitung. Bahasa Sangihe juga sering digunakan oleh masyarakat suku Sangihe yang ada di Kota Bitung.

Kebudayaan yang ada di Kota Bitung banyak dipengaruhi oleh budaya Sangihe dan Talaud, karena banyaknya penduduk yang berasal dari etnis Sangihe. Contoh dari budaya Sangihe dan Talaud yang ada di Bitung yaitu Masamper. Masamper merupakan gabungan antara nyanyian dan sedikit tarian yang berisi tentang nasihat, petuah, juga kata-kata pujian kepada Tuhan. Budaya Sangihe lainnya yang bisa ditemui di Bitung yaitu TULUDE/Menulude yang berarti tolak.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bitung didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan (33,04%), Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (19,83%) dan Sektor Transportasi dan Pergudangan (14,85%). Laju pertumbuhan PDRB atas dasar Harga Konstan 2010: 5,19%.

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

108 Taman Kanak-Kanak (TK); 110 Sekolah Dasar (SD); 34 Sekolah Menengah Pertama (SMP); dan 30 Sekolah Menengah Atas (SMA); serta 5 Perguruan Tinggi (Akademi Maritim Indonesia; STISIP Merdeka; STIE Petra; STIMIK Samudera; Politeknik Kelautan dan Perikanan).

Kesehatan

1 Rumah Sakit Daerah (RSUD) di Kelurahan Matuari (152 tempat tidur); 1 RS TNI (58 tempat tidur) dan 1 RS Swasta di Kelurahan Maesa (111 tempat tidur); 9 Puskesmas, 25 Pustu, 16 Puskesmas Keliling (darat), 3 Puskesmas Keliling (Laut), 22 Puskesmas Rawat Inap, 148 Posyandu, 2 Apotek, dan 4 Toko Obat; serta 35 Klinik Keluarga Berencana (KKB), 64 tenaga Medis KB dan 17 tenaga Penerangan KB.

Tenaga Kesehatan: 57 dokter Spesialis, 82 dokter Umum, 11 dokter Gigi dan 17 Apoteker; 21 Sarjana Kesehatan, 22 Sarjana Muda Kesehatan, 475 Perawat, 190 non-Perawat, 25 Asisten Apoteker, 96 Bidan, 18 Non-Medis dan 147 Medis.

Agama

87 masjid, 28 musolah, 335 gereja Protestan, 22 gereja Katholik, 1 pura dan 1 vihara.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM, SARANA DAN PRASARANA

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas panen padi sawah: 215 ha dengan produksi padi berkisar 806 ton; jagung: 3.447 ha dengan produksi jagung sekitar 17.549.10 ton; Kedele 178 ha dengan produksi kedele sekitar 208,80 ton; Kacang Tanah 38 ha dengan produksi Kacang Tanah 41,80 ton; Ubi Kayu 138 ha dengan produksi Ubi Kayu 1749 ton; Ubi Jalar 120 ha dengan produksi Ubi Jalar sekitar 1740 ton.
  2. Hortikultura
    Luas panen Bawang Merah 14 ha dengan produksi 85,68 Ku/ha; Kacang Panjang 2 ha dengan produksi 61,26 Ku/Ha.
    Cabe Rawit 120 ha dengan produksi 528 Ku/Ha; Tomat 6 ha dengan produksi 61,26 Ku/Ha; Terong 3 ha dengan produksi 16,53 Ku/Ha, Kangkung 24 ha dengan produksi 842,88 Ku/Ha

Perkebunan

Luas tanaman Kelapa 14.104,75 Ha dengan produksi 11.774,98 Ton/Tahun; Pala 631,25 Ha dengan produksi 59,55 Ton/Tahun; Cengkih 183,36 dengan produksi 2,10 Toh/Tahun

Peternakan

2.830 Sapi, 10 Kuda, 2.120 kambing, 25.486 Babi, 140.622 Ayam Buras, 56.100 Ayam Petelur, 40.800 Ayam Ras Pedaging, 4.990 Itik, 16.984 Burung Puyuh.

Kehutanan

Luas hutan keseluruhan: 15.051,58 ha (Cagar Alam Tangkoko Duasudara: 9.106,2 ha; Hutan Wisata Danowudu: 21,5 ha; Hutan Lindung: 4.611,5 ha; dan Taman Wisata Alam Batu: 1.312,38 ha).

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Laut: 49.834.415 ton; Produksi Perikanan Darat (kolam): 976,1 ton; Produksi Ikan Budidaya Laut: 184,2 ton.

Transportasi dan Komunikasi

36,8 km panjang jalan: 2,20 km rusak berat; 17 km kondisi sedang; dan 17,6 km kondisi baik. Sarana tranportasi darat yang ada di Kota Bitung adalah mikrolet sebagai angkutan kota dan bus sebagai angkutan antar kota, seperti bus trayek Bitung-Manado, Bitung-Tondano, Bitung-Gorontalo, Bitung-Tolitoli dan Bitung-Palu.

Bandara yang ada di Sulawesi Utara adalah Bandara International Sam Ratulangi yang berada ± 37 km dari Kota Bitung menggunakan jalan utama Manado-Bitung sejauh 1,5 jam perjalanan dengan mobil.

Dermaga Pelabuhan Bitung: Samudera (607 m); Nusantara (504 m); IKD (148 m); LCT (20 m) dan Lokal (60 m); 5.594 kapal masuk dan 3.782 kapal keluar; 105.231 penumpang turun dan 134.183 penumpang naik.

Jumlah pelanggan telepon: 3.564 SST.

Perindustrian

Nilai Investasi (2016): Rp. 1.869.321.628.000.

Energi

110.313.650 VA listrik tersalurkan; 46.986 pelanggan; 16.951.133 MWh listrik terjual dan 110.313.650 VA daya terpasang.

156.834 pelanggan PT. PAM Bitung, dengan produksi 6.669.777 m3.

Perdagangan

6 Pasar, 222 kios dan 545 Los.

Pariwisata

34.565 wisatawan mancanegara; 108.346 wisatawan Nusantara; 71 hotel; 10 Agen Tour & Travel terdaftar; 95 Pusat Penyelaman dan 180 restoran/rumah makan.

POTENSI INVESTASI KOTA BITUNG

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KOTA BITUNG?

Dilihat dari segi geografis, Kota Bitung merupakan kawasan strategis di timur Indonesia dan menjadi proxy strategis Indonesia ke wilayah Asia Timur, Pantai Timur Amerika, Pasifik dan Oceania. Letaknya yang strategis, mempermudah distribusi barang dan jasa ke wilayah – wilayah tersebut sehingga biaya pengangkutan juga jauh lebih murah dibandingkan melalui Pelabuhan di daerah lain. Selama beberapa tahun terakhir Pemerintah berketetapan menjadikan Bitung sebagai garis depan perekonomian yang direfleksikan dengan penetapan Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional (Perpres No.26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik nasional) dan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung (PP 32 tahun 2014). Langkah Pemerintah mengembangkan Bitung sebagai garis depan perekonomian Indonesia terhadap pasar dunia telah menarik perhatian besar mancanegara, dibuktikan dengan kedatangan Wakil Duta Besar China di Kota Bitung pada bulan Februari 2018, dilanjutkan dengan kunjungan dari Duta Besar China pada awal bulan Maret 2018.

Pelabuhan Hub Internasional Bitung diproyeksikan menjadi pelabuhan transhipment internasional sekaligus pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik. Dipilihnya Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional di Kawasan Timur Indonesia karena pertumbuhan di wilayah ini memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Barat Indonesia, dan dinamika logistik di wilayah Timur Indonesia diharapkan bertumbuh secara eksposional.

Dijuluki sebagai Kota Cakalang dan Surga Tuna Asia karena hasil perikanan laut yang sangat kaya menjadikan Bitung sebagai tempat berinvestasi yang sangat menarik dibanding dengan daerah lain, dibuktikan oleh 14 Industri Pengolahan Perikanan yang ada di Indonesia, 7 diantaranya berada di Kota Bitung. Bitung memiliki konektivitas aset, akses dan sumber daya yang strategis sebagai salah satu wilayah perikanan tangkap terbesar dunia di wilayah equatorial. Selain hasil perikanan, Bitung juga kaya akan hasil perkebunan terutama kelapa dan produk turunannya yang memiliki pasar sangat luas dan diminati, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Posisi Kota Bitung yang strategis serta banyaknya Potensi Investasi yang dapat dikembangkan membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengusulkan Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang rencananya akan diresmikan pada bulan Mei 2018. Luas wilayah KEK Bitung sebesar 534 Ha dan rencana pengembangan sampai 2500 Ha, mempunyai Kegiatan Utama yaitu Industri Pengolahan Kelapa dan turunannya, Industri Pengolahan Ikan dan hasil laut lainnya serta Industri Farmasi. Sedangkan untuk Kegiatan Pendukungnya yaitu Logistik dan Aneka Industri berbasis Agro dan industri lainnya. Zona Pengembangan terdiri dari Zona Pengolahan Ekspor, Zona Industri dan Zona Logistik. Berbagai Fasilitas dan Kemudahan ditawarkan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan Investasi di KEK Bitung seperti fasilitas Tax Holiday, Tax Allowance, PPN dan PPnBM, Bea Masuk dan Cukai, Pajak dan Retribusi Daerah, Fasilitas Pertanahan, Keimigrasian, Ketenagakerjaan, serta Perizinan dan Non Perizinan. Kawasan Ekonomi Khusus Bitung diharapkan dapat mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro dan farmasi serta menarik investasi senilai 32 Triliun hingga tahun 2025.

POTENSI WISATA KOTA BITUNG

Sektor Pariwisata adalah salah satu sektor yang menjadi unggulan di Kota Bitung. 95 Dive Spot dan berbagai obyek wisata yang menarik membuat Bitung menjadi salah satu destinasi pilihan bagi para wisatawan domestik dan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2016 total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebanyak 65.521 orang menjadi 142.911 orang pada akhir November 2017.

Pada tahun 2017 Lembeh Resort Bitung yang berada di Kecamatan Lembeh Utara masuk dalam 4 besar Kategori Dive Center Terbaik di dunia versi Dive Magazine.

Obyek-obyek wisata yang ada di Kota Bitung yaitu :
1. Pantai Sandi Langi di Kelurahan Waturiri Bitung, ± 1 Jam Dengan Motor Boat Dari Ruko Pateten, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
2. Sulawesi Diving Quest di Kelurahan Waturiri Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
3. Bakri Cono Marine di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
4. Bastianos Diving Center Resort di Kelurahan Mawali, Lembeh Utara, ± 30 menit dengan Motor Boat Dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
5. Lembeh Marina Resort di Kelurahan Pintu Kota Bitung, ± 45 Menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
6. Divers Lodge Lembeh di Kelurahan Paudean, Lembeh Selatan, ± 1 Jam dengan Motor Boat dDari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
7. Teluk Walenekoko di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Lembeh Selatan Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Danau Pantai
8. Monumen Trikora Mandala Sakti di Batu Lubang, tepian Pulau Lembeh, yang merupakan wisata sejarah.
9. Lokasi Perang Dunia II di Laut Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara Bitung, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Bawah Laut (Kapal Karamnya)
10. Two Fish Diving Center Mawali di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara Bitung, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
11. Taman Laut Batukapal di Kelurahan Lirang Bitung, ± 2 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Taman Laut.
12. Pantai Kahona di Kecamatan Lembeh Utara
13. Ekowisata Mangrove Pintu Kota di Kecamatan Lembeh Utara
14. Ekowisata Kareko di Kecamatan Lembeh Utara
15. Taman Laut Batu Kapal di Kecamatan Lembeh Utara
16. Patung Tuhan Yesus merupakan wisata religi di Kecamatan Lembeh Selatan
17. Teluk Walenekoko meruapakan Wisata Alam di Kecamatan Lembeh Selatan
18. Ekowisata Mangrove Pasir Panjang merupakan Eko wisata di Kecamatan Lembeh Selatan
19. Pantai Salise meruapakan wisata bahari di Kecamatan Lembeh Selatan
20. Pantai Gunung Woka di Kecamatan Lembeh Selatan
21. Air Hujan di Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu, 9 Km dari Pusat Kota Bitung.
22. Air Perempuan dan Air Laki-Laki di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, 8 Km dari Pusat Kota Bitung
23. Benteng Resort di Kelurahan Batuputih 2, Ranowulu, 24 Km dari Pusat Kota Bitung, Pantai Cottage, Diving dan Rekreasi
24. Kampung Wisata Batuputih;
25. Wisata Hutan Alam Bitung di Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu, 10 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Hutan Wisata.
26. Pantai Batuputih di Kelurahan Batu Putih 1, Kecamatan Ranowulu, 22 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
27. Air Terjun Danowudu merupakan wisata alam yang terletak di Kelurahan Danowudu Kecamatan Ranowulu
28. Air Terjun Kumersot merupakan Wisata alam yang terletak di Kelurahan Kumersot Kecamatan Ranowulu.
29. Taman Nasional Tangkoko yang terletak di Kelurahan Batuputih Kecamatan Ranowulu
30. Pantai Pareng terletak di Kelurahan Batuputih Kecamatan Ranowulu
31. Gunung Dua Sudara merupakan gunung yang ada di Kota Bitung
32. Sea View Resort di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 8 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga
33. Millennium Bitung di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 7 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
34. Monumen Jepang di Kelurahan Manembo-Nembo Bawah, Kecamatan Matuari, 7 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Tugu Bersejarah
35. Pantai Tanjung Ria di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 9 Km Dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai Dan Rekreasi Keluarga.
36. Pantai RCTI yang terletak di Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari.
37. Situs Sio Kurur yang meruapakan wisata sejarah yang terletak di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari
38. River Side Adventure yang adalah wisata buatan yang terletak di Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari.
39. Monumen Runtukahu Pusung terletak di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian
40. Mesjid An’nur merupakan wisata religi yang terletak di Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian.
41. Lokasi Perang Dunia II di Kecamatan Madidir Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Bawah Laut (Kapal Karamnya).
42. Kelenteng Seng Bo Kiong di Jl. Kadoodan, berupa kelenteng Tao dengan ornamen khas kelenteng Cina yang indah.
43. Monumen Xaverius Dotulong terletak di Kecamatan Madidir
44. Monumen Jose Rizal terletak di Kecamatan Madidir
45. Gereja Stela Maris merupakan wisata religi terletak di Kecamatan Madidir
46. Klenteng Seng Bo Kiong merupakan Wisata religi di Kecamatan Madidir
47. Pelabuhan Bitung di Pelabuhan alam terbesar Sulawesi Utara yang disinggahi kapal antar pulau.
48. Gereja Sentrum merupakan wisata religi di Kecamatan Maesa
49. Monumen Jos Sudarso di Kecamatan Maesa
50. Pasar Tua merupakan wisata Kuliner di Kecamatan Maesa
51. Pura Agung Utara Segara merupakan wisata religi di Kecamatan Maesa
52. Airprang di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, 1 Jam Dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, dengan 396 anak tangga
53. Dermaga Ruko Pateten di belakang Ruko Pateten yang digunakan penumpang yang mengunjungi sekitar Selat Lembeh.
54. Monumen Jepang Winenet di Kelurahan Winenet, Aertembaga, 3 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Kuburan Tentara Jepang.
55. Sumber Air Panas Alam Rumesung di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, ± 2 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Sumber Air Panas
56. Taman Koleksi Satwa Naemundung di Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga, 5 Km dari Pusat Kota Bitung, Kebun Binatang
57. Teluk Kasuari di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, ± 1,5 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga, Snorkling dan Diving.
58. Teluk Kungkungan di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, 7 Km dari Pusat Kota Bitung
59. The Pier To Ferry di Kelurahan Pateten, Kecamatan Aertembaga, 2,5 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Jembatan Penyeberangan antar Pulau Kecil.
60. Pelabuhan/Tempat Pelelangan Ikan yang terlelatak di Kecamatan Aertembaga
61. Batu Angus wisata pantai di Kecamatan Aertembaga
62. Pantai Walet wisata bahari di Kecamatan Aertembaga
63. Pantai Kambahu wisata bahari di Kecamatan Aertembaga
64. Pantai Serena di Kecamatan Aertembaga
65. Ekowisata Batu Angus di Kecamatan Aertembaga
66. Gunung Batu Angus wisata alam di Kecamatan Aertembaga

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP), KOTA BITUNG

Motto Pelayanan : Melayani dengan “CERIA’” (Cepat, Efektif, Ramah, Ikhlas, Aman).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bitung memberikan layanan lebih lengkap dengan segala fasilitas teknologi informasi terkini. Layanan online dihadirkan sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat yang melakukan permohonan Perizinan di Kota Bitung. Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bitung adalah sebuah sistem informasi yang disediakan kepada masyarakat dalam mengajukan permohonan perizinan di Kota Bitung. Sistem ini dikembangkan secara menyeluruh untuk peningkatan efesiensi dalam layanan perizinan.

1. Pendaftaran Penanaman Modal;
2. Pendaftaran Penanaman Modal Alih Status;
3. Pendaftaran Penanaman Modal Perubahan;
4. Izin Usaha Penanaman Modal;
5. Izin Usaha Perluasan Penanaman Modal;
6. Izin Usaha Perubahan Penanaman Modal;
7. Izin Usaha Penggabungan Penanaman Modal;
8. Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
9. Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB);
10. Izin Trayek (IT);
11. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
12. Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
13. Tanda Daftar Gudang (TDG);
14. Izin Usaha Industri (IUI);
15. Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA);
16. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK);
17. Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT);
18. Surat Izin Dokter Umum;
19. Surat Izin Praktek Dokter Spesialis;
20. Surat Izin Praktek Dokter Gigi
21. Surat Izin Kerja Tenaga Kefarmasian;
22. Surat Izin Rumah Sakit Kelas C dan Kelas D (SIRS);
23. Surat Izin Klinik (SIK);
24. Surat Izin Klinik Kesehatan Ibu dan Anak;
25. Surat Izin Klinik Kecantikan;
26. Surat Izin Apotik (SIK.SIA);
27. Surat Izin Toko Obat;
28. Surat Izin Penyelenggaraan Optikal;
29. Surat Izin Refraksionis Opticsien (SIK.SIPRO);
30. Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian;
31. Surat Izin Praktek Bidan (SIK.SIPB);
32. Surat Izin Praktek Perawat (SIK.SIPP);
33. Surat Izin Tenaga Akupuntur (SIK.SIPTA);
34. Surat Izin Laboratorium;
35. Surat Izin Praktek Fisioterapis (SIK.SIPF);
36. Surat Izin Praktek Perawat Gigi (SIK.SIPPG);
37. Surat Izin Praktek Gizi;
38. Surat Izin Praktek Kesehatan Masyarakat;
39. Surat Izin Praktek Analisis;
40. Tanda Daftar Industri (TDI);
41. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP);
42. Surat Izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (SITPS- LB3);
43. Izin Pembuangan Air Limbah

 

TABULASI DATA
BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KOTA BITUNG
UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No

SEKTOR

BIDANG USAHA

(PROYEK INVESTASI)

LOKASI

STATUS KEPEMILIKAN

NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

PERKEBUNAN

  • Pengembangan Pertanaman Pala, Kelapa dan cengkeh
  • Pengelolaan Produksi Tanaman Pekebunan.

Kota Bitung

Pemerintah Daerah

 

2.

PETERNAKAN

  • Pengembangan Produksi Peternakan

Kota Bitung

Masyarakat

 

3.

KEHUTANAN

  • Pemanfaatan Hutan sebagai Obyek Wisata Alam.

Kota Bitung

Pemerintah Daerah

 

4.

PERIKANAN DAN KELAUTAN

  • Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya.

Kota Bitung

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

5.

TRANSPORTASI

  • Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung
  • Pembangunan Jalur Kereta Api
  • Peningkatan Pelabuhan Bitung sebagai Gerbang Timur Internasional (International Hub Port)
  • Pembangunan Bandara Khusus

Kota Bitung

Pulau Lembeh

Pemerintah Daerah

 

6.

PARIWISATA

  • Pengembangan Wisata Bahari
  • Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi
  • Pembangunan Fasilitas Umum di Tempat-tempat Tujuan Wisata
  • Restauran/Toko Souvenir /Tempat Peribadatan
  • Pelatihan Pemandu Wisata.

Kota Bitung

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

PETA KOTA BITUNG

Kontak Investasi

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU /
ADMINISTRATOR KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) BITUNG
Jl. Piere Tendean Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website: dpmptsp.bitungkota.go.id

Contact Person:
1. Ryke Sumampouw, SE/Kasie Promosi/081297645939
2. Enrico C. Parengkuan, ST/Kasie Pengembangan Penanaman Modal/085398634440

 

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME