Kab Polewali Mandar
Kab Polewali Mandar

KABUPATEN POLEWALI MANDAR

lambang kabupaten polman

  1. Profil Bupati
  2. Sambutan Kepala DPMPTSP

bupati polmanBUPATI POLEWALI MANDAR
H. Andi Ibrahim Masdar

Beliau dilahirkan di Ujung Pandang pada tanggal 18 Januari 1963, beragama Islam dan dari pernikahannya dengan Ibu Hj. Jumriah dikaruniai 2 anak. Beliau mengawali pendidikan dasar di SD (1976), SMP (1979) dan SMA (1982) kemudian memperoleh gelar Strata-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) dan Magister Hukum (Strata-2) di Universitas Bosowa. Sedangkan Kursus dan Pelatihan dijalaninya di Penataran Kepemimpinan dan Komunikasi Sosial ABRI (di Pakkatto); TOT Pengembangan SDM (di Makassar); Kursus membawa Pemilu Jurdil, International Republic Institute (IRI) di Makassar; dan Temu Konsultasi Revisi Rancangan Draft Keppres Pedoman Umum Pengetahuan Desa.

Sebelum menjadi Bupati Polman periode tahun 2014-2019, beliau pernah bekerja sebagai Pengusaha bidang hasil bumi; Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, 1994-2004; Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, 2004-2009 dan 2000-2014.

Di bidang Organisasi, pengalaman beliau cukup banyak yaitu sebagai Ketua GEMPITA Kabupaten Polewali Mamasa, 1988-1995; Ketua KOSGORO Kabupaten Polewali Mamasa, 1992-1996; Ketua DPD AMPI Kabupaten Polewali Mamasa, 1992-1998; Ketua AMPG Kabupaten Polewali Mamasa, 1997-2003; Wakil Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Polewali Mamasa, 1997-2003; Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Polewali Mandar, 2003-2009; Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar, 2004-2009; Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, 2005-2010; Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, 2011-2016; Ketua Dewan Penasehat GP ANSOR Provinsi Sulawesi Barat, 2005-2010; Ketua Harian PENGDA PSSI Provinsi Sulawesi Barat, 2006-2010; Ketua ORARI Daerah Provinsi Sulawesi Barat, 2007 s.d. sekarang; Ketua Kerukunan Keluarga Besar PALILI Kabupaten Polewali Mandar, 2012 s.d. sekarang; Ketua Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Barat, 2012 s.d. sekarang; dan Ketua ASOSIASI PSSI Provinsi Sulawesi Barat, 2014 s.d. sekarang.

Sejak tahun 2014 s.d. tahun 2017 ini beliau begitu banyak mendapatkan penghargaan, yaitu 6 penghargaan (2014); 13 penghargaan (2015); 18 penghargaan (2016) dan 22 penghargaan (2017).

Kadis ptsp polewali MandarSAMBUTAN KEPALA DPMPTSP KABUPATEN POLEWALI MANDAR
H. Suaib Jamaluddin,SE, MM

Puji Syukur kita Panjatkan kepada ALLAH Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita bersama sehingga kita dapat menerbitkan buku informasi mengenai potensi peluang investasi dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar , yang dirangkum dalam satu judul “Peluang Investasi Kabupaten Polewali Mandar”.

Rasa terima kasih saya sampaikan kepada PT. Qayris Cipta Kreasindo yang telah berinisiatif untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menyusun dan menerbitkan buku ini, selanjutnya terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang ikut berperan serta dan telah memberikan sumbangan pikiran, tenaga maupun materi demi perkembangan dan kemajuan Kabupaten Polewali Mandar terutama dalam hal penyebaran informasi tentang Potensi, Peluang Investasi dan perkembangan Pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar.

Harapan ini didukung oleh salah satu Misi DPM-PTSP Kabupaten Polewali Mandar yaitu “Meningkatkan Promosi dan Kerjasama Investasi serta Sarana dan Prasarana Penanaman Modal”.

Akhirnya, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung penerbitan buku ini,semoga partisipasi dan dukungan tersebut akan membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, Aamin.

VISI DAN MISI

VISI:
“Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera”

MISI :
1. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan berlandaskan pada nilai-nilai agama dan budaya.
2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
3. Meningkatkan infrastruktur guna mendorong daya saing daerah.
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta menyediakan pelayanan publik yang berkualitas.

.

 

 

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Topografi dan Iklim
  3. Penduduk
  4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kabupaten Polewali Mandar terletak di Provinsi Sulawesi Barat, secara astronomis, Kabupaten ini berada di antara 304’7,83” dan 3032’3,79” Lintang Selatan, serta antara 118053’57,55" dan 119029’33,31" Bujur Timur. Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Polewali Mandar berbatasan dengan Kabupaten Mamasa di sebelah Utara; Selat Makassar di sebelah Selatan; Kabupaten Majene di sebelah Barat; dan Kabupaten Pinrang di sebelah Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 2.022,30 km2 yang secara administratif terbagi ke dalam 16 kecamatan, yaitu Kecamatan Tinambung, Balanipa, Limboro, Tubbi Taramanu, Alu, Campalagian, Luyo, Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Matakali, Bulo, Polewali, Binuang, Anreapi, dan Matangnga. Kecamatan-kecamatan tersebut terbagi atas 144 Desa, 23 Kelurahan dan 682 dusun. 
(Sumber Data: Kabupaten Polewali Mandar Dalam Angka 2017, BPS Kabupaten Polewali)

Wilayah Kabupaten Polewali Mandar terdiri atas dataran tinggi, rendah dan pesisir pantai termasuk juga daerah sekitar aliran sungai besar Mandar dan Maloso. Kecamatan yang letaknya di bagian utara pada umumnya memiliki perbukitan dan pegunungan yang berpotensi dijadikan cadangan untuk ekosistem guna mendukung pembangunan berwawasan lingkungan sedangkan kecamatan yang terletak di bagian selatan yang memiliki garis pantai adalah dataran rendah yang berpotensi untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan perikanan daratan dan laut. Sebagian besar wilayah (>78% dari luas Kabupaten) memiliki topografi bergunung, dengan kelas lereng dominan 41-60% dan >60%. Sisanya didominasi oleh topografi datar dengan kelas lereng 2. Kabupaten ini memiliki tidak kurang dari 43 gunung dan 35 sungai di antaranya 5 aliran sungai besar yang mengaliri wilayah Kabupaten ini. Dua sungai terpanjang adalah Sungai Maloso dan Sungai Mandar, masing-masing adalah 95 km dan 90 km.

Selama tahun 2016 di Kabupaten Polewali Mandar tercatat sebanyak 179,4 hari hujan dengan curah hujan sebesar 2.263,4 mm. Jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Mei 2016 dengan jumlah hari hujan 20,3 hari dan curah hujan tertinggi pada bulan April sebanyak 328,8 mm. Sebaliknya, jumlah hari hujan terendah terjadi pada bulan Agustus dengan jumlah hari hujan 7,5 hari dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli sebanyak 73,9 mm.

Polewali Mandar yang sering disingkat Polman menjadi kampung halaman masyarakat suku bangsa atau etnis, meliputi Suku bangsa Mandar, Suku bangsa Pattae, Suku bangsa Jawa, Suku bangsa Bugis, Suku bangsa Toraja, dengan dialek bahasa masing-masing. Suku Mandar merupakan suku bangsa mayoritas di Kabupaten Polewali Mandar yang tinggal di dataran rendah pantai dan pegunungan yang tersebar di wilayah Polewali Mandar, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa mandar dengan memiliki beberapa dialek, yaitu Dialek Balanipa, Sendana, Banggae/Majene, Pamboang, Awok-Sumakuyu.

Masyarakat suku Pattae mendiami bagian Selatan daerah Kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di sepanjang pantai bagian Selatan sampai ke wilayah pegunungan bagian Selatan daerah Kabupaten ini. Meskipun bukan mayoritas, namun jumlah masyarakat suku Pattae juga tidak sedikit yang tersebar dan mendiami beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, tumbuh dan berkembang serta hidup berdampingan secara rukun dan harmonis bersama dengan suku-suku bangsa lainnya yang ada di Kabupaten Polman.

Pada tahun 2016 jumlah penduduk Polman sebesar 427.484 orang dalam 95.884 rumah-tangga, terdiri dari 209.301 laki-laki dan 218.183 wanita (rasio: 95,9), dengan laju pertumbuhan 1,11%, kepadatan 211 orang/km2. Angkatan Kerja tercatat 202.927 orang (195.506 orang bekerja; 7.421 orang pengangguran) dan Bukan Angkatan Kerja sebesar 94.072 orang (30.439 orang bersekolah; 55.001 orang mengurus rumah-tangga; dan 8.632 orang berkegiatan lainnya). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68,33% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,66%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 61,51.

(Sumber Data: Kabupaten Polewali Mandar Dalam Angka 2017, BPS Kabupaten Polewali Mandar, 2017).

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten ini tahun 2016 mencapai 7,47%. Sektor Pertanian masih memberikan kontribusi terbesar yaitu 40,10%; disusul Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor (15,39%) dan Sektor Konstruksi (7,79%).

(Sumber Data: Kabupaten Polewali Mandar Dalam Angka 2017, BPS Kabupaten Polewali Mandar, 2017).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

327 Sekolah Dasar (324 SD Negeri; 3 SD Swasta); 82 Madrasah Ibtidaiyah (3 MI Negeri; 79 MI Swasta); 84 Sekolah Menengah Pertama (78 SMP negeri; 6 SMP Swasta); 58 Madrasah Tsanawiyah (2 MTs Negeri; 56 MTs Swasta); 13 Sekolah Menengah Atas (9 SM Negeri; 4 SMA Swasta); 27 Sekolah Menengah Kejuruan (14 SMK Negeri; 13 SMK Swasta); 27 Madrasah Aliyah (2 MA Negeri; 25 MA Swasta). Perguruan Tinggi di Kabupaten ini: Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN); Sekolah tinggi Ilmu sosial dan Ilmu Politik (STISIP BIGES); Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali Mandar; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Generasi; dan Akademi Keperawatan (AKPER) YPPP.

Kesehatan

1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 1 RS Bersalin di Kecamatan Polewali; 20 Puskesmas, 111 Pustu, 618 Posyandu dan 108 Poskedes serta 28 Dokter Praktek dan 41 Apotik, serta 25 Klinik Keluarga Berencana (KKB).

Tenaga Kesehatan: 70 Dokter (25 Spesialis, 26 Dokter Umum dan 17 Dokter Gigi serta 2 Dokter PTT), 328 Bidan (215 Bidan dan 113 Bidan PTT), 307 Perawat, 37 Kefarmasian, 27 Ahli Gizi, 31 Sanitasi dan 66 Tenaga Kesehatan Masyarakat.

Agama

506.210 orang beragama Islam (784 masjid dan 109 mushola/langgar), 10.626 orang beragama Protestan (49 gereja), 1.632 orang beragama Katolik (9 gereja), 145 orang beragama Hindu, 113 orang beragama Budha dan 19 orang menganut kepercayaan lainnya..

(Sumber Data: Kabupaten Polewali Mandar Dalam Angka 2017, BPS Kabupaten Polewali Mandar, 2017).

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas lahan panen padi sawah: 37.902 ha dengan produksi padi berkisar 274.819,7 ton; padi ladang: 9.217 ha; 365.081 ton; jagung: 5.809 ha; 24.931,1 ton; kacang kedelai: 1.510 ha; 2.588,7 ton; kacang tanah: 42 ha; 101,7 ton; kacang hijau: 213 ha; 477,6 ton; ubi kayu: 164 ha; 2.230,43 ton; ubi jalar: 91 ha; 1.302,3 ton.
  2. Hortikultura
    Sayuran: bawang merah, bawang daun, kentang, kubis, sawi/petsai, wortel, kacang panjang, cabe, tomat, terong, ketimun, kangkung dan bayam. Buah-Buahan: belimbing, duku/langsat, durian, jambu biji, jambu air, jeruk, mangga, manggis, nangka, nenas, papaya, pisang, rambutan dan salak. Biofarmaka: Jahe, lengkuas, kencur, kunyit dan temulawak.

Perkebunan

Kelapa dalam: 20.549,20 ha, 16.391,47 ton; kelapa hibrida: 2.667,47 ha, 2.397,02 ton; kopi Robusta: 1.872,87 ha, 900,40 ton; kopi Arabika: 387,79 ha, 119,73 ton; cengkeh: 518,60 ha, 115,34 ton; kakao: 53.329,83 ha, 34.824,52 ton; jambu mete: 274,36 ha, 61,02 ton; lada: 629,92 ha, 355,73 ton; kapok: 205,32 ha, 32,30 ton; vanili: 447,42 ha, 12,06 ton; sagu: 268,07 ha, 200,37 ton; aren: 966,69 ha, 1.599,94 ton; dan kemiri: 6.629,91 ha, 2.000,29 ton.

Peternakan

31.310 sapi, 366 kerbau, 1.078 kuda, 92.036 kambing dan 1.056 babi; serta 1.719.008 ayam kampung, 42.259 ayam ras petelur, 441.332 ayam ras pedaging dan 231.913 itik.

Kehutanan

Luas kawasan hutan: 95.543,73 ha (hutan lindung: 71.744,87 ha; hutan produksi terbatas: 23.064,96 ha; dan hutan konservasi: 733,90 ha). Produksi kayu bulat: 5.139 batang (629,481 m3).

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Laut: 23.724,73 ton; Perikanan Perairan Umum: 151,91 ton; dan Perikanan Budidaya: 14.286 ton. Luas areal Budidaya: 6.888,72 ha (budidaya laut, tambak, kolam dan sawah).

Pertambangan

Bahan tambang: Galena DMP (Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi); Bijih besi DMP (Desa Tapango dan Riso, Kecamatan Tapango); Timbal/Galena DMP (Desa Basseang, Duampanua, Papandangan, Kecamatan Matakali dan Anreapi); Batuan/Sirtu dan AMP serta Batuan Andesit (Desa Mirring, Kecamatan Binuang), dengan 5 Perusahaan Pertambangan.

Perindustrian

6.144 industri terdaftar dengan 14.016 tenaga kerja; Nilai Investasi: Rp. 39.377.424.000; Nilai Produksi: Rp. 227.579.118.000. 369 Sentra Industri Mikro, Kecil dan Menengah. 481 SIUP; 311 koperasi;

Energi

110.863 pelanggan PLN; terjual: 83.835.572 KWh. 17.006 pelanggan PDAM; distribusi: 2.311.638 m3.

Pariwisata

29 hotel dengan 438 kamar; 41 restoran/rumah makan; 299.818 wisatawan Nusantara dan 56 wisatawan Mancanegara.

Transportasi dan Komunikasi

Panjang jalan: 1.157,69 km (jalan Negara: 68,80 km; jalan Provinsi: 161,17 km; jalan Kabupaten: 835,35 km). Kondisi: baik (757,18 km); sedang (229,07 km); rusak (68,35 km); rusak berat (103,09 km).
Kunjungan kapal di pelabuhan laut Polman: 22 Pelayaran Nusantara dan 679 Pelayaran Rakyat. Terdapat 5 Kantor Pos.

(Sumber Data: Kabupaten Polewali Mandar Dalam Angka 2017, BPS Kabupaten Polewali Mandar, 2017).

VIDEO SEJARAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR

 

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR?

Terdapat gejala kenampakan panas bumi permukaan yang ditandai dengan munculnya beberapa mata air panas di Wilayah Lilli-Sapporakki dan Matangnga. Dua lokasi manifestasi panas bumi di daerah ini adalah kelompok mata air panas Lilli-Sapporakki dengan suhu 95 – 97oC dan mata air panas Matangnga dengan suhu 60,9 – 84oC. Berbeda dengan potensi panas bumi di daerah lainnya yang sumber panasnya berasal dari gunung api, panas bumi di Polewali Mandar justru berasal dari pergerakan aktif lempeng tektonik. Luas daerah prospek panas bumi Lilli-Sapporakki terduga sekitar 33 km2 dan luas prospek spekulatif 47 km2, dengan menggunakan asumsi temperatur bawah permukaan 190oC dan temperatur Cut for 150oC maka estimasi potensi energi panas bumi sekitar 115-160 Mwe pada kelas cadangan terduga dan 292 Mwe pada kelas sumberdaya spekulatif. Potensi panas bumi Lilli-Sapporakki Kecamatan Matangnga sendiri bersama 4 Kabupaten lainnya diusulkan sebagai WKP baru. Disamping itu, potensi sumber daya air untuk pembangkit listrik tenaga minihidro pada aliran Sungai Maloso berada di Dusun Meriha Desa Taloba Kecamatan Tubbi Taramanu direncanakan akan menghasilkan daya rencana terpasang sebesar 3x3.200 Kw dengan energi yang dihasilkan sebesar 70.821.974 Kwh/tahun. Perkiraan jumlah Rumah Tangga yang dapat terlayani dari energi yang dihasilkan oleh potensi Sungai Maloso ini ± 1.000 RT. (Daya 900 VA/Rumah).

 

PARIWISATA

Kabupaten Polewali Mandar memiliki sejumlah kekhasan, seperti kekayaan alam dan kebudayaan sebagai potensi pariwisata yang besar dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Barat. Di antara potensi besar tersebut adalah, Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Budaya dan Kerajinan yang tersebar hampir di semua Kecamatan. Mulai dari Wisata Bahari Kepulauan dan Pesisir Pantai yang sangat indah dan alami. Ditambah dengan Wisata Pedalaman yang memiliki Wisata Tirta, Wisata Ritual dan Situs hingga Wisata Sosial dan Publik yang juga menawarkan sejuta keindahan kebudayaan dan alam yang eksotis. Bagi siapapun pejalan budaya dan petandang wisata tentu akan pulang membawa sejuta kesan yang tak dapat dilupakan. Sebab segera setelah matahari terbit dari ujung timur, maka hamparan kilauan pasir putih disepanjang pantai ditambah aktivitas para nelayan yang turun melaut atau pulang dari laut, mulai dari Kecamatan Binuang hingga Kecamatan Tinambung akan membentang panorama nan eksotis yang menawarkan sejuta kedamaian sekaligus penegasan akan ketegaran para pelaut ulung Mandar. Menyusur samudera dengan Sandeq (perahu bercadas khas Mandar).

Adapun objek wisata tersebut adalah:

Wisata Bahari

 

Wisata bahari ini terdiri dari gugusan pulau-pulau di Kecamatan Binuang dan Pantai Palippis di Kecamatan Balanipa. Pulau-pulau itu semakin diperindah dengan adanya perahu sandeq (lopi sandeq) perahu khas nelayan Mandar sebagai perahu tradisional tercepat di dunia.

Perahu sandeq merupakan salah satu warisan kebudayaan bahari Mandar. Bentuknya yang mungil menjadikan perahu ini lincah di samudera. Lopi sandeq terdiri dari anasir perahu, antara lain tambera, sobal, guling, pallayarang, palatto, tadiq, petaq, dsb. Oleh nelayan, perahu ini kerap digunakan sebagai alat transportasi antarpulau, mencari ikan, atau motangnga (berburu telur ikan terbang). Bahkan, untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, setiap tahun diadakan Sandeq Race yang diikuti berbagai kalangan di Sulawesi hingga mancanegara. Tak terhitung jumlah peneliti yang tertarik dan telah melakukan riset tentang sandeq dan tradisi bahari Mandar.

Wisata Alam

 

Wisata alam ini terdiri dari air terjun Salu Sitammu di Dusun Baruga Desa Batetangnga Kecamatan Binuang; air terjun Indo Rannuang di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi; Objek Wisata Sarung Allo Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi; Permandian Limbong Sitodo di Kecamatan Anreapi; Permandian Alam Biru di Kecamatan Binuang; Air terjun Indo Rannuang dan permandian Limbong berada di lokasi yang sama. Indo Rannuang merupakan sumber air yang tak pernah kering bagi permandian Limbong, sekaligus hulu sungai yang sama walau berada di tempat yang berbeda. Selain objek wisata alam yang di sebutkan di atas di Kecamatan Tapango juga terdapat obejk wisata Air Terjun Limbong Kumandang. Permandian alam ini terletak di Desa Kurrak Kecamatan Tapango. Karena didukung alamnya yang asri dan sejuk permandian alam ini sangat menarik untuk dikunjungi terutama bagi mereka yang ingin menikmati hawa pegunungan. Jarak tempuh dari kota Polewali sekitar satu setengah jam dengan roda empat.

Wisata Seni Budaya

 

Sebagai salah satu pilar kebudayaan Mandar, kesenian Mandar yang merupakan unsur kebudayaan yang biasa diselengarakan dalam kegiatan perkawinan (mappakaweng) atau khataman al-Qur’an (mappatammaq). Kesenian itu antara lain Tari Pattuqduq, Pakkacaping (menggunakan kecapi), Parrawana (menggunakan rebana/tambur), Orkes Toriolo (kelompok kesenian atau band), Passayang-sayang (sastra lisan/berbalas syair), Kalindaqdaq (syair lisan/tertulis berisi petuah), dan Saeyang pattuqduq (kuda menari mengikuti irama). Kesenian yang paling dinantikan adalah Saeyyang Pattuqduq (Kuda Menari). Saeyang Pattuqduq oleh masyarakat Mandar diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan khataman Al-Qur’an (mappatammaq), khitanan (massunnaq), maulid Nabi (mamunuq), perkawinan (tokaweng), atau memeriahkan acara syukuran. Saeyyang Pattuqduq ditunggangi oleh gadis-gadis cantik dan diiringi dengan irama tabuhan rebana sambil berkeliling kampung. Sementara itu, sekelompok orang saling berbalas pantun dalam bahasa Mandar di depan kuda menari tersebut.

Hasil Kerajinan

 

Pada aspek kerajinan (Handycraft) Polewali Mandar sesungguhnya sangat potensial, sehingga sangat perlu untuk dikembangkan. Di antara kerajinan yang dapat diandalkan adalah sarung sutera Mandar (lipaq saqbe), anyaman, sulaman, dan cindera mata kerang-kerangan. Sutera Mandar ditenun tanpa menggunakan mesin. Hingga sekarang, kerajinan tradisional ini digalakkan dibeberapa kecamatan pesisir pantai. Sutera Mandar sangat cocok dijadikan sebagai cindera mata bagi yang mengunjungi Polewali Mandar. Selain awet, sarung ini juga tidak luntur.

Kuliner Khas Polewali Mandar

 

Salah satu kekhasan suatu daerah adalah makanan. Alam dan iklim turut membentuk terciptanya berbagai macam dan jenis makanan, sehingga, di mana-mana, kita sering menemukan variasi makanan dari bahan yang sama. Khusus di Polewali Mandar, sebagaimana juga diwilayah Mandar lainnya, golla kambu, loka anjoroi, atau bau peapi adalah sedikit diantara sekian jenis makanan tradisional yang masyhur dan menjadi ikon Polewali Mandar di bidang makanan. Dari tiga jenis makanan tersebut, baru golla kambu yang dikelola dan dikembangkan, baik pada cita rasa maupun kemasan. Makanan khas ini terbuat dari gula aren yang dicampur beras ketan dan diberi parutan kelapa. Dengan rasanya yang manis, membuat makanan ini sangat enak dinikmati untuk sarapan. Dengan kekhasan itulah, golla kambu dikemas dan dijajakan di pasar-pasar atau dideretan kios golla kambu didepan Kantor Kecamatan Campalagian.

Ditempat ini, kendaraan roda empat atau roda dua yang melintas biasanya singgah untuk menyempatkan membeli oleh-oleh golla kambu. Adapun loka anjoroi (pisang yang disantai) dan bau peapi (ikan yang dimasak dengan bumbu-bumbu ala Mandar) dapat dinikmati hangat-hangat saat rekreasi atau suasana santai.

Kalender Event Tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar

 
  1. Festifal Sungai Mandar (maret) di Tinambung
    Festival ini merupakan sebuah event yang berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sungai yang dijadikan sebagai TPA sampah oleh masyarakat. Festival yang selanjutnya disingkat FSM ini digagas oleh sekelompok pemuda kreatif yang berdomisi di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. FSM pertama dimulai pada tahun 2014, lalu kemudian oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dijadikan sebagai even tahunan pada bulan Maret. Kegiatan ini dilaksanakan di bantaran Sungai Mandar, Tinambung. Pada FSM ini berlangsung beberapa hari dengan jadwal kegiatan mulai pagi sampai malam hari. Beberapa kegiatan di FSM antara lain, Pertunjukan Seni Tradisi, Teater, Puisi, Tari dan Sarasehan Budaya. Di samping itu juga ada kegiatan lain seperti lomba menulis cepen, melukis dan puisi bagi anak-anak, lomba film dokumenter, lomba foto serta kegiatan workshop seperti workshop mengolah sampah.
  2. Festival Sandeq & Sandeq Race (September) Di Pantai Bahari - Polman
    Perahu Sandeq adalah puncak kebudayaan Mandar dalam bidang kebaharian. Untuk melihat "Keutuhan" Sandeq, diperlukan banyak sudut pandang. Sandeq memang perahu bercadik tercepat di kawasan Austronesia, dari Madagaskar ke pulau Paskah, dari Taiwan ke Selandia Baru. Perahu asal Mandar ini setiap tahun dilombakan. Event ini dilaksanakan sekitar bulan September setiap tahunnya dimana peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak kurang dari 40 Perahu. Sandeq Race di Polewali Mandar dibungkus dalam sebuah kegiatan yang disebut Festival Sandeq. Pada Festival Sandeq ini ada Kampung Sandeq yang di dalamnya terdapat beberapa kegiatan dengan melibatkan masyarakat nelayan, seperti lomba perahu dayung ‘lepa-lepa’.
  3. Pesta Nelayan (Maret) di Desa Tangnga Tangnga Kecamatan Tinambung (Festival Malauyung)
    Sandeq Keccuq berarti Kecil (Bahasa Mandar), artinya perahu tradisional Mandar yang berukuran kurang lebih 12 meter. Saat ini juga dibuat dalam ukuran kecil yakni kurang lebih 5 meter. Awalnya kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung Kab. Polewali Mandar. Perahu yang digunakan adalah "Soppe-soppe" sejenis sampan bercadik, dilengkapi dengan layar berbentuk segitiga. Event ini dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Pesta Nelayan. Sejak tahun 2011 pelaksanaan Lomba Sandeq Keccuq kemudian dilaksanakan di tingkat kabupaten dalam dua jenis lomba, yakni etape Pantai Desa Tangnga-Tangnga, Tinambung, lalu Finish di Pantai Bahari Polewali. Kemudian dilanjutkan dengan Lomba Segitiga di Pantai Bahari Polewali. Event ini selanjutnya akan ditetapkan sebagai event tetap tahunan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar.
  4. Festival Budaya Polewali mandar (Desember) di Polewali
    Festival Budaya Polewali Mandar telah menjadi event tetap yang dilaksanakan setiap tahunnya sejak Tahun 2005. Dalam perkembangan selanjutnya Festival Budaya. Akhirnya sejak tahun 2009 kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Jadi Polewali Mandar yang Jatuh setiap Tanggal 29 Desember. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Festival Budaya ini antara lain; Karnaval Budaya, Pagelaran Kesenian Tradisional, Permainan Rakyat, Paduan Suara, Festival Lagu daerah dan lain-lain.
  5. Festival Kuda Menari (Saiyyang Patuqduq) (Maret) di Tinambung
    Setelah FSM dilanjutkan dengan Festival Saiyyang Pattuqduq. Saiyyang Pattuqduq adalah salah satu jenis tradisi yang ada di Mandar, Sulawesi Barat. Ritual yang paling khas di Polewali Mandar adalah Totammaq Mangayi (khatam Al-Qur'an). Pada acara ini ditandai dengan pessaweang saeyyang pattuqdu (menunggang kuda menari) yang dilakukan oleh putra dan putri Mandar berpakaian adat dan diarak keliling kampung diiringi parrawana (penabuh rebana) diselingi dengan kalindaqdaq (sastra lisan Mandar). Acara ini biasanya dihelat di bulan Maulid. Menariknya dari ritual semacam ini biasanya diawali dengan pambacangan (upacara syukuran) dengan melantunkan Barzanji (tembang pujian kepada Nabi Muhammad SAW) pada saat pagi dan siang harinya. Barulah pada sore harinya digelar acara Menunggang Kuda Pattuqduq. Kecamatan yang sering melakukan ritual ini Balanipa, Matakali, Wonomulyo, Campalagian, Mapilli, Luyo, Tinambung, Limboro, Alu dan Polewali. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menjadikan Saiyyang Pattuqduq sebagai sebuah even yang digelar di bulan Maret.
  6. Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF)
    PIFAF adalah sebuah event bertaraf international yang diikuti para komunitas penggiat seni tradisi antar bangsa yang dilakukan di Indonesia. Event ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan dunia International terhadap Indonesia, khususnya kepada Kabupaten Polewali Mandar terutama dalam mendukung agenda Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 (duapuluh) juta di tahun 2019 dan mendukung program misi perdamaian dunia melalui jembatan interaksi kebudayaan antar bangsa-bangsa. Kehadiran peserta PIFAF dari luar negeri akan berdampak ganda (multiplier effect) terhadap pengembangan kesenian rakyat dan kepariwisataan, karena selain menjadi media komparatif dan akulturasi juga menjadi ajang promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Event ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar dengan Conseil International des Organisation de Festivals de Folklore de Arts Traditionnels (CIOFF) Indonesia section

DATA OBJEK WISATA DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Wisata Alam

1. Sungai Biru di Kecamatan Binuang;
2. Air terjun Galung di Biru Kecamatan Binuang;
3. Air Terjun Salu Sitammu di Passembarang Kecamatan Binuang
4. Air Terjun Indo Rannuang dan Kunyi Tracking di Kecamatan Anreapi;
5. Air terjun Limbong Miala dan Limbong Kamandang di Kecamatan Tapango;
6. Wisata Air Terjun Kaleok di Kecamatan Binuang;
7. Sungai Limbong Sito’do di Kecamatan Anreapi;
8. Bendung Sekka-Sekka di Kecamatan Mapilli;
9. Bendung Lakejo di Kecamatan Tapango;
10. Bendungan Kandang di Kecamatan Anreapi
11. Panorama Alam Pedalaman (Kelapa Dua dan Atai) di Kecamatan Anreapi;
12. Panorama Alam Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi
13. Air Panas Makula Kalimbua di Kecamatan Tapango;
14. Perkampungan Nelayan Tradisional Tonyaman di Kecamatan Binuang;
15. Traditional Village of Suruang di Kecamatan Campalagian;
16. Sungai Pappandangan di Kecamatan Anreapi;
17. Sungai Mandar di Kecamatan Tinambung;
18. Sungai Mapilli di Kecamatan Mapilli
19. Pulau Battoa di Kecamatan Binuang;
20. Pulau Landea di Kecamatan Binuang;
21. Pulau Tosalama di Kecamatan Binuang;
22. Pulau Gusung Toraja di Kecamatan Binuang;
23. Pulau Karamasang Kecamatan Binuang;
24. Pulau Panampeang di Kecamatan Binuang;
25. Pantai Dea-dea di Kecamatan Binuang;
26. Tanjung Tarrusan di Kecamatan Binuang
27. Pantai Pasir Putih Mirring di Kecamatan Binuang;
28. Pantai Sappoang di Kecamatan Binuang;
29. Bahari Beach di Kecamatan Polewali;
30. Pantai Mampie di Kecamatan Wonomulyo;
31. Pantai Garessi di Kecamatan Wonomulyo;
32. Pantai Ba’batoa Lapeo di Kecamatan Campalagian; dan
33. Pantai Palippis dan Labuang di Kecamatan Balanipa.
34. Pantai Tanjung Buku di Kecamatan Mapilli
35. Pantai Tete Desa Paku Kecamatan Binuang
36. Pantai Silopo Desa Mirring Kecamatan Binuang
37. Pantai Labuang Desa Laliko Kecamatan Campalagian
38. Pantai Galetto Kecamatan Balanipa
39. Pantai Tangnga Tangnga Kecamatan Tinambung
40. Pantai Kampung Baru Kecamatan Tinambung
41. Rest Area Pantai Palippis Kecamatan Balanipa
42. Rest Area Pantai Sappoang Kecamatan Binuang
43. Rest Area Pesanggarahan Tumonga Kecamatan Anreapi
44. Kawasan Hutan Bambu di Kecamatan Alu
45. Limbong Lopi di Kecamatan Binuang
46. Salu Pajaan di Kecamatan Binuang
47. Rawa Bangun di Kecamatan Binuang
48. Polman Waterboom di Kecamatan Binuang.

Wisata Sejarah dan Budaya

1. Mesjid dan Makam Imam Lapeo di desa Lapeo Kecamatan Campalagian;
2. Makam Tobarani di Kecamatan Tinambung;
3. Makam Todilaling di Kecamatan Balanipa;
4. Makam Tomepayung di Kecamatan Limboro;
5. Kompleks Makam Tuan Langarang di Kecamatan Limboro;
6. Kompleks Makam Pallabuang di Kecamatan Tinambung;
7. Kompleks Makam Tomakaka Allung di Kecamatan Matakali;
8. Makam To Salama Syekh Al’maruf Abdul Rahim Kamaluddin di Pulau Tangnga Kecamatan Binuang;
9. Makam Tosalama Beluwu di Kecamatan Luyo;
10. Makam Tosalama di Tinambung Kecamatan Tinambung;
11. Kompleks Makam Galetto di Kecamatan Balanipa;
12. Allamungan Batu di Luyo Kecamatan Luyo;
13. Pembuatan Perahu Sandeq di Kecamatan Balanipa;
14. Pembuatan Kuliner Tradisonal Mandar Kecamatan Limboro, Campalagian,Tinambung, Balanipa;
15. Pembuatan Tali Mandar di Kecamatan Tinambung;
16. Sanggar Seni Beru-Beru di Kecamatan Polewali;
17. Annual Festival Of Culture & Art di Kecamatan Polewali;
18. Kuda Lumping Banato Rejo di Kecamatan Wonomulyo;
19. Orkes Campur Sari di Kecamatan Wonomulyo;
20. Reog Ponorogo Bumiayu di Kecamatan Wonomulyo;
21. Kuda Lumping Sughi Waras dan Arjo Sari di Kecamatan Wonomulyo;
22. Orkes Toriolo di Kecamatan Campalagian;
23. Tari Pallake di Kecamatan Campalagin;
24. Tenun Sutera (silk weaving) di Kecamatan Balanipa dan Limboro;
25. Pusat Kerajinan Rakyat di Kecamatan Balanipa;
26. Tarian Kuda (Saeyang Pattudu) di Kecamatan Balanipa;
27. Mesjid Lambanan di Kecamatan Balanipa;
28. Bunda Cammana Traditional Orchestra (Parawana) di Kecamatan Balanipa; dan
29. Tari Perang di Kecamatan Bulo.
30. Tari To Erang Batu di Kecamatan Binuang;
31. Sanggar Seni Sossorang di Kecamatan Tinambung;
32. Batu Bendera di Kecamatan Matakali
33. Kecapi Perempuan ( Pakkacaping Towaine) Kecamatan Limboro
34. Orkestra Traditional Mandar di Kecamatan Tinambung, Balanipa Limboro.

Wisata Minat Khusus

1. Kawasan Mangrove di Kecamatan Binuang dan di Kecamatan Campalagian;
2. KSDA Mampie Mangrove di Kecamatan Wonomulyo;
3. Mampie Lampuko Ekotour National Preserve di Kecamatan Wonomulyo;
4. Kawasan Wisata Agro Kebun Kakao Kecamatan Mapilli dan Luyo
5. Kawasan Wisata Lembang Sinure Desa Puppuquring Kecamatan Alu;
6. Kawasan Eko Wisata Susur Sungai Mapilli Kecamatan Mapilli.

Wisata Mice & Event

  1. Festival Budaya Polewali Mandar;
  2. Festival Sandeq;
  3. Sandeq Race ;
  4. Pesta Nelayan;
  5. Pesta Tani;
  6. Pesta Adat:
  7. Pesta Rakyat;
  8. Pesta Buah;
  9. Festival Malauyung
  10. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW;
  11. Ritual Baca Nene’ Adam;
  12. Festival Sungai Mandar
  13. Festival Bahari Polewali Mandar;
  14. Polewali Mandar Expo;
  15. Festival Saeyyang Pattuqduq (Kuda Menari)
  16. Polewali Mandar International Folk And Art Festival (PIFAF) ;
  17. Sport Toursm (Olahraga Rekreasi).

 

 

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP), KABUPATEN POLEWALI MANDAR

DPMPTSP Kabupaten Polewali Mandar dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Polewali Mandar, dengan kewenangan mengelola pengajuan penanaman modal dan perijinan, dan mendapatkan pelimpahan kewenangan penandatanganan perizinan dan non-perizinan dari Bupati kepada Kepala DPMPTSP.

Daftar Jenis Pelimpahan Kewenangan Penandatanganan Perizinan dan Non Perizinan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Polewali Mandar

  1. PERIZINAN
  2. NON PERIZINAN
  1. Perizinan Penanaman Modal
    1. izin prinsip Penanaman Modal;
    2. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal;
    3. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal;
    4. Izin Usaha Penanaman Modal;
    5. Izin Usaha Perluasan Penanaman Modal;
    6. Izin Usaha Perubahan Penanaman Modal;
    7. Izin Usaha Penggabungan Penanaman Modal;
    8. Izin Usaha Kawasan Industri; dan
    9. Izin Usaha Perluasan Kawasan Industri.
  2. Perizinan Dasar
    1. Izin Lokasi/ Penetapan lokasi;
    2. Izin Mendirikan Bangunan di atas 50 m2;
    3. Izin Gangguan diatas intensitas sedang; dan
    4. Izin Lingkungan.
  3. Perizinan Usaha / Perekonomian
    1. Surat Izin Usaha perdagangan ( SIUP) dengan nilai modal diatas; Rp. 50.000.000 , - (Lima puluh juta rupiah);
    2. Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
    3. Izin Usaha Industri (IUI);
    4. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK);
    5. Izin Usaha Bidang Pertanian;
    6. Izin Usaha Angkutan;
    7. Izin Usaha Simpan Pinjam;
    8. Izin Usaha Kapal Pengangkut Ikan dibawah GT 5;
    9. Izin Perbengkelan;
    10. Izin Ruang Pamer (Showroom);
    11. Izin Pembukaan Kantor Cabang Kopersai;
    12. Izin Usaha Toko Swalayan;
    13. Izin Pangkalan Gas
  4. Perizinan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan
    1. Izin Usaha Penggiling Gabah;
    2. Izin Pengeluaran Ternak;
    3. Izin Pemotongan Ternak;dan
    4. Izin Usaha Budidaya Ikan.
  5. Perizinan Kesehatan:
    1. Izin Praktek Dokter: (1) Umum; (2) Gigi; dan (3) Spesialis;
    2. Izin Praktek Bidan;
    3. Izin Praktek Perawat;
    4. Izin Praktek Apoteker;
    5. Izin Pendirian Toko Obat;
    6. Izin Pendirian Apotek;
    7. Izin Pendirian Optikal;
    8. Izin Pendirian Klinik;
    9. Izin Operasional Klinik;
    10. Izin Pendirian Rumah Sakit;
    11. Izin Operasional Rumah Sakit;
    12. Izin Pendirian Puskesmas;
    13. Izin Operasional Rumah Sakit Type C dan Type D;
    14. Izin Air Minum Dalam Kemasan;
    15. Izin Air Minum Isi Ulang;
    16. Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian (SIKTTK);
    17. Izin Analisis Kesehatan;
    18. Izin Usaha Produksi Industri Rumah Tangga Pangan;
    19. Izin Kerja Perawat;
    20. Izin Fisioterapi;
    21. Izin Praktek Tenaga Gizi; dan
    22. Izin Praktek Radiografer/Radiologi
  6. Perizinan Pendidikan
    1. Izin Pendirian Lembaga Kursus dan Pelatihan;
    2. Izin Operasional Lembaga PAUD;
    3. Izin Operasional TK;
    4. Izin Operasional PKBM, LKP, dan TBM;dan
    5. Izin Operasional SD dan SMP Tingkat Negeri.
  7. Perizinan Sosial dan Ketenagakerjaan
    1. Izin Orang Tua Angkat;
    2. Izin Pendirian Panti Asuhan;
    3. Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA);
    4. Izin Operasional Lembaga Pelatihan Kerja (LPK);dan
    5. Izin Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia dan Swasta.
  8. Perizinan Perhubungan, Komunikasi dan Informasi
    1. Izin Trayek;
    2. Izin Pelataran Reklame;
    3. Izin Pelataran Keramaian;
    4. Pas Kecil dan Sertifikat Keselamatan Kapal; dan
    5. Izin Menara Telekomunikasi.
  9. Lain-Lain
    1. Izin Pemakaian Kekayaan Daerah;dan
    2. Izin Penelitian.
  1. Tanda Daftar Industri;
  2. Tanda Daftar Perusahaan Dengan Nilai Modal diatas Rp. 50.000.000; (Lima Puluh Juta Rupiah);
  3. Tanda Daftar Gudang Yang Menggunakan UPL/UKL;
  4. Tanda Daftar Usaha Penyelenggaraan Kepariwisataan meliputi :
    1. usaha daya tarik wisata;
    2. usaha kawasan pariwisata;
    3. usaha jasa transportasi;
    4. usaha perjalanan wisata;
    5. usaha jasa makanan dan minuman;
    6. usaha penyediaan akomodasi;
    7. usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;
    8. usaha penyelenggaraan pertemuan perjalanan insentif, konfrensi dan pameran;
    9. usaha wisata tirta;
    10. usaha jasa informasi pariwisata;
    11. usaha jasa konsultan pariwisata;
    12. usaha jasa pramuwisata;dan
    13. spa.
  5. Penerbitan Kartu Pencari Kerja; dan
  6. Kartu Pengawasan Kendaraan.

TABULASI DATA
POTENSI dan PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA dan PMDN
KABUPATEN POLEWALI MANDAR 

NO

SEKTOR (SUB SEKTOR)

LOKASI INVESTASI

BIDANG USAHA

STATUS KEPEMILIKAN

LUAS AREA

PROYEKSI NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

PERTANIAN

Kabupaten Polewali Mandar

Teknologi Pertanian tepat-guna, intensifikasi lahan dan penyediaan saprodi, peningkatan produksi hortikultura dan biofarmaka.

Masyarakat

35.0000 Ha

Rp. 17.500.000.000

2.

PERKEBUNAN

Kabupaten Polewali Mandar

Peningkatan produksi tanaman perkebunan rakyat dengan perluasan lahan dan pemberian bibit unggul serta pengolahan hasil perkebunan

Masyarakat

3,5 Ha

Rp. 48.000.000

3.

PETERNAKAN

Kabupaten Polewali Mandar

  1. Ekstensifikasi lahan hijauan pakan ternak
  2. Pemanfaatan teknologi biogas
  3. Program kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet), serta
  4. diversifikasi ternak.

Pemerintah Masyarakat

a. 18.494 Ha

b. 2 Unit

c. SeKab. Polman

d. SeKab. Polman

a.  Rp. 25.000.000

b.  Rp. 30.000.000

c.   Rp. 74.000.000

d.  Rp. 41.350.000.000

4.

PERIKANAN/

KELAUTAN

Kabupaten Polewali Mandar

Peningkatan Produksi Perikanan Laut, Perairan Umum dan Budidaya.

Masyarakat

6.888,72 ha

Rp. 1.033.308.000

5.

ENERGI

Lilli-Sapporakki dan Matangnga

Dusun Meriha, Desa Taloba, Kecamatan Tubbi Taramanu

  1. Pemanfaatan Sumber Panas Bumi permukaan di 2 lokasi.
  2. Pembangkit Tenaga Listrik Minihidro pada aliran sungai Maloso

Pemerintah Kabupaten

3.300 dan 4.700 ha

---

--

6.

TRANSPORTASI

Kabupaten Polewali Mandar

Penyempurnaan jalan yang masih dalam kondisi rusak dan rusak berat (171,44 km).

Pemerintah Kabupaten

1.714.400 m

--

7.

PERTAMBANGAN

Kecamatan Anreapi; Tapango; Kecamatan Matakali dan Anreapi; serta Binuang.

Pemanfaatan sumber mineral (galena, bijih besi, timbal, sirtu dan andesit) dengan memperhatikan azas kelestarian sumber daya alam.

Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

5.000 ha

--

8.

PARIWISATA

Kabupaten Polewali Mandar

  1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi;
  2. Pembangunan Fasilitas Umum dan Publik di Tempat Tujuan Wisata;
  3. Pembangunan hotel/penginapan di tempat tujuan wisata tertentu;
  4. Restoran/Toko Suvenir/Tempat Ibadah;
  5. Pembinaan/Pemeliharaan;
  6. Pelatihan Pemandu Wisata.

Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

a.     -

b.     1 Paket

c.     -

d.     -

e.     -

f.      40 Orang

a.     -

b.     Rp. 1.400.000.000

c.     -

d.     -

e.     -

f.      Rp. 50.000.000

PETA KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Kontak Investasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kabupaten Polewali Mandar
Jln. Manunggal No. 11, Pekkabata, Polewali
Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia 91315
Fax. (0428) 21422
Website: dpmptsp.polmankab.go.id

Contact Person:
1. Sumule Toding, S.Sos., M.Si/Kabid Penanaman Modal/081342136978

 

Back to top
Go to bottom
iden
201305
TodayToday49
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3873
This_MonthThis_Month25124
All_DaysAll_Days201305

Free Joomla! template by L.THEME