Kab Konawe Selatan
Kab Konawe Selatan

KABUPATEN KONAWE SELATAN

lambang kab konawe selatan

  1. Profil Bupati

bupati konawe selatanBUPATI KONAWE SELATAN
H. Surunuddi Dangga, ST., MM.

Beliau dilahirkan di Puday pada tanggal 15 Maret 1954, sekarang tinggal di Jl. R. Suprapto No. 200, Kendari.

Setelah menamatkan seluruh pendidikan dasarnya, beliau kemudian meneruskan pembelajarannya di Perguruan Tinggi, hingga akhirnya mendapatkan Gelar S-2 (Magister Management) dari Universitas Haluoleo, Kendari.

Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan (2010 – 2015) dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi tenggara (2014-2015) sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Konawe Selatan periode 2016 – 2021.

VISI DAN MISI

Visi: “Menuju Konawe Selatan Sejahtera, Unggul dan Amanah berbasis Pedesaan Tahun 2021”.

Misi:

  1. Mewujudkan tata Pemerintahan yang baik dan bersih;
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
  3. Meningkatkan pengembangan ekonomi lokal dan daerah yang berkelanjutan;

Meningkatkan Ketahanan Pangan

GAMBARAN UMUM DAERAH

Kabupaten Konawe Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibukota Kabupaten ini terletak di Andoolo. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Kendari yang disahkan dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2003, tanggal 25 Februari 2003. Kabupaten Konawe Selatan secara geografis terletak di bagian Selatan Khatulistiwa, melintang dari Utara ke Selatan antara 3°58’56” dan 4°31’52” Lintang Selatan, dan membujur dari Barat ke Timur antara 121°58’ dan 123°16’ Bujur Timur, berbatasan dengan: Kabupaten Konawe dan Kota Kendari di sebelah Utara; Kabupaten Muna dan Kabupaten Bombana di sebelah Selatan; Kabupaten Kolaka di sebelah Barat; dan Laut Banda serta Laut Maluku di sebelah Timur. Luas wilayah Kabupaten Konawe Selatan adalah sekitar 451.420 ha atau 11.83% dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara, sedangkan luas wilayah perairan (laut) lebih dari 9.368 km2. Di wilayah ini masih terdapat sekitar 14.478 ha lahan yang tidak diusahakan oleh masyarakat. Kabupaten Konawe Selatan terdiri dari 25 kecamatan dengan 95 desa pesisir dan 266 desa non-pesisir yang terdiri dari 337 desa definitif, 9 desa persiapan dan 15 Kelurahan. Kecamatan yang ada di Konawe Selatan adalah: Kecamatan Andoolo, Andoolo Barat, Buke, Angata, Kolono, Kolono Timur, Konda, Lainea, Landono, Laonti, Moramo, Palangga, Ranomeeto, Tinanggea, Lalembuu, Baito, Benua, Basala, Sabulakoa, Mowila, Ranomeeto Barat, Wolasi, Laeya, Palangga Selatan dan Moramo Utara.

  1. Topografi
  2. Iklim
  3. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
  4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Permukaan tanah di Kabupaten ini umumnya dataran yang sangat potensial guna pengembangan pertanian yaitu terdapat pada 320 desa, selain itu terdapat 35 desa yang merupakan lereng/punggung bukit, serta 6 desa yang merupakan daerah aliran sungai (DAS). Jenis tanahnya sebagian besar bertipe grumosol, diikuti dengan tipe tanah podzolik, alluvial, mediteran dan latosol. Sedangkan berdasarkan ketinggian, wilayah terluas mempunyai tingkat kemiringan 1,8 - 13,5o yaitu seluas 147.208,06 ha (32,61%).

Kabupaten ini memiliki dua musim yaitu kemarau dan penghujan, dengan curah hujan mencapai 2.445,1 mm dalam 227 hari hujan. Suhu udara rata-rata berkisar antara 26oC dan 28oC dengan tekanan udara rata-rata sebesar 1.010,4 mb dengan kelembaban udara rata-rata 82% dan kecepatan angin sekitar 3 m/detik.

Berdasarkan hasil proyeksi sensus penduduk tahun 2010, penduduk Kabupaten ini pada tahun 2016 berjumlah 299.928 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,56%. Kepadatan penduduk mencapai 66 jiwa/km2, yang terdiri dari 152.710 laki-laki dan 147.218 wanita (rasio 104), dengan 69.844 rumah-tangga. Penempatan transmigrasi di Kabupaten ini pada tahun 2016 berjumlah 118 kepala keluarga dengan 472 jiwa. Angkatan kerja berjumlah 144.868 jiwa yang meliputi bekerja sejumlah 141.232 jiwa dan pengangguran sebesar 3.636 jiwa, di antaranya 1.722 adalah pencari kerja. Jumlah bukan angkatan kerja mencapai 51.974 jiwa yang terdiri dari 11.528 jiwa bersekolah, 34.581 jiwa mengurus rumah tangga dan 5.865 jiwa bidang lainnya. Dengan demikian TPAK mencapai 73,60%.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe Selatan mencapai 6,97%(2016). Kontribusi terbesar PDRB Kabupaten Konawe Selatan adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (27,18%), disusl kemudian  oleh Sektor Pertambangan dan Penggalian (22,69%) dan Sektor Transportasi dan Pergudangan (17,81%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

221 Taman Kanak-Kanak (TK); 28 Raudatul Athfal; 313 Sekolah Dasar (SD); 22 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 80 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 28 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 28 Sekolah Menengah Atas (SMA); 17 Madrasah Aliyah (MA).

Kesehatan

1 unit Rumah Sakit Daerah; 23 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas); 62 unit Puskesmas Pembantu (Pustu); 3 unit Puskesmas Keliling; 27 unit Pos Persalinan Desa (Polindes); 420 unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu); dan 136 unit Pos Kesehatan Desa (Poskesdes); serta 42 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 368 Pos Pelayanan KB Desa (PPKB). Tenaga Kesehatan: 7 dokter spesialis, 26 dokter umum, 15 dokter gigi, 35 apoteker, 368 perawat, 364 bidan, 54 ahli gizi, 25 ahli sanitasi dan 190 tenaga kesehatan masyarakat.

Agama

278.638 orang beragama Islam; 3.994 orang beragama Protestan; 1.512 orang beragama Katholik; 15.585 orang beragama Hindu; 199 orang beragama Budhha. Sarana peribadatan yang ada yaitu 476 Masjid, 338 surau, 60 gereja, 62 pura dan 3 vihara.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas lahan panen padi sawah: 33.015 ha dengan produksi padi berkisar 132.185 ton; padi ladang: 2.905 ha; 7.183 ton; jagung: 2.731 ha; 13.965 ton; kacang tanah: 159 ha; 151 ton; kacang hijau: 186 ha; 148 ton; kedele: 2.323 ha; 6.164 ton; ubi kayu: 762 ha; 19.424 ton; ubi jalar: 234 ha; 1.415 ton.
  2. Hotrikultura

    Sayuran: bawang daun (71,9 ton), kentang (0,7 ton), kubis (0,4 ton), kembang kol (14 ton), petsai/sawi (179,3 ton), cabai rawit (2.011 ton); cabai besar (1.610,8 ton); tomat (1.465,6 ton); terong (1.600,7 ton); Buncis (830,6 ton), ketimun (1.098,4 ton); labu siyem (722,2 ton), kacang panjang (2.799,5 ton); bayam (85 ha; 170 ton); ); melinjo (29,8 ton); petai (134,7 ton); jengkol (19,5 ton) dan kangkung (2.793,6 ton).

    Buah-Buahan: jeruk Siam (50.324,6 ton); mangga (130,2 ton); nenas (457,3 ton); langsat (222,5 ton); alpukat (92,6 ton); nangka (994,1 ton); rambutan (1.460,4 ton); durian (532,8 ton); pisang (4.340,9 ton); sirsak (177,7 ton); sukun (334,8 ton); jeruk besar (389,9 ton); jambu biji (203,7 ton); sawo (83,9 ton); pepaya (1.890,6 ton); salak (237,6 ton); belimbing (88,1 ton); jambu air (206 ton; manggis (76,5 ton); melon (194,4 ton); semangka (423,9 ton) dan markisa (0,4 ton).

Perkebunan

Hasil Perkebunan (kakao): 20.316 ha, 9.045 ton; kelapa: 4.633 ha, 3.635 ton; kelapa hibrida: 2.103 ha, 2.949 ton; kemiri: 679 ha, 289 ton; jambu mete: 15.766 ha, 6.102 ton; kopi: 1.326 ha, 310 ton; pala: 185 ha, 14 ton; cengkeh: 701 ha, 45 ton; enau: 5 ha; vanili: 287 ha, 31 ton; tebu: 10 ha; karet: 242 ha; kelapa sawit: 423 ha, 13 ton; lada: 3.144 ha, 1.099 ton; pinang: 163 ha, 114 ton; sagu: 1.218 ha, 150 ton; dan nilam: 508 ha, 4,6 ton.

Peternakan

65.434 sapi; 332 kerbau; 2 kuda; 10.040 kambing; 4.854 babi; 1.419.477 ayam kampong; 875.321 ayam pedaging; 45.789 ayam petelur; dan 42.848 itik/entog.

Kehutanan

Luas hutan: 464.605,84 ha (hutan produksi biasa: 65.017 ha; hutan produksi terbatas: 3.707 ha; hutan lindung: 44.251 ha; hutan wisata/PPA: 77.587,55 ha; Hutan kawasan perairan: 13.185,73 ha; dan areal penggunaan lain: 260.857 ha). Hasil hutan: rotan (181 ton).

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Tangkap (Laut): 3.900 ton; Perikanan Darat: 17.865,34 ton (perairan umum: 8.440 ton; tambak: 8.800 ton; dan kolam: 625,34 ton).

Energi

Ada 36.616 pelanggan dengan 46.910.073 KWh listrik yang terjual, dari produksi sebesar 60.673.140 KW.

Air minum yang disalurkan ke 799 pelanggan mencapai 10.458 m3. Sumber air baku didapatkan dari Sungai Roraya dengan debit air 512,49 m3/detik dan 105 Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pertambangan

Batu kapur (11.799 MT) dan Nikel (1.226.440 MT).

Perindustrian dan Perdagangan

Jumlah seluruh industri di Kabupaten Konawe Selatan tercatat 2.574 unit dengan rincian sebagai berikut: Makanan, Minuman dan Tembakau (427 unit; 260 tenaga kerja; Rp. 891-juta nilai produksi); Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya (1.620 unit; 398 tenaga kerja; Rp. 1.120-juta); dan Barang lainnya (523 unit; 423 tenaga kerja; Rp. 660-juta)

Pariwisata

1 hotel berbintang dan 19 hotel non-bintang dengan 209 kamar dan 265 tempat tidur, yang dikunjungi oleh 37.872 wisatawan.

Transportasi dan Komunikasi

  1. Perhubungan darat
    Panjang jalan tahun 2016 tercatat sebesar 1.032,4 km yang terdiri dari jalan beraspal sepanjang 183,28 km dan jalan kerikil sepanjang 848,76 km. Sedangkan jembatan berjumlah 441 unit setara dengan 3.447,17m.
  2. Perhubungan Udara
    Bandar Udara Haluoleo selama tahun 2016 melayani jumlah pesawat yang tiba sebanyak 4.953 unit dan berangkat sebanyak 4.945 unit, sedangkan penumpang yang tiba sebanyak 617.161 orang dan berangkat sebanyak 635.558 orang.
  3. Perhubungan Laut
    Pelabuhan laut di Konawe Selatan pada tahun 2016 dikunjungi 2.276 kapal dengan 82.698.640 GRT, penumpang turun sebanyak 109.440 orang dan penumpang naik sejumlah 105.554 orang. Dua pelabuhan penyeberangan yang melayani pelayaran domestik atau antar pulau: Pelabuhan Amolengo (Kecamatan Kolono) dan Pelabuhan Torobulu (Kecamatan Tinanggea). 
  4. Pos & Telekomunikasi dan Perbankan
    Fasilitas fisik Pos dan Giro mencapai jumlah 8 unit Kantor Pos dan 2 Rumah Pos. Jumlah Bank di Kabupaten ini tercatat 14 unit, yaitu: BRI (4 unit), BPD (5 unit), Bank Mandiri (1 unit), Bank Arta Graha (1 unit), Bank Haralata (1 unit), Bank Bahtera Mas (1 unit) dan Bank Danamon (1 unit), serta 301 Koperasi.

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN?

Pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan pada dasarnya adalah usaha untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Dengan jalan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Salah satu pemanfaatan sumber daya manusia yakni pada sektor Ekonomi Kreatif. Pemerintah Daerah memfokuskan pada Subsektor Kerajinan dan berupaya pada pemantapan perencanaan pengembangan ekonomi kreatif secara komprehensif guna meningkatkan promosi pariwisata ke lingkup regional, nasional dan internasional. Perencanaan strategis merupakan salah satu dari sekian jenis perencanaan dibuat oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menentukan strategi-strategi yang efektif untuk digunakan dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui kegiatan ekonomi kreatif, karena lebih bersifat komprehensif dalam arti lebih memfokuskan pada analisis lingkungan secara keseluruhan baik lingkungan eksternal, maupun lingkungan internal.

 

 

PARIWISATA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Kabupaten Konawe Selatan memiliki tempat-tempat kunjungan wisata yang sangat menarik dan merangsang pengunjung untuk kembali ke lokasi tersebut. Obyek wisata yang terdapat di Kabupaten ini antara-lain :

Air Terjun Moramo

Air terjun ini terletak di sebelah Selatan Kabupaten Konawe Selatan, dengan jarak sekitar 50 Km dari arah Kota Kendari. Air terjun ini terletak dalam kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa, air terjun spektakuler ini memiliki 7 undakan/terap utama dan sekitar 60 undakan penunjang.

Air Panas Kaeendi

Obyek wisata ini terletak di Kecamatan Lainea, memiliki daya tarik panorama alam yang indah dan sumber mata air sebanyak tiga lokasi dan kurang lebih 20 meter dari sumber air panas ini terdapat sungai yang berada dalam satu kawasan.

Pesona Rawa Aopa

TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW) adalah taman nasional yang ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1989, dan memiliki wilayah seluas 1.050 km². Ketinggian taman ini bervariasi dari di atas permukaan laut hingga ketinggian 981 m. Taman ini memiliki beragam vegetasi, di antaranya adalah hutan mangrove. Berdasarkan survei inventarisasi potensi hingga tahun 2002, paling tidak di kawasan TNRAW ada sebanyak 501 jenis tumbuhan dari 110 famili dan diantaranya ada beberapa jenis dilindungi. Di lokasi ini dapat dijumpai berbagai tempat wisata yang sangat menarik antara-lain:

  1. Hutan Mangrove
    Hutan ini berlokasi di Muara Lanowulu, dengan potensi wisata antara-lain: Panorama alam, photo hunting, mendayung, penelitian, rekreasi, menyaksikan aktivitas masyarakat, bird watching, susur sungai.
  2. Rawa Aopa
    Potensi wisata meliputi Panorama alam, fishing, photo hunting, mendayung, penelitian, rekreasi, menyaksikan aktivitas masyarakat, bird watching, dll. Rawa ini merupakan habitat alami Fauna berbagai jenis antara lain burung yang dilindungi maupun belum dilindungi.
  3. Savana
    Lokasinya dinamakan Savana Lanowulu-Langkowala, dengan Potensi wisata antara lain: Panorama alam, photo hunting, penelitian, rekreasi, bird watching, camping. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam antara lain panorama senja (sunset) dan panorama pagi (sunrise).
  4. Hutan Pendidikan Tatangge
    Lokasi ini memiliki potensi wisata: Pendidikan Lingkungan, photo hunting, penelitian, rekreasi, bird watching, camping, jungle track, dll. Hutan Pendidikan Tatangge merupakan tempat yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis satwa liar.
  5. Panorama Alam
    Lokasi ini merupakan salah satu arena yang tepat untuk melepas kepenatan di akhir pekan (weekend). Disini pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas menantang seperti memanjat pohon dengan menggunakan rambatan liana atau menangkap jenis kupu-kupu yang beterbangan.
  6. Gunung Watumohai
    Kawasan Gunung Watumohai merupakan tempat yang penting untuk tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis satwa liar.

Pulau Hari

Berkunjung ke Pulau Hari, sama dengan memanjakan diri dengan wisata bahari. Pulau ini berada di bagian Timur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ada 15 diving sites di pulau ini, dan dua sites lain ada di pulau tetangganya Saponda Darat dan Saponda Laut, serta satu site di pesisir Labuan Peropa.

  1. Terumbu Karang
    Di sekitar diving sites, sejumlah ikan berseliweran seakan minta diajak bermain. Beberapa jenis ikan yang masuk dalam kategori hampir punah juga didapatkan di sini, di antaranya ikan Sunu, Kerapu, Sotong, Gurita, Lobster, dan lainnya.
  2. Hamparan Pasir Putih Pulau Hari
    Dari Kota Kendari, hanya butuh waktu satu jam untuk mencapai pulau ini, dengan menggunakan boat yang banyak terdapat di pelabuhan Beringin, kompleks Pasar Sentral Kota Lama, Kendari.

Pantai Senja di Konawe Selatan

Pantai yang berada di desa Wawatu, Kecamatan Moramo menjadi salah satu tempat wisata yang banyak muncul di media sosial, dengan pemandangan pantainya yang memiliki pasir putih dan batu-batu cadas seakan bermunculan dari laut. Walaupun tidak cocok untuk snorkeling, namun dengan airnya yang jernih, membuat bagian dasar laut bisa terlihat.

Obyek Wisata Pulau Lara

Pulau Lara merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Ukuran Pulau Lara tak begitu besar, dengan garis pantai hanya sekitar 100 meter dan di tengahnya dipotong dermaga kayu sepanjang 75 meter menjulur ke laut mejadikan tempat ini sebagai salah satu titik untuk photoshoot ataupun ada yang ingin menikmati keindahan bawah laut dengan bersnokling. Luas kawasan wisata ini sekitar 8,5 Ha termasuk karang dan daratannya. Lokasinya terletak di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, berada di kawasan Teluk Staring yang membuat arusnya tenang dan berair jernih.

Profil Desa Wisata Namu

Desa Namu merupakan bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Wilayah Desa Namu terletak di pesisir dan cukup mudah diakses oleh transportasi laut. Pada sisi Timur desa Namu berhadapan langsung dengan Pulau Buton bagian Utara, sedangkan di sisi Selatan, berdampingan langsung dengan Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan. Desa Namu juga cukup mudah diakses dari ibukota Kabupaten Konawe Selatan yang berada di sisi Utara desa, sedangkan sisi Barat desa seporos dengan wilayah adminitrasi Kota Kendari dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Desa berpenduduk 121 KK atau 481 jiwa ini dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beretnis Tolaki. Mata pencaharian warga terdiri dari nelayan dan petani kebun. Saat Musim Barat, warga Desa Namu sebagian besar melaut, sedangkan saat Musim Timur warga akan lebih banyak berdiam di desa untuk menjalankan sistem pertanian mereka.

Dalam dunia pariwisata, keindahan alam, ragam budaya dan ketersediaan infrastruktur bukan jaminan orang hadir di sebuah lokasi wisata. Namun lebih dari itu, keramahan dari warga tempat wisata berada merupakan kunci dari segalanya. Modal itu dimiliki Desa Namu, sebab, warga desa bersama pemerintah desa telah bersepakat untuk memajukan Desa Wisata Namu dengan mengedepankan sikap ramah dan kesantunan budaya mereka. Modal itu telah dimiliki warga desa karena keramahan mereka pada pengunjung membuat banyak wisatawan jatuh cinta pada pariwisata di Namu.

 

 

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN KONAWE SELATAN

DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan telah meningkatkan pelayanan perijinan dengan membuka sistem pelayanan di setiap Kecamatan guna mempermudah masyarakat setempat mengurus penerbitan Izin Usaha. Ada 26 jenis perijinan yang dilimpahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan kepada DPMPTSP yaitu antara lain: Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Tempat Penjualan Minumam Beralkohol (Binol), Izin Trayek, Izin Perikanan, Izin Gangguan (HO), Izin Tempat Usaha, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan izin usaha lainnya.

 

TABULASI DATA
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA DAN PMDN
KABUPATEN KONAWE SELATAN

NO

SEKTOR (SUB SEKTOR)

LOKASI INVESTASI

BIDANG USAHA

STATUS KEPEMILIKAN

LUAS AREA

(Ha)

PROYEKSI NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

PERTANIAN

Kabupaten Konawe Selatan

  • Teknologi Pertanian tepat-guna, intensifikasi lahan, peningkatan produksi hortikultura (sayuran dan buah-buahan) guna memenuhi kebutuhan dalam wilayah Kabupaten).

Masyarakat

--

--

2.

PERKEBUNAN

Kabupaten Konawe Selatan

  • Pengembangan produksi dan pertanaman kakao, kopra dan lada.

Masyarakat

--

--

3.

PETERNAKAN

Kabupaten Konawe Selatan

  • Pengembangan produksi peternakan guna memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.

Masyarakat

--

--

4.

PERIKANAN/

KELAUTAN

Kabupaten Konawe Selatan

  • Peningkatan Produksi Perikanan Laut, Perairan Umum dan Budidaya.

Masyarakat

--

--

5.

ENERGI

Kabupaten Konawe Selatan

  • Peningkatan kapasitas dan jangkauan jaringan listrik dan air bersih untuk seluruh wilayah Kabupaten.

Pemerintah Kabupaten

---

--

6.

TRANSPORTASI

Kabupaten Konawe Selatan

  • Pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi dan pengembangan jalan darat menembus daerah-daerah yang masih terpencil.

Pemerintah Kabupaten

--

--

8.

PARIWISATA

Kabupaten Konawe Selatan

  1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi;
  2. Pembangunan Fasilitas Umum dan Publik di Tempat Tujuan Wisata;
  3. Pembangunan hotel/penginapan di tempat tujuan wisata tertentu;
  4. Restoran/Toko Suvenir/Tempat Ibadah;
  5. Pembinaan/Pemeliharaan;
  6. Pelatihan Pemandu Wisata.

Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

--

--

PETA KABUPATEN KONAWE SELATAN

 

Kontak Investasi

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KABUPATEN KONAWE SELATAN
Alamat: Jalan Poros Kendari-Andoolo Kompleks Perkantoran Pemkab Konawe Selatan,
Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Contact Person : 
1. Hasbi, / Sekretaris / 085238317002
2. Nur Halim, SE. M.Si / Kabid Perencanaan / 085241678231

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME