Kota Sorong
Kota Sorong

KOTA SORONG

lambang kota sorong

  1. Profil Walikota

walikota sorong okWALIKOTA SORONG
Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM

Beliau dilahirkan di Jitmau/Ayamaru, 18 Oktober 1962, beragama Kristen Protestan, putera dari pasangan bapak ELISA JITMAU dan ibu DORKAS ISIR. Beliau beristerikan ibu PETRONELA KAMBUAYA, A.Md. S.Pd. dan dikaruniai 3 anak.

Beliau mengawali pendidikan dasarnya di SD YPK Jitmau (lulus tahun 1976), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Ransiki (lulus tahun 1984) dan ke SMA Negeri 415 Manokwari (lulus tahun 1987). Pendidikan tinggi ditempuhnya di STIE Indonesia Surabaya (lulus tahun 1991) dan pasca-sarjana ditempuhnya di Universitas Persada Indonesia (YAI) , tahun 2013 mendapatkan gelar Magister Manajemen (MM).

Karir beliau setelah menjadi PNS tahun 1994, diawali sebagai pegawai Setwilda Tingkat II Sorong, kemudian menjadi Kepala Sub Bagian Pengadaan pada Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Sorong 1996. Beliau sempat pindah dari Pemerintah Kabupaten Sorong ke Pemerintah Kota Sorong (2000) dan menjadi Kepala Sub Bagian Perbendaharaan pada Bagian Keuangan Setda Kota Sorong (2000); Kepala Bagian Keuangan pada Setda Kota Sorong (2002); Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Sorong (2004); Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Kota Sorong (2009); Sekretaris Daerah Kota Sorong (2010) dan kemudian menjadi Walikota Sorong Pemerintah Kota Sorong 2012. Pada tahun 2017 beliau terpilih kembali menjadi Walikota Sorong untuk periode 2017-2022.

Organisasi yang pernah dimasukinya adalah sebagai Ketua OSIS SMP Negeri Ransiki (1983/ 1984); Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pada Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Indonesia Surabaya (1989/1990); dan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong (2012 – 2017).

Pendidikan informal yang pernah diikuti adalah: ADUMLAH Pemerintah Kabupaten Sorong 1996; PIM II LAN Makassar (2009) dan Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Bagi Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/ Wakil Walikota Ke-6 Tahun 2013.

VISI DAN MISI

VISI DAN MISI

Visi: “Terwujudnya Kabupaten Majene yang Profesional, Produktif dan Proaktif (MP3)”

Misi:

  • Majene Profesional
    • Profesional Tata Kelola Pemerintahan
    • Profesional Aparat Penyelenggara Pemerintahan
    • Profesional SDM (Cerdas, Sehat, Terampil, Bermoral dan Berbudaya)
  • Majene Produktif
    • Peningkatan Produksi SDA
    • Pengolahan Komoditi SDA
    • Jaminan Pasar Pada Sektor Unggulan Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Pariwisata
  • Majene Proaktif
    • Proaktif Menghadirkan Pemerintah Daerah dalam fasilitasi kebutuhan masyarakat
    • Proaktif Pencarian sumber Pembiayaan Pembangunan Non APBD Kabupaten
    • Proaktif dalam Pemberdayaan Masyarakat.

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Geologi, Topografi dan Iklim
  3. Kependudukan
  4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kota Sorong adalah sebuah kota di Provinsi Papua Barat. Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak, karena di kota ini Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong sejak tahun 1935. Sorong adalah kota terbesar di Provinsi Papua Barat serta kota terbesar kedua di Papua Indonesia, setelah Kota Jayapura. Nama Sorong berasal dari kata Soren. Soren dalam Bahasa Biak Numfor berarti laut yang dalam dan bergelombang. Kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau lain hingga tiba dan menetap di Kepulauan Raja Ampat. Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama "Daratan Maladum" (sekarang termasuk bagian dari wilayah Kota Sorong) dengan sebutan “Soren” yang kemudian dilafalkan oleh para pedagang Tionghoa, misionaris clad Eropa, Maluku dan Sangihe Talaut dengan sebutan Sorong.

Secara geografis, Kota Sorong berada pada koordinat 131°17' Bujur Timur dan 0°53' Lintang Selatan, memiliki batas-batas sebagai berikut: Distrik Sorong (Kabupaten Sorong) di sebelah Timur; Selat Dampir di sebelah Barat; Distrik Makbon (Kabupaten Sorong) dan Selat Dampir di sebelah Utara; dan Distrik Aimas (Kabupaten Sorong) dan Distrik Salawati (Kabupaten Raja Ampat) di sebelah Selatan. Luas wilayah Kota Sorong mencapai 1.105,00 km2, atau sekitar 1.13% dari total luas wilayah Papua Barat.

Secara administratif, Kota Sorong terdiri dari 10 distrik (setingkat dengan kecamatan), yaitu Sorong, Sorong Barat, Sorong Kepulauan, Sorong Timur, Sorong Utara, Sorong Manoi, Sorong Kota, Malaimsimsa, Klaurung dan Maladum Mes. Kemudian dibagi lagi atas 41 kelurahan yang tersebar pada masing-masing distrik tersebut.

Keadaan geologi Kota Sorong terdapat hamparan galian golongan C seperti batu gunung, batu kaIi, sirtu, pasir, tanah urug dan kerikil. Sedangkan jenis tanah yang terdapat di Kota Sorong adalah tanah latosol putih yang terdapat di pinggiran pantai Tanjung Kasuari dan tanah fudsolik merah kuning yang terdapat di hamparan seluruh kawasan Distrik Sorong Timur. Keadaan permukaan Kota Sorong yang terdiri dari gunung, bukit-bukit dan dataran yang rendah yang ditandai dengan jurang, dan wilayah ini dialiri sungai-sungai sedang, kecil seperti sungai Rufei, sungai Klabala, sungai Duyung, sungai Remu, sungai Klagison, sungai Klawiki, sungai Klasaman dan sungai Klabtin.

Keadaan topografi Kota Sorong sangat bervariasi terdiri dari pegunungan, lereng, bukit-bukit dan sebagian adalah dataran rendah, sebelah timur di kelilingi hutan lebat yang merupakan hutan lindung dan hutan wisata.

Wilayah kota ini berada pada ketinggian 3 meter dari permukaan laut dan suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 24,42°C dan suhu udara maximum sekitar 31,63°C. Curah hujan rata-rata 254 mm, banyaknya hari hujan rata-rata 16 hari. Kelembaban udara antara 81 dan 87 %. Tekanan udara antara 1.007,70 mb dan 1.010,80 mb dengan kecepatan angin antara 3,10 dan 5,30 knot serta penyinaran matahari antara 3,70 dan 6,00 jam.

Jumlah penduduk Kota Sorong pada tahun 2016 adalah 232.833 jiwa dalam 51.545 rumah-tangga, yang terdiri atas 121.439 laki-laki dan 111.394 perempuan (rasio: 109,02). Laju pertumbuhan penduduk Kota Sorong sebesar 3,21% per tahun. Rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Sorong adalah sebesar 210,71 jiwa/km2.

Jumlah Angkatan Kerja tercatat 98.263 orang (81.303 orang bekerja dan 16.960 orang sedang mencari pekerjaan) dan jumlah Non-Angkatan Kerja adalah 61.318 orang (22.757 orang bersekolah; 29.077 orang mengurus rumah-tangga; dan 9.484 orang dengan kegiatan lainnya). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAT) adalah 82,74% sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah 17,26%. Prosentase penduduk miskin mencapai: 17,85%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 76,33.

Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong pada tahun 2016 berkisar 9,30%. Sektor Konstruksi merupakan penyumbang terbesar PDRB yaitu sekitar 29,87%, disusul Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor sebesar 16,36% serta Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,83%.

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

52 Taman Kanak-Kanak (TK); 73 Sekolah Dasar (SD); 8 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 22 Sekolah Menengah Atas (SMA); 2 Madrasah Aliyah (MA); dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); serta 11 Perguruan Tinggi.

Kesehatan

6 Rumah Sakit; 8 Puskesmas, 30 Pustu, 38 Puskesmas Keliling, 100 Posyandu, 6 Polindes, dan 3 Klinik/Balai Kesehatan.
Tenaga Kesehatan yang ada: 33 tenaga Medis, 217 tenaga Keperawatan, 115 tenaga Kebidanan, 17 tenaga Kefarmasian dan 78 tenaga Kesehatan lainnya. Terdapat 50 dokter Spesialis, 62 dokter Umum dan 16 dokter Gigi.

Agama

Islam: 146.012 orang (120 masjid dan musolah), Protestan: 180.435 orang (264 gereja dan 32 Pos PI), Katolik: 24.954 orang (7 gereja), Hindu: 680 orang (1 Pura); Budha: 1.876 orang (2 Vihara).

POTENSI SUMBER DAYA ALAM, SARANA DAN PRASARANA

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas panen jagung: 42 ha, dengan 84 ton; ubi kayu: 51 ha, 1.428 ton; ubi jalar: 19 ha, 505 ton; kacang kedele: 5 ha, 7,5 ton; keladi: 68 ha, 208 ton
  2. Hortikultura
    Sayuran: 222 ha, dengan produksi 940,3 ton (bayam, kangkung, kacang panjang, cabai merah dan cabai rawit); Buah-buahan: pisang, nenas, alpukat, manga, rambutan, duku, jambu air, jambu biji, durian, papaya, salak dan nangka.

 

Peternakan

607 sapi potong; 729 kambing dan 4.486 babi; serta 795.921 ayam pedaging; 871 itik dan 404 entok.

Kehutanan

Luas Kawasan Hutan: 11.864 ha (hutan produksi terbatas: 5.262 ha; hutan lindung: 6.602 ha).

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Rakyat: 17.703,97 ton (laut); Perikanan Darat: 60 ton (lele dan nila); Ikan asap: 188,70 ton (tongkol, cakalang dan tuna).

Transportasi dan Komunikasi

337,5 km panjang jalan (18,00 Km Jalan Negara, 17,00 km jalan Propinsi dan 302,5 km jalan Kabupaten) dengan 326,4 km beraspal dan 11,10 km tidak diaspal. Kondisi jalan: baik (206,13 km), sedang (125,52 km) dan rusak (5,85 km).

7.436 pesawat berangkat dan 7.420 pesawat datang di Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong. 22 kapal luar negeri, 610 kapal dalam negeri, 10 kapal perintis dan 113 pelayaran rakyat yang keluar/masuk pelabuhan Sorong. 3 Kantor Pos Pembantu dan 3 Kantor Pos Tambahan. 10.000 kapasitas sambungan telepon dengan 4.553 sambungan terpasang. Terdapat 307.254 pelanggan Telkomsel

Energi

Distribusi listrik: 187.098.527 KWh; 60.018 pelanggan. 1.847.253 m3 air minum disalurkan untuk pelanggan di Kota Sorong

Pariwisata

27 hotel (8 hotel berbintang dan 19 hotel non-bintang) dengan 1.161 kamar dan 1.721 tempat tidur dengan 747 tenaga kerja. Tercatat 547 wisatawan mancanegara.

VIDEO KOTA SORONG

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KOTA SORONG?

Kota Sorong sangatlah strategis karena merupakan pintu keluar masuk dan transit ke Provinsi Papua Barat. Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya. Sektor industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan perekonomian Kota Sorong. Kota Sorong terkenal sebagai salah satu kota dengan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak milik Belanda Heritage Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM).

Kota Sorong memiliki Kawasan Strategis Pertumbuhan Ekonomi, yaitu:

  1. Kawasan Industri Terpadu (KIT) Sorong di Kelurahan Klawalu dan Klamono (Distrik Sorong Timur);
  2. Kawasan Strategis Kelautan di Kelurahan Kampung Baru (Distrik Sorong) dan Kelurahan Klangi (Distrik Sorong Manoi);
  3. Kawasan Wisata Bahari Terpadu Tanjung Kasuari-Pantai Lido di Kelurahan Tanjung Kasuari dan Saoka (Distrik Sorong Barat);
  4. Kawasan Sorong Kepulauan di Kelurahan Raam, Soop, Doom Barat dan Doom Timur (Distrik Sorong Kepulauan).

Rencana Pengembangan Kawasan Strategis ini adalah:

  1. Penataan Kawasan Strategis;
  2. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung kawasan strategis; dan

Peningkatan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan kawasan strategis.

 

POTENSI WISATA KOTA SORONG

Fasilitas wisata Kota Sorong adalah taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya, Pulau Raam, Pulau Soop dan Pulau Doom yang terkenal dengan pantainya yang indah. Juga pulau Dofior yang terdapat Tugu Selamat Datang di Kota Sorong dengan menggunakan bahasa Moi (suku asli di Kota Sorong) yang ramah dan bersahabat menyambut pengunjung yang datang di Kota Sorong. Juga tembok Dofior yang terkenal dengan pemandangan panorama laut dan keindahan alam menjelang senja.

Sorong sangat terkenal akan surganya bawah air, karena di Sorong terdapat beberapa pantai yang menyuguhkan keindahan bawah airnya sangat mempesona. Nama Sorong berasal dari kata Soren yang berarti laut dalam yang bergelombang. Kemudian suku Biak Numfor menyebut kota ini “Daratan Maladum” akan tetapi para pedagang asing menyebut Soron dengan sebutan Sorong. Sehingga kota ini mempunyai nama kota Sorong. Selain keindahan bawah air laut kota Sorong mempunyai nilai sejarah yaitu saat zaman penjajahan Belanda kota Sorong memiliki perusahaan minyak yang bernama Heritage Nederlans Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij.

Wisata Bahari:

Pantai Tanjung Kasuari

Pantai ini merupakan objek wisata utama yang sering dikunjungi para wisatawan jika berlibur ke Sorong. Suasana di pantai ini berbeda halnya dengan pantai-pantai yang ada di Bali, Pantai Kasuari masih belum ramai di kunjungi orang-orang terkecuali di hari libur meskipun begitu keindahan pantai ini tidak kalah dengan pantai yang ada di Bali. Hamparan pasir putih Pantai Kasuari masih sangat bersih dan di sekeliling pantai terdapat pepohonan yang tinggi sehingga bisa dijadikan untuk berteduh jika panas di siang hari. Untuk menuju Pantai Kasuari jika berangkat dari pusat kota Sorong yaitu berjarak sekitar 7 KM. Akses kendaraan yang bisa digunakan untuk sampai ke pantai ini yaitu dengan menggunakan ojek dan jika menggunakan ramai-ramai, dapat menggunakan angkutan umum. Jika akan menggunakan jalur laut dengan menggunakan kapal PELNI karena kapal ini satu-satunya kapal dari pulau Jawa yang berangkat menuju Kota Sorong. Sedangkan jika menggunakan jalur udara sudah tersedia beberapa maskapai dengan tujuan Bandara Dominiq Edward Osok, Kota Sorong. Jika berkunjung ke Kota Sorong tak lengkap jika tak merasakan makanan khas Sorong yaitu roti abon gulung.

Pulau Buaya

Pulau Buaya terletak tidak jauh dari kota Sorong akan tetapi memiliki pulau yang terpisah dari kota Sorong. Pulau ini diberi nama Pulau Buaya karena memiliki bentuk menyerupai buaya. Pulau Buaya mempunyai wisata bahari yang sangat mempesona, air laut masih berwarna jernih dan tentunya masih sangat bersih karena tidak banyak orang mengunjungi pulau ini. Pulau Buaya memiliki pasir yang putih dengan dikelilingin pohon-pohon kelapa. Pulau ini sudah ada penduduknya akan tetapi belum begitu banyak, adapun orang yang tinggal di pulau ini yaitu para nelayan. Untuk menuju Pulau Puaya yaitu harus dengan menggunakan kapal dari pelabuhan Sorong. Akses menuju pulau ini harus menyewa kapal karena belum tersedia angkutan umum yang dapat mengangkut wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Buaya. Untuk sampai ke pulau buaya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pelabuhan Sorong. Beberapa fasilitas yang telah tersedia di pulau ini yaitu perahu untuk pulang pergi dari pelabuhan ke Pulau Buaya, sudah tersedia banana boat, donut boat, parasailing, paintball, dll. Jika pengunjung ingin bermalam, sudah tersedia cottage di pulau ini.

Pulau Um

desa pedalaman yang terletak tidak jauh dari kota Sorong. Pulau ini terkenal sebagai pulau yang merupakan habitat dari kelelawar dan burung camar. Jika berkunjung ke Sorong, Pulau Im merupakan pilihan yang tepat untuk berlibur. Pulau ini merupakan pintu gerbang untuk menuju ke Raja Ampat. Pulau ini memiliki keindahan alam yang mempesona mulai dari hewan yang berada di daratan hingga hewan-hewan yang berada di bawah laut. Di pulau ini pengunjung bisa menangkap lobster, mendapat sensasi baru berenang di dekat sapi laut, dan menyelam di bawah air dengan banyak benda-benda sisa-sisa Perang Dunia II. Pulau Um merupakan pulau yang dijadikan tempat para nelayan bersinggah ketika mereka berlayar. Biasanya para nelayan yang singgah di pulau ini menjual ikan yang baru ditangkapnya, sehingga wisatawan dapat langsung mencicipi ikan segar dengan membakarnya. Jarak Pulau Um jika ditempuh dari kota Sorong yaitu sekitar 40 Km atau sekitar 2 hingga 3 jam. Akses kendaraan yang digunakan yaitu dari kota Sorong menggunakan transportasi umum menuju dermaga pantai Makbon, setelah sampai dari dermaga pantai Makbon, perjalanan dilanjutkan sekitar 30 menit dengan menggunakan speed boat. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Um akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah.

Pulau Doom

Pulau Doom merupakan pulau yang langsung berbatasan dengan Samudera Pasifik. Keindahan alam Pulau Doom menjadikan daya tarik bagi para wisatawan mulai dari keindahan pasir putihnya, batu karang dan juga memiliki nilai sejarah. Pulau ini mempunyai luas sekitar 5 Km, pulau ini mempunyai sebutan “Doom” yang berarti pulau penuh buah. Di sekitar pulau banyak ditemui buah sukun di setiap rumah warga setempat. Tempat ini mempunyai nilai sejarah terlihat dari bangunan-bangunan bekas penjajahan Belanda seperti Kantor Hoofd van Plaatselijk Bestuur, penjara Doom, lapangan sepak bola, Gereja Kristen Orange dan tempat yang digunakan berpesta oleh para penjajah Belanda. Jika ingin mengelilingi pulau Doom, dapat berkeliling dengan menggunakan becak. Selain itu pengunjung bisa menuju pulau Soop hanya dengan 15 menit dengan menggunakan perahu dari pulau Doom. Akses kendaraan untuk menuju Pulau Doom yaitu jika dari Bandara Eduard Osok dapat menggunakan jasa ojek atau taksi menuju pelabuhan Sorong. Dan dilanjutkan perjalanan menuju pulau Doom menggunakan perahu.

Wisata Alam

Taman Wisata Alam Sorong

Taman Wisata Alam Sorong terletak sekitar 14 KM dari pusat kota Sorong tepatnya di Jalan Sorong Klamono. Tempat wisata ini berupa hutan lindung dan terdapat banyak jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di taman wisata alam ini. Berbagai aktivitas dapat dilakukan di taman wisata alam mulai dari berkemah, beberapa kegiatan outbound akan tetapi harus membawa perlengkapannya sendiri ya karena belum tersedia. Taman wisata alam ini memiliki pos penjagaan polisi hutan, sehingga tenang aja jikapun terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dapat segera melapor kepada pos polisi tersebut. Pemandangan alam yang indah dengan cuaca sejuk sangat terasa di taman wisata alam Sorong ini dilengkapi dengan suasana yang tenang dan nyaman. Di sekitar taman wisata alam terdapat air terjun dengan debit air yang cukup deras dan air nya pun sangat jernih. Tempat ini masih sangat asri belum tercemari limbah dan juga polusi perkotaan. Di tempat ini belum tersedia penjual makanan ataupun minuman. Akses menuju taman wisata ini dapat menggunakan angkutan umum, ojek ataupun bis. Dari pusat kota Sorong untuk sampai ke taman wisata ini sekitar 20 menit.

Danau Ayamaru

Danau Ayamaru terletak cukup jauh dari pusat kota Sorong yaitu berjarak sekitar 170 KM atau sekitar 7 jam untuk sampai ke danau ini. Danau Ayamaru memiliki keindahan alam yang sangat mempesona, airnya yang masih sangat bening dengan suasana alam sekitarnya yang masih asri. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan dan pepohonan. Masyarakat setempat meyakini jika mereka menjaga danau itu tetap bersih maka sama saja dengan menjaga nenek moyang, oleh karena itu danau masih sangat asri. Danau ini mempunyai kedalaman 6 meter akan tetapi debit air sangat dipengaruhi oleh musim yang sedang terjadi. Saat musim hujan debit air banyak dan ketika kemarau biasanya debit air berkurang dari biasanya. Danau ini menjadi tempat berbagai macam ikan mulai dari ikan-ikan kecil, ikan langka yaitu rainbow fish. Saat musim kemarau danau ini menjadi tempat untuk migrasi burung dari Australia. Akses kendaraan yang digunakan yaitu dengan menggunakan jalur udara menuju Bandara Sorong dan dilanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Maybrat.

Wisata Kuliner di Tembok Berlin

Tembok Berlin merupakan tembok pembatas antara jalan raya dengan pantai. Pada sore hari sepanjang tembok ini sering dijadikan tempat para wisatawan dan warga setempat melihat matahari terbenam selain itu pada malam hari terdapat penjual makanan seafood. Kuliner yang ada di sepanjang Tembok Berlin buka setelah Maghrib dan tutup ketika hari mulai memasuki tengah malam. Biasanya kuliner-kuliner dipenuhi banyak orang bahkan terkadang sulit untuk menemukan parkiran.

Selain 7 tempat diatas ada beberapa tempat wisata lainnya yang berada di Sorong dan sekitarnya, antara lain: Air Panas Klaijili, Pulau Soop, Pulau Kafiau, Pulau Raam, Pulau Jefman, Pulau Senapan, Pantai Dofior, Pulau Tanjung Batu, Embun Majaran, Monumen Perang Tugu Arfak, Jeflio, Saoka Beach Resort, Pantai Mailan Makbon, Pulau Um, Waterpark Tirta Istana Indah, Air Terjun Klasmis, Klasmesen, Monumen Yesus Kristus, Air Terjun Asbaken, Pantai Walio, Pantai Seget, Teminabuan, Pantai Tampagaram, Raja Ampat, Benteng Lido Toko, Taman DEO Sorong, Pelabuhan Perikanan Sorong, Pasar Ikan Jembatan Puri, Pulau Misool, Wayag, Pasir Timbul dan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

PERENCANAAN PENGEMBANGAN DAN INVESTASI

Kota Sorong terbagi dalam 3 Bagian Wilayah Kota (BWK) yaitu BWK I Sorong (meliputi Distrik Sorong, Sorong Kepulauan, dan Sorong Manoi), BWK II Sorong Barat (Distrik Sorong Barat) dan BWK III Sorong Utara-Timur (meliputi Distrik Sorong Timur dan Sorong Utara). Perencanaan pengembangan masing-masing BWK yang tentunya juga akan melibatkan aktivitas investasi adalah:

  1. BWK I: Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala kota; Pengembangan kegiatan waterfront city dan industri perikanan (produksi, pengolahan dan pemasaran produk); Pengembangan Pariwisata; Pengembangan perikanan darat dan laut
  2. BWK II: Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala Distrik; Pengembangan kegiatan waterfront city dan industri perikanan (produksi, pengolahan dan pemasaran produk); Pengembangan Pariwisata; Pengembangan Kawasan Lindung dan Hutan Produksi; Pengembangan perikanan darat dan laut
  3. BWK III: Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala Distrik; Pengembangan kegiatan Industri (produksi, pengolahan dan pemasaran produk); Pengembangan kegiatan Kehutanan; Pengembangan Pariwisata; Pengembangan Pemukiman; Pengembangan Kawasan Militer; Pengembangan Pendidikan; dan Pengembangan Pertanian.

BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU, PENANAMAN MODAL DAN INVESTASI KOTA SORONG

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, Penanaman Modal dan Investasi mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perijinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplifikasi, keamanan dan kepastian. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Penanaman Modal dan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pelayanan perizinan, non perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah; serta mengelola administrasi perizinan, non perizinan dengan mengacu pada prinsip koordinasi, integrasi, singkronisasi, dan keamanan berkas.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut di atas, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Penanaman Modal dan Investasi mempunyai fungsi:

  1. Mengidentifikasi izin-izin yang menjadi kewenangan daerah beserta SKPD yang menanganinya (sebelum ada PTSP)
  2. Pelaksanaan Penyusunan Program Badan Perizinan
  3. Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Perizinan
  4. Pelaksanaan Koordinasi Proses Pelayanan Perizinan
  5. Pelaksanaan Administrasi Pelayanan Perizinan
  6. Pemantauan dan Evaluasi Proses Pemberian Pelayanan Perizinan
  7. Pelaksanaan Urusan Tata Usaha Badan Perizinan
  8. Pelaksanaan Tugas lain yang diberikan oleh Walikota

TABULASI DATA
BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KOTA SORONG
UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No

Sektor

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Distrik

Luas Areal (Ha)

Pelaksana

 

Proyeksi Nilai Investasi (Rp/US$)

1.

BAGIAN WILAYAH KOTA I SORONG

  • Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala kota
  • Pengembangan kegiatan waterfront city dan industri perikanan (produksi, pengolahan dan pemasaran produk)
  • Pengembangan Pariwisata
  • Pengembangan perikanan darat dan laut.

Sorong, Sorong Kepulauan dan Sorong Manoi

--

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

2.

BAGIAN WILAYAH KOTA II SORONG BARAT

  • Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala Distrik
  • Pengembangan kegiatan waterfront city dan industri perikanan (produksi, pengolahan dan pemasaran produk)
  • Pengembangan Pariwisata
  • Pengembangan Kawasan Lindung dan Hutan Produksi
  • Pengembangan perikanan darat dan laut.

Sorong Barat

--

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

3.

BAGIAN WILAYAH KOTA III SORONG UTARA-TIMUR

  • Pengembangan kegiatan pelayanan, perdagangan dan jasa skala Distrik
  • Pengembangan kegiatan Industri (produksi, pengolahan dan pemasaran produk)
  • Pengembangan kegiatan Kehutanan
  • Pengembangan Pariwisata
  • Pengembangan Pemukiman
  • Pengembangan Kawasan Militer
  • Pengembangan Pendidikan
  • Pengembangan Pertanian.

Sorong Utara dan Sorong Timur

--

Masyarakat dan Pemerintah Kota

 

PETA KABUPATEN KOTA SORONG

Kontak Investasi

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KOTA SORONG
Alamat : Jalan Pramuka, Gedung Disdukcapil Lt. II, Remu Utara
Kota Sorong Provinsi Papua Barat
Telp:
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website : www.sorongkota.go.id

Contact Person :
1. Octovianus Bless, S.Sos,. M.Si / Kepala DPMPTSP / 0813-4456-7000
2. Charlie Alvin / Bag. Penanaman Modal/ 0812-4004-7520

Back to top
Go to bottom
iden
201305
TodayToday49
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3873
This_MonthThis_Month25124
All_DaysAll_Days201305

Free Joomla! template by L.THEME