Kab Halmahera Tengah
Kab Halmahera Tengah

KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

lambang kab halmahera tengah

  1. Profil Bupati

bupati halmaher tengah okBupati Halmahera Tengah
Drs. Edi Langkara, MH.

Bagi masyarakat Maluku Utara, nama Edi Langkara bukanlah nama yang asing. Lahir pada tanggal 12 September1966, Edi yang lebih terkenal dengan panggilan ELANG terlahir dari pasangan sederhana di pelosok Gemia Patani, Halmahera Tengah. Dari seorang Ayah bernama H. Langkara Hidayat dan Ibunda tercinta, Hj. Asia Karim.

Beliau mengawali pendidikan dasar di SD Negeri Patani dan SMP Negeri Patani. Edi kemudian melanjutkan sekolah menengah atas di SMA Negeri Soa-Sio Tidore, kemudian pindah ke Ternate dan menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Ternate. Di Ternate Edi tinggal dengan keluarga Haimima, seorang anggota Polisi Polsek Patani di Bastiong.

Beliau beristerikan ibu Amriah Dapi, SE. dan dikaruniai 6 putera-puteri. Pendidikan tinggi ditempuhnya di STISIPOL (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Merdeka Manado dan memperoleh gelar Magister Hukum (S2) di Universitas Hasanuddin, Makassar. Beliau tidak hanya bersinar di kampus tapi juga berkilau di organisasi, baik intra maupun ekstra kampus. Dengan begitu banyak deretan pengalaman organisasi baik Organisasi Kemahasiswaan, maupun Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) dan Organisasi Politik (ORPOL), beliau juga sangat peduli dengan daerah asalnya, karena itu beliau juga aktif di Paguyuban Mahasiswa Halteng.

Organisasi Kemahasiswaan yang diikutinya adalah: Ketua Senat Mahasiswa STISIPOL, Komandan Batalion Resimen Mahasiswa (MENWA) PTS se Sulawesi Utara, Sekretaris LDK (Intra Kampus); Ketua Komisariat STISIPOL HMI Cabang Manado dan PMII Cabang Manado (Ekstra Kampus). Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) antara lain sebagai: Wakil Ketua I GP. Ansor Manado (1992 – 1996); Wakil Ketua I DPD KNPI Kota Madya Manado (1993-1996); Ketua DPD Ikatan Pemuda Tarbiah Kodya Manado (1994-1996); Sekretaris DPD KNPI Halmahera Tengah (1998 – 2002); Ketua DPD KNPI Halmahera Tengah (2002-2005); Ketua DPD AMPI Propinsi Maluku Utara (2003 – 2008) dan (2010-2015). Sedangkan Organisasi Politik yang digelutinya adalah sebagai: Ketua Bidang PP Golongan Karya Kab. Halteng (1998-2000); Wakil Ketua DPD Partai Golkar Prov. Maluku Utara (2005-2010); Sekretaris DPD Partai Golkar Prov. Maluku Utara (2005-2010); dan Ketua Fraksi Golkar Prov. Maluku Utara (2009-2014).

Sebelum menjadi Bupati Halmahera Tengah, beliau pernah menjabat sebagai: Dosen Luar Biasa pada STISIPOL Merdeka Manado; Dosen Luar Biasa pada Fakultas Hukum UNKHAIR Ternate; PNS Pemda Halmahera Tengah (1997-2005); Anggota DPRD Prov. Maluku Utara, (Periode 2009-2014); dan Anggota DPRD Prov. Maluku Utara, (Periode, 2014-2019).

VISI DAN MISI

  1. Visi
  2. Misi

VISI :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2017 – 2022 disusun dengan tujuan sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat berdasarkan permasalahan, tantangan dan berbagai sumber daya potensial pembangunan yang dimiliki Kabupaten Halmahera Tengah.

Visi Kabupaten Halmahera Tengah 2017 – 2022 adalah :
“ HALMAHERA TENGAH MAJU, SEJAHTERA BERLANDASKAN FALSAFAH FAGOGORU “
Maju adalah sikap dan kondisi masyarakat kabupaten Halmahera Tengah yang mampu memenuhi kebutuhan hidup lahir dan bathin yang lebih baik dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri, mampu memanfaatkan peluang, serta dapat menjawab tantangan yang ada dan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pembangunan.

Sejahtera adalah suatu kondisi masyarakat yang sehat dalam artian jasmani, rohani, ekonomi, sosial budaya, dan rasa aman. Dalam pengertian ini masyarakat sejahtera juga direpresentasikan oleh eksisnya pemerataan dan keadilan dalam proses pembangunan, sehat secara jasmani diperlihatkan oleh tingkat kebugaran secara fisik dan di ukur dalam bentuk rentangan usia harapan hidup, sehat secara rohani diperlihatkan oleh ketentraman secara bathiniah dan di ukur dalam bentuk kecerdasan religius, emosional dan intelektual dengan indikator keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa, memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fagogoru adalah suatu falsafah hidup masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah yang senantiasa mencerminkan nilai – nilai kearifan lokal ( Ngaku Rasai, Budi Bahasa, Sopan re Hormat, Mtat re Mimoi ) yang mencirikan saling menghormati, menyayangi,, ramah lingkungan, taat kepada Hukum, toleransi antara sesama, solidaritas sosial yang kuat serta menghargai nilai – nilai yang berkembang dalam masyarakat dengan mengukuhkan sikap terbuka kepada semua pihak untuk hidup berkembang tanpa diskriminatif.

MISI :
Sebagai masyarakat Fagogoru yang memegang teguh nilai – nilai budaya, maka di harapkan seluruh aspek pembangunan harus disandarkan pada spirit untuk meningkatkan keimanan dan kelestarian adat istiadat . maknanya adalah semangat fagoforu dan nilai – nilai agama teraktualisasi dalam kehidupan sehari – hari, pada kehidupan antar suku dan agama, dengan tetap menghormati perkembangan kebudayaan daerah lain.

Dalam mewujudkan Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2017 – 2022 tersebut, Misi Pembangunan Jangka Menengah 5 ( Lima ) tahun Kabupaten Halmahera Tengah yaitu:

  1. Membangun Infrastruktur Dasar dan Pemukiman yang Layak dan Memadai.
    • Membangun Waduk dan sistem distribusi air bersih
    • Meningkatkan kualitas dan kuantitas ketersediaan listrik dan energi terbarukan
    • Membangun Rumah Sehat bagi keluarga kurang mampu
    • Membangun tempat pengelolaan sampah terpaduh dan tempat pemrosesan akhir secara memadai sesuai kebutuhan
    • Menyediakan lahan pemakaman umum, Penataan pemukiman dan perbaikan sistem sanitasi di kota dan di desa
    • Membangun Taman Kota dan ruang terbuka hijau
    • Menyelenggarakan adipura desa
  2. Membangun Konektivitas (Transportasi dan Telekomunikasi) Wilayah dan Sistem Daerah yang Handal.
    • Menyediakan kapal penumpang dan barang reguler yang melayani rute Weda, Sorong dan Bitung
    • Menyediakan Pelabuhan Kontener di Kabupaten Halmahera Tengah
    • Menjadikan Bandara udara pulau Gebe sebagai salah satu jalur transportasi regional
    • Membangun jalan penghubung antar desa, antar kecamatan,antar desa dan Kecamatan dan antar kecamatan dan Kabupaten
    • Meningkatkan kualitas telekomunikasi seluler dan aksebilitas internet
    • Menyediakan gudang logistik yang berskala industri
  3. Mewujudkan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan yang Bermutu dan Terjangkau secara Merata.
    • Mengembangkan model sekolah unggulan SD,SMP,SMK dan SMA serta sekolah layak Anak di setiap kecamatan
    • Mengembangkan sekolah gratis pada wajib belajar 9 tahun (SD,SMP,SMK,dan SMA)
    • Meningkatkan kesehatan gratis dan berkualitas dengan perlindungan kesehatan 
    • Melalui BPJS untuk seluruh masyarakat
    • Meningkatkan kesejahteraan guru, tenaga medis dan paramedis yang bertugas di Wilayah terpencil
    • Mengembangkan status bahasa daerah dalam kurikulum lokal
    • Meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah Halteng pada level yang tinggi ( B )
    • Membangun TPQ dan rumah singgah untuk anak yatim piatu
    • Melahirkan dan membina atlet daerah yang menjadi juara di tingkat propinsi dan Nasional.
  4. Mengembangkan Potensi Sumber Daya Alam dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan, yang Berorientasi pada Pemenuhan Kebutuhan Lokal dengan Lingkungan yang Lestari untuk Menunjang Agroindustri di Halmahera Tengah
    • Mengawal dan meningkatkan koordinasi penanganan illegal fishing, ilegal mining dan Ilegal logging
    • Mendorong peraturan daerah tentang kawasan hutan lindung dan pesisir
    • Menyediakan pabrik es untuk memenuhi kebutuhan nelayan
    • Meningkatkan kuota ketersediaan BBM untuk melayani masyarakat umum 
    • Menyediakan pengisian BBM untuk nelayan
    • Mengembangkan potensi pertanian dan perikanan sebagai produk unggulan daerah yang berbasis industri
    • Mengembangkan infrastruktur wisata alam sebagai destinasi wisata utama dan melakukan promosi paket wisata
    • Melakukan revitalisasi dan proteksi lahan pertanian
    • Mengembangkan pertanian hortikultura
    • Mengalokasikan APBD khusus untuk pemberdayaan masyarakat adat dan pemetaan Wilayah adat 
    • Memastikan wilayah adat diintegrasikan dalam RTRWK
    • Menertibkan proses Izin investasi sumber daya alam yang eksploitatif dan merusak Lingkungan.
  5. Menumbuhkan Kewirausahaan Serta Menciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif.
    • Menyelenggarakan pelatihan keahlian dan kewirausahaan bagi setiap lulusan SMK dan SMA
    • Menyelenggarakan program sarjana kewirausahaan 
    • Menyalurkan produk dana bergulir dengan sistim dan persyaratan agunan yang rendah
    • Membentuk/membina 1 (satu) koperasi unggulan di setiap kecamatan
    • Mengoptimalkan pelayanan dan peningkatan peran pegawai
    • Membentuk/membina koperasi nelayan dan petani unggulan
    • Menyelenggarakan pelayanan terpadu secara transparan dan sesuai standar ISO di tingkat Kecamatan
    • Mengoptimalkan peran dan fungsi PERUSDA yang sehat dan mendukung pelayanan Publik
    • Mengoptimalkan pengalokasian dana desa untuk mendorong percepatan ekonomi Desa
    • Membangun klaster pemuda mandiri desa.
  6. Membangun Birokrasi yang Bersih Profesional dan Melayani.
    • Melaksanakan pengangkatan ASN secara transparan, adil dan bebas dari intervensi
    • Melaksanakan pengisian jabatan secara terbuka bagi semua tingkatan jabatan
    • Menyelenggarakan festival SKPD tiap tahun sebagai komitmen pelayanan publik
    • Melakukan sosialisasi APBD melalui media massadan website
    • Memperbaiki tata penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan Daerah (MUSREMBANG)
    • Meningkatkan transfer dana desa dan mengevaluasi penggunaan dana desa.
  7. Mengembangkan Budaya Hukum dan HAM dalam Kehidupan Masyarakat yang Berlandaskan Falsafah Fagogoru.
    • Menegakan dan membangun kesadaran hukum yang berbasis pada falsafah Fagogoru
    • Mendorong perda tentang pengakuan dan perlindungan hak–hak masyarakat adat di Halmahera Tengah
    • Menegakan peraturan daerah yang mengatur tentang keamanan, ketertiban umum dan penanganan penyakit masyarakat
    • Memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
    • Menegakkan/menerbitkan peraturan daerah tentang zakat, sedekah dan infaq
    • Menyelenggarkan gerakan baca Al Quran bagi semua siswa SD,SMP dan SMA
    • Menyelenggarakan pesantern ramadhan bagi siswa
    • Menggalakan kegiatan pertunjukan seni budaya dan agama serta melakukan Pembinaan terhadap sanggar seni
    • Memaksimalkan peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah
    • Menyelenggarakan pesparawi antar gereja dan antar kabupaten / kota
    • Mengembangkan sekolah minggu dan kabaktian kebangunan rohani ( KKR )
    • Meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama
    • Membangun sarana prasarana olahraga yang representatif.

 

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Iklim
  3. Topografi
  4. Jumlah Penduduk
  5. Produk Domestik Regional Brutto (PDRB)

Kabupaten Halmahera Tengah dibentuk sejak tahun 1990 berdasarkan Undang-Undang Nomor 06 Tahun 1990 dan pada tahun 2003 telah dimekarkan sesuai dengan Undang-undang Nomor 01 Tahun 2003 menjadi dua Kabupaten dan satu Kota, yaitu Kabupaten Halmahera Tengah dengan pusat Pemerintahan di Weda, Kabupaten Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan. Pada saat ini wilayah Kabupaten Halmahera Tengah mempunyai luas 8.381,48 Km2 (daratan 2.276,83 Km2 atau 27% dan luas lautan sekitar 6.104,65 Km2 atau 73%). Secara geografis Kabupaten Halmahera Tengah berada di antara 0o15’ Lintang Selatan dan 0o45’ Lintang Utara, serta 127o45’ dan 129o 26’ Bujur Timur dengan batas-batas sebagai berikut: Samudera Pasifik, Lautan Teduh dan Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat di sebelah Timur; Kota Tidore Kepulauan di sebelah Barat; Kabupaten Halmahera Timur di sebelah Utara; dan Kabupaten Halmahera Selatan di sebelah Selatan.

Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah secara administratif terbagi menjadi 10 Kecamatan dengan 2 Desa UPT dan 61 Desa, yaitu: (1) Kecamatan Weda; (2) Kecamatan Weda Selatan; (3) Kecamatan Weda Utara; (4) Kecamatan Weda Tengah; (5) Kecamatan Weda Timur; (6) Kecamatan Patani; (7) Kecamatan Pat
ani Utara; (8) Kecamatan Patani Barat; (9) Kecamatan Patani Timur; dan (10) Kecamatan Pulau Gebe. Kabupaten ini memiliki 43 pulau, di antaranya yang besar adalah gugusan Pulau Gebe yang didiami penduduk dan yang lainnya sebagian besar adalah pulau-pulau kecil (pulau karang).

Kabupaten Halmahera Tengan adalah daerah kepulauan yang beriklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh angin laut. Curah hujan rata-rata adalah antara 79 mm3 (terendah) dan 591,8 mm3 (tertinggi) dengan jumlah hari hujan antara 8 dan 24 hari. Makin ke Utara makin banyak turun hujan terutama di Kecamatan Weda dengan curah hujan 3.001 – 3.500 mm. Sedangkan semakin ke Timur semakin berkurang hujannya terutama di Kecamatan Patani dan Pulau Gebe. Kisaran suhu udara di Kabupaten Halmahera Tengah adalah 21°C – 36°C. Suhu tertinggi terjadi pada bulan November, suhu terendah pada Februari dan Maret.

Secara geologis sebagian besar wilayah Halmahera Tengah berupa lautan. Di daratan Halmahera Tengah mengalir 8 buah sungai, yaitu Ake Dote, Ake Waleh, Ake Sagea, Ake Kobe, Ake Dolori, Ake Dowonto, Ake Lukulama, dan Ake Foyatobaru. Wilayah Halmahera Tengah juga memiliki Danau Sagea dan Gunung Liember dengan ketinggian 1.262 m di atas permukaan laut yang terletak di Kecamatan Weda Utara.

Kondisi pulau utama Kabupaten ini sangat bervariasi mulai dari daratan, daratan perbukitan hingga daerah pegunungan dengan ketinggian antara 0 dan 2.000 m di atas permukaan laut. Sekitar 69,99% dari luas wilayah daratan Kabupaten ini berupa daerah perbukitan dan pegunungan.

Penduduk Kabupaten Halmahera Tengah tercatat 51.315 jiwa (tahun 2016) terdiri dari 26.283 laki-laki dan 25.032 wanita (rasio: 105) dengan kepadatan penduduk mencapai 22 orang/km2, dan pertumbuhan penduduk mencapai 3,03%. Angkatan Kerja tercatat 21.625 orang dengan 19.385 orang yang bekerja dan 2.240 orang pengangguran terbuka.Sedangkan yang bukan Ankatan Kerja mencapai 10.116 orang yang terdiri dari 2.865 orang bersekolah, 5.667 orang mengurus rumah tangga dan 1.584 orang lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAT) berada pada angka 68,13% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 10,36%. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.100 jiwa.

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2016 adalah 11,25%. PDRB atas dasar Harga Berlaku didominasi oleh Sektor Pertanian (25,45%), kemudian Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (19,92%), Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (14,96%) dan Sektor Pertambangan dan Penggalian (13,79%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

65 Sekolah Dasar (SD); 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 10 Sekolah Menengah Atas (SMA); 4 Madrasah Aliyah (MA); dan 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kesehatan

1 Rumah Sakit Daerah (RSUD); 11 Puskesmas, 38 Pustu, 68 Posyandu, 2 Polindes, 1 Praktek Dokter dan 6 Praktek Bidan; serta 16 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 61 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD). 
Tenaga Kesehatan yang ada di Puskesmas: 9 tenaga Medis, 179 tenaga Keperawatan, 81 tenaga Kebidanan, 23 tenaga Kefarmasian dan 87 tenaga Kesehatan lainnya. Terdapat 7 dokter Spesialis, 10 dokter Umum dan 2 dokter Gigi.

Agama

Islam : 47.358 orang (42 masjid dan 63 musolah), kemudian menyusul berturut-turut agama Protestan : 10.092 orang (25 gereja), Katolik : 131 orang, Budha : 2 orang.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM, SARANA DAN PRASARANA

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas panen padi: 2.124 ha dengan produksi padi berkisar 8.363 ton; jagung: 31 ha, dengan 130,4 ton; ubi kayu: 38 ha, 455,30 ton; kacang tanah: 55 ha, 88,40 ton; kacang kedele: 14 ha, 13,40 ton; ubi-ubian: 62 ha, 701,10 ton;
  2. Hortikultura
    Sayuran: 146 ha, dengan produksi 422,10 ton (cabai, ketimun, terong, bayam, kangkung, kacang panjang, cabai besar dan cabai rawit); Buah-buahan: 235,78 ha dengan produksi 2.056,96 ton (jeruk yang merupakan hasil terbesar, nenas dan pisang).

Perkebunan

Luas tanaman pala: 11.098,50 ha, dengan produksi 1.809,80 ton; kelapa: 10.246 ha, 8.757,80 ton; cengkeh: 1.490 ha, 204,20 ton; dan kakao: 3.436 ha, 418 ton.

Peternakan

4.001 sapi potong (sapi Bali dan sapi Ongole), 6.291 kambing dan 92.154 ayam kampung serta 3.436 itik..

Kehutanan

Luas Kawasan Hutan: 227.380,85 ha (hutan produksi: 27.971,76 ha; hutan produksi konversi: 67.430,93 ha; hutan lindung: 49.261,48 ha; areal penggunaan lain: 15.626,88 ha; Taman Nasional Aketajawe: 11.401,57 ha; air dan danau: 154,61 ha).

Hasil hutan meliputi hasil hutan kayu dan bukan kayu yang terdiri dari Kelompok Flora (damar, bambu, rotan lambang, rotan lilin, gaharu, anggrek hutan); Kelompok Fauna (mamalia, burung, reptile, amfibi dan kupu-kupu); Moluska dan Insekta (famili Cyclophoridae, Helicinidae, Pupinidae, Helicarnionidae, Camaenidae, Bradybaenidae, Isostictidae, Cordullidae, Papilionidae, Catantopidae).

Kelautan dan Perikanan

Budidaya laut 69 rumah tangga perikanan,Tambak 3 buah,kolam 16, jaring apung 12, perahu / kapal tanpa motor 351 perahu,perahu motor tempel 595 motor,kapal motor 47

Transportasi dan Komunikasi

455,9 km panjang jalan (67,47 Km Jalan Negara dan 388,43 km jalan Kabupaten) dengan 198,27 km beraspal dan 257,63 km tidak diaspal. Kondisi jalan: baik (198,50 km), sedang (176,30 km), rusak (71,90 km) dan rusak berat (9,20 km). 3 pelabuhan laut dan dermaga di Weda, Pulau Gebe dan Patani untuk barang dan penumpang; jaringan pelayaran rakyat yang melayani rute: Weda, Sagea, Waleh, Dote, Lelilef, Patani Barat, Patani, Patani Utara, Patani Timur dan Gebe. 2 bandar udara yang dikelola oleh perusahaan pertambangan di Pulau Gebe dan di Lelilef (Weda Tengah), dilayani oleh Merpati Nusantara Airlines (pesawat tipe DHC6/C212, dengan frekuensi penerbangan 2x seminggu, kapasitas 24 penumpang) dan penerbangan carter (PT Weda Bay Nickel). Sedang dibangun bandara baru di Ioleo (Weda Selatan) sebagai outlet pergerakan eksternal dari dan ke Kabupaten Halmahera Tengah. 3 Kantor Pos Pembantu (Weda, Pulau Gebe dan Patani).

1 unit Tower Indosat di ibukota Halmahera Tengah dan 8 Telkomsel Mini dengan panjang 30 meter di Weda Selatan (2), Weda Utara (2), Patani Barat (1), Patani (1), Patani Utara (1) dan Pulau Gebe (1).

Pertambangan

Jenis bahan galian tambang antara lain: nikel, batubara, asbes, kromit, batu gamping dan pasir besi).

Perindustrian

Tercatat 35 perusahaan (14 perusahaan perdagangan, 5 perusahaan konstruksi, 1 perusahaan perbankan, 1 perusahaan penyiaran televisi berlangganan, 12 perusahaan perdagangan & konstruksi dan 2 perusahaan pedagangan & jasa; dengan 147 tenaga kerja dan Rp. 16.571.031.000 nilai investasi.

Energi

2 pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kecamatan Weda dan Kecamatan Patani; daya terpasang: 1.700 KW; produksi: 245.890 KWh; 6.164 pelanggan.

1.595 pelanggan KPAM Weda, dengan distribusi 70.863 m3.

Perdagangan

1.017 Sarana Perdagangan (10 pasar, 171 toko, 750 kios, 25 warung dan 20 restoran) dan 60 koperasi aktif; 183 perusahaan berbadan hukum; 21 pedagang besar, 108 pedagang menengah dan 710 pedagang kecil.

Pariwisata

14 hotel dengan 142 kamar dan 242 tempat tidur; 670 wisatawan domestik dan 350 wisatawan mancanegara; 58 rumah makan.

VIDEO PROFIL HALMAHERA TENGAH ERA PEMERINTAHAN (Bapak Ir. M. Al Yasin Ali, MMT)

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH?

Kabupaten Halmahera Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan kekayaan laut yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, untuk kemajuan pembangunan wilayah ini dan kesejahteraan masyarakatnya, uluran tangan para investor baik dari dalam maupun luar negeri, sangat diharapkan.

Kawasan Andalan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah: Weda, Patani dan Pulau Gebe. Sektor unggulan di Kabupaten Halmahera Tengah ini adalah adalah: Perkebunan, Pariwisata, Industri, Pertambangan, Pemerintahan, air bersih, serta Perikanan laut. Sedangkan sub sektor unggulan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah: Industri kayu, wisata alam, wisata bahari, Industri perikanan laut, serta pertambangan nikel. Halmahera Tengah dikenal dengan tambang nikel yang berada di Pulau Gebe, yang terletak jauh di seberang lautan sebelah timur, dekat kepala burung Papua. Tambang nikel ini dikelola oleh PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara. Nikel yang dihasilkan hanya nikel mentah untuk kemudian diekspor ke dan diproses di Jepang. Eskpor dilakukan lewat pelabuhan khusus yang ada di Pulau Gebe.

 

POTENSI WISATA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

Wisata Laut/Alam:

  1. Kecamatan Weda: Pantai dan Danau Nusliko serta Gugusan Pulau Yefi.
  2. Kecamatan Weda Selatan: Agro-wisata Desa Kluting Jaya (pemukiman transmigran asal Jawa dengan tanaman semangka dan jeruk).
  3. Kecamatan Weda Tengah: Weda Resort Diving Center.
  4. Kecamatan Weda Utara: Goa Bokimaruru di hulu sungai Sageyan, Desa Sagea; Teluk Kobe dan Sagea Diving Spot.
  5. Kecamatan Pulau Gebe: Pulau Uta, Pulau dan Teluk Umera serta Teluk Pulau Yoi (tempat pengembang-biakan ketam kenari dan ikan).
  6. Kecamatan Patani: Pulau Moor, Pulau Sayafi dan Pulau Uwo.

Seni Budaya:

  1. Tari Coka Iba dan Fanten
  2. Tari Lala dan Kene
  3. Tari Cakalele

KEBIJAKAN INVESTASI

Kebijakan Pembangunan Ekonomi diarahkan pada mempertahankan dan mengupayakan laju pertumbuhan ekonomi daerah, mengembangkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perekonomian desa yang langsung terkait dengan kelancaran kegiatan produksi, distribusi dan pemasaran yang berbasis pada pertanian dan agrobisnis serta mengembangkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perekonomian kota guna menunjang kelancaran kegiatan produksi, distribusi dan pemasaran yang berbasis pada agroindustri dan jasa.

Penanaman Modal

Penyelenggaraan Perizinan Penanaman Modal di Kabupaten Halmahera Tengah ditangani oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dikarenakan terbentuknya OPD baru di tahun 2017 yang mengatur tentang berdirinya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Selain harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2014 tentang pelayanan terpadu satu pintu di bidang penanaman modal serta undang-undang atau ketentuan-ketentuan masing-masing sektor yang mengatur tentang pelaksanaan penanaman modal, calon Penanam Modal atau Perusahaan yang berminat untuk menanamkan modalnya di Wilayah Provinsi Maluku Utara, juga harus dapat memenuhi persaratan sebagai berikut:

  1. Harus memiliki badan hukum dan aspek legalitas yang jelas;
  2. Bagi Penanam modal asing harus memiliki badan hukum Indonesia;
  3. Modal yang akan ditanamkan bukan merupakan modal yang bersumber dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum;
  4. Memiliki track record yang baik terutama dalam masalah pencemaran lingkungan;
  5. Bersedia melakukan kerjasama dalam rangka pembinaan dan pengembangan usaha kecil, menengah dan koperasi.

Prosedur penanaman modal daerah yang perlu diikuti adalah:

  1. Calon penanam modal atau perusahaan wajib mengajukan permohonan kepada Gubernur/Bupati melalui Kepala BKPMD untuk mendapatkan perizinan penanaman modal daerah yang menjadi kewenangan provinsi/ kabupaten;
  2. Permohonan itu disampaikan secara tertulis dan dilampiri dengan persyaratan-persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  3. Kepala BKPMD sesuai dengan kewenangannya mengkoordinasikan dengan instansi terkait guna membahas permohonan tersebut dan selanjutnya melaporkan kepada Gubernur/Bupati untuk dapat menerima dan atau menolak permohonan tersebut;
  4. Untuk menyatakan menerima dan atau menolak permohonan tersebut, Gubernur/Bupati dapat mendelegasikan kewenangannya kepada Kepala BKPMD guna menerbitkan surat persetujuan dan atau penolakan atas permohonan tersebut;
  5. Calon Penanam Modal setelah mendapatkan surat persetujuan penanaman modal daerah diwajibkan untuk mengurus izin pelaksanaannya.

Setiap penanam modal daerah berhak mendapat :

  1. Kepastian hak, hukum dan perlindungan
  2. Informasi yang terbuka mengenai bidang usaha yang dijalankannya
  3. Hak pelayanan
  4. Berbagai bentuk fasilitas kemudahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Setiap penanam modal berkewajiban:

  1. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan dan tata kelola lingkungan yang baik
  2. Melaksanakan tanggung jawab sosial perubahan
  3. Membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal daerah dan menyampaikannya kepada BKPMD
  4. Menghormati tradisi dan budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal
  5. Mematuhi semua ketentuan perundang-undangan yang berlaku

Setiap penanam modal bertanggung-jawab:

  1. Menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  2. Menanggung dan menyelesaikan segala kewajiban dan kerugian jika Penanam modal menghentikan atau meninggalkan atau menelantarkan kegiatan usahanya secara sepihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  3. Menciptakan iklim usaha persaingan yang sehat, mencegah praktek monopoli dan hal Iain yang merugikan daerah
  4. Menjaga kelestarian lingkungan hidup
  5. Menciptakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kesejahteraan pekerja
  6. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan

Bagaimanakah pembinaan ketenagakerjaan yang harus dilakukan oleh Penanam Modal?

  1. Perusahaan Penanam Modal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja lokal Warga Negara Indonesia
  2. Apabila penerimaan tenaga kerja sebagaimana dimaksud dinomor 1 belum dapat memenuhi kebutuhan sesuai kualifikasi yang diminta, maka penerimaan tenaga kerja dapat dilakukan diluar daerah sesuai ketentuan yang berlaku
  3. Perusahaan penanaman modal wajib meningkatkan kompetensi tenaga kerja Warga Negara Indonesia melalui pelatihan kerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

TABULASI DATA
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA DAN PMDN
KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

NO

SEKTOR (SUB SEKTOR)

LOKASI INVESTASI

(NAMA KECAMATAN)

BIDANG USAHA

PELAKSANAAN

PROYEKSI NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

PERTANIAN

  1. Kawasan Sentral Produksi (KSP) Desa Wairoro (wilayah transmigrasi Wairoro Indah, Kluting Jaya, Lembah Asri, Sumber sari, Sosowomo, Tilope dan Desa Loleo);
  2. KSP Desa Kobe (wilayah transmigrasi Kobe, Lelilef, Waibulan, Lelilef Sawai dan Waleh);
  3. KSP Desa Waleh (wilayah transmigrasi Waleh, Sagea dan Messa)

Padi, jagung, kacang tanah, sayuran , jeruk, rambutan, ternak sapi, kambing dan ayam buras.

Jagung, kacang tanah, padi, sayuran, buah-buahan, sapi, kambing dan ayam buras.

Jagung, kacang tanah, padi, sayuran, buah-buahan, sapi, kambing dan ayam buras.

Masyarakat

      

Masyarakat

Masyarakat

--

--

--

2.

PERKEBUNAN

Kabupaten Halmahera Tengah

Pengembangan tanaman perkebunan unggulan: kelapa, pala, cengkeh, kakao, sagu, pinang dan jeruk.

Masyarakat

--

3.

KEHUTANAN

Kabupaten Halmahera Tengah

Pemanfaatan hutan dengan azas lestari.

Masyarakat

--

4.

PERIKANAN DAN KELAUTAN

Kabupaten Halmahera Tengah

Pemanfaatan standing stock dan potensi lestari; pembangunan fasilitas pendukung (Dermaga labuh, pabrik es balok dan es curah, bangsal pengolaha, fasilitas air bersih, balai pertemuan nelayan, kios nelayan, tempat ibadah, mesin operator dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

 

5.

PERTAMBANGAN

Weda Tengah, Weda Utara, Patani, Patani Barat dan Pulau Gebe;

Patani Utara (Desa Peniti);

Weda Tengah (Desa Lelilef);

Pulau Gebe;

Semua Kecamatan;

Weda Selatan, Weda Utara dan Patani Utara

Nikel

Batu bara

Asbes

Kromit

Batu Gamping

Pasir Besi

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

---

4.

INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

Kabupaten Halmahera Tengah

Pengembangan kualitas dan kuantitas infrastruktur perekonomian (pasar, bank, UMKM dan furniture)

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

--

5.

PARIWISATA

Weda, Weda Selatan, Weda Tengah, Weda Utara, Pulau Gebe dan Patani.

Pantai dan danau Nusliko, gugusan pulau Yefi, Agro Wisata tanaman buah-buahan,Weda Resort Diving Center,Goa Bokimaruru,Teluk Kobe dan Sagea spot diving, pulau Uta, pulau Umera, pulau Moor, pulau Sayafi dan pulau Liwo.

Pemerintah Daerah dan Masyarakat

--

Kontak Investasi

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kabupaten Halmahera Tengah

Alamat : Bukit Loiteglas No. 5 Desa Were Kec. Weda, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara

Contact Person :
1. Tamrin Walid, SE / 082193222283 
2. Triastuti, SE / 081314772249

 

Back to top
Go to bottom
iden
190041
TodayToday643
YesterdayYesterday1220
This_WeekThis_Week1863
This_MonthThis_Month13860
All_DaysAll_Days190041

Free Joomla! template by L.THEME