Kabupaten Majene
Kabupaten Majene

KABUPATEN MAJENE

lambang kabupaten majene

under construction

 

GAMBARAN UMUM DAERAH

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Topografi dan Iklim
  3. Penggunaan Lahan
  4. Penduduk
  5. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kabupaten Majene adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Barat. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Majene. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 947,84 km² mempunyai posisi wilayah yang strategis, terletak sekitar 302 km sebelah utara Kota Makassar. Kabupaten Majene adalah salah satu dari 6 Kabupaten dalam wilayah Provinsi Sulawesi Barat dengan panjang pantai 125 Km yang terletak di pesisir pantai Sulawesi Barat memanjang dari Selatan ke Utara. Kabupaten Majene terdiri terdiri dari 8 Kecamatan yaitu Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammero’do Sendana, Tubo Sendana, Malunda dan Ulumanda, yang meliputi 62 desa, 20 kelurahan, 257 dusun dan 104 lingkungan. Ibukota Kabupaten Majene terletak di Kecamatan Banggae. Secara geografis Kabupaten Majene terletak pada posisi 2o38'45” sampai dengan 3o38'15” Lintang Selatan dan 118o45'00” sampai 119o4'45” Bujur Timur. Kabupaten ini berbatasan di sebelah utara Kabupaten Mamuju, sebelah timur Kabupaten Polewali Mandar, sebelah selatan Teluk Mandar, dan sebelah Barat adalah Selat Makassar.

Kabupaten Majene berada pada ketinggian yang bervariasi antara 0 – 1.600 meter di atas permukaan laut, Daerah ini mempunyai topografi yang sebagian besar merupakan lahan perbukitan dengan vegetasi yang mulai rusak akibat adanya pembukaan hutan menjadi sawah ladang (30% dari luas total 94,784 ha). Sisa dari lahan yang ada berupa daratan aluvial pantai dan batuan gamping (70%) sehingga potensi aliran sungai gunung dan mata air terbatas, apalagi di musim kemarau. Klasifikasi kemiringan tanah secara keseluruhan relatif miring dengan persentase wilayah yang mengalami erosi sebesar 3,41% dan luas wilayah kabupaten, dengan suhu udara antara 22,4OC sampai 34,6OC, kelembaban antara 60 dan 89%, tekanan udara antara 1.010,2 dan 1.013,0 mb, kecepatan angin antara 4 dan 8 knots, penyinaran matahari antara 62 dan 93%. Jumlah curah hujan mencapai antara 3 dan 307 mm3 serta jumlah hari hujan antara 7 dan 20 hari.

Potensi lahan di Kabupaten Majene (Data Dinas Pertanian tahun 2017) terdiri dari Lahan Pertanian dan Lahan Bukan Pertanian. Lahan Pertanian seluas 86.127 ha dipergunakan untuk Lahan Sawah (1.630 ha) dan Lahan Bukan Sawah (84.497 ha). Sedangkan Lahan Bukan Pertanian (jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dll.) tercatat seluas 8.658 ha.

Penggunaan Lahan

Realisasi Dalam Satu Tahun

Jumlah (3)+(4)+(5)+(6)+(7)

 

Ditanami Padi

Tidak Ditanami Padi *)

Tidak di Tanamani apapun

 

Satu kali

Dua kali

Tiga kali

       

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

 

LAHAN PERTANIAN

             

Lahan Sawah

         

`

 

a. Irigasi teknis

39

500

3

0

0

542

 

b. Tadah Hujan

634

250

0

194

10

1,088

 

c. Pasang surut

0

0

0

0

0

0

 

d.  Rawa Lebak

0

0

0

0

0

0

 

Jumlah Lahan Sawah

673

750

3

194

10

1,630

 

Penggunaan Lahan

Luas

 

(2)

(3)

 

Lahan Pertanian Bukan Sawah

   

a. Tegal/kebun

11,842

 

b. Ladang/huma

6,259

 

c. Perkebunan

16,788

 

d. Hutan rakyat

35,904

 

e. Padang penggembalaan/rumput

5,423

 

f. Hutan negara

4,330

 

g. Sementara tidak diusahakan **)

3,513

 

h. Lainnya (tambak, kolam, empang, )

438

 

Total Luas lahan Pertanian bukan sawah

84,497

 

LAHAN BUKAN PERTANIAN( jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dll)

8,658

 

Total (Luas Wilayah Kabupaten) = Jumlah Lahan Sawah + Jumlah Lahan Pertanian Bukan Sawah + Jumlah Lahan Bukan Pertanian

94,785

 

 

 

*) Ditanami palawija, tanaman semusim lainnya atau tidak ditanami selama 1 tahun
**) Lebih dari 1 tahun tetapi ≤ 2 tahun, termasuk lahan sawah yang tidak diusahakan > 2 tahun

 

Jumlah penduduk Kabupaten Majene adalah 166.505 jiwa dalam 34.015 rumah-tangga dengan kepadatan 176 orang/km2. Tingkat pertumbuhan penduduk Kabupaten Majene adalah 1,53%. Jumlah Angkatan Kerja adalah 75.023 orang (70.890 orang bekerja dan 4.188 orang pengangguran) dan 35.747 orang non-Angkatan Kerja (11.249 orang bersekolah; 18.833 orang mengurus rumah-tangga dan 5.665 orang berkegiatan lain-lain). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 67,73% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 5,51% serta Indeks Pembangunan Manusia: 64,80.

Kontribusi PDRB terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (34,96%), Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (11,47%) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (11,23%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

116 Taman Kanak-Kanak (TK); 177 Sekolah Dasar (SD); 19 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 35 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 23 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 7 Sekolah Menengah Atas (SMA); 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); 13 Madrasah Aliyah (MA). Perguruan Tinggi di Kabupaten ini: Universitas Sulawesi Barat, Universitas Tomakaka, Universitas Terbuka, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPMAN Majene, Sekolah Tinggu Ilmu Kesehatan Marendeng Majene, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene, AMIK Tomakaka dan Universitas Al Asyariah Mandar.

Kesehatan

1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Banggae; 11 Puskesmas, 19 Puskesmas Keliling (mobil), 153 Puskesmas Keliling (motor), 323 Posyandu. 66 Polindes dan 25 Dokter Praktek, 12 Dokter Gigi Praktek, 10 Bidan praktek dan 41 Apotik, serta 13 Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan 82 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD). Tenaga Kesehatan: 4 dokter spesialis, 14 dokter umum, 10 dokter gigi, 15 tenaga Medis, 138 tenaga Keperawatan, 146 tenaga Kebidanan, 9 tenaga Kefarmasian, 69 tenaga Kesehatan lainnya, 

Agama

Penduduk Kabupaten Majene mayoritas beragama Islam 137.214 jiwa, Kristen 256 jiwa, Budha 4 jiwa dengan sarana peribadatan yaitu Masjid 307 buah, Musholla 114 buah dan gereja 1 buah.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas Lahan Sawah: 1.680 ha dengan rincian: Luas lahan padi sawah (irigasi teknis): 542 ha; luas lahan tadah hujan (yang ditanami padi): 934 ha; yang ditanami palawija dll: 194 ha dan 10 ha sisanya tidak ditanami apapun.
  2. Hortikultura
    Sayuran: bawang merah (24 ha; 261 ton), Cabai rawit (150 ha; 362,6 ton); cabai (54 ha; 137,5 ton); tomat (52 ha; 135,4 ton); terong (55 ha; 116,7 ton); ketimun (23 ha; 20,7 ton); kacang panjang (71 ha; 165,2 ton); bayam (85 ha; 170 ton); dan kangkung (73 ha; 156,8 ton).
    Buah-Buahan: mangga (47.701 bt.; 54.857 ton); nenas (67.835 bt.; 83,5 ton); langsat (27.799 bt.; 1.221,5 ton); papaya (4.745 bt.; 105,4 ton); nangka (3.910 bt.; 54,3 ton); rambutan (6.099 bt.; 173,8 ton); durian (23.353 bt.; 3.434,4 ton); pisang (298.619 bt.; 3.720,8 ton); sirsak (400 bt.; 2,4 ton); dan sukun (3.494 bt.; 221,2 ton).

Perkebunan

Kelapa: 8.273 ha, 7.903 ton; kelapa hibrida: 726,5 ha, 526,3 ton; kopi Robusta: 607 ha, 173,5 ton; kopi Arabika: 387,5 ha, 42 ton; cengkeh: 1.039 ha, 327,5 ton; pala: 49 ha, 5,4 ton; jambu mete: 456,5 ha, 60,9 ton; kapok: 80 ha, 7,9 ton; kemiri: 2.369 ha, 2.630 ton; kakao: 13.167,5 ha, 7.428 ton; lada: 17,5 ha, 4,8 ton; vanili: 29,5 ha, 1,5 ton; aren: 117,4 ha, 14,8 ton; Sagu: 89,2 ha, 12,7 ton; dan nilam: 17,5 ha, 9 ton.

Peternakan

17.371 sapi, 161 kerbau, 185 kuda, 68.199 kambing; 76.270 ayam kampung, 6.600 ayam ras petelur, 57.646 ayam ras pedaging, 13.738 itik dan 2.563 itik Manila.

Kehutanan

Luas kawasan hutan: 51.952,76 ha (hutan lindung: 45.036,76 ha; hutan produksi terbatas: 6.916 ha; dan hutan bakau: 71,4 ha; serta hutan Kota: 4 ha).

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan Tangkap (Laut): 4.672,8 ton; Perikanan Budidaya: 83,9 ton; Perikanan Darat: 466,66 ton (bandeng, udang dll); Luas areal Budidaya: 125 km (panjang pantai), 450 ha (empang) dan 925,9 km2 (laut). Produksi Perikanan Laut (2016): tuna (1.079,4 tons); cakalang (524,5 ton); tongkol (1.309,3 ton); layang (572 ton); kembung (146,8 ton); sunu (81,4 ton); kerapu (102,9 ton); kakap (14 ton); teri (40,3 ton); cumi-cumi (85 ton); marlin (50,5 ton); baronang (67,6 ton); tembang (53 ton); terbang (551ton); ikan lainnya (1.863,3 ton). Perikanan Budidaya (2015): udang (120,08 ton); ikan mas (7,22 ton); ikan Nila (44,35 ton); ikan lele (10 ton); bandeng (246,36 ton). Perikanan Pengolahan (2017): abon ikan (18,19 ton); ikan asin (72,350 ton); ikan asap (90,200 ton); ikan beku (113,310 ton); tuna loin/olah segar lain (125,629 ton); olahan ikan lainnya (27,900 ton); dan minyak ikan (0,02 ton).

Pertambangan dan Energi

43.300 pelanggan PLN; produksi: 62.002.868 KWh; distribusi: 59.906.608 KWh.

6.276 pelanggan PDAM; distribusi: 771.797 m3.

Pertambangan: Lempung (6 lokasi; 379,96 ha; 26.277.234 m3); Batu Pasir (4 lokasi; 980,20 ha; 213.037.667 m3); Gamping (10 lokasi; 1.402,08 ha; 341.999.466 m3); Andesite (4 lokasi; 464,25 ha; 29.167.871 m3); Dasite (Desa Pattipor; 1.320 ha; 1.629.200.000 m3); Pasir (3 lokasi sungai; 289,89 ha; 1.837.200 m3); Batubara (Desa Mekatta, Kecamatan Malunda; 10.108 ha, hipotik); Biji Besi (Desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda; 8.804 ha; hipotik) dan Emas (Desa Betteng, Kecamatan Pamboang; 4.698 ha; hipotik).

Perdagangan

582 Perdagangan, dan 3.100 Usaha Mikro; Fasilitas Perdagangan: 15 pasar, 45 toko, 8 kios, 4 warung dan 106 koperasi.

pariwisata

13 hotel dengan 215 kamar; 5 Karaoke Lounge; 131 restoran/rumah makan; 28.749 wisatawan Nusantara dan 12 wisatawan Mancanegara; 27 lokasi Wisata Alam, 22 Wisata Bahari dan 20 Wisata Budaya.

Transportasi dan Komunikasi

Panjang jalan: 821,08 km (jalan Negara: 103,50 km; jalan Provinsi: 96,38 km; jalan Kabupaten: 621,20 km). Kondisi: baik (71,98%); sedang (11,60%); rusak (2,10%); rusak berat (14,32%). Kunjungan kapal di pelabuhan laut Majene: 899 Pelayaran dengan 81.862 DWT; 5.351 penumpang turun dan 5.609 penumpang naik. Terdapat 3 Kantor Pos Pembantu di Kecamatan Banggae, Sendana dan Malunda; 936 SST dan 715 INET.

VIDEO PROFIL KABUPATEN MAJENE

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KABUPATEN MAJENE?

Kabupaten ini dilengkapi dengan terminal induk dan terminal pembantu, sarana pelabuhan seperti pelabuhan Majene di Kecamatan Banggae,yang menghubungkan kapal (Tol laut) Pelabuhan Batu Licin Kab. Tanah Bumbu, Kab. Baru Provinsi Kalsel dan Pelabuhan Palipi di Kecamatan Sendana serta Pelabuhan Laut yang ada di Kecamatan Pamboang dan Kecamatan Malunda. Kabupaten Majene juga didukung dengan keberadaan sarana perdagangan berupa pasar permanen dan pasar darurat. Peluang investasi masih terbuka lebar dengan prospek yang tidak mengecewakan. Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan/Kelautan dan Kehutanan masih memungkinkan untuk membuka investasi terutama dalam peningkatan produksi, pengolahan dan pemasarannya. Sektor Kepariwisataan dengan 69 lokasi tujuan wisata akan cukup menarik perhatian para Investor untuk turut serta berpartisipasi dalam mengembangkan potensi wisata di Kabupaten ini.

Potensi daerah dari Kabupaten Majene yang terbesar adalah berada di Sektor Perikanan/Kelautan, mengingat Kabupaten Majene memiliki panjang pantai 135 km. Hal inilah yang membuat Kabupaten Majene mampu berkembang saat ini. Pada saat ini sarana dan prasarana pendukung produksi hasil Kelautan dan Perikanan yang ada adalah sebagai berikut: Pabrik es (1 unit, beroperasi); Cold Storage (6 unit, I unit belum dioperasikan karena ketiadaan listrik); mesin pencetak bakso (1 unit, belum dimanfaatkan); mesin vacuum kemasan (2 unit, belum dimanfaatkan); mobil CCS (1 unit, mesin pendingin rusak); mesin pabrik pakan pellet (1 unit, belum dimanfaatkan); tambak percontohan semi intensif (2 ha); mini hatchery (kapasitas 10 ton) dan excavator (1 unit). Sedangkan di Sektor Perkebunan, terdapat tumbuhan kakao yang saat ini masih belum digarap secara maksimal.

Dari segi Pertambangan, saat ini Pemerintah setempat dengan membentuk tim sedang melakukan survai di daerah-daerah terkait hasil bumi yang ada di Kabupaten Majene, dan sampai saat ini diketahui bahwa Kabupaten Majene memiliki potensi alam berupa Migas.

DESTINASI WISATA KABUPATEN MAJENE

Potensi Sumber Daya Sektor Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Majene

Object Wisata Alam Bahari

  1. Pantai Dato, Kelurahan Baurung
  2. Pantai Barane, Kelurahan Baurung
  3. Hutan Mangrove, Desa Binanga
  4. Pantai Tarraujung, Kelurahan Lalampanua
  5. Air Panas Makula,Desa Limboro Kec. Sendana. Desa Ratte Punaga
  6. Pulau Idaman, Desa Palipi, Kec. Sendana
  7. Pantai Bukit Tinggi, Kelurahan Lamungan Batu
  8. Pohon Pinus Segeri, Kelurahan Baruga Dhua, Kec.Banggae Timur
  9. Pantai Baluno, Desa Binanga
  10. Pantai Sangiang, Desa Ulidang
  11. Pantai Pacitan, Kelurahan Pangali-ali
  12. Pantai Rangas, Kelurahan Rangas
  13. Cekdam/Embung Sulae Desa Sulae
  14. Cekdam/Embung Binanga, Desa Binanga
  15. Pantai Tubo Selatan, Desa Tubo Selatan
  16. Pantai Tubo Tengah, Desa Tubo Tengah
  17. Pantai Tubo, Desa Tubo
  18. Pantai Mekkatta, Desa Mekkatta
  19. Air Terjun Tallulottang, Desa Mekkatta
  20. Air Terjun Palappang, Desa Paminggalan
  21. Pantai Lakkading, Desa Limbua
  22. Pantai Tamo/Gusung Kelurahan Baurung
  23. Pantai Leppe, Kelurahan Lembang
  24. Pantai Rewata’a Kecamatan Pamboang
  25. Pantai Munu, Kelurahan Lembang
  26. Pantai Somba, Kelurahan Mosso
  27. Pantai Palipi Soreang, Desa Palipi Soreang
  28. Bukit Salabose, Kelurahan Pangali-ali
  29. Pantai Malunda, Kelurahan Malunda
  30. Pantai Onang, Desa Onang
  31. Pantai Salutambung, Desa Salutambung
  32. Pantai Ulidang, Desa Ulidang.

Objek Wisata Budaya/Sejarah/Religi

  1. Museum Mandar, Kelurahan Pangali-ali
  2. Makam Raja-Raja, Kelurahan Pangali-ali
  3. Makam S. Abdul Mannan, Kelurahan Pangali-ali
  4. Betteng Ammana Wewang, Desa Adolang
  5. Masjid Tua S. A. Mannan, Kelurahan Pangali-ali
  6. Makam Mara’dia Parappe, Kelurahan Labuang
  7. Makam Suryodilogo, Kelurahan Lalampanua
  8. Makam Lombengsusu, Kelurahan Tande

Tempat Rekreasi

  1. Kolam Renang Tirta, Kelurahan Totoli
  2. Pusrekmas Labuang, Kelurahan Labuang
  3. Taman Kota Kelurahan Banggae, Prioritas.

Wisata Kuliner

  1. Kuliner Labuang, Kelurahan Mosso Kec. Sendana
  2. Kuliner Apoang, Desa Bukit Samang Kec. Sendana
  3. Kuliner Onang, Desa Onang
  4. Kuliner Tubo Tengah, Desa Tubo Tengah, Kec. Tubo Sendana

Kerajinan Cinderamata

  1. Rumah Seni, Kelurahan Baruga Dhua, Prioritas
  2. Tenun Sarung Sutera, Desa Bonde, Prioritas
  3. Souvenir Sandeq Mini, Kelurahan Labuang
  4. Souvenir Assesoris, Kelurahan Baurung
  5. Souvenir Hiasan Dinding, Desa Mekkatta
  6. Nuket Ikan, Kelurahan Labuang
  7. Abon Ikan Kelurahan Pangaliali.

Pagelaran Seni Budaya Pariwisata

  1. Maulidan Salabose, Kelurahan Pangali-ali
  2. Pesona Cakkuriri, Desa Puttada
  3. Massosor Manurung Majene
  4. Event Perahu Sandeq, Kelurahan Labuang
  5. Festival Pesona Teluk Mandar Majene
  6. Karnaval Pessawe Totamma Majene
  7. Peppio, Kelurahan Lamungan Batu
  8. Tomakappa Tomalolo Majene
  9. Pesta Rakyat (Nelayan & Panen) Majene
  10. Festival Kuliner Majene
  11. Festival Bahari Majene
  12. Audisi Gita Bahana Nusa Majene
  13. Pagelaran/Pentas Seni Majene.

Tempat-Tempat Wisata Dan Tempat Bersejarah Di Kecamatan Tubo Sendana

  1. Desa Onang (Air Terjun di Dusun Battanlopi; Tanjung Udzun)
  2. Desa Onang Utara (Gunung Teletabis/Bukit Jedah,Kuburan Tosalam Onang, Air Terjun Belalang Tengah, Bukit Pambumbun, Desa Onang)
  3. Desa Bonde-Bonde (Galung Mawalle Dusun Bonde-Bonde; Pasir Putih Dusun Lambangan; Kuburan Toni Polang; Kuburan Toni Loppai Limanna; Kuburan Mar-Mar)
  4. Desa Tubo (Air Terjun Dusun Salabula; Pasir Putih Dusun Tarupa, pinggir pantai; Kuburan Tosalama Dusun Salabulo)
  5. Desa Tubo Tengah (Pasir Putih/Udzun dan Goa Ledo; Kuburan Tosalama Mangrai)
  6. Desa Tubo Poang (Wisata Pantai Desa Tubo; Kuburan Tosalama Tomatindo di Camba)
  7. Desa Tubo Selatan (Tanjung Talittin Batu Roro, pinggir pantai; Kuburan Tosalama/Tua Pattallasan.

Objek Dan Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten Majene

  1. Pantai Dato, Kelurahan Baurung
  2. Pantai Barane, Kelurahan Baurung
  3. Hutan Mangrove, Desa Binanga
  4. Pantai Tarraujung, Kelurahan Lalampanua
  5. Air Panas Makula, Desa Limboro Ratte
  6. Pulau Idaman, Desa Palipi
  7. Pantai Bukit Tinggi, Kelurahan Lamungan Batu
  8. Hutan Pinus Segeri, Kelurahan Baruga Dhua
  9. Embung Sulai, Desa Sulai
  10. Pantai Tubo Selatan, Desa Tubo Selatan
  11. Pantai Tubo, Desa Tubo
  12. Pantai Tubo Tengah, Desa Tubo Tengah
  13. Air Terjun Tallulottang, Desa Mekkatta
  14. Air Terjun Palappang, Desa Paminggalan
  15. Pantai Dato Munu, Kelurahan Lembang
  16. Pantai Palipi Soreang, Desa Palipi Soreang
  17. Pantai Onang, Desa Onang
  18. Pantai Salutambung, Desa Salutambung
  19. Pantai Ulidang, Desa Ulidang
  20. Museum Mandar, Kelurahan Pangali-ali
  21. Makam Raja-Raja, Kelurahan Pangali-ali
  22. Makam Syech Abdul Mannan, Kelurahan Pangali-ali
  23. Benteng Ammana Wewang Desa Adolang
  24. Mesjid Tua Syech Abdul Mannan, Kelurahan Pangali-ali
  25. Makam Suryodilogo, Kelurahan Lalampanua
  26. Kolam Renang Tirta, Kelurahan Totoli
  27. Pusrekmas Labuang, Kelurahan Labuang
  28. Taman Kota Majene, Kelurahan Banggae
  29. Kuliner Labuang Somba, Kelurahan Mosso.

Destinasi Wisata Favorit Kabupaten Majene

  1. Pantai Dato, Kelurahan Baurung, Wisata Pantai
  2. Pantai Barane, Kelurahan Baurung, Wisata Pantai
  3. Pantai Tarraujung, Kelurahan Lalampanua, Wisata Pantai
  4. Hutan Mangrove, Desa Binanga, Wisata Pendidikan
  5. Air Panas Makula, Desa Limboro Ratte, Wisata Kesehatan
  6. Museum Mandar, Kelurahan Pangali-ali, Wisata Budaya
  7. Makam Raja-Raja, Kelurahan Pangali-ali, Wisata Budaya
  8. Event Perahu Sandeq, Kelurahan Labuang, Wisata Petualangan
  9. Pagelaran Cakkuriri, Desa Puttada, Wisata Budaya
  10. Pagelaran Malulidan, Kelurahan Pangali-ali, Wisata Religi
  11. Festival Pesona Teluk Mandar, Kelurahan Labuang, Wisata Budaya.

Beberapa Lokasi Tujuan Wisata yang menjadi Unggulan Kabupaten Majene, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pantai Dato

Pantai Dato merupakan objek wisata unggulan Kabupaten Majene, memiliki panorama alam yang indah berbentuk landscaping (daratan menonjol ke laut), wisata bawah laut dengan terumbu karang yang indah cocok untuk snorkling, pada petang hari pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam, tersedia tumpangan perahu/sampan tradisonal serta potensi wisata memancing bagi pengunjung serta keunikan lainnya yang tidak kalah dengan objek wisata lainnya di Indonesia. Pantai Dato berada dalam wilayah administratif Kelurahan Baurung – Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 2 km, jarak tempuh dari ibukota kabupaten 4 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 154 km atau waktu tempuh 2,5 – 3 jam.

Pantai Barane

Pantai Barane adalah salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Majene, memiliki panorama alam yang indah dengan hembusan angin sepoi - sepoi di sore hari, pada pagi hari pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit, tersedia tumpangan perahu/sampan tradisional yang dikelola masyarakat setempat. Bagi yang gemar melakukan olahraga pantai seperti berenang, volly pantai serta olahraga di air lainnya di Pantai Barane inilah tempatnya karena kondisi lautnya dangkal serta memiliki kekhasan tersediri. Pantai Barane berada dalam wilayah administratif Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 3 km, jarak tempuh dari ibukota kabupaten 5 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 157 km atau waktu tempuh 2,5 – 3 jam sedangkan akses jalan menuju objek terjangkau, baik kendaraan roda dua maupun roda empat serta tidak jauh dari akses jalanan poros Trans sulawesi.

Hutan Mangrove

Objek Wisata Hutan Mangrove Baluno berada dalam wilayah administrative Desa Binanga Kecamatan Sendana dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 3 km, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 33 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 123 km atau waktu tempuh 2 – 2,5 jam. Objek Wisata Hutan Mangrove setiap hari dikunjungi wisatawan, baik lokal, nusantara bahkan mancanegara, disamping bertujuan melakukan rekreasi, juga melakukan penelitian karena berbagai jenis tumbuhan mangrove ada pada kawasan ini. Melalui program pengembangan desa wisata, Pemerintah Kabupaten Majene telah menetapkan bahwa Desa Binanga menjadi desa wisata percontohan yang terintegrasi dengan desa-desa disekitarnya yang memiliki objek wisata pendukung.

Pantai Tarraujung

Objek Wisata Tarraujung/Udhung Pokki berada dalam wilayah administratif Kelurahan Lalampanua Kecamatan Pamboang dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 1,5 km, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 16 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 139 km atau waktu tempuh 2 – 2,5 jam. Objek Wisata Tarraujung memiliki keunikan tersediri disbanding dengan objek wisata lainnya di Kabupaten Majene, Objek Wisata Tarraujung adalah objek wisata bahari/ pantai, namun di sekitar kawasan tumbuh berbagai jenis mangrove dan pada bukit kawasan terdapat makam topole dikaeli, menurut kepercayaan masyarakat bahwa beliau adalah juru selamat, sehingga pada bulan – bulan tertentu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Objek Wisata Tarraujung menjadi salah satu objek wisata unggulan dan menjadi skala prioritas pengembangan dan pembangunan pariwisata Kabupaten Majene.

Air Panas Makula Limboro

Objek Wisata Alam, Air Panas Makula merupakan objek wisata unggulan Kabupaten Majene memiliki potensi sebagai objek tujuan wisata kesehatan, berada dalam wilayah administratif Desa Limboro Ratte - Kelurahan Tallu Baua Utara Kecamatan Sendana jarak tempuh dari ibukota kecamatan 10 km, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 40 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 125 km atau waktu tempuh 1,5 – 2 jam. Objek Wisata Air Panas Makula Limboro berada di atas gunung dengan akses jalan menanjak dengan pemandangan panorama alam pegunungan yang indah serta ditunjang pengembangan agrowisata di sekitar kawasan.

Kolam Renang Tirta

Tempat Rekreasi, Kolam Renang Tirta, terletak dalam wilayah administratif Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae, jarak tempuh dari ibukota kecamatan 150 m, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 2 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 149 km atau waktu tempuh2 – 3 jam. Kolam Renang Tirta memiliki fasilitas yang memadai, ramai dikunjungi pada hari-hari libur nasional/hari minggu serta dijadikan tempat praktek lapangan olahraga sekolah.

Museum Mandar Majene

Museum Mandar Majene adalah satu – satunya museum yang ada di Provinsi Sulawesi Barat, disamping sebagai objek wisata budaya, juga menjadi wisata pendidikan karena setiap hari dikunjungi para pelajar untuk melakukan penelitian serta sudah dikenal wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Museum Mandar Majene, terletak dalam wilayah administrative Kelurahan Pangali-ali Kecamatan Banggae Timur, dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 2km, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 1 km sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 152 km atau waktu tempuh 2 – 3 jam.

Makam Raja-Raja dan Hadat Mandar

Kompleks Makam Raja-Raja dan Hadat Mandar, terletak dalam wilayah administratif Kelurahan Pangali-ali Kecamatan Banggae Timur, akses jalan menuju objek mudah dijangkau dengan jarak tempuh dari ibukota kecamatan 2 km, jarak tempuh ke ibukota kabupaten 500 m sedangkan jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat 152 km atau waktu tempuh 2 – 3 jam.

Event Perahu Sandeq

Lomba Perahu Sandeq Tradisional dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Majene, diikuti oleh pelaut - pelaut dari Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman, lomba ini sangat digemari masyarakat kedua kabupaten dan merupakan salah satu daya tarik unggulan Kabupaten Majene.

Pagelaran Cakkuriri

Pagelaran Cakkuriri merupakan kegiatan ritual masyarakat Putta’da Sendana, pencucian benda-benda kuno/pusaka peninggalan para leluhur yang diyakini memberikan keselamatan bagi masyarakat Putta’da pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Majene pada umumnya, cakkuriri melambangkan suatu bendara Kerajanan Sendana.

Pagelaran Budaya (Maulidan di Salabose & Missawe Totamma)

Berjarak 3 km dari Ibukota Kecamatan Banggae, merupakan acara ritual keagamaan yang dilakukan sebagai rangkaian peringatan Maulid adalah Khataman Al-Quran bagi para siswa yang telah menamatkan pelajaran bacaan Al-Qurannya dan dilanjutkan dengan keliling kampung di puncak bukit Salabose dengan menunggang kuda Pattu’du’ berhias dan di arak oleh keluarga masing-masing.

Pelaksanaan Event dan Kalender Event Kabupaten Majene

No.

JENIS EVENT

TEMPAT PELAKSANAAN

WAKTU PELAKSANAAN

1.

Pagelaran Maulidan Salabose

Salabose

Setiap Tahun disesuaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW

2.

Pesona Cakkuriri

Lapangan Sepak Bola Bura’ Sendana

Bulan Oktober

3.

Pagelaran Budaya Massossor Manurung

Pendopo Rujab Bupati Majene

Bulan Agustus (HUT Majene)

4.

Event Lomba Segi Tiga  Perahu Sandeq

Pantai Labuang

Bulan Agustus (HUT Proklamasi Kemerdekaaan RI)

5.

Pesona Teluk Mandar

Pelataran Gedung Assamalewuang

Bulan Juni – Juli

6.

Karnaval Pessawe Totamma

Wilayah Kabupaten Majene

Bulan Juni – Juli

7.

Pagelaran Peppio

Kelurahan Lamungan Batu Kecamatan Malunda

Pelaksanaan Relatif

8.

Pemilihan Tomalolo Tomakappa

Gedung Assamalewuang Kelurahan

Bulan Mei

9.

Festival Kuliner

Kawasan Objek Wisata

Bulan Agustus

10.

Festival Bahari

Pantai Labuang

Bulan Agustus

11.

Pagelaran/ Pentas Seni

Stadion Prasamya

Bulan Agustus

12.

Pawai Budaya

Pelataran Assamalewuang

Bulan Agustus

 

Hotel yang ada di Kabupaten Majene

Hotel yang ada adalah :

  1. Hotel Sulawesi (18 kamar)
  2. Villa Bogor (31 kamar)
  3. Wisma Yumari (22 kamar)
  4. Wisma B’Nusabila (22 kamar)
  5. Hotel Abrar (6 kamar)
  6. Penginapan Cilacap (13 kamar)
  7. Hotel Davina Inn (19 kamar)
  8. Puri Lembang (15 kamar)
  9. Hotel Bogor (10 kamar)
  10. Hotel Takana Juo (17 kamar)
  11. Hotel Aulia (22 kamar)
  12. Penginapan C. Wajo (10 kamar)
  13. Penginapan Sederhana (10 kamar).

Disamping itu juga terdapat Karaoke Lounge, yaitu:

  1. Yumari (di Barane)
  2. Dafina Inn (di Lembang)
  3. Sulawesi (di Lembang)
  4. Cilacap (di Tanjung Batu)
  5. Aulia (di Battayang)

Di Kabupaten ini terdapat 131 rumah-makan/restoran yang menyajikan berbagai menu masakan.

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN MAJENE

Jenis-jenis pelayanan perizinan dan non perizinan yang dilayani oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Majene meliputi 67 jenis Perijinan dan 42 jenis non-Perijinan.

TABULASI DATA
POTENSI dan PELUANG INVESTASI UNTUK KEGIATAN INVESTASI PMA dan PMDN
KABUPATEN MAJENE

NO

SEKTOR (SUB SEKTOR)

LOKASI INVESTASI

BIDANG USAHA

STATUS KEPEMILIKAN

LUAS AREA

(Ha)

PROYEKSI NILAI INVESTASI (USD/IDR)

1.

PERTANIAN

Kabupaten Majene

  1. Teknologi Pertanian tepat-guna, intensifikasi lahan dan penyediaan saprodi guna meningkatkan produksi padi, palawija dan hortikultura.

Masyarakat

1.630

--

2.

PERKEBUNAN

Kabupaten Majene

  1. Peningkatan produksi tanaman perkebunan dengan perluasan lahan dan pemberian bibit unggul, terutama kakao, kelapa dan cengkeh sebagai komoditas utama.

Masyarakat

16.788

--

3.

PETERNAKAN

Kabupaten Majene

  1. Ekstensifikasi lahan hijauan pakan ternak, dan diversifikasi ternak.

Masyarakat

--

--

4.

PERIKANAN/

KELAUTAN

Kabupaten Majene

  1. Pengembangan produksi Perikanan Tangkap, Budidaya dan Perikanan Darat.

Masyarakat

--

--

5.

ENERGI

Kabupaten Majene

  1. Penambahan jaringan dan distribusi listrik dan air bersih.

Pemerintah Kabupaten

--

--

6.

TRANSPORTASI

Kabupaten Majene

  1. Perbaikan jalan rusak dan rusak berat; Peningkatan fungsi dan peran pelabuhan laut.

Pemerintah Kabupaten

--

--

7.

PERTAMBANGAN

Kabupaten Majene

  1. Pengembangan hasil survai ke arah upaya eksplrasi dan eksploitasi.

Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

28.446,38

--

8.

PARIWISATA

Kabupaten Majene

  1. Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi
  2. Pembangunan Fasilitas Umum dan Publik di Tempat Tujuan Wisata
  3. Pembangunan hotel/penginapan di tempat tujuan wisata tertentu
  4. Restoran/Toko Suvenir/Tempat Ibadah
  5. Pembinaan/Pemeliharaan
  6. Pelatihan Pemandu Wisata.

Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

--

--

PETA KABUPATEN MAJENE

Kontak Investasi

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP)
KABUPATEN MAJENE
Jl. Ammana Wewang (Samping Terminal Kota) No. 12 Majene
Website : bpm-ptsp.majenekab.go.id
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Contact Person :
1. Bpk. Busri (Kepala Dinas) : 0812 4289 8666/0823 1234 4500
2. Bpk. Andi Ermin (Kasie Investasi) : 0823 4943 4422

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME