Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru

lambang kota pekanbaru

  1. Profil Walikota Pekanbaru
  2. Kepala Dinas

walikota pekanbaru okWALIKOTA PEKANBARU
Dr. H. Firdaus, ST., MT.

Beliau lahir di Bangkinang, bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 1960. Beliau dilahirkan dari pasangan Muhammad Datuk Bagindo Pado dan Hj. Rufiah, salah seorang tokoh adat dan tokoh masyarakat yang cukup disegani di Muaro Uway. Suami dari Ibu Hj. Asmita ini dalam pernikahannya dikaruniai 4 putra-putri.

Beliau mengawali kariernya bekerja di Dinas Pekerjaan Umum sebagai Tenaga Honor dengan Pendidikan Sekolah Teknik Menengah (STM) jurusan Bangunan pada tahun 1981. Kemudian melanjutkan ke Politeknik Institut Teknologi Bandung dengan Jurusan Jalan Raya (lulus 1989). Pernah menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Binamarga, kemudian dipromosikan menjadi Kepala Kacabdin PU Kota Batam merangkap Dinas PU Batam.

Gelar Sarjana Teknik (S1) didapatkan di Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) pada 1994. Kemudian beliau diterima mengikuti program Pasca-Sarjana di Universitas Gajah Mada jurusan Teknik Sipil dan memperoleh gelar S2-nya. Jabatan yang pernah diembannya adalah: Pelaksana Tugas Kasi Perencanaan Subdin Bina Marga; Kasubdin Prasarana Jalan (2005); Wakil Kepala Dinas Kimpraswil Riau (2007); Kepala Dinas Kimpraswil Provinsi Riau; Kepala BAPEDALDA Riau (2008); Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau (2009) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencara Daerah Provinsi Riau (2011).

Pada tanggal 15 Agustus 2016, H. Firdaus, ST, MT resmi menyandang gelar Doktor (DR) setelah dikukuhkan dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Balairung Rudini IPDN Bandung lulus Cum Laude.

Kini beliau adalah Walikota Pekanbaru untuk periode kedua, 2017-2022.

kadis dpmptsp kota pekanbaruKEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA PEKANBARU
Muhammad Jamil, M.Ag., M.Si. 

Sebagai ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru tidak memiliki sumber daya alam, seperti daerah lainnya di Riau. Modal dasar bagi Kota Pekanbaru dalam pembangunan adalah luas wilayah yang cukup luas, yaitu 632,26 km2, setara dengan luas Singapura dan luas daratan DKI Jakarta. Modal Kedua adalah lokasi yang strategis yang terletak di tengah Provinsi Riau, tepat berada di Pusat Sumatera dan berhadapan langsung dengan Negara-negara ASEAN dan menjadi pintu gerbang perdagangan internasional (MP3EI). Modal Ketiga adalah jumlah penduduk. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk 4,5% per tahun dengan jumlah 1,1 s.d. 1,4 juta jiwa.

Dengan ketiga modal di atas, sektor unggulan yang dikembangkan saat ini adalah Sektor Perdagangan, Jasa dan Industri. Pemerintah Kota Pekanbaru terus melakukan pengembangan, memberikan ketersediaan informasi dan data mengenai peluang-peluang investasi yang terdapat di Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru menerbitkan Buku Peluang Investasi yang ada di Kota Pekanbaru dengan judul “Pesona Investasi Kota Pekanbaru” ini sebagai bahan informasi bagi para Investor.

Dengan informasi dalam buku ini, diharapkan akan meningkatkan minat investor untuk melakukan investasi di Pekanbaru, sehingga dapat mendukung tercapainya peningkatan perekonomian daerah di segala bidang, pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru,
Muhammad Jamil, M.Ag., M.Si.
NIP. 19750603 200112 1 003

VISI DAN MISI

Visi Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Pekanbaru 2005-2025 sesuai Perda Kota Pekanbaru Nomor 1 Tahun 2011, yaitu ”TERWUJUDNYA KOTA PEKANBARU SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA, PENDIDIKAN SERTA PUSAT KEBUDAYAAN MELAYU, MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA.” Berdasarkan visi tersebut, untuk Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pekanbaru, Walikota Pekanbaru mempunyai Visi: “TERWUJUDNYA PEKANBARU SEBAGAI SMART-CITY MADANI”.

Dalam mewujudkan Visi tersebut, maka ditetapkan Misi Kota Pekanbaru yaitu:

  1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Bertaqwa, Mandiri, Tangguh dan Berdaya Saing Tinggi
  2. Mewujudkan Pembangunan Masyarakat Madani Dalam Lingkup Masyarakat Berbudaya Melayu
  3. Mewujudkan Tata Kelola Kota Cerdas dan Penyediaan Infrastruktur yang Baik
  4. Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Padat Modal, pada Tiga Sektor Unggulan yaitu Jasa, Perdagangan dan Industri (olahan dan MICE)
  5. Mewujudkan Lingkungan Perkotaan yang Layak Huni (Liveable City) dan Ramah Lingkungan (Green City).

GAMBARAN UMUM DAERAH

Kota Pekanbaru adalah ibukota dan kota terbesar di Provinsi Riau. Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di bagian Timur Pulau Sumatera dan termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi. Kota ini berawal dari sebuah pasar (pekan) yang didirikan oleh para pedagang Minang-kabau di tepi Sungai Siak. Kota Pekanbaru tumbuh pesat dengan berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan minyak bumi, serta pelaksanaan otonomi daerah. Saat ini Kota Pekanbaru sedang berkembang pesat menjadi kota dagang yang multi-etnik, keberagaman ini telah menjadi modal sosial dalam mencapai kepentingan bersama untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

  1. Letak, Luas dan Batas Wilayah
  2. Topografi, Hidrografi dan Iklim
  3. Demografi
  4. Perekonomian

Kota Pekanbaru terletak antara 101°14' - 101°34' Bujur Timur dan 0°25' - 0°45' Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 - 50 meter. Permukaan wilayah bagian Utara landai dan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 5 - 11 meter. Luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 Km², dengan 12 Kecamatan dan 83 Kelurahan, 747 Rukun Warga (RW) dan 3.026 Rukun Tetangga (RT). Kecamatan di Kota Pekanbaru adalah: Bukit Raya, Lima Puluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Sail, Senapelan, Sukajadi, Rumbai, Rumbai Pesisir, Tampan dan Tenayan Raya. Kota Pekanbaru berbatasan dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar di sebelah Utara; Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan di sebelah Selatan; Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan di sebelah Timur; dan Kabupaten Kampar di sebelah Barat.

Kota Pekanbaru terletak pada ketinggian 5 – 50 meter di atas permukaan laut. Kawasan pusat kota dan sekitarnya relatif datar dengan ketinggian rata-rata antara 10-20 meter di atas permukaan laut. Sedangkan kawasan Tenayan dan sekitarnya umumnya mempunyai ketinggian antara 25-50 meter di atas permukaan laut. Kawasan yang relatif tinggi dan berbukit terutama di bagian Utara kota, khususnya di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir dengan ketinggian rata-rata sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Pekanbaru (44%) mempunyai tingkat kemiringan antara 0-2% atau relatif datar. Sedangkan wilayah kota yang agak landai hanya berjumlah sekitar 17%, landai 21%, dan sangat landai 13%. Sedangkan yang relatif curam hanya sekitar 4 – 5% yang terdapat di Kecamatan Rumbai Pesisir. Kota Pekanbaru keadaannya relatif daerah datar dengan struktur tanah pada umumnya terdiri dari jenis aluvial berpasir. Pinggiran kota pada umumnya terdiri dari jenis tanah organosol dan humus yang merupakan rawa-rawa yang bersifat asam, sangat korosif untuk besi.

Kota Pekanbaru dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari Barat ke Timur, yang memiliki beberapa anak sungai antara lain: Sungai Umban Sari, Air Hitam, Siban, Setukul, Pengambang, Ukui, Sago, Senapelan, Limau, Tampan dan Sungai Sail. Sungai Siak juga merupakan jalur perhubungan lalu lintas perekonomian rakyat pedalaman ke kota serta dari daerah lainnya.

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 32,40º C - 35,50º C dan suhu minimum antara 21,15º C - 23,80º C. Curah hujan 2.414,09 mm/tahun 2015 dengan hari hujan 170,53 hari (2015). Musim Hujan umumnya jatuh pada bulan Januari s/d April dan September s/d Desember. Sedangkan Musim Kemarau biasanya jatuh pada bulan Mei s/d Agustus. Kelembaban berkisar antara 73,04% - 81,11%.

Kota Pekanbaru adalah kota ke-empat berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera, setelah Medan, Palembang dan Bandar Lampung. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat, menjadi pendorong laju pertumbuhan penduduknya. Jumlah penduduk Kota Pekanbaru berdasarkan data tahun 2016 adalah 1.064.566 orang dalam 253.533 rumah-tangga yang terdiri dari 546.400 laki-laki dan 518.166 wanita (rasio: 105), dengan pertumbuhan penduduk sebesar 4,5% dan kepadatan 1.684 orang/km2. Angkatan Kerja tercatat 476.420 orang (440.873 orang bekerja dan 35.547 orang adalah pengangguran terbuka), sedangkan Bukan Angkatan Kerja tercatat 279.339 orang (104.240 orang bersekolah; 148.607 orang mengurus rumah-tangga; dan 26.492 orang dengan kegiatan lain-lain). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAT) adalah 61,19% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 4,63%. Di Kota ini terdapat 142 orang tenaga kerja asing. Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 79,69.

Saat ini Pekanbaru telah menjadi kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 1,1 juta orang. Perkembangan perekonomian Pekanbaru, sangat dipengaruhi oleh kehadiran perusahaan minyak, pabrik pulp dan kertas, serta perkebunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya. Posisi Sungai Siak sebagai jalur perdagangan Pekanbaru, telah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota ini. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,96% (2016). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pekanbaru didominasi oleh Sektor Konstruksi (29,70%) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor (29,70%) serta Sektor Industri Pengolahan (19,93%).

KONDISI SOSIAL

Pendidikan

335 Taman Kanak-Kanak (TK); 291 Sekolah Dasar (SD); 23 Madrasah Ibtidaiyah (MI); 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP); 30 Madrasah Tsanawiyah (MTs); 58 Sekolah Menengah Atas (SMA); 14 Madrasah Aliyah (MA); dan 58 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perguruan Tinggi yang ada: Politeknik Caltex Riau, Universitas Riau, UIN Suska, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning.

Kesehatan

30 Rumah Sakit (RS); 6 RS Bersalin; 20 Puskesmas, 34 Pustu, 623 Posyandu dan 174 Klinik/Balai Kesehatan; serta 71 Klinik Keluarga Berencana (KKB), 58 Pos Pelayanan KB Desa (PPKBD) dan 653 Sub-PPKBD. Tenaga Kesehatan yang ada: tenaga Medis (1.146 dokter, 2.162 perawat, 717 bidan, 218 Farmasi); dan Tenaga Non-Medis (31 Ahli Gizi, 90 Teknisi Medis, 22 Sanitasi, 70 Kesehatan Masyarakat dan 1.474 tenaga lainnya).

Agama

716 masjid, 492 musolah, 186 gereja Protestan, 10 gereja Katholik, 1 Pura dan 19 Vihara.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM, SARANA DAN PRASARANA

Pertanian

  1. Tanaman Pangan
    Luas panen padi sawah: 6 ha (produksi: 16 ton); jagung: 173 ha (406 ton); ubi kayu: 345 ha (12.674 ton); ubi jalar: 58 ha (492 ton); kacang kedele: 5 ha (5 ton); kacang hijau: 23 ha (24 ton).
  2. Hortikultura

    Produksi sayuran: terung (1.365 ton); cabe besar (1.170,4 ton); petsai (1.152 ton); kacang panjang (690 ton); dan bawang merah (360 ton).

    Produksi Buah-buahan: durian (451,36 ton), nangka (241,03 ton), papaya (82,05 ton), nenas (246,25 ton), jambu biji (42,10 ton) dan jambu air (20,41 ton).

Peternakan

5.173 sapi potong; 405 kerbau; 31 kuda; 6.309 kambing, 124 domba dan 18.427 babi; serta 211.623 ayam kampung, 1.000 ayam petelur, 6.846.043 ayam pedaging, 6.770 itik dan 5.699 itik Manila.

Kelautan dan Perikanan

Produksi Perikanan di Perairan Umum: kelabau (6,3 ton); baung (20,9 ton); pantau (13,2 ton), selais (7,2 ton), tuakang (6,8 ton), rasau/Lukas (17,6 ton), betutu (1,8 ton) dan juara (19,5 ton). Produksi Ikan Budidaya di Kolam: patin (1.467,30 ton); nila (193,54 ton); gurami (144,19 ton); bawal air tawar (48,80 ton) dan lele (4.956,32 ton). Produksi udang di Perairan Umum: udang galah (5,6 ton) dan udang tawar (1,1 ton).

Transportasi dan Komunikasi

Panjang jalan: 3.079,61 km (jalan negara: 83,45 km; jalan Provinsi: 123,24 km; dan jalan Kota: 2.872,92 km).

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II (SSK-II): Dalam Negeri (15.388 pesawat datang dan 15.179 pesawat berangkat) dan Luar Negeri (1.758 pesawat datang dan 1.989 pesawat berangkat).

Pelabuhan Sungai Duku dan Pelita Pantai di Pekanbaru terletak di tepi Sungai Siak dan berjarak 96 mil ke muara sungai, menjadi sarana transportasi untuk komoditi ekspor seperti kelapa sawit. Selain itu, pelabuhan ini juga menghubungkan Pekanbaru dengan kawasan di pesisir Provinsi Riau seperti Selatpanjang, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Sei Pakning dan lain sebagainya serta kota - kota di Kepulauan Riau seperti TanjungpInang dan Batam.

Kota ini memiliki 14 Kantor Pos Pembantu.

Perindustrian dan Perdagangan

137 industri kecil dengan 1.067 tenaga kerja dan Rp. 24.279.363.000 nilai investasi.

Tercatat 904 Perseroan Terbatas; 982 CV/Firma; 15 Koperasi dan 792 perorangan. Jumlah Sarana Perdagangan: 4 pasar BOT, 6 pasar pemerintah, 9 pasar Wiraswasta dan 1,265 Kios.

Energi

Listrik: 443.769 pelanggan dengan penggunaan: 1.908.887.924 KWh.

Air Bersih: 18.660 unit Sambungan Rumah (SR) dan 45 Hidran Umum (HU), dengan distribusi 2.142.761 m3.

Pariwisata

106 hotel (39 hotel berbintang dan 67 hotel melati) dengan 3.675 kamar dan 5.487 tempat tidur (hotel berbintang); 2.549 kamar dan 3.674 tempat tidur (hotel melati). Jumlah tenaga kerja: 1.874 laki-laki dan 703 wanita (hotel berbintang); 570 laki-laki dan 199 wanita (hotel melati). Wisatawan Mancanegara: 24.904 orang.

 

MENGAPA BERINVESTASI DI KOTA PEKANBARU?

Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau berada tepat di tengah Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan negara-negara ASEAN serta menjadi pintu gerbang perdagangan internasional (MP3EI). Kota ini juga berada di jalur strategis lalu lintas yakni jalur lintas Sumatera memiliki ragam peluang investasi emas yang menjanjikan bagi investor yang akan menanamkan modalnya baik pengembangan investasi fisik maupun non fisik. Peluang investasi yang menjanjikan ini juga tidak terlepas dari keberadaan Kota Pekanbaru yang berada di dalam simpul segitiga pertumbuhan Indonesia, Singapore dan Malaysia. Kota ini juga sangat strategis karena merupakan penghubung dengan kota-kota Selatpanjang, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Sei Pakning dan lain sebaginya serta kota-kota di Kepulauan Riau seperti Tanjungpinang dan Batam.

Insentif Investasi (Fiskal dan Non Fiskal)

Pemberian fasilitas, kemudahan dan insentif Penanaman Modal mempertimbangkan pengembangan sektoral dan wilayah, maka kegiatan Penanaman Modal terbagi menjadi “industri pionir dan skala prioritas tinggi di wilayah luar Jawa. Kriteria pemberian fasilitas : (1) Industri pionir, (2) prioritas tinggi, (3) menyerap banyak tenaga kerja, (4) termasuk pembangunan infrastruktur, (5) alih teknologi, (6) berada di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (7) menjaga kelestarian lingkungan, (8) melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi, (9) bermitra dengan UKMK, dan (10) pemanfaatan barang modal, mesin peralatan produksi dalam negeri.

Kemudahan mendapatkan informasi perizinan, mendapatkan pembinaan, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Penanaman Modal serta mendapatkan fasilitas pembebasan terhadap bea masuk atas impor mesin, fasilitas tax holiday, dan tax allowance sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pariwisata Unggulan

Kota ini menawarkan cukup banyak wisata alam pilihan untuk dikunjungi. Berikut beberapa Tempat Wisata di Pekanbaru yang paling direkomendasikan: Masjid Agung An-Nur (Lokasi: Jl. Hangtuah Ujung, Sumahilang, Kota Pekanbaru); Perpustakan Soeman HS (Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No.462, Jadirejo, Sukajadi, Kota Pekanbaru; Taman Wisata Alam Mayang (Lokasi: JL. H. Imam Munandar, Taman Alam Mayang, Tengkerang Timur, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru); Wahana Alam Mayang (Lokasi: JL. H. Imam Munandar, Taman Alam Mayang, Tengkerang Timur, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru); Masjid Raudhatul Jannah (Lokasi: Jl. Tuanku Tambusai, Labuh Baru Tim., Payung Sekaki, Kota Pekanbaru; Labersa Waterpark (Jl. Labersa, Simpang Tiga Bukit Raya, Kota Pekanbaru); Jembatan Siak III   (Lokasi: Jembatan Kampung Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru; Stadion Utama Riau (Lokasi: Jl. Naga Sakti, Simpang Baru, Tampan, Kota Pekanbaru); Danau Universitas Riau (Lokasi: Jl. HR Subantas KM 12.5, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru); dan Danau Buatan Khayangan (Lokasi: Jl. Khayangan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru). Lapangan Golf tersebar di beberapa tempat pada kawasan kota ini, antara lain Pekanbaru Golf Course Country Club di Kubang Kulim, Simpang Tiga Golf Course di Kompleks AURI, Rumbai Golf Course di Kompleks IKSORA Rumbai, dan Lapangan Golf Labersa di Kompleks Labersa.

 

INVESTASI DI KOTA PEKANBARU

Pertumbuhan ekonomi di Kota Pekanbaru banyak ditopang oleh adanya aliran investasi masuk ke Kota Pekanbaru. Investasi sendiri secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan para penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Berdasarkan naskah RUPM tahun 2015-2025 Peluang investasi yang diberikan Kota Pekanbaru pun beragam baik dari berbagai sektor terutama dari sektor perdagangan, sektor jasa dan sektor industri baik industri manufaktur maupun pariwisata, investasi Kawasan Industri Tenayan Raya, investasi Terminal Kargo, investasi Sektor Industri Pariwisata, investasi Danau Wisata Bandar Khayangan Lembah Sari, investasi jasa pendidikan, investasi jasa kesehatan, investasi jasa transportasi dan turunannya, investasi Kawasan Water Front City Pekanbaru, investasi pengembangan Kawasan Super Blok, serta investasi dalam Pengembangan Wilayah Tenayan Raya.

Investasi Industri Perdagangan Dan Jasa

Peluang investasi di Sektor Perdagangan dan Jasa di Kota Pekanbaru adalah investasi yang sangat menjanjikan, seiring dengan perkembangan Kota Pekanbaru terutama dalam pengembangan pusat perbelanjaan, menjamurnya pusat¬pusat perbelanjaan serta aktivitas perdagangan sangat terlihat dan peningkatan jumlah transaksi jual beli setiap tahunnya. Perkembangan pasar modern ini sama sekali tidak mengganggu perekonomian dan transaksi jual beli di pasar-pasar tradisional.

Danau Bandar Khayangan Lembah Sari

Investasi di Sektor Wisata yakni di Danau Bandar Khayangan Lembah Sari berlokasi di Kecamatan Rumbai Pesisir Kelurahan Lembah Sari yang didukung dengan akses jalan yang baik, berjarak lebih kurang 10 kilometer dari pusat Kota Pekanbaru. Danau ini memiliki luas genangan air sekitar 150 hektar pada kondisi permukaan air normal dan mampu menampung volume air lebih kurang 5,25 juta m3. Para investor tidak perlu ragu dengan berkurangnya air danau ketika musim kemarau berkepanjangan, karena air di danau ini tidak mengalami kekeringan dan masih berada dibatas air normal. Kawasan Danau Bandar Khayangan Lembah Sari ini lebih tepat dibangun sebagai tempat hiburan keluarga dan wisata bahari dengan nuansa alami seperti pembuatan fasilitas bungalow, auditorium, water park dan tempat bermain anak serta area kolam pancing dengan konsep Ecopark yang berbasiskan wisata Halal sebagai daya tariknya.

Investasi Tenayan Raya

Seiring dengan terwujudnya pembangunan Kantor Walikota dan pusat perkantoran pemerintah di Kecamatan Tenayan Raya yang telah dicanangkan dan proses pembangunannya sejak tahun 2014 dan akan selesai pada tahun 2018, Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah mempersiapkan area seluas 1.500 ha. Namun untuk saat sekarang ini kawasan yang telah dibebaskan dan siap untuk digunakan hanya seluas 300 ha (tiga ratus hektar). Jenis jenis industri yang dapat dikembangkan di Kawasan Industri Tenayan Raya ini pun beragam pilihan, seperti pengembangan industri makanan, industri tekstil pakaian jadi, industri berbahan baku kayu, industri yang berbahan baku kimia dan bahan yang bersumber dari alam Riau seperti minyak bumi, batu bara dan lainnya. Kawasan yang berada di tepian Sungai Siak ini juga dapat mempermudah investor untuk melakukan ekspor impor dari barang barang melalui transportasi air.

D. Investasi Perhotelan dan MICE (Meeting Incentive and Conference Exhibition)

Menjadi barometer dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau tak heran jika kunjungan masyarakat dari tahun ke tahun ke Kota Pekanbaru terus meningkat, peluang inilah seharusnya yang menjadi titik fokus bagi para investor untuk pengembangan investasinya di bidang perhotelan dan MICE mengingat hotel, penginapan dan MICE yang beroperasi di Kota Pekanbaru masih tidak merata. Peluang investasi di perhotelan dan MICE ini adalah peluang yang sangat menjanjikan karena rata-rata pendatang ke Kota Pekanbaru lebih memilih tempat istrahat yang nyaman dan santai mengingat aktivitas padat yang dilakukan di Kota Pekanbaru.

Investasi Pendidikan

Meskipun tidak berpengaruh terhadap letak geografis dari suatu daerah, namun investasi pendidikan Kota Pekanbaru adalah salah satu investasi yang kian menjanjikan, Hal ini dilihat dari tingginya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Saat ini jumlah sarana pendidikan di Kota Pekanbaru baik dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) dan. perguruan tinggi baik negeri maupun swasta masih mengalami kekurangan.

Investasi Kesehatan

Fasilitas dan tenaga kesehatan merupakan salah satu indikator dalam peningkatan kesejahteraan penduduk di suatu daerah. Kota Pekanbaru hingga saat ini fasilitas kesehatan disediakan Pemerintah seperti Posyandu, Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Pembantu yang berada di setiap kelurahan hingga rumah sakit yang berskala besar. Selain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad yang berada di persimpangan Jalan Diponegoro dan Jalan Hangtuah serta ditambah dengan fasilitas kesehatan dari pihak swasta, seperti Rumah Sakit Eka Hospital, RS Awal Bros, RS Safira RS Aulia Hospital, Rumah Sakit Ibnu Sina dan beberapa rumah sakit lainnya. Jika dibandingkan dengan tingginya jumlah dan tenaga kesehatan ini juga masih mengalami kekurangan. Namun agar ketersediaan fasilitas kesehatan ini dapat diberikan secara merata kepada masyarakat Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru terus membuka seluas luasnya keinginan investor berinvestasi di bidang kesehatan di kota bertuah ini.

Investasi di Bidang Transportasi

Investasi di bidang transportasi di Kota Pekanbaru tidak kalah menjanjikan dibandingkan dengan investasi di bidang lainnya. Sejak tahun 2009, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyediakan transportasi umum yang diberi nama bus Trans Metro Pekanbaru sebanyak 70 unit dengan jumlah armada di 9 koridor dan 60 unit halte serta tambahan 50 unit Hibah dari Kementerian Perhubungan Indonesia. Namun mengingat tingginya kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi umum ketersediaan bus Trans Metro Pekanbaru masih membutuhkan tambahan jumlah armada dalam memberikan pelayanan mengingat masih banyak jalur belum bisa melayani kebutuhan masyarakat.

Investasi Water Front City

Water Front City Kota Pekanbaru merupakan konsep penataan yang menggabungkan kepentingan swasta dan pemberdayaan masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Peluang investasi di Kawasan Water Front City terbagi atas beberapa bagian di antaranya kota baru, Pusat Kota Pekanbaru 2020 yang pengembangannya akan dilakukan di sekitar Sungai Siak dengan fungsi dan tema kota air, pusat jasa dan wisata, dan sebagai landmark kota. Kawasan Pusat Ekonomi Rakyat yang pembangunan dan target dari ekonomi rakyat ini akan dibangun di sekitar Kawasan Kampung Bandar, Kampung Dalam, Pesisir Lima Puluh pengembangan ini berupa: pasar murah, wisata air, pelabuhan rakyat, pasar seni, penginapan atau homestay. Selain pengembangan kawasan ekonomi rakyat, Pemerintah Kota Pekanbaru juga memberikan kesempatan sebesar besarnya kepada investor dalam pengembangan kawasan pusat ekonomi modern, yaitu pembangunan kawasan pusat ekonomi modern yang terletak di kawasan Tanjung Rhu, Kampung Dalam Meranti Pandak. Bentuk investasi yang disediakan berupa pembangunan mal, pusat grosir, department store dan perkantoran.

Pengembangan Kawasan Super Blok: CBD Kelurahan Meranti

Target menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota megapolitan di Pulau Sumatera pada tahun 2030 mendatang, diwujudkan dengan menghadirkan lima super blok yang semua akan terhubung dengan jalur lingkar. Misalnya kawasan Meranti Pandak konon akan dibangun trans studio yang akan terhubung dengan kawasan perkantoran Kota Pekanbaru di bagian selatan melintasi Jalan Garuda Sakti kilometer sebelas Kubang Raya hingga kawasan Pasir Putih. Dan Pasir putih sendiri nanti akan terhubung dengan kawasan Danau Bandar Khayangan memiliki lapangan golf 18 hole. Untuk menunjang dari semua sektor investasi yang ditawarkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan menjamin keamanan dan investasi serta memberikan pelayanan pengurusan yang maksimal.

Investasi Telekomunikasi

Sebagai daerah yang berada di ibukota Provinsi, membuat Kota Pekanbaru menjadi pusat kota yang memberikan sejuta potensi investasi dengan beragam produk unggulan. Sebagai salah satu kota tersibuk di wilayah Sumatera, Kota Pekanbaru tidak terlepas dari pentingnya penggunaan Telekomunikasi sehingga dari letak geografis yang strategis dan banyaknya pusat bisnis membuka peluang investasi di bidang Telekomunikasi seperti : Pergelaran Fiber Optic untuk penggunaan Internet TV kabel maupun Office Supporting, dan Data Center.

Potensi Investasi di 12 Kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut:

  1. Kecamatan Tampan: Industri Reparasi, Industri Roti Kue, Industri Kayu, dan Industri Logam Bukan Mesin
  2. Kecamatan Payung Sekaki: Industri Reparasi, Industri Logam bukan mesin, Industri Pakaian Jadi, dan Industri Roti Kue
  3. Kecamatan Bukit Raya: Industri Roti Kue, Industri Kayu, dan Industri Reparasi, Industri Pakaian Jadi;
  4. Kecamatan Marpoyan Damai : Industri Reparasi, Industri Pakaian Jadi, Industri Roti dan Industri Percetakan
  5. Kecamatan Tenayan Raya: Industri Sentra Bata, Industri Kayu, Industri Reparasi, Industri Peyek, Kacang dll dan Industri Olahan Ketela Pohon
  6. Kecamatan Limapuluh: Industri Reparasi, Industri Percetakan, Industri Pakaian Jadi dan Industri Air Minum
  7. Kecamatan Sail: Industri Percetakan, Industri Pakaian Jadi, Industri Roti Kue dan Industri Air Minum;
  8. Kecamatan Pekanbaru Kota: Industri Percetakan, Industri Pakaian Jadi, Industri Funiture dan Industri Roti Kue;
  9. Kecamatan Sukajadi: Industri Percetakan, Industri Pakaian Jadi, Industri Reparasi dan Industri Roti Kue;
  10. Kecamatan Senapelan: Industri Roti Kue, Industri Reparasi, Industri Pakaian Jadi dan Industri Peyek, Kacang dll
  11. Kecamatan Rumbai: Industri Funiture, Industri Kayu (Rotan), Industri Bahan Galian Non Logam, Industri Karet dan Industri Buah dan Sayur
  12. Kecamatan Rumbai Pesisir: Industri Roti Kue, Industri Kayu (Rotan), Industri Logam bukan Mesin, Industri Funiture dan Industri Buah dan Sayur.

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA PEKANBARU

DPMPTSP yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2016 dan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 109 Tahun 2016, merupakan pendukung tugas Walikota dalam Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan secara Terpadu serta Penanaman modal. Tugas DPMPTSP melaksanakan sebagian Urusan Pemerintah Daerah Kota dalam Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan secara Terpadu serta Penanaman Modal prinsip koordinasi, integrasi, singkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian.

Visi
"Terwujudnya Pekanbaru Menjadi Kota Tujuan Investasi Melalui Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Secara Prima"

Misi
• Menciptakan iklim investasi yang kondusif
• Meningkatkan sarana prasarana dan kualitas SDM aparatur pelayanan
• Mewujudkan prinsip Good Governance dalam pelayanan perizinan dan non-perizinan
• Melakukan penataan dan penyempurnaan sistem dan prosedur pelayanan
• Meningkatkan intensitas pengendalian pelaksanaan penanaman modal

Pendaftaran Penanaman Modal:

  1. Penggunaan Sistem Pelayanan Perizinan SIMPEL
  2. Pelayanan Perizinan Secara Paralel
  3. Sistem Pelayanan Perizinan cecara Mobile (SIMOLEK)
  4. Pelayanan Online Perizinan
  5. Sistem Pendataan dan Arsip Digital
  6. Traking Perizinan Online (Manual maupun dengan QR Code)
  7. Pengamanan Dokumen Perizinan dengan QR Code
  8. Pelayanan Perizinan Keliling.

PERKEMBANGAN  REALISASI INVESTASI PMDN/PMA KOTA PEKANBARU PERIODE  TAHUN 2012 S/D TAHUN 2017 BERDASARKAN LAPORAN KEGIATAN PENANAMAN MODAL (LKPM)

NO

Tahun

Realisasi Investasi

Realisasi Investasi

Jumlah Proyek

PMA (US $)

PMDN (Milyar Rp)

PMA

PMDN

1

Tahun 2012

7.078,7

125.758,9

13

4

2

Tahun 2013

5.841,4

1.322.628,3

11

2

3

Tahun 2014

18.919

2.658.319

14

6

4

Tahun 2015

69.547,7

4.463.495

26

51

5

Tahun 2016

9.562,3

785.291,3

38

33

6

Tahun 2017

2.882,6

629.939,9

29

36

 

 PROYEKSI PELUANG INVESTASI 17 (TUJUH BELAS) LAPANGAN USAHA DI KOTA PEKANBARU 2021

Lapangan Usaha

Konstribusi Lapangan Usaha PDRB 2016 (dalam Juta Rupiah)

Rata-rata Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha tahun 2013-2016 (%)

Proyeksi Pertumbuhan Lapangan Usaha 2021 (dalam juta rupiah)

Peluang Investasi 17 Lapangan Usaha Kota Pekanbaru

(dalam juta rupiah)

 A. PERTANIAN

935.605

4,00

1.138.307

202.702

 B. PERTAMBANGAN

10.525

3,06

12.237

1.712

 C. INDUSTRI PENGOLAHAN

13.447.405

7,55

19.350.428

5.903.022

 D. LISTRIK & GAS

131.297

7,15

185.445

54.148

 E. PENGADAAN AIR & PENGOLAHAN SAMPAH

11.604

0,29

11.773

169

 F. KONSTRUKSI

17.122.631

6,35

23.294.745

6.172.114

 G. PERDAGANGAN & REPARASI

17.061.112

4,97

21.743.693

4.682.582

 H. TRANSPORTASI

1.536.901

6,25

2.081.089

544.188

 I.  AKOMODASI & RESTORAN

1.047.020

3,12

1.220.870

173.850

 J. INFOKOM

1.780.097

6,54

2.443.471

663.374

 K. JASA KEUANGAN

2.348.490

8,12

3.469.915

1.121.425

 L. REAL ESTATE

1.749.089

5,47

2.282.742

533.652

 M. JASA PERUSAHAAN 

  11.509

9,90

18.451

6.942

 N. PEMERINTAHAN

2.285.242

1,88

2.508.285

223.043

 O. JASA PENDIDIKAN

614.295

4,14

752.428

138.133

 P. JASA KESEHATAN & SOSIAL

287.010

8,50

431.564

144.554

 Q. JASA LAINNYA

668.772

12,95

1.229.446

560.674

TOTAL

61.048.603

5,89

82.174.887

21.126.284

 

 

TABULASI DATA
BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KOTA PEKANBARU
UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)

No

Sektor

Bidang Usaha

(Proyek Investasi)

Nama Lokasi

Luas Areal (Ha)

Pelaksana

 

Proyeksi Nilai Investasi (Rp/US$)

1.

PARIWISATA

  • Peningkatan Sarana dan Prasarana menuju Destinasi Wisata berskala Internasional.

Kota Pekanbaru

--

Pemerintah Kota

 

2.

TRANSPORTASI

  • Pelabuhan Penumpang Sei Duku
  • Pelabuhan Peti Kemas (3 Unit)
  • Rencana Pelabuhan di Kawasan Industri Tenayan
  • Dermaga Rakyat (20 Unit)
  • Pengembangan Jalan: Nasional, Provinsi dan Kabupaten
  • Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (126,20 Km)
  • Jalan Lingkar Kota (43,7 km); Fly-Over
  • Perencanaan Jembatan Siak V
  • Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki
  • MRT, Trem, Monorail
  • Perluasan Cakupan Bus Transmetro
  • Pengembangan Bandara SSK II.

Kota Pekanbaru

0,3

--

--

--

Pemerintah Kota

 

3.

INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

  • Peremajaan Pasar Tradisional, memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendukungnya (Pasar Bawah, Pasar Raya Senapelan/ Pasar Kodim, Pasar Andil, Pasar Rumbai, Pasar Limapuluh dan Pasar Cik Puan)
  • Rencana Super Blok Bisnis Meranti Pandak
  • Rencana Super Blok Bisnis Bandar Kayangan
  • Rencana Kawasan Tenayan Industrial Park
  • Rencana Super Blok Bisnis Setia Maharaja
  • Rencana Super Blok Bisnis Delima
  • Rencana Super Blok Bisnis Payung Sekaki.

Kota Pekanbaru

--

385

500

3.000

186

1.000

1.000

Pemerintah Kota

 

4.

ENERGI

  • Pembangunan PLTU Tenayan Raya
  • Pemanfaatan air permukaan dari Sungai Siak sebagai sumber air baku untuk Instalasi Air Bersih.
   

Pemerintah Kota

 

5.

PELAYANAN UMUM

  • Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di 2 lokasi dan sarana pendukungnya
  • Pembangunan saluran drainase kota
  • Pengembangan Kawasan Pemukiman ke arah Selatan, Timur dan Barat Kota
  • Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dan internasional, perumahan perkotaan (town house dan apartemen), yang diintegrasikan dengan sistem jaringan transportasi massal dan sistem jaringan transportasi regional melalui jalan tol, akses ke bandara dan pelabuhan di Sungai Siak; dan Gelaran Fabric Optic.

Kawasan Limbungan (5 ha) dan Kawasan Kulim (3 ha).

Kota Pekanbaru.

Kecamatan Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya,Tenayan Raya dan Payung Sekaki.

Kecamatan Senapelan,Sukajadi,Sail dan Limapuluh

 

Pemerintah Kota

 

Peta Kota Pekanbaru

Kontak Investasi

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KOTA PEKANBARU
Jl. Cut Nyak Dien No. 3 Telp. (0761) 28262, Fax. (0761) 42003 Pekanbaru
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Contact Person :
1.Dessy Triana, SE, M.Si (Hp : 082366675234)
(Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan iklim Dan Promosi Penanaman Modal)
2.Rudi Juliandi, ST, M.Si (Hp : 08127600811)
(Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan, Pengolahan Data Dan Informasi Penanaman Modal)

Back to top
Go to bottom
iden
201304
TodayToday48
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3872
This_MonthThis_Month25123
All_DaysAll_Days201304

Free Joomla! template by L.THEME