Kab Nias Barat
Kab Nias Barat

Kabupaten Nias Barat

Logo Nias Barat

  1. Profil Bupati
  2. Kadis DPMPPTSP

13 BUPATI EDIT 160x240Beliau dilahirkan di Onolimbu pada tanggal 25 November 1956, beragama Kristen Protestan dan beristrikan Insani halawa serta dikaruniakan 3 putri, seorang putra, dan 10 cucu.

Beliau mengawali pendidikan formalnya di SDN Onowaembo Kecamatan Sirombu, lulus Tahun 1968. Kemudian melanjutkan di SMPN Sirombu, lulus Tahun 1971. Sekolah lanjutan diselesaikan Tahun 1974 di SPGN Gunungsitoli dan kemudian menempuh pendidikan tinggi pada STKIP RIANA Tahun 1999.

Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak tanggal 09 Desember 2015, Bapak Faduhusi Daely, S.Pd terpilih sebagai Bupati Nias Barat periode 2016 – 2021 dan wakilnya atas nama Khenoki Waruwu, sebelumnya menduduki jabatan selaku Pejabat Bupati Nias Barat Tahun 2009 – 2010 Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Asisten III, Asisten I, Inspektur Kabupaten Nias Selatan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah Tahun 2013 – 2015 di Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara.

Di samping tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil, beliau aktif di bidang pelayanan gerejawi, dimana terpilih menjadi salah seorang Majelis Pengurus Lengkap (MPL) Gereja ONKP periode 2012 – 2017, Ketua PGRI Kabupaten Nias Selatan dan Ketua GAMKI Nias Selatan.

Berdasarkan pengalaman beliau yang sudah lama duduk di birokrasi dan organisasi sosial, Visi dan Misinya, selaku Bupati Nias Barat mewujudkan “NIAS BARAT BERDAYA” lima tahun kedepan, termasuk bagaimana mengoptimalkan sumber daya dan potensi Nias Barat menjadi idola bagi investor dari dalam maupun luar negeri.

16 Kadis PM 5R 160x240Dengan penuh sukacita, mengucapkan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan ridhoNya, penyusunan Profil Investasi di Kabupaten Nias Barat Provinsi Sumatera Utara dapat terwujud pada Tahun 2018.

Buku profil dan peluang investasi ini, memberi gambaran umum terhadap kondisi dan potensi wilayah Kabupaten Nias Barat, baik dari sisi letak geografisnya seperti : pertanian, kehutanan dan sebagainya. Maupun potensi alam yang membutuhkan penataan dan pengembangan ke depan, diantaranya : sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, bahkan social budaya masyarakat yang masih asli dan alami.

Semuanya ini memberi informasi bahkan peluang kepada investor dari dalam maupun luar negeri, untuk menanam ke investasinya di Kabupaten Nias Barat.

Untuk mewujudkan “Nias Barat Berdaya”, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu memiliki satu tekad memberikan Pelayanan Prima yang Berdaya Saing.

Akhirnya, atas kerjasama yang baik dengan Pusat Data Informasi Investasi Indonesia (PIDII), kami mengucapkan terima kasih.

VISI DAN MISI

Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Nias Barat
Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Nias Barat sebagaimana telah ditetapkan melalui RPJMD tahun 2016 -2021, yakni : “Nias Barat Berdaya” yang menunjukkan adanya kekuatan, tenaga, pengaruh, akal dan jalan keluar/solusi serta memiliki motto "HASAMBUA".
Untuk mencapai Visi tersebut di atas, telah dirumuskan MISI, sebagai berikut :

  1. Memperkuat tatakelola kepemerintahan yang baik dan bersih.
  2. Meningkatkan layanan infrastruktur dasar dan strategis.
  3. Meningkatkan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan.
  4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sumberdaya alam dan kelestarian lingkungan hidup.
  5. Meningkatkan kualitas iman, melestarikan nilai budaya dan peningkatan pembinaan pemuda dan olahraga.

Visi dan Misi “Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Nias Barat”

Untuk mencapai tujuan dan sasaran atas Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu menyusun Rencana Strategi (Renstra), dengan menjabarkan Visi dan Misi Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) sebagai berikut :
VISI : Mewujudkan pelayanan PRIMA yang berdaya saing.

MISI :

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
  2. Meningkatkan profesionalisme dan sumber daya manusia yang handal.
  3. Meningkatkan pelayanan di bidang perizinan dan penanaman modal.
  4. Menumbuhkan kerjasama investor dan pembangunan dunia usaha.
  5. Memfasilitasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

GAMBARAN UMUM DAERAH

Kabupaten Nias Barat mekar dari Kabupaten Nias pada tahun 2008 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Barat di Provinsi Sumatera Utara, besama-sama dengan Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli. Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 (delapan) Kecamatan yakni Kecamatan : Sirombu, Lahomi, Ulu Moro’õ, Mandrehe, Mandrehe Utara, Mandrehe Barat, Moro’õ dan Lolofitu Moi, serta 110 Desa Swadaya dengan 322 Dusun. Letak geografis Kabupaten Nias Barat berada pada 0o12’ – 0o32’ Lintang Utara dan 97O – 98o Bujur Timur dan berbatas langsung dengan Kabupaten Nias Utara di sebelah Utara; Kabupaten Nias Selatan di sebelah Selatan; Kabupaten Nias di sebelah Timur dan Samudera Indonesia di sebelah Barat. Luas wilayah daratan 520,34 km2 dengan Ibukota Lahõmi.

Tanggal 26 Mei 2008 adalah Hari jadi Kabupaten Nias Barat telah ditetapkan dan diperingati setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu dilaksanakan Pesta Budaya Nias Barat yang menjadi salahsatu momen penggalian budaya, pelestarian dan pengembangan budaya bahkan menjadi ajang promosi daerah. Pada pesta budaya ini ditampilkan seluruh potensi daerah dan kearifan lokal, baik itu budaya leluhur (tidak ditemukan lagi pada acara adat sekarang), budaya tradisional, adat istiadat, tari-tarian sampai pada produk-produk lokal (industri rumahtangga serta kerajinan), produk perikanan, kelautan, pertanian, hortikultura, kehutanan, perkebunan dan lain sebagainya.

VIDEO PROFIL KABUPATEN NIAS BARAT

 

SARANA PRASARANA

Transportasi dan Komunikasi

Transportasi untuk menuju Pulau Nias dapat ditempuh melalui udara dan laut. Sedangkan untuk mencapai Kabupaten Nias Barat, dapat ditempuh hanya ± 1 (satu) jam dari kota Gunungsitoli, yakni kecamatan Lolofitu Moi dan menuju Lahomi sebagai ibukota Kabupaten Nias Barat ditempuh selama ± 1 (satu) jam saja. Ada beberapa jalur menuju Kabupaten Nias Barat, yakni :

  1. Via udara :
    1. dari Bandara Internasional Kualanamu (KLM) Medan-Sumatera Utara menuju Bandara BINAKA Gunungsitoli – Nias,
    2. dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Sumatera Barat menuju Bandara BINAKA Gunungsitoli – Nias,
  2. Via laut :
    1. Dari Pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli – Nias,
    2. Dari Pelabuhan Telukbayur Padang-Sumatera Barat menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli – Nias,
    3. Dari Telukdalam Kabupaten Nias Selatan-Sumatera Utara menuju Pelabuhan Sirombu atau Kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat,
    4. Dari Lahewa Kabupaten Nias Utara-Sumatera Utara menuju Pelabuhan Sirombu atau Kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat,
    5. Dari Pelabuhan Singkil – Kabupaten Aceh Singkil-Propinsi Aceh menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli – Nias,
    6. Dari Pelabuhan Sikakap Kabupaten Mentawai-Sumatera Barat menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli, atau langsung menuju Pelabuhan Sirombu atau Kepulauan Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat.

Pelabuhan Sirombu adalah satu-satunya pelabuhan laut di Kabupaten Nias Barat, yang yang pernah rusak dan dibangun kembali pada masa Badan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Tahun 2005. Pelabuhan ini menghubungkan antar pulau-pulau di sekitarnya dan antar Kabupaten seperti Teluk Dalam di Kabupaten Nias Selatan, Lahewa di Kabupaten Nias Utara, Sibolga di Tapanuli Tengah dan Teluk Bayur di Kota Padang Sumatera Barat. Sedangkan di pulau-pulau kecil sudah memiliki Tambatan Perahu bahkan ada Dermaga Mini, dimana kapal di bawah 10 GT bisa sandar dengan baik.

Komunikasi yang umum digunakan di Nias Barat adalah melalui Jaringan internet dan telepon Seluler karena tersedia 20 Unit pembangunan menara, selain itu terdapat 2 (dua) unit Kantor Pos dan Giro Pembantu, yakni di Tetesua Kecamatan Sirombu dan Kecamatan Mandrehe yang merupakan Kantor Pos Pembantu dari Kantor Pos Cabang Gunungsitoli.

Pendidikan

Tahun ajaran 2017/2018, PAUD berjumlah 130 unit dengan 4.178 Peserta didik dan 672 Guru; Sekolah Dasar (SD) sebanyak 103 unit dengan 15.361 Siswa dan 1.389 Guru; 39 Sekolah menengah Pertama (SMP) dengan 6.226 Siswa dan 616 Guru; 13 Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 3.026 Siswa dan 98 Guru; dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan 1.728 siswa dan 87 Guru.

Kesehatan

Pada Tahun 2016 jumlah tenaga medis adalah 11 Dokter, 320 Perawat, 199 Bidan. Sedangkan tenaga non medis adalah 3 Ahli Gizi. Fasilitas Kesehatan yakni; 7 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas); 6 Puskesmas Rawat Nginap; 151 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu); 2 Posyandu Plus; 2 klinik/Balai kesehatan; 27 Klinik Keluarga berencana (KKB); dan 46 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Agama

Kabupaten Nias Barat dihuni oleh 2.100 orang pemeluk agama islam dengan 9 Mesjid, 71.268 orang Pemeluk Kristen Protestan dengan 282 Gereja dan  17.762 orang Pemeluk katolik dengan 84 Gereja, 10 orang dengan  1 Vihara.

Perdagangan dan Perindustrian

Tahun 2016 terdapat 693 Perusahaan/usaha perdagangan yang didominasi perusahaan perorangan. Kabupaten ini memiliki 40 industri rumah tangga dengan 56 tenaga kerja dan 97 Industri kecil dengan 355 Tenaga kerja. Fasilitas perdagangan yang ada adalah 25 Pasar Umum, 4 toko, 11 Kios, 139 warung dan  43 Rumah makan.

Perbankan

Untuk melakukan transaksi keuangan (pembayaran, penyimpanan maupun transferan) tersedia pelayanan umum perbankan, yaitu Unit Bank BRI Mandrehe dan Cabang Pembantu Bank SUMUT Lahomi. Kedua-dua unit pelayanan keuangan ini, sama-sama memiliki ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Perhotelan

Kabupaten Nias Barat tergolong Kabupaten termuda di Sumatera Utara bahkan Indonesia, memiliki fasilitas perhotelan dan penginapan seperti: (1) Hotel Tokosa di Onolimbu; (2) Hotel Elfanber di Onolimbu; (3) Puri Asu di Pulau Asu; (4) Mama Silvi Cottage di Pulau Asu; (5) Asu Paradise di Pulau Asu; dan (6) Asu Surf Bangalow di Pulau Asu

Listrik

Kondisi kelistrikan di Kabupaten Nias Barat dilayani oleh PT. PLN Area Nias Rayon Gunungsitoli dan Teluk Dalam dengan daya terpasang sebanyak 37.520 Kwh, produksi listrik sejumlah 77.246.836 Kwh, listrik terjual sebanyak 53.867.549 Kwh dengan pengguna sebanyak 47.308 pelanggan.

MENGAPA BERINVESTASI DI NIAS BARAT?

Kabupaten Nias Barat yang terletak di antara Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Selatan memiliki potensi yang sangat strategis karena berbatasan dan berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia menyimpan kekayaan alam laut yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kabupaten ini mempunyai 11 pulau terluar dan terdepan yang ada di wilayah Kecamatan Sirombu. Mencermati potensi wilayah laut yang cukup luas, memberi peluang emas dalam tangkapan ikan secara modern maupun untuk proses pengalengan atau pengeringan, yang bisa diekspor ke luar daerah atau ke luar negeri.

Kondisi alam di sekitar pulau-pulau tersebut sangat eksotis karena masih asri dan belum tersentuh oleh perkembangan teknologi. Angin Samudera Indonesia yang bertiup di sekitar pulau-pulau tersebut menambah keindahan pantai oleh deburan ombak. Ke sebelas pulau tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai tujuan wisata nasional bahkan kelas dunia. Sektor Pariwisata dengan berbagai tempat tujuan wisata yang menarik dan alami, membutuhkan penyempurnaan dari sisi sarana dan prasarana, sehingga akan lebih memikat para pengunjung baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Industri untuk pemrosesan hasil-hasil perkebunan dan perikanan merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Karena daya dukung lahan masih sangat luas, pengembangan perkebunan dan pertanian rakyat masih memungkinkan.

PELUANG INVESTASI

Sebelum masa Kemerdekaan, wilayah ini menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Nias dan sampai sekarang Nias Barat dikenal dengan produksi unggulan daerah di antaranya sebagai penghasil kopra, kelapa, karet, kakao, nilam, padi dan peternakan babi. Di samping produksi unggulan di darat, tidak kalah penting dengan hasil-hasil laut seperti ikan gurapu, tenggiri, tuna, ikan-ikan karang lain, udang, lobster, tripang dan berpotensi untuk budidaya rumput laut di sekeliling pulau-pulau kecil.

Industri untuk pemrosesan hasil-hasil perkebunan dan perikanan merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Karena daya dukung lahan masih sangat luas, pengembangan perkebunan dan pertanian rakyat masih memungkinkan. Usaha perkebunan nilam dan penyulingan nilam dengan kualitas ekspor, membuka peluang baru untuk berinvestasi.

Sektor Pariwisata dengan berbagai tempat tujuan wisata yang menarik dan alami, membutuhkan penyempurnaan dari sisi sarana dan prasarana, sehingga akan lebih memikat para pengunjung baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Pertanian dan Perkebunan

Sektor Pertanian di Kabupaten Nias Barat sesuai data tahun 2017 didominasi oleh Padi sawah, dengan luas lahan padi sawah mencapai 2.556 Ha, dengan produksi 4,26 ton/ha. Sektor Perkebunan di Kabupaten Nias Barat didominasi oleh karet, kelapa, kopi, kakao, dan cengkeh. Luas tanaman karet sekitar 3.269 ha, produksi 0,69 ton/Ha; kelapa luas 1,565 ha, produksi 0,63 ton/Ha; kakao berjumlah 517 ha, produksi 0,79 ton/Ha; kopi seluas 46 ha, produksi 0,49 ton/Ha; cengkeh seluas 31 ha, produksi 0,15 ton/ha.

Kelautan dan Perikanan

Sebagian besar hasil perikanan laut di Kabupaten Nias Barat merupakan hasil tangkapan nelayan tradisional sehingga hasil tangkapan yang diperoleh setiap tahunnya relatif masih rendah. Tahun 2017 tercatat 161,42 ton produksi perikanan laut dan 33,2 ton perairan tawar. Nelayan masih menggunakan perahu berkapasitan 300 sampai 800 kg dengan mesin 3 sampai 10 pk.

Peternakan

Di Kabupaten Nias Barat ternak unggulannya adalah babi. Selain itu terdapat juga ternak yang lain yang termasuk dalam ternak besar kecil dan unggas meliputi : ayam,itik, kambing, kerbau, sapi. Populasi ternak tercatat 134 sapi; 43 kerbau; 67.241 babi; 112 kambing; 49.159 ayam dan 141 itik

Kehutanan

Hasil hutan tahun 2016 tercatat kayu glondongan (3.655 m3), kayu meranti (2.680 m3), kayu arang (1.225 m3), bambu (4.200 m3), kayu bakar (7.670 m3) dan kayu campuran (13.230 m3).

Pertambangan

Sektor ini mempunyai potensi untuk pengembangan ke depan, khususnya Bahan Mineral Bukan Logam dan Batuan di setiap sungai di wilayah Kabupaten Nias Barat. Terdapat 5 sungai besar, yang menjadi tempat usaha dan mata pencaharian masyarakat untuk penggalian pasir, krikil dan bebatuan, yakni Sungai Moi, Sungai Oyo, Sungai Moro’o, Sungai Siwalawa dan Sungai Lahomi.

Pariwisata dan Budaya

Pantai di Kabupaten Nias Barat memiliki berbagai pesona wisata yang indah karena pantainya sangat panjang, landai dan pasirnya yang indah sebagian juga terdapat karang-karang yang sering digunakan sebagai tempat memancing ikan di tepi laut. Ada tiga kecamatan yag memiliki pantai yakni : kecamatan Sirombu, kecamatan Mandrehe Barat dan kecamatan Moro’o.

Dari tiga kecamatan tersebut, kecamatan Sirombu yang memiliki pesona tersendiri karena berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Pantai Sirombu ini karena keindahan alamnya menjadi kunjungan wisatawan domestik tiap hari minggu dan hari-hari libur. Selain itu, di Pantai Sirombu juga tersedia ikan bakar dari berbagai jenis ikan juga udang, cumi-cumi dan lobster yang mampu memanjakan lidah para penikmat sea food.

Pantai Sirombu sangat panjang dan didukung oleh 11 (sebelas) pulau-pulau kecil. yang salah satunya adalah Pulau Asu yang sudah menjadi tujuan wisatawan mancanegara untuk melakukan selancar (surfing) dipantai ASU BEACH. Ke 11 (sebelas) pulau tersebut adalah Pulau Asu, Pulau Bawa, Pulau Bõgi, Pulau Hamutala, Pulau Heruanga, Pulau Hinako, Pulau Imana, Pulau Langu, Pulau Fari’i; dan Pulau Si’ite, Pulau Lawandra (baru muncul pasca gempa Nias tahun 2005). Kesemuanya pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih yang halus dan sangat indah serta dapat menikmati matahari terbit (Sunrice) dan matahari terbenam (Sunset) dengan pantulan sinar matahari dari permukaan laut yang sangat luas.

Ada satu gugusan pulau yang disebut Kepulauan Hinako yang karakter budaya, tradisi, adat istiadat serta alamnya yang identik sama. Di kepulauan ini ada 12 (dua belas) desa, yakni :

  1. Pulau Hinako teridiri dari :
    1. Desa Hinako
    2. Desa Sinene’eto
    3. Desa Balowondrate
    4. Desa Lahawa
    5. Desa Hanofa
    6. Desa Halamona
  2. Pulau Bawa teridiri dari :
    1. Desa Tuwa-tuwa
    2. Desa Bawasawa
    3. Desa Kafo-kafo
  3. Pulau Imana teridiri dari :
    1. Desa Bawosalo’o
    2. Desa Imana
  4. Pulau Bogi terdiri dari :
    1. Desa Bogi
  5. Pulau Asu sebagai tujuan wisata di Nias Barat termasuk wilayah pemerintahan
    1. Desa Hanofa, kecamatan Sirombu. Tiga pulau lain yang tidak memiliki penghuni, seperti
  6. Pulau Hamutala
  7. Pulau Heruanga dan
  8. Pulau Langu. Pulau-pulau kecil ini menawarkan berbagai keindahan laut, pantai sampai ke dasar laut. Pantai dengan pasir putih yang sangat halus. Dulu dizaman penjajahan Belanda, pasir ini sering digunakan sebagai bahan kecantikan, seperti menghaluskan kuku, membersikan gigi sampai putih mengkilap.

Di Ibukota Kabupaten Nias Barat juga terdapat kawasan Cagar Budaya, yaitu desa Onilombu dan Desa Sisobambowo Kecamatan Lahomi serta Desa Simaeasi Kecamatan Mandrehe. Kawasan ini terdapat bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi seperti Rumah Adat yang disebut Omo Hada atau dalam sebutan umum disebut Omo Niha dan batu-batu megalit. Selain cagar budaya, terdapat juga pemandagan alam di Bukit Hermon, dengan sumber air yang tidak pernah kering berada di puncak bukit. Konon kabarnya, air ini dikonsumsi langsung dan dipercaya berkhasiat mengobati berbagai penyakit dalam dan penyakit kulit serta berpengaruh menjaga ketenangan dan kedamaian pikiran dari pengaruh-pengaruh negatif.

Di tempat lain juga terdapat situs-situs bersejarah, rumah adat dan batu megalit yang perlu dijaga keaslian dan kelestariannya. Kabupaten Nias Barat memiliki 362 muskala terdiri dari: 163 batu Megalit, 73 tempat rekreasi, 124 rumah adat dan 2 lokasi situs. Lokasi tersebut tersebar di beberapa tempat, seperti Hiligoe, Desa Sisarahili I, Desa Lolozirugi, Desa Sitolubanua, yang memiliki Rumah Adat khas Nias serta Batu megalit yang umurnya mencapai ratusan tahun. Batu megalit yang terkenal dan unik adalah Tekhembowo dan Lewato Marasusi. Batu ini memiliki histori tersendiri pada masa kependudukan Belanda dan Jepang di Pulau Nias.

Selain rumah adat dan batu megalit, wisata alam tidak kalah menarik adalah Hili Zomomo yang terletak di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe merupakan salah satu bukit tertinggi di Wilayah Kabupaten Nias Barat. Akses jalan menuju puncak bukit cukup terjal dan menantang bagi yang hobi mendaki. Puncak Hili Zomomo selain memberikan kesejukan udara juga menghadirkan pemandangan yang indah dimana seluruh Wilayah Kabupaten Nias Barat dapat dilihat termasuk pulau-pulau kecil dan lautan samudra Hindia sebelah barat Wilayah Kabupaten Nias Barat.

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU (DPMPPTSP), KABUPATEN NIAS BARAT

Pengurusan surat izin dan non perizinan di wilayah Pemerintahan Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PPTSP) Kabupaten Nias Barat tidak dipungut biaya (gratis), sesuai Peraturan Bupati Nias Barat nomor 51 tahun 2017 tanggal 17 Oktober 2017 tentang Penyederhanaan Prosedur Perizinan dan Non Perizinan DPM-PPTSP Kabupaten Nias Barat. Berikut Daftar nama–nama Jenis Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan dimaksud, antara lain:

Perijinan :

  1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
  2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
  3. Izin Rumah Makan, Restoran dan Bar;
  4. Izin Kilang Padi/Kopi;
  5. Izin Usaha Koperasi;
  6. Izin Operasional Badan Usaha Milik Desa
  7. Izin Lokasi
  8. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
  9. Izin Usaha Perbengkelan
  10. izinUsaha Hotel/Penginapan
  11. izin Usaha Rekreasi/Hiburan Umum
  12. izin Usaha Pondok Wisata
  13. Izin Usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU)
  14. Izin Penyimpanan dan Penjualan LPG
  15. Izin Penyimpanan Penjualan Bahan Bakar Minyak untuk Pangkalan/sub Agen, dan Pengecer
  16. Pemakaian Alat Berat
  17. Tempat Pelelangan (ikan, ternak, hasil bumi, hasil hutan dan lainnya)
  18. Izin Angkutan Barang
  19. Izin Pemasangan jaringan instalasi bawah tanah
  20. Izin Travel
  21. Izin Usaha Depot Air Minum
  22. Izin Apotek
  23. Izin Toko Obat
  24. Izin Klinik
  25. Izin Optikal
  26. Izin Salon Kecantikan
  27. Izin Klinik Kecantikan
  28. Izin Penyelenggaraan laboratorium Klinik Swasta
  29. Izin Praktik Dokter Umum, Dokter Gigi dan Dokter Spesialis
  30. Izin Praktek Bidan
  31. Izin Praktek Perawat
  32. Izin Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional
  33. Izin Balai Pengobatan
  34. Izin operasional Rumah Sakit
  35. Izin Pengobatan Alternatif
  36. Izin Usaha Industri (IUI)
  37. Izin Penangkapan Ikan dibawah 5 (lima) GT
  38. Izin Perikanan Lainnya (Pembudidaya)
  39. Izin Usaha Peternakan
  40. Izin Usaha Perkebunan
  41. Izin Usaha Perkebunan untuk Budidaya
  42. Izin Pendaftaran Penanaman Modal
  43. Izin Prinsip penanaman Modal
  44. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
  45. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal
  46. Izin Usaha, Izini Usaha Perluasan, Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman (Merger) dan Izin Usaha Perubahan
  47. Izin Pendaftaran Penanaman Modal
  48. Izin Operasional Puskesmas
  49. Izin Operasional Pendirian SD dan SMP
  50. Izin Operasional Pendirian dan perpanjang Izin TK dan PAUD
  51. Izin Operasional Lembaga Non Formal (PKBM, LKP)
  52. Izin Pengeboran Air Bawah Tanah
  53. Izin Pendirian Lembaga Swasta
  54. Izin Lingkungan
  55. Izin Usaha Perkebunan
  56. Izin Usaha Toko Modern
  57. Izin Usaha Pengecer Obat Hewan
  58. Izin Penggunaan Kawasan Wisata
  59. Izin Produk Makanan dan Minuman

Non Perizinan :

  1. Tanda Daftar Gudang (TDG)
  2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  3. Tanda Daftar Industri (TDI)
  4. Surat Tanda Daftar Waralaba (STDW)
  5. Sertifikat Laik Fungsi Bangunan
  6. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
  7. Rekomondasi Pengambilan Bahan Bakar Minyak di SPBU.
  8. Sementara Jenis Pelayanan izin, yang Biayanya dikutip sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Nias Barat sebagai berikut:
  9. Izin Mendirikan Bangunan ( IMB);
  10. Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol;
  11. Izin Pelayanan Pasar/Kios/Lods Pekan milik Pemerintah Daerah
  12. Izin Pemakaian Tanah/Bangunan Pemerintah Daerah
  13. Pemakaian Gedung Pemerintah Aula Serbaguna dan Perlengkapannya.
  14. Pemakaian barang Inventaris Daerah
  15. Izin Mendirikan Perusahaan Jasa Angkutan Umum
  16. Izin Reklame
  17. Izin Usaha Perikana

Jenis Pelayanan Surat Izin yang biaya Pengurusannya Nol Rupiah (Gratis) sesuai standar Pelayanan Minimal merupakan salah satu upaya mendukung berkembangnya Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Nias Barat dan juga untuk memperoleh Legalitas kepemilikan, agar dapat memanfaatkan Izin yang diperoleh sebagai Agunan atau menambah Modal Usaha bagi masyarakat, Jika persyaratan berkas telah lengkap, dalam waktu 1 – 3 atau paling lama 7 (tujuh) hari kerja izin akan siap. Kemudahan dalam mendukung Usaha baru masyarakat merupakan bagian langkah konkrit mewujudkan Program Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat dalam bingkai “NIAS BARAT BERDAYA”.

Tabulasi Data
Bidang Usaha Unggulan Daerah Kabupaten Nias Barat
Untuk Kegiatan Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) & Dalam Negeri (PMDN)

 No Sektor   Bidang Usaha
(Proyek Investasi)
 Nama Daerah  Luas Lahan/Produksi  Status Kepemilikan  Proyeksi Nilai Investasi (Rp/US$)
 1  PERTANIAN Pengembangan Padi Sawah. Kabupaten Nias Barat Luas lahan 2.556 ha; produktivitas: 4,26 ton/ha.  Masyarakat  207.802.800.000
 2  PERKEBUNAN Peningkatan Produksi dan Pengolahan Karet, Kelapa, Kopi, Kakao dan Cengkeh. Kabupaten Nias Barat Luas areal: 3.269 ha, produksi 0,69 ton/ha (karet); 1.565 ha, 0,63 ton/ha (kelapa); 517 ha, 0,79 ton/ha (kakao); 46 ha, 0,49 ton/ha (kopi); dan 31 ha, 0,15 ton/ha (cengkeh). Masyarakat  565.747.575.000
 3  KEHUTANAN Pemanfaatan hasil hutan dalam azas lestari Kabupaten Nias Barat Hasil hutan: kayu glondongan (3.655 m3), kayu meranti (2.680 m3), kayu arang (1.225 m3), bambu (4.200 m3), kayu bakar (7.670 m3) dan kayu campuran (13.230 m3). Pemerintah Daerah  135.540.000.000
 4  PETERNAKAN Pengembangan produksi peternakan guna memenuhi kebutuhan konsumsi daging dan telur bagi masyarakat. Kabupaten Nias Barat 134 sapi; 43 kerbau; 67.241 babi; 112 kambing; 49.159 ayam dan 141 itik. Masyarakat    71.024.205.000
 5 PERIKANAN DAN KELAUTAN  Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap di Laut dan Perairan Air Tawar. Kabupaten Nias Barat 161,42 ton produksi perikanan laut dan 33,2 ton perairan tawar. Nelayan masih menggunakan perahu berkapasitas 300 sampai 800 kg dengan mesin 3 sampai 10 PK. Pemerintah Daerah dan Masyarakat      3.344.000.000
 6  PARIWISATA Peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata di lokasi Destinasi Wisata Unggulan. Kecamatan Sirombu, Mandrehe Barat dan Moro’o  362 muskala (163 batu megalit, 73 tempat rekreasi, 124 rumah adat dan 2 lokasi situs). Pemerintah Daerah dan Masyarakat  
7 PERTAMBANGAN Pemanfaatan Potensi Pertambangan Bahan Mineral Logam dan Non-Logam; Potensi 5 sungai untuk penggalian pasir, kerikil dan bebatuan. Kabupaten Nias Barat -- Pemerintah Daerah  

Peta Kabupaten Nias Barat

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME