PENDAHULUAN

Tahun 2017 dapat dikatakan sebagai tahun pemulihan ekonomi dunia. Hal itu tercermin dari minimnya gejolak. Pertumbuhan ekonomi global, khususnya di negara maju, tumbuh positif. Pasar portofolio di berbagai belahan dunia bergairah. Laju aliran investasi global makin membaik. Risk appative investor global meningkat. Meskipun demikian, ekonomi global juga dihadapkan pada nuansa “VUCA” (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Walau membaik, tetapi sejumlah kejutan dan ketidakpastian masih tetap mengintai, sehingga berpotensi menghambat proses perbaikan tersebut. Itulah sebabnya, kerja sama yang erat antarnegara, khususnya otoritas di Sektor Keuangan sangat dibutuhkan. Reformasi struktural harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Di tengah nuansa “VUCA” itu, perekonomian Indonesia tetap mampu melaju. Sepanjang tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,0-5,1%. Meski masih jauh dari potensinya, tetapi capaian ini patut diapresiasi, sebab pada saat ini tidak banyak negara yang mampu tumbuh di atas 5%.

Pertumbuhan yang positif ini tidak dapat dilepaskan dari terjaganya stabilitas makro-ekonomi. Sepanjang tahun 2017, indikator makroekonomi menunjukkan tren yang positif, seperti inflasi yang rendah dan stabil, volatilitas nilai tukar yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang meningkat, defisit transaksi berjalan yang makin sehat, dan cadangan devisa yang meningkat. Bukan itu saja, berbagai kebijakan reformasi ekonomi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperkuat struktur perekonomian mendapat ganjaran manis, yaitu dengan disematkannya peringkat layak investasi (investment grade) oleh S&P Rating serta terjadinya lompatan peringkat dalam kemudahan berusaha dan daya saing.

Selain itu, kondisi ekonomi global sepanjang tahun 2017 juga menunjukkan tren perbaikan. Bahkan, Dana Moneter International (International Monetery Fund/IMF)) berkali-kali merevisi ke atas prospek ekonomi global tahun 2017 dan 2018 menjadi 3,5% dan 3,6% dari proyeksi sebelumnya di level 3,2% dan 3,3%. IMF memperkirakan bahwa tren perbaikan ekonomi dunia akan terus terjadi, khususnya di negara-negara maju. Negara-negara di kawasan emerging juga mulai menunjukkan tren pemulihan, seiring dengan pemulihan harga komoditas dan perdagangan dunia. Pemulihan ekonomi dunia itu juga diikuti dengan terkelolanya risiko (uncertainty). Sepanjang tahun 2017, tidak ada muncul gejolak yang berarti, khususnya dari Sektor Keuangan.  

Memasuki tahun politik dua tahun ke depan, Indonesia diyakini masih memiliki sejumlah peluang investasi potensial yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah Sektor Manufaktur. Dalam kajian terkini, para ekonom memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3% pada  tahun 2018. Indonesia perlu mendorong Sektor Manufaktur guna mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan agar dapat memenuhi target 8% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Secara umum, Sektor Manufaktur yang berkembang pesat akan menciptakan pertumbuhan yang lebih meratadan stabil, serta penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

Tahun 2017 merupakan tahun yang melelahkan bagi Indonesia, sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan sosial karena Pilkada, lesunya perekonomian global yang turut berdampak pada nilai ekspor Indonesia, hingga drama kasus korupsi e-KTP. Tahun 2018, Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Amerika Serikat dan berbagai negara di Eropa mulai menerapkan proteksi ekonomi yang secara tidak langsung mengganggu volume perdagangan Indonesia. Di sisi lain, berbagai komoditas perdagangan lewat kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan semakin menembus pasar Indonesia. Kondisi ini bisa berdampak negatif apabila tidak diantisipasi dengan baik. Tidak kalah pentingnya, Pilkada serentak pada 2018 juga diperkirakan akan menyita energi Pemerintah dan masyarakat.

Pascakrisis ekonomi 2008, haluan perekonomian dunia mengalami pergeseran. Berbagai negara di Eropa mengalami turbulensi ekonomi dan politik. Titik-titik ekonomi dunia bergeser, pasar berubah ketika emerging market seperti India, Indonesia, Brazil, dan Turki menjadi target baru para investor dan pelaku pasar. Di antara emerging market tersebut, Indonesia memiliki peluang yang lebih baik untuk meraih momentum pertumbuhan ekonomi pada 2018. Selama tiga tahun terakhir, Brazil tersandera skandal korupsi yang melibatkan dua mantan presiden serta puluhan politisi dan pebisnis. Sedangkan Turki masih belum pulih dari kudeta politik 2016 yang lalu. Sebaliknya, iklim politik di Indonesia masih tergolong stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, membaiknya sarana infrastruktur serta melimpahnya tenaga kerja.

Pada tahun 2018 ini Indonesia memiliki peluang emas untuk memaksimalkan restrukturisasi sistem pemerintahan, mengesampingkan ego politik kepentingan, dan mengedepankan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Berbagai peluang pada 2018 belum tentu datang untuk kedua kalinya, mengingat pada 2019 Indonesia akan mengalami tantangan yang jauh lebih sulit karena adanya pemilihan Presiden. Artinya, pemerintah berkuasa hanya punya waktu sekitar 12 bulan untuk memperbaiki bidang kesejahteraan sosial, hukum, pendidikan, kesehatan hingga pertahanan. 

Namun demikian, perhatian Pemerintah harus tertuju pada tiga sektor penting, yaitu: Pertama, Pemerintah harus berupaya keras untuk mengurangi angka ketimpangan ekonomi Nasional. Tingginya angka ketimpangan ekonomi akan semakin memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat. Akan tetapi, menciptakan keseimbangan ekonomi yang berpihak pada buruh dan masyarakat kecil, dan pada saat bersamaan harus menjaga iklim investasi memang tidak mudah. Dialog yang konstruktif antara pelaku pasar, buruh, masyarakat, dan pemerintah harus terus dilakukan. Kedua, Indonesia harus menaruh perhatian pada perkembangan ekonomi digital. Ekonomi digital telah mengubah mindset para pelaku ekonomi. Di Sektor Finansial misalnya, otomatisasi, big data, e-wallet hingga retail-banking akan terus berkembang pada 2018. Start-up transportasi online akan semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat karena menawarkan efisiensi dan kemudahan layanan. Media sosial juga turut berperan di tengah booming ekonomi digital. Dengan media sosial, masyarakat akan semakin mudah mengidentifikasi produk terbaik terutama dengan membandingkan kualitas layanan konvensional dengan produk ekonomi digital. Di satu sisi, transisi ekonomi menuju era digital ini berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Ekonomi digital juga akan melahirkan lapangan usaha baru. Berbagai start-up di Sektor Transportasi, Kuliner, Pariwisata, Perhotelan hingga Industri Kreatif akan semakin bermunculan. Tidak hanya itu, dengan pertumbuhan ekonomi digital saat ini, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sektor perbankan. Pada 2017, hanya 36% masyarakat Indonesia yang memiliki akun perbankan sehingga menutup potensi untuk mendapatkan pembiayaan dan produk keuangan dari perbankan.

Sektor berikutnya yang tidak boleh dilupakan Pemerintah Indonesia adalah Sektor Pertanian. Secara kasat mata memang terjadi peningkatan produksi pertanian Indonesia selama beberapa waktu terakhir. Data BPS menunjukkan, PDB sektor pertanian kuartal pertama 2017 meningkat kesejahteraan petani nasional yang diukur dengan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) justru mengalami penurunan (data: BPS). Di tengah situasi tersebut, keputusan World Trade Organization (WTO) yang melarang negara berkembang mensubsidi ekspor pertaniannya mulai 2018 menjadi angin segar bagi kebangkitan sektor pertanian Indonesia. Tahun 2018 harus dimanfaatkan oleh para pelaku kebijakan untuk memperkuat pondasi pertanian Indonesia dan meningkatkan produktifitas pangan nasional.

Tahun 2018 akan membawa Indonesia pada tantangan baru. Namun demikian, di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki berbagai peluang untuk mengakselerasi pembangunan. Belum lama ini diberitakan bahwa tantangan perekonomian Indonesia tahun 2018 masih relatif berat. Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan beberapa tantangan perekonomian tahun depan yang sudah ada di depan mata. Ada tantangan yang berasal dari faktor domestik dan faktor eksternal. Di antaranya terkait struktur ekspor Indonesia, belum meratanya negara tujuan ekspor, ketergantungan pada impor jasa, pembiayaan dari dalam negeri yang belum optimal dan potensi risiko dari berkembangnya tren ekonomi digital. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu kebijakan pengetatan moneter di beberapa negara, kondisi geopolitik, pemulihan ekonomi dunia yang belum mantap. Risiko lain adalah tren penguatan harga minyak dunia yang cenderung menguat dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Dorongan investasi untuk membangun infrastruktur di berbagai daerah, secara positif juga berdampak pada perluasan akses kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Tahun 2018 juga merupakan saat yang tepat bagi dunia usaha untuk memajukan bisnisnya. Sebab, tahun ini perekonomian global maupun Indonesia dalam kondisi baik. Pada tahun 2018, perekonomian global sudah mulai berjalan cepat, bukan hanya sekadar menggeliat. Sehingga, prediksi-prediksi yang sebelumnya moderat, saat ini sudah dikonfirmasi lebih tinggi.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 pada angka 5,4%. Target ini merunut pada beberapa faktor, salah satunya perbaikan ekonomi global. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) yang dikeluarkan bulan Oktober, proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2018 berada di angka 3,7%. Jadi, ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas rata-rata ekonomi dunia. Target pertumbuhan tersebut terbilang realistis. Pencapaian itu didukung oleh kinerja pertumbuhan ekonomi domestik yang hingga kini relatif stabil dan cenderung menguat. Guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 2018, konsumsi rumah tangga diharapkan tumbuh 5,1%. Karenanya, stabilitas harga pokok dan ketersediaan pasokan pangan akan dijaga untuk bisa mengendalikan inflasi sesuai target sebesar 3,5%. Sementara, konsumsi pemerintah diproyeksikan dapat tumbuh 3,8% dengan fokus anggaran belanja yang makin efisien, konsisten dengan prioritas untuk menunjang pemberantasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan memperbaiki produktivitas ekonomi. Sedangkan simplifikasi proses peraturan dan percepatan akan mempermudah kegiatan usaha serta proses bisnis. Pemerintah menargetkan sektor investasi bisa tumbuh 6,3%.

 

    Realisasi Investasi Tahun 2017 | Investment Realization Year 2017​
    Q1-2016  Q2-2016  1H-2016  Q1-2017  Q2-2017  1H-2017 Target 2017  Capaian 
 TOTAL  146,5      151,6  298,1  165,8  170,9    336,7  678,8  49,60%
 PMA  96,1    99,4    195,5   97  109,9   206,9  429   48,20%
 PMDN  50,4      52,2  102,6  68,8  61   129,8   249,8   52%
Sumber/Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal | PMA : Penanaman Modal Asing | PMDN : Penanaman Modal Dalam Negeri

Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Tolak ukur yang digunakan adalah Peringkat Kemudahan Berinvestasi oleh World Bank. Pemerintah menargetkan Kemudahan Berinvestasi di Indonesia naik ke peringkat 40 dari 189 negara di tahun 2019. Sebagai informasi, untuk tahun 2017, World Bank menempatkan Indonesia pada peringkat 91 dari 189 negara dalam hal Kemudahan Berinvestasi. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah berupaya meningkatkan daya saing Indonesia melalui percepatan pemerataan kesenjangan Infrastruktur, Kapasitas Produksi dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Beberapa kebijakan yang telah dan akan diterbitkan Pemerintah adalah : A. Paket Kebijakan Ekonomi; B. Menambah 55 proyek dalam daftar Proyek Strategis Nasional dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. Perpres ini merubah Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional; C. Menerbitkan Perppu No.1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan sebagai bagian dari reformasi perpajakan di Indonesia.

 

Paket Kebijakan Ekonomi | Economic Policy Package
 Jilid Tanggal Terbit  Tujuan 
 I 09-Sep-15   Peningkatan terhadap tingkat persaingan industri
 II  29-Sep-15 Mempersingkat proses perizinan ekspor
 III  07-Okt-15  Peningkatan investasi, memacu ekspor dan menjaga daya beli masyarakat
 IV  15-Okt-15   Memberikan kepastian hukum, perhitungan upah minimum dan meningkatkan kredit bagi UKM
 V  22-Okt-15  Memperkuat iklim industri dan investai dengan insentif pajak serta deregulasi perbankan syariah
 VI  05-Nov-15  Memberikan stimulus ekonomi di daerah perbatasan dan memfasilitasi ketersediaan komoditas strategis
VII 07-Des-15 Insentif bagi industri padat karya dan mempermudah proses sertifikasi lahan
VIII 21-Des-15 Menyelesaikan masalah akuisisi lahan, meningkatkan produksi minyak domestik dan menstimulus
industri aviasi nasional
IX 27-Jan-16  Mempercepat program kelistrikan, stabilisasi harga daging dan meningkatkan sektor logistik
X 11-Feb-16  Revisi daftar negatif investasi dan memperkuat proteksi UKM
XI 29-Mar-16 Memberikan pendampingan bagi UKM
XII 24-Agu-16  Penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah
XIII 10-Nov-16  Membentuk roadmap bagi industri e-commerce
XIV 15-Jun-16  Membentuk roadmap industri logistik
Sumber/Source : Kemenko bidang perekonomian

 

 

PELUANG INVESTASI DI BEBERAPA WILAYAH DI INDONESIA

Geliat investasi juga menunjukkan tren meningkat di beberapa wilayah Indonesia, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, yang akan diuraikan secara lengkap dalam buku ini.

Kabupaten Aceh Tamiang

Peluang Investasi di Kabupaten ini meliputi:

  1. SEKTOR PERKEBUNAN (Pembangunan pabrik/industri pangan olahan dari CPO, kakao, kelapa seperti pabrik minyak makan dan pabrik pangan olahan lainnya; dan Pembangunan pabrik latex/karet
  2. SEKTOR PERTANIAN (Pembangunan pabrik/industri pangan olahan hasil pertanian; dan Pembangunan kilang padi skala besar/Rice Mill)
  3. SEKTOR PETERNAKAN (Usaha penggemukan dan peternakan sapi, kerbau, kambing dan domba; Pembangunan pabrik/industri pengolahan daging dan susu dan Pembangunan pabrik/industri kulit)
  4. SEKTOR PERIKANAN/ KELAUTAN (Pembangunan pabrik pengolahan/ pengalengan ikan skala kecil/menengah, Usaha perikanan budidaya, dan Usaha Rumah Makan Seafood)
  5. SEKTOR ENERGI: Peningkatan daya terpasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi dan Pengembangan distribusi air bersih/air minum)
  6. SEKTOR PARIWISATA (Pembangunan Hotel/ Penginapan, Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi menuju lokasi wisata, Pembangunan Fasilitas Umum di Tempat-tempat Tujuan Wisata, Restoran/ Toko Souvenir /Tempat Peribadatan, dan Pelatihan Pemandu Wisata. 

Kabupaten Bangka Tengah

Kabupaten ini memiliki Sektor Pengembangan di masing-masing Kecamatan, yaitu:

  1. KECAMATAN KOBA (Perkebunan, Peternakan, Pertambangan,Pariwisata, Perikanan & Kelautan dan Industri & Perdagangan)
  2. KECAMATAN LUBUK BESAR: (Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan &Kelautan, Industri & Perdagangan dan Kehutanan)
  3. KECAMATAN SUNGAI SELAN (Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, dan Industri & Perdagangan)
  4. KECAMATAN NAMANG (Perkebunan, Peternakan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan, Pertanian dan Kehutanan),
  5. KECAMATAN PANGKALANBARU (Perkebunan, Peternakan, Pertambangan, Pariwisata, Perikanan & Kelautan,dan Industri & Perdagangan)
  6. KECAMATAN SIMPANGKATIS (Perkebunan, Peternakan, Pertambangan dan Pariwisata).

Kabupaten Halmahera Tengah

Kabupaten Halmahera Tengah merupakan wilayah yang memilik potensi sumber daya alam dan kekayaan laut yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, untuk kemajuan pembangunan wilayah ini dan kesejahteraan masyarakatnya, uluran tangan para investor baik dari dalam maupun luar negeri, sangat diharapkan. Kawasan Andalan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah: Weda, Patani dan Pulau Gebe. Sektor unggulan di Kabupaten Halmahera Tengah ini adalah adalah: Perkebunan, Pariwisata, Industri, Pertambangan, Pemerintahan, air bersih, serta Perikanan laut. Sedangkan sub sektor unggulan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah: Industri kayu, wisata alam, wisata bahari, Industri perikanan laut, serta pertambangan nikel. Halmahera Tengah dikenal dengan tambang nikel yang berada di Pulau Gebe, yang terletak jauh di seberang lautan sebelah timur, dekat kepala burung Papua. Tambang nikel ini dikelola oleh PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara. Nikel yang dihasilkan hanya nikel mentah untuk kemudian diekspor ke dan diproses di Jepang. Eskpor dilakukan lewat pelabuhan khusus yang ada di Pulau Gebe.

Kabupaten Konawe Selatan

Pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan pada dasarnya adalah usaha untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Dengan jalan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Salah satu pemanfaatan sumber daya manusia yakni pada sektor Ekonomi Kreatif. Pemerintah Daerah memfokuskan pada Subsektor Kerajinan dan berupaya pada pemantapan perencanaan pengembangan ekonomi kreatif secara komprehensif guna meningkatkan promosi pariwisata ke lingkup regional, nasional dan internasional. Perencanaan strategis merupakan salah satu dari sekian jenis perencanaan dibuat oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menentukan strategi-strategi yang efektif untuk digunakan dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui kegiatan ekonomi kreatif, karena lebih bersifat komprehensif dalam arti lebih memfokuskan pada analisis lingkungan secara keseluruhan baik lingkungan eksternal, maupun lingkungan internal.

Kabupaten Majene

Peluang investasi masih terbuka lebar dengan prospek yang tidak mengecewakan. Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan/ Kelautan dan Kehutanan masih memungkinkan untuk membuka investasi terutama dalam peningkatan produksi, pengolahan dan pemasarannya. Sektor Kepariwisataan dengan 69 lokasi tujuan wisata akan cukup menarik perhatian para Investor untuk turut serta berpartisipasi dalam mengembangkan potensi wisata di Kabupaten ini. Potensi daerah dari Kabupaten Majene yang terbesar adalah berada di Sektor Perikanan/Kelautan, mengingat Kabupaten Majene memiliki panjang pantai 135 km. Sedangkan di Sektor Perkebunan, terdapat tanaman kakao yang saat ini masih belum digarap secara maksimal. Dari segi Pertambangan, saat ini Pemerintah setempat dengan membentuk tim sedang melakukan survai di daerah-daerah terkait hasil bumi yang ada di Kabupaten Majene, dan sampai saat ini diketahui bahwa Kabupaten Majene memiliki potensi alam berupa Migas.

Kabupaten Nias Barat

Kabupaten Nias Barat memiliki potensi yang sangat strategis karena berbatasan dan berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia menyimpan kekayaan alam laut yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mencermati potensi wilayah laut yang cukup luas, memberi peluang emas dalam tangkapan ikan secara modern maupun untuk proses pengalengan atau pengeringan, yang bisa diekspor ke luar daerah atau ke luar negeri. Sektor Pariwisata dengan berbagai tempat tujuan wisata yang menarik dan alami, membutuhkan penyempurnaan dari sisi sarana dan prasarana, sehingga akan lebih memikat para pengunjung baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Industri untuk pemrosesan hasil-hasil perkebunan dan perikanan merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Karena daya dukung lahan masih sangat luas, pengembangan perkebunan dan pertanian rakyat masih memungkinkan.

Kabupaten Nias Selatan

Kabupaten Nias Selatan memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan sentuhan modal para penanam modal baik dari dalam maupun luar negeri. Paling tidak 7 negara tetangga (Singapura, Malaysia, China, Thailand, Belanda, Jerman dan Turki) telah mencoba untuk menjajaki kemungkinan untuk menanamkan modalnya di Kabupaten ini. Salah satu indikator pertimbangan investor dalam menilai kelayakan investasi adalah peraturan daerah terhadap iklim investasi. Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya. Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk budidaya atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sumberdaya manusia dengan berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Nias Selatan 2014-2034. Di Kabupaten Nias Selatan telah ditetapkan kawasan strategis yang merupakan bagian dari kawasan budidaya, baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan sekitarnya. Kawasan strategis Kabupaten Nias Selatan berdasarkan kepentingan daya dukung lingkungan ialah sebagai berikut: (1) Taman Buru Pulau Pini, (2) Kawasan Pulau Simuk, (3) Kawasan Taman Laut Pulau Sibaranun, dan (4) Lagundri dan Sorake. Kawasan strategis Kabupaten Nias Selatan berdasarkan kepentingan sosial budaya ialah sebagai berikut: (1) Kawasan Bawomataluo, dan (2) Kawasan Sifalago Gomo. Kawasan strategis Kabupaten Nias Selatan berdasarkan kepentingan pertumbuhan ekonomi ialah sebagai berikut: (1) Telukdalam, dan (2) Pulau Tello.

Kabupaten Nias Utara

Faktor keamanan dan ketertiban sangat berperan penting untuk menarik investor menanamkan modalnya di suatu wilayah. Pelaku bisnis dan investor menginginkan jaminan keamanan dan ketertiban di tempat mereka berinvestasi Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Utara sudah memberikan perhatian yang besar dalam menjaga kondisi keamanan yang stabil di wilayah pelayanan ini sehingga investor dipastikan akan tertarik untuk menanamkan modalnya di wilayah Kabupaten Nias Utara. Masih banyak peluang investasi di wilayah ini, terutama peluang di Sektor Pariwisata, mengingat wilayah ini memiliki tempat-tempat kunjungan wisata yang sangat menakjubkan. 

Kabupaten Pesawaran

Beberapa sasaran pembangunan di Kabupaten ini adalah:

KESEHATAN MASYARAKAT, pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatankualitas sumberdaya manusia, Kehidupan dan usia harapan hidup manusia, Kesejahteraan keluarga dan masyarakat, dan Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, PEMBANGUNAN PERKEBUNAN lebih diarahkan pada penanganan pengembangan komoditas unggulan secara terpadu serta terintegrasi secara lintas sektor maupun antar sektoral, BUDIDAYA LAUT yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pesawaran antara lain adalah budidaya mutiara, rumput laut, ikan kerapu dan tripang seluas 25 Ha. Potensi lahan untuk usaha budidaya tambak di Kabupaten Pesawaran terdapat di Kecamatan Padang Cermin, Punduh Pidada dan di Kecamatan Marga Punduh, MANGROVE sebagai jalur hijau (green belt) sangat berperan penting bagi terciptanya keseimbangan ekosistem pantai. Sebagai upaya untuk mempertahankan ekosistem pantai dan kehidupan sumberdaya laut, maka pelaksanaan rehabilitasi kawasan pantai menjadi salah satu program yang diprioritaskan, PADANG LAMUN yang merupakan komunitas tunggal yang ditempati oleh jenis Thalasia Emprichi, Henhalus Acoroides, Helophila ovalis dan sebagainya. Ekosistem padang lamun di Kecamatan Padang Cermin merupakan wilayah penghasil udang rebon dan secara alami berperan penting untuk perkembangbiakkan berbagai biota laut, TERUMBU KARANG yang ada di wilayah Kabupaten Pesawaran termasuk dalam jenis patch reefs, fingging reefs, brain reefs yang tumbuh pada kedalaman hingga 17 m. Kondisi terumbu karang pada saat sudah mulai rusak akibat kegiatan pengeboman ikan, penambangan batu karang dan diambil untuk dijadikan hiasan, PERTAMBANGAN di Kabupaten Pesawaran merupakan asset wilayah yang dapat dieksploitasi untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Pesawaran berusaha untuk mempermudah perizinan dan menginformasikan secara transparan tentang potensi tambang yang ada agar investor tertarik berusaha di bidang pertambangan. Potensi bahan galian yang ada: andesit, marmer, granit, pasir sungai, kapur/gamping, bijih besi, emas dan mangaan serta batu-bara, Dalam bidang PARIWISATA: (a) Rencana pembangunan Kawasan Wisata Bahari dan Hutan di wilayah Kecamatan Teluk Pandan (wilayah pedesaan yang berbasis wisata pantai, kuliner, Ekonomi Kreatif dan Perikanan), Marga Punduh dan Punduh Pedada (wilayah pedesaan berbasis Wisata Laut, Warisan Budaya, Pertanian Padi, Pisang, Cabai, Kakao dan Perikanan), (b) Rencana Wisata berbasis Kerajinan Tangan (Tapis), Budaya Masyarakat Asli Lampung di wilayah Kecamatan Negeri Katon dan Tegineneng dengan dukungan bahan baku dan pemasaran menuju pasar ekspor, (c) Di sepanjang pantai Teluk Semakha dan Pulau Pahawang terbuka potensi untuk investasi pembangunan Perhotelan, Home-stay, Diving and Snorkeling Center serta infrastruktur pendukung (pelabuhan laut, sumber air bersih dan kelistrikan), (d) Pengembangan Desa Pagar Jaya sebagai Desa Agro Wisata dan Kawasan Ekonomi, Hotel dan Pelabuhan, (e) Infrastruktur akses pendukung, pengembangan desa menjadi Wilayah Eco-Wisata dan fasilitas lainnya di Kecamatan Padang Cermin dan Way Ratai, RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI di wilayah Kecamatan Tegineneng (berbasis pertanian jagung dan peternakan) dan Negeri Katon (berbasis kerajinan Tapis, pertanian padi, jagung dan peternakan), SEKTOR ENERGI dimungkinkan dengan rata-rata potensi tenaga surya mencapai 4,8 kWh/m2. Saat ini Kabupaten Pesawaran baru memiliki 8 unit pembangkit tenaga surya dengan kapasitas 230 kWp (offgrid). Diharapkan investor yang dapat membangun pembangkit tenaga surya dengan kapasitas of > 1 MWp, dan POTENSI SUMBER AIR di Kabupaten yang berlokasi di Sungai Way Sabu (1.600 liter/detik) dengan potensi pengembangan sebagai PLTA dan sumber air bersih, Mata Air Matalinti (arthesis, 200 liter/detik) dengan potensi pengembangan infrastruktur penyedia air bersih, Gunung Batu (air permukaan, 1.438 liter/detik) dengan potensi pengembangan infrastruktur penyedia air bersih, Mata Air Bogorejo (arthesis, 432.000 liter/hari) dengan potensi pengembangan infrastruktur penyedia air bersih dan air minum kemasan, dan Sungai Way Sekampung (debit cukup besar) dengan potensi pengembangan sebagai PLTA dan sumber air bersih. 

Kabupaten Polewali Mandar

Terdapat gejala kenampakan panas bumi permukaan yang ditandai dengan munculnya beberapa mata air panas di Wilayah Lilli-Sapporakki dan Matangnga. Dua lokasi manifestasi panas bumi di daerah ini adalah kelompok mata air panas Lilli-Sapporakki dengan suhu 95 – 97oC dan mata air panas Matangnga dengan suhu 60,9 – 84oC. Berbeda dengan potensi panas bumi di daerah lainnya yang sumber panasnya berasal dari gunung api, panas bumi di Polewali Mandar justru berasal dari pergerakan aktif lempeng tektonik. Potensi panas bumi Lilli-Sapporakki Kecamatan Matangnga sendiri bersama 4 Kabupaten lainnya diusulkan sebagai WKP baru. Disamping itu, potensi sumber daya air untuk pembangkit listrik tenaga minihidro pada aliran Sungai Maloso berada di Dusun Meriha Desa Taloba Kecamatan Tubbi Taramanu direncanakan akan menghasilkan daya rencana terpasang sebesar 3x3.200 Kw dengan energi yang dihasilkan sebesar 70.821.974 Kwh/tahun. Pada Sektor Pariwisata, potensi besar adalah pada Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Budaya dan Kerajinan yang tersebar hampir di semua Kecamatan, ditambah dengan Wisata Pedalaman yang memiliki Wisata Tirta, Wisata Ritual dan Situs hingga Wisata Sosial dan Publik yang juga menawarkan sejuta keindahan kebudayaan dan alam yang eksotis. 

Kabupaten Timor Tengah Utara

Kabupaten ini memiliki potensi sumber daya alam yang memiliki prospek cerah. Sektor Pertambangan misalnya, memiliki banyak sekali bahan tambang berupa batuan, mineral non-logam dan logam yang belum dikelola dengan tepat. Pengembangan di Sektor Kelautan dan Perikanan juga sangat menjanjikan bagi masyarakat Pantai Utara Kabupaten TTU bila pengelolaan dilaksanakan secara optimal salah satunya melalui investasi di Sektor ini. Salah satu yang cukup menarik investasi adalah di sub-sektor industri garam dengan lahan yang cukup luas (1.087 ha) tersebar di 3 wilayah Kecamatan (Insana Utara, Biboki Moenle’u dan Biboki Anle’u). Selain itu potensi di Sektor Pertanian juga memerlukan investasi untuk pengembangannya. Untuk Sektor Perkebunan, investasi masih diperlukan di bidang Pengembangan Perkebunan dan pengolahan hasil perkebunan. Ada beberapa obyek wisata yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara yang memiliki daya tarik dan selalu dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun domestik. Potensi pada sektor ini perlu sentuhan dan perhatian dari semua pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta agar daya tarik wisata dari tahun ke tahun dapat ditingkatkan. Adapun data obyek wisata yang terus dikembangkan saat ini adalah Obyek Wisata Alam, Budaya, Religi, dan Sejarah.

Kabupaten Yahukimo

Kabupaten ini memiliki potensi luar biasa yang belum dikembangkan secara optimal. Potensi Daerah tersebut antara lain: POTENSI PLTMH di Distrik Koropun, Silimo, Anggruk, Bomela, Holuwon, Soba, Nipsan, Kurima, Dekai, Duram, Sela, Ubahak, Kwikma, Samenage, Kayo, Yogosem, Pesama dan Kwelamdua; POTENSI PLTA di Distrik Kurima dan Dekai; POTENSI PERKEBUNAN SAGU di Distrik Dekai, Seredala, Suru-Suru, Sumo, Obio dan Yahuliambut; POTENSI PERKEBUNAN KOPI ARABIKA di Distrik Kurima, Tangma, Werima, Kwelamdua dan Holuwaon; POTENSI PERKEBUNAN BUAH MERAH di Distrik Dekai, Kurima, Anggruk, Ninia, Obio, Pasema, Hogio, Tangma, Ukha, Nipsan, Holuwon, Lolat, Bomela, Seredala, Kabianggama, Sobaham, Kwelamdua, Hilipuk, Duram, Kwikma, Kayo, Sumo, Samenage, Nalca dan Koropun; POTENSI PERKEBUNAN KAKAO di Distrik Dekai, Seredala dan Suru-Suru; POTENSI PERKEBUNAN TANAMAN JARAK di Distrik Dekai, Seredala dan Suru-Suru; POTENSI PETERNAKAN BABI DAN SAPI di Distrik Dekai dan Seredala; dan POTENSI PARIWISATA diDistrik Kurima, Anggruk, Mugi dan Dekai.

Kota Bitung

Kota Bitung merupakan kawasan strategis di timur Indonesia dan menjadi proxy strategis Indonesia ke wilayah Asia Timur, Pantai Timur Amerika, Pasifik dan Oceania. Letaknya yang strategis, mempermudah distribusi barang dan jasa ke wilayah–wilayah tersebut sehingga biaya pengangkutan juga jauh lebih murah dibandingkan melalui Pelabuhan di daerah lain, sehingga ditetapkan sebagai Pelabuhan Hub Internasional (Perpres No.26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik nasional) dan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung (PP 32 tahun 2014). Pelabuhan Hub Internasional Bitung diproyeksikan menjadi pelabuhan transhipment internasional sekaligus pintu gerbang ekonomi ke negaranegara di Asia Pasifik. Dijuluki sebagai Kota Cakalang dan Surga Tuna Asia karena hasil perikanan laut yang sangat kaya menjadikan Bitung sebagai tempat berinvestasi yang sangat menarik dibanding dengan daerah lain, dibuktikan oleh 14 Industri Pengolahan Perikanan yang ada di Indonesia, 7 diantaranya berada di Kota Bitung. Bitung memiliki konektivitas aset, akses dan sumber daya yang strategis sebagai salah satu wilayah perikanan tangkap terbesar dunia di wilayah equatorial. Selain hasil perikanan, Bitung juga kaya akan hasil perkebunan terutama kelapa dan produk turunannya yang memiliki pasar sangat luas dan diminati, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Posisi Kota Bitung yang strategis serta banyaknya Potensi Investasi yang dapat dikembangkan membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengusulkan Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang rencananya akan diresmikan pada bulan Mei 2018. Luas wilayah KEK Bitung sebesar 534 Ha dan rencana pengembangan sampai 2500 Ha, mempunyai Kegiatan Utama yaitu Industri Pengolahan Kelapa dan turunannya, Industri Pengolahan Ikan dan hasil laut lainnya serta Industri Farmasi. Sedangkan untuk Kegiatan Pendukungnya yaitu Logistik dan Aneka Industri berbasis Agro dan industri lainnya. Zona Pengembangan terdiri dari Zona Pengolahan Ekspor, Zona Industri dan Zona Logistik. Berbagai Fasilitas dan Kemudahan ditawarkan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan Investasi di KEK Bitung seperti fasilitas Tax Holiday, Tax Allowance, PPN dan PPnBM, Bea Masuk dan Cukai, Pajak dan Retribusi Daerah, Fasilitas Pertanahan, Keimigrasian, Ketenagakerjaan, serta Perizinan dan Non Perizinan. Kawasan Ekonomi Khusus Bitung diharapkan dapat mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro dan farmasi serta menarik investasi senilai 32 Triliun hingga tahun 2025.

Kota Pekanbaru


Kota Pekanbaru berada tepat di tengah Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan negara-negara ASEAN serta menjadi pintu gerbang perdagangan internasional (MP3EI). Kota ini juga berada di jalur strategis lalu lintas yakni jalur lintas Sumatera memiliki ragam peluang investasi emas yang menjanjikan bagi investor yang akan menanamkan modalnya baik pengembangan investasi fisik maupun non fisik. Peluang investasi yang menjanjikan ini juga tidak terlepas dari keberadaan Kota Pekanbaru yang berada di dalam simpul segitiga pertumbuhan Indonesia, Singapore dan Malaysia. Kota ini juga sangat strategis karena merupakan penghubung dengan kota-kota Selatpanjang, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Sei Pakning dan lain sebaginya serta kota-kota di Kepulauan Riau seperti Tanjungpinang dan Batam. Pemberian fasilitas, kemudahan dan insentif Penanaman Modal mempertimbangkan pengembangan sektoral dan wilayah, sehingga kegiatan Penanaman Modal terbagi menjadi industri pionir dan skala prioritas tinggi di wilayah luar Jawa. Kemudahan mendapatkan informasi perizinan, mendapatkan pembinaan, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Penanaman Modal serta mendapatkan fasilitas pembebasan terhadap bea masuk atas impor mesin, fasilitas tax holiday, dan tax allowance sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Kota Sorong

Kota Sorong sangatlah strategis karena merupakan pintu keluar masuk dan transit ke Provinsi Papua Barat. Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya. Sektor industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan perekonomian Kota Sorong. Kota Sorong terkenal sebagai salah satu kota dengan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak milik Belanda Heritage Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM). Kota Sorong memiliki Kawasan Strategis Pertumbuhan Ekonomi, yaitu: Kawasan Industri Terpadu (KIT) Sorong di Kelurahan Klawalu dan Klamono (Distrik Sorong Timur); Kawasan Strategis Kelautan di Kelurahan Kampung Baru (Distrik Sorong) dan Kelurahan Klangi (Distrik Sorong Manoi); Kawasan Wisata Bahari Terpadu Tanjung Kasuari-Pantai Lido di Kelurahan Tanjung Kasuari dan Saoka (Distrik Sorong Barat); dan Kawasan Sorong Kepulauan di Kelurahan Raam, Soop, Doom Barat dan Doom Timur (Distrik Sorong Kepulauan). Sedangkan Rencana Pengembangan Kawasan Strategis ini adalah: Penataan Kawasan Strategis; Peningkatan sarana dan prasarana pendukung kawasan strategis; dan Peningkatan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan kawasan strategis.

 

Last modified on Thursday, 03 May 2018 15:23

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Back to top
Go to bottom
iden
200935
TodayToday1108
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week3503
This_MonthThis_Month24754
All_DaysAll_Days200935

Free Joomla! template by L.THEME