idarenfrdehihujaru
Written by
Rate this item
(0 votes)

GAMBARAN UMUM

pulau sineulue

Kabupaten Simeulue ibukotanya Sinabang, yang terletak di ujung Barat Provinsi Aceh dengan jarak 105 mil laut dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat atau 85 mil laut dari Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan, berada pada posisi antara 2°15* - 2°55* lintang Utara dan 95°40* - 96°30* Bujur Timur.

Kabupaten Simeulue memiliki panjang +100,2 km dan lebar 8-28 km. Ia diapit oleh 41 pulau-pulau besar dan kecil antara lain Pulau Siumat, Pulau Panjang, Pulau Batu Belayar, Pulau Teupah, Pulau Mincau, Pulau Simeulue Cut, Pulau Linggam, Pulau Khala, Pulau Asu, Pulau Babi, Pulau Silaut Besar/Kecil, luas kurang lebih 215.512 ha, dengan rincian luas pulaupulau sekitarnya hanya 14.191 ha, Letak geografis yang membentang dari barat ke timur dibatasi oleh/dikelilingi oleh Samudera Indonesia. Pulau Simeulue mempunyai luas keseluruhan 212.512 ha, dengan rincian 198.021 ha dan14.191 ha terdiri dari pulaupulau kecil*.

Secara umum Pulau Simeulue dan pulau-pulau kecil sekitarnya beriklim tropis basah dengan cuaca hujan rata-rata 2.828 mm/tahun dan merata setiap pulau. Biasanya setiap menjelang hujan diawali dengan panas terik matahari. Keadaan cuaca ini ditentukan oleh penyebaran musim. Musim barat berlangsung sejak September sampai dengan Februari, ditandai dengan terjadinya musim hujan disertai badai dan gelombang besar yang berasal dari Samudera Indonesia dan Lautan Hindia sehingga sangat berbahaya bagi pelayaran. Sedangkan Musim Timur berlangsung sejak Maret hingga Agustus, ditandai dengan kemarau yang diselingi oleh hujan tidak merata dan keadaan laut rata-rata tenang serta masa ini disebut juga panennya para nelayan. Suhu udara pulau Simeulue sama dengan daratan Aceh, yaitu suhu maksimum berkisar antara 25°C - 33°C dan suhu minimum berkisar antara 18°C - 24°C serta kelembaban nibsi antara 60 - 70 % sepanjang tahun.

 

Letak, Luas dan Batas Wilayah

Kabupaten Simeulue ibukotanya Sinabang, yang terletak di ujung Barat Provinsi Aceh dengan jarak 105 mil laut dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat atau 85 mil laut dari Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan, berada pada posisi antara 2°15* - 2°55* lintang Utara dan 95°40* - 96°30* Bujur Timur.

Kabupaten Simeulue memiliki panjang +100,2 km dan lebar 8-28 km. Ia diapit oleh 41 pulau-pulau besar dan kecil antara lain Pulau Siumat, Pulau Panjang, Pulau Batu Belayar, Pulau Teupah, Pulau Mincau, Pulau Simeulue Cut, Pulau Linggam, Pulau Khala, Pulau Asu, Pulau Babi, Pulau Silaut Besar/Kecil, luas kurang lebih 215.512 ha, dengan rincian luas pulaupulau sekitarnya hanya 14.191 ha, Letak geografis yang membentang dari barat ke timur dibatasi oleh/dikelilingi oleh Samudera Indonesia. Pulau Simeulue mempunyai luas keseluruhan 212.512 ha, dengan rincian 198.021 ha dan14.191 ha terdiri dari pulaupulau kecil*.

Secara umum Pulau Simeulue dan pulau-pulau kecil sekitarnya beriklim tropis basah dengan cuaca hujan rata-rata 2.828 mm/tahun dan merata setiap pulau. Biasanya setiap menjelang hujan diawali dengan panas terik matahari. Keadaan cuaca ini ditentukan oleh penyebaran musim. Musim barat berlangsung sejak September sampai dengan Februari, ditandai dengan terjadinya musim hujan disertai badai dan gelombang besar yang berasal dari Samudera Indonesia dan Lautan Hindia sehingga sangat berbahaya bagi pelayaran. Sedangkan Musim Timur berlangsung sejak Maret hingga Agustus, ditandai dengan kemarau yang diselingi oleh hujan tidak merata dan keadaan laut rata-rata tenang serta masa ini disebut juga panennya para nelayan. Suhu udara pulau Simeulue sama dengan daratan Aceh, yaitu suhu maksimum berkisar antara 25°C - 33°C dan suhu minimum berkisar antara 18°C - 24°C serta kelembaban nibsi antara 60 - 70 % sepanjang tahun.

Topografi dan Iklim

Kabupaten Simeulue memiliki Topografi yang relatif bervariasi, dimana terdapat sejumlah dataran rendah dan pantai juga terdapat perbukitan dan gunung. Kepulauan Simeulue bukan merupakan kepulauan vulkanik tetapi memiliki curah hujan yang tinggi karena dikelilingi samudera yang luas. Tanahnya memiliki tingkat keasaman yang tinggi, seperti podsolik merah kuning, podsolik merah coklat, alluvial, organosol, batu kapur dan tanah gambut.

Menurut Peta Rupa Bumi dengan skala 1:250.000 (Bakosurtanal), titik rendah Pulau Simeulue terletak pada nol meter diatas permukaan laut. Sedangkan titik tertingginya terletak pada 600 meter diatas permukaan laut. Sebagian besar wilayahnya terletak pada ketinggian 0-300 meter diatas permukaan laut dan sisanya merupakan daerah berbukit-bukit dengan kemiringan dibawah 180°terletak ditengah pulau. Iklim di Kabupaten Simeulue adalah tropis basah, cenderung panas basah dan lembab. Pola ini dipengaruhi oleh topografi yang tidak rata.

Kependudukan

Masyarakat Simeulue merupakan masyarakat yang heterogen. Adanya suku dari berbagai daerah Indonesia. Namun secara spesifik Simeulue memiliki dua bahasa, yaitu bahasa Devayan dan bahasa Sigulai yang digunakan sebagian besar masyarakat, sementara untuk daerah sekitar ibukota Sinabang menggunakan bahasa pesisir Sumatera (Bahasa Aneuk Jamee). Akibat Akulturasi budaya menyebabkan Simeulue memiliki beberapa kesenian diadopsi dari beberapa suku yang ada, seperti Aceh, Padang, Nias, Batak dan Sulawesi (bugis). Mayoritas penduduk Simeulue memeluk agama Islam dan umumnya masyarakat cepat beradaptasi dengan para pendatang sehingga tidak menyulitkan dalam pergaulan sehari-hari.

Jika ditinjau dari kepadatan penduduk maka Kecamatan Simeulue Timur dengan kepadatan penduduk tertinggi yakni 27.530 jiwa, Simeulue Barat 10.816 jiwa, Teupah Selatan 9.108 jiwa, Salang 8.476 jiwa, Teupah Tengah 7.903 jiwa, Simeulue Tengah 6.880m jiwa, Teupah Barat 6.294 jiwa, Teluk Dalam 5.398 jiwa, Alafan 4.724 jiwa dan Simeulue Cut 3.162 jiwa. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Simeulue cenderung meningkat pesat setiap tahunnya.

Visi Misi

Visi Kabupaten Simeulue:
“Terwujudnya Simeulue Yang Adil Dan Sejahtera Berdasarkan Nilai-Nilai Syariat“

Misi Kabupaten Simeulue

  1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing;
  2. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan merata;
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bersasis ekonomi kerakyatan dan pemanfaatan teknologi;
  4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan amanah;
  5. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur dan fasilitas umum;
  6. Mengelola sumber daya alam secara optimal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;
  7. Mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan; dan
  8. Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang rukun dan harmoni dengan pengamalan nilai-nilai syariat.

Transportasi

Untuk dapat menjangkau Kabupaten Simeulue dapat ditempuh melalui laut dan udara, yaitu dengan menggunakan Kapal Fery (PT. ASDP) dari tiga daerah asal/tujuan, yaitu Singkil (Aceh Singkil), Labuhan Haji (Aceh Selatan) dan Kuala Bubun (Aceh Barat, juga dengan menggunakan armada laut KM. Sabuk Nusantara dengan rute Meulaboh (Aceh Barat)-Sinabang (pp). Disamping transportasi laut, untuk menjangkau Kabupaten Simeulue dapat pula menggunakan transportasi udara, yaitu dari Medan-Sinabang (pp) dengan menggunakan pesawat Wings Air ATR 72 setiap hari, dan Banda AcehSinabang setiap hari Senin-Jum’at dengan menggunakan pesawat jenis Cesna.

  1. Darat
    Panjang jalan di Kabupaten Simeulue terdiri dari: 50 km jalan Negara, 38,5 km jalan Provinsi dan 423,02 km jalan Kabupaten. Panjang jalan yang sudah diaspal mencapai 56,35%. Melalui jalan darat ada pula pelayanan transportasi bus antar Kecamatan sampai dengan ke Desa/Dusun, bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan.
  2. Laut
    Transportasi laut ke Simeulue menggunakan kapal penyebrangan PT. Fery (ASDP) yaitu dengan rute : Singkil (Aceh Singkil) - Sinabang (pp) pukul 17.00 wib sore dengan lama pelayaran +9-10 jam pelayaran, Labuhan Haji (Aceh Selatan) – Sinabang (pp) pukul 22.00 wib malam dengan lama pelayaran +8-9 jam pelayaran dan Kuala Bubun (Aceh Barat)–Sinabang (pp) pukul 14.00 wib dengan lama pelayaran +12-13 jam pelayaran melalui pelabuhan Fery Kolok, disamping dengan armada laut KM. Sabuk Nusantara dengan rute Meulaboh (Aceh Barat) – Sinabang pukul 18.00 wib pada hari-hari tertentu yang ditempuh selama +12 jam pelayaran, melalui pelabuhan kapal Sinabang. Untuk tahun 2017 tercatat sekitar 182.909 penumpang turun dan 128.443 penumpang naik (domestik).
  3. Udara
    Sementara transportasi udara yaitu Medan (Sumatera Utara) – Sinabang setiap hari pada pukul 12.45 wib dengan menggunakan pesawat Wings Air ATR 72 dengan waktu tempuh 60 menit dan Banda Aceh – Sinabang setiap hari Senin – Jum’at pukul 08.00 wib dengan pesawat jenis Cesna (Susi Air) dengan waktu tempuh 90 menit. Sementara transportasi udara yaitu Medan (Sumatera Utara) – Sinabang setiap hari pada pukul 12.45 wib dari Bandara International Kualanamu dengan menggunakan pesawat Wings Air ATR 72 dengan waktu tempuh 60 menit dan Banda Aceh – Sinabang setiap hari Senin – Jum’at pukul 08.00 wib dari Bandara International Sultan Iskandar Muda dengan pesawat jenis Cesna (Susi Air) dengan waktu tempuh 90 menit. Kabupaten Simeulue dilayani sebuah Bandar udara, yaitu Bandara Lasikin, yang terletak di Lasikin Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue yang berjarak sekitar 11 Km dari Sinabang ibukota Kabupaten Simeulue. Adapun status bandara ini adalah Bandara Kelas 4. Bandara ini akan mengalami perpanjangan runway, sehingga kedepan diharapkan akan dapat didarati pesawat berbadan lebar.

Read 332 times Last modified on Wednesday, 05 September 2018 13:51
More in this category: « sambutan Profil Pariwisata »

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

top