Kampung Tenun Samarinda

Kali ini, saya akan menulis sebuah artikel tentang objek wisata yang ada di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Karena saya adalah siswa SMA Negeri 10 Samarinda yang berasal dari kota Samarinda. 
Islamic Center Samarinda yang menjadi landmark Kota Samarinda
 
Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Indonesia serta salah satu kota terbesar di Kalimantan. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Dengan Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota Samarinda, yang menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota ini juga memiliki potensi wisata antara lain Air Terjun Tanah Merah, Desa Budaya Pampang, Kebun Raya UNMUL Samarinda, Telaga Permai Batu Besaung, Taman Rekreasi Lembah Hijau, Masjid Islamic Center Samarinda, Kampung Tenun Samarinda, dll. Pada kali ini saya akan mengupas lebih rinci lagi dari salah satu objek wisata, yaitu Kampung Tenun Samarinda.
 
Gapura Kampung Tenun Samarinda
 
Kampung Tenun Samarinda merupakan sentra pengerajin sarung Samarinda, berlokasi di Samarinda sebrang, tepat nya di Gang Pertenunan dengan deretan rumah panggung yang dibangun di area bekas rawa dan pinggir Sungai Mahakam. Kampung tenun adalah representasi keragaman budaya yang keadaannya tidak terlpas dari sejarah panjang terbentuknya kota Samarinda. 
 
 Rumah Lamin yang berada di kawasan Kampung Tenun Samarinda
Samarinda tempo dulu
 
 
Pada tahun 1668, orang-orang bugis wajo berhijrah dari Kesultanan Goa ke Kesultanan Kutai, karena tidak mau patuh dan tunduk atas Pemerintahan Hindia Belanda. Mereka dipimpin oleh Lamohang Daeng Mangkoda, rombongan ini diterima dengan tangan terbuka oleh Sultan Kutai dan diberi tempat dataran rendah di sebrang Sungai Mahakam, nama Samarinda sendiri berasal dari kata "Sama rendah" yang bermakna penduduk pendatang, dan suku asli, suku kutai, dan banjar berderajat sama saling menghormati dan menghargai. Datang dan menetapnya suku bugis memberi warna baru dalam tatanan budaya masyarakat lokal termasuk tradisi menenun. Lahir dari tangan penenun bugis, sarung tenun Samainda berkembang menjadi produk berkualitas tinggi dengan perpaduan motif bugis, dayak, dan kutai. Beragam motif dan corak yang terkenal dari sarung Samarinda adalah Belang Hatta, Sari Pengantin, Balo Soeharto, Balo Pucuk Mabunga, Pucuk Rebung, dll. Pada 14 Maret 2012, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), Ibu Okke Hatta Rajasa telah mencanangkan Kampung Tenun Samarinda sebagai daerah tujuan wisata nasional yang merupakan bagian dalam program DEKRANAS BERSERI, Bersih, Sehat, Ramah, Rapi ,dan Indah. 
 
Sarung Samarinda yang bermotif Belang Hatta
Sarung Samarinda yang bermotif Pucuk Rebung
 
Sejak dicanangkan sebagai daerah tujuan wisata nasional, Kampung Tenun Samarinda telah banyak berbenah diri dari segala aspek, meliputi infrastruktur, sarana dan prasarana, fasilitas umum, dan tentunya masyarakat itu sendiri. Akses jalan menuju Kampung Tenun, sudah diperbaiki dengan proyek semenisasi yang sudah berlangsung semenjak tahun 2013. Fasilitas instalasi pengolahan air limbah yang merupakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk pengolahan dan pemanfaatan limbah rumah tangga sudah siap digunakan oleh masyarakat setempat. Rumah tua yang merupakan ikon kampung tenun, sudah menjelma menjadi rumah cagar budaya yang sudah layak untuk dikunjungi wisatawan, ditambah lagi dengan didirikannya gapura selamat datang yang berdiri megah sehingga memperkuat kesan citra dari Kampung Tenun Samarinda, sebagai tujuan daerah wisata. Masyarakat pun tidak hanya tinggal diam menyaksikan perkembangan yang terjadi pada kampung mereka. Pusat kampung yang dulunya kumuh, bau, dan tidak terawat, perlahan mulai terkikis karena kesadaran warga setempat untuk menjaga kebersihan dan mempercantik tempat tinggal mereka.
bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup

Sampah-sampah yang mengalir di sungai yang berada di bawah rumah panggung warga sudah jauh berkurang, bau yang tidak enak jika berjalan-jalan di kampung ini pun sudah tidak tercium lagi berkat pemasangan pipa-pipa pembuangan limbah di setiap rumah yang berada di kampung tersebut. Selain itu, pelatihan dan sosialisasi dari instansi terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kampung Tenun Samarinda turut berandil dalam memajukan kampung ini.

 
Segala perkembangan kampung tenun tersebut tidak lepas dari sinerji dan kerjasama yang apik berbagai pemangku kepentingan bernaung dalam tim teknis bentukan Pemerintah Kota Samarinda, dukungan aktif dari satuan kerja perangkat daerah atau SKPD, lembaga terkait, perbankan, dan pihak swasta menjadi modal utama untuk kesuksesan Kampung Tenun Samarinda sebagai tujuan wisata. 
 
Selain keberhasilan pembangunan secara fisik, tolak ukur yang tidak kalah penting keberhasilan pembangunan Kampung Tenun Samarinda sebagai tujuan wisata adalah terangkatnya kesejahteraan masyarakat setempat, baik secara ekonomi dan setatus sosial. Kampung Tenun Samarinda pun dapat menjadi peluang bisnis UKM untuk meningkatkan penghasilannya. Selain itu, produk yang warga olah pun merupakan warisan budaya yang dapat dijadikan salah satu produk identitas budaya Indonesia. Tidak mustahil jika Sarung Samarinda ini bisa dikenal di mata internasional seperti batik. Sarung Samarinda pun sekarang tidak hanya digunakan sebagai sarung seperti biasanya. Sudah banyak produk kreasi-kreasi yang berbahan dari Sarung Samarinda yang akan meningkatkan harga jual dari Sarung Samarinda tersebut, seperti peci, tas, sepatu, properti tarian,
 

bahkan juga gaun malam yang didesain oleh perancang busana Samarinda.

Sepatu yang berbahan Sarung Samarinda

 

Gaun Hijau dan ungu yang berbahan Sarung Samarinda saat pagelaran busana
Tim tari pagelaran seni budaya sayang yang membawakan tarian jepen dengan menggunakan Sarung Samarinda sebagai properti

 

Peci yang berbahan Sarung Samarinda

 

 
Perkembangan menggembirakan Kampung Tenun Samarinda sebagai tujuan wisata, sampai detik ini bukan membuat kita cepat akan berpuas diri. Masih banyak tantangan kedepan yang harus dihadapi untuk mewujudkan Kampung Tenun Samarinda sebagai daerah tujuan wisata nasional. Hal yang paling mendasar yang harus diprioritaskan adalah menjadikan kawasan kampung tenun menjadi lingkungan yang BERSERI, Bersih, Sehat, Ramah, Rapi, dan Indah, dengan mengedepankan sarung tenun Samarinda, sebagai produk yang berkualitas tinggi. Baik dalam hal corak, motif, dan warnanya. Dengan melihat sinerji dan kerjasama yang telah terjalin dengan amat baik, serta kerjakeras sesama steakholder rasanya bukan hal yang mustahil jika visi kampung tenun sebaga tujuan wisata nasional dapat segera terealisai, semoga. Oleh karena itu kita lah sebagai generasi muda penerus bangsa yang harus ikut berpartisipasi melestarikan Sarung Samarinda ini. dengan cara apa? yaitu mencintai, mempromosikan, dan memakai Sarung Samarinda. 
 
Kak Vitta Anzelia angkatan 18 ( EPIC ) , ibu Wury Handayani , dan saya Ferdy Pradipta angkatan 19 ( TITAN ) , selepas lomba menyanyi solo di SMK Negeri 1 Samarinda mengenakan pakaian modifikasi dari Sarung Samarinda yang bermotif Belang Hatta. Alhamdulillah, kami membawa nama sekolah dengan hasil saya sebagai juara 1 dan kak Vitta sebagai juara 3              
Demikian artikel saya, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan anda dan tentunya bermanfaat untuk generasi muda sebagai penerus bangsa untuk sadar akan budaya yang harus kita lestarikan dan cintai. Ayo berwisata di kota anda sendiri!
 
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Back to top
Go to bottom
iden
201306
TodayToday50
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3874
This_MonthThis_Month25125
All_DaysAll_Days201306

Free Joomla! template by L.THEME