Curug Cimarinjung

Sudah menjadi fakta umum bahwa Pulau Jawa memang menyimpan berbagai rahasia. Rahasia tentang keistimewaan di Pulau Jawa ini nampak seperti sebuah harta karun yang lama tersembunyi. Kotak harta karun ini menyimpan berbagai perhiasan serta barang-barang berharga lainnya. Namun oleh karena keberadaan zaman, banyaknya penduduk yang berada di wilayah tersebut, peta harta karun ini seakan lenyap.

Tersembunyinya peta harta karun ini ternyata tidak membuat pesona serta keindahan benda peninggalan tersebut berkurang. Hal yang terjadi justru sebaliknya, dimana harta terpendam tersebut justru makin menarik karena tersimpan rapi dan terjaga dari tangan-tangan jahil yang mencoba merusaknya. Kawan, kali ini, mari mengikuti kami untuk sebentar menilik harta terpendam ini.

Adalah Provinsi Jawa Barat, salah satu dari enam daerah wilayah administrative yang ada di pulau terpadat penduduk Indonesia. Destinasi wisata kita ini letaknya memang benar-benar tersembunyi kawan. Yuk, kita simak lebih dekat.

Kita sedang membicarakan mengenai suatu lokasi wisata di kawasan Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Tepatnya adalah Curug Cimarinjung. Dimana kata ini dalam Bahasa Sunda diartikan sebagai sebuah air terjun yang relatif kecil atau tidak begitu tinggi, seperti Curug Cikanteh.

Lokasi wisata kita adalah di Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru. Secara administratif, kawasan ini terletak di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Sama seperti nama kampung dimana ia berada, begitulah nama Curug satu ini diambil. Namun, bila dilihat dengan lebih teliti, sebenarnya Curug Cimarinjung ini berada di area perbatasan Desa Ciwaru dengan Girimukti. Tapi memang aksesnya lebih mudah dari Desa Ciwaru karena lebih dekat.

Di dekat air terjun, mengalir sungai Cimarinjung dengan ketinggian 100 mdpl dan bermuara ke Teluk Ciletuh.

Rute Perjalanan

Seperti telah disebutkan di atas, Curug Cimarinjung memang tersembunyi di Kabupaten Sukabumi. Letaknya agak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, yaitu berjarak sekitar 99 km atau kira-kira 4 jam perjalanan. Namun jangan khawatir kawan, akses menuju lokasi wisata bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Pilihan pertama adalah melalui jalur darat, yaitu menggunakan kendaraan baik motor atau mobil. Namun perlu diperhatikan bahwa akses transportasi umum ke daerah ini masih minim, sehingga rekan-rekan disarankan untuk menggunakan Maps Online atau GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) untuk mencari rute jalan.

Bila rekan-rekan berangkat dari Kabupaten Cianjur, langsunglah untuk mencari kawasan Kecamatan Simpenan, tepatnya adalah pertigaan Kiara Dua. Dari titik acuan ini, rekan-rekan akan terus melaju hingga mencapai Desa Caringin Nunggal. Bila sudah masuk kawasan desa Caringin Nunggal, berarti untuk menemukan Desa Ciwaru tidak lagi memerlukan waktu lama. Bisa juga dari Kota Sukabumi ke arah Jampang Tengah.

Opsi kedua adalah dengan melalui jalur laut. Rekan-rekan bisa datang dengan menyewa kapal. Tidak perlu terlalu besar, cukup kapal kecil yang biasa digunakan oleh nelayan. Sampai di Pantai Palangpang, rekan-rekan bisa berjalan kaki menyusuri sawah serta jalan setapak. Kemudian berkendara menuju Kecamatan Ciemas dengan lama perjalanan kira-kira satu jam jarak tempuh.

Jalanan menuju air terjun memiliki alur naik turun dengan tanjakan serta tikungan tajam di beberapa bagian jalan. Pastikan untuk berhati-hati ketika melalui jalur ini, terlebih bila berada dalam kondisi cuaca hujan. Sebagai gantinya, rekan-rekan akan disuguhkan pemandangan alam perkebunan serta bukit yang indah.

Daya Tarik

Beberapa waktu yang lalu, lokasi wisata ini memang tidak banyak pengunjung karena akses yang masih sulit. Namun, mari ucapkan terimakasih dengan adanya promosi melalui sosial media. Kini, lokasi wisata ini sudah mulai ditemukan oleh pengunjung kawan. Makin hari, ada saja pertambahan jumlah pengunjung di lokasi ini.

Biasanya, ketika berkunjung, wisatawan juga akan sekaligus menilik Curug Dogdog dan Nyelempet yang letaknya tidak jauh dari aliran Sungai. Curug Dogdod berbentuk mirip dengan alat musik tabuh dari Jawa Barat, yaitu memanjang. Sementara itu, air terjun Nyelempet memiliki aliran air kecil. Hal ini sesuai dengan namanya yang berasal dari Bahasa Sunda, nyelempet, artinya sempit.

Kawan, lokasi wisata kita ini sudah pernah diliput dalam acara TV bertajuk petualangan loh. Adakah yang bisa menebak? Apakah ini adalah salah satu acara di salah satu TV swasta? Pasti tahu kan Deni Sumargo dan David John Schaap?

Yup, My Trip My Adventure (MTMA) pernah berkunjung dan menikmati wilayah ini. Mereka mengeksplore keindahan Geopark Ciletuh termasuk dengan air terjun kembar serta Curug Puncak Manik, yang tertinggi di aliran Sungai.

Semenjak penyiaran acara tersebut, makin banyaklah wisatawan yang tertarik untuk datang. Harta karun ini perlahan mulai terbuka, sedikit demi sedikit. Terlepas dari berbagai cerita sejarah atau mitos misteri yang beredar di wilayah ini.

Berbicara mengenai waktu terbaik untuk berlibur, tentu adalah ketika debit air sedang banyak. Kira-kira berada di awal atau akhir musim penghujan. Di masa-masa ini, debit air sudah bertambah (bila dibandingkan dengan masa kemarau) namun tidak sampai berpotensi menjadikan banjir. Ketika debit air sedang deras, rekan-rekan traveler akan menikmati panorama aliran air dari ketinggian sekitar 45 meter.

Berdiri beberapa meter dari aliran air terjun, sembari menikmati bebatuan alam dan pepohonan yang tumbuh di sekitar curug, tentu akan memberikan pesona liburan tersendiri dan tidak dapat dibeli dengan uang. Keistimewaan lokasi wisata ini bukan hanya pada pemandangan aliran airnya, tetapi juga tebing-tebing dengan warna merah kecokelatan, serta dengan selingan tumbuhan hijau yang menempel di permukaannya.

Keunikan lain yaitu adanya dua batu besar di sisi kanan dan kiri aliran air. Batuan besar ini seakan mengapit arus air sebelum turun ke bawah membentuk kolam yang kemudian mengalir seperti sungai kecil. Kondisi inilah yang berbeda dari kebanyakan tempat wisata.

Fasilitas

Ketika berkunjung ke lokasi wisata kita ini, sangat direkomendasikan untuk membawa camera foto sendiri. Jelas pemandangan alam nan elok ini patut untuk diabadikan dalam sebuah hasil foto atau video. Bagi para seniman, juga sangat direkomendasikan untuk menggambar pemandangan alam ini. Unforgetable deh pokoknya.

Di tempat ini, rekan-rekan sudah akan menemukan toilet, mushola, serta tempat parkir kendaraan. Di sekitar area wisata juga sudah terdapat warung kecil, baik tenda ataupun rumah, yang menjual aneka makanan serta minuman.

Bila ingin menikmati semua keindahan alam ini, hanya perlu membayar tarif retribusi wisata sekitar Rp3.000 dengan dana parkir seharga Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Tips Wisata

Kawan, kali ini juga ada beberapa tips perjalanan yang bisa dipakai selama menikmati wisata. Yuk simak.

  1. Mengingat akses serta rute perjalanan yang cukup sulit untuk menuju Curug Cimarinjung, tidak disarankan untuk membawa keluarga dengan anak kecil atau balita. Mereka kemungkinan sudah akan bosan atau menangis karena kondisi perjalanan yang cukup sulit.
  2. Mengingat letak lokasi masih sangat tersembunyi, ada baiknya berkunjung di waktu pagi sampai siang. Sampai saat ini, masih belum terdapat fasilitas penginapan di sekitar destinasi wisata. Penjual makanan serta minuman pun tidak begitu banyak dan jumlahnya terbatas. Demi kenyamanan liburan, pastikan untuk membawa bekal makanan serta minuman yang cukup. Baik untuk perjalan menuju Curug Cimarinjung ataupun ketika pulang. Bila tetap ingin datang di waktu sore menjelang malam, pastikan juga sudah memiliki pengingapan dengan jarak tidak terlalu jauh dari Geopark Ciletuh.
  3. Kawasan Geopark Ciletuh memang sangat terkenal dengan keindahan alam. Bila ingin menikmati keindahan warna dari tebing Curug, disarankan untuk datang pada musim kemarau
Back to top
Go to bottom
iden
200932
TodayToday1105
YesterdayYesterday1140
This_WeekThis_Week3500
This_MonthThis_Month24751
All_DaysAll_Days200932

Free Joomla! template by L.THEME