Bukit Lawang

Bukit Lawang merupakan tempat wisata alam di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Tempat yang terkenal dengan arus sungainya yang deras dan jernih dan tempat pengamatan Orang utan Sumatera semi-liar di kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Leuser. Orangutan Sumatra (Pongo abelii) adalah salah satu dari dua spesies orangutan di Indonesia dan hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera.

Taman Nasional Gunung Leuser yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis adalah kawasan pelestarian alam Indonesia yang merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera. Bukit Lawang menjadi destinasi menarik bagi turis mancanegara, tidak heran Anda akan banyak menemui turis asing “Bule” disana.

Untuk menuju tempat wisata alam ini, Anda naik taksi dari Bandara Kualanamu atau dari hotel menuju terminal bus Pinang Baris, dilanjutkan dengan naik bus atau mobil carteran yang berada di simpang sebelum terminal Pinang Baris.

Perkiraan biaya ongkos sekitar Rp. 50.000/orang, Pinang Baris-Bukit Lawang atau dengan kenderaan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Kota Medan. Perjalanan melewati Kota Binjai menuju persimpangan jalan Gatot Subroto menuju Jalan Binjai-Kuala. Anda juga akan melewati jembatan besi sebanyak 7 jembatan sebelum sampai ke Bukit Lawang.

Di beberapa titik terdapat jalan rusak bergelobang dan berhati-hati jaga kecepatan, ternak lembu masyarakat terkadang berada ditengah jalan. Sesudah Gapura/Gerbang  PT. Langkat Nusantara Kepong ada persimpangan jalan, berjalan terus menuju Rindu Alam Hotel – Bukit Lawang, berbelok kekanan menuju tempat parkir kenderaan.

Biaya parkir Rp. 10.000. Setelah memarkirkan kenderaan, Anda akan disambut suara deru air sungai dan menemukan deretan warung, kios souvenir dan rumah makan sebelum jembatan penyeberangan. Arus sungai Bahorok yang deras inilah yang dijadikan pengunjung untuk menikmati sensasi Tubing dan Rafting dengan ban dalam mobil atau Tube Rafting.

Menyeberang di jembatan dikenakan biaya Rp. 2000/orang. Inilah keunikan jembatan yang ada di bukit Lawang, Setiap pengelola tempat wisata membangun jembatan sendiri untuk menyeberang para tamunya. Seperti Ecolodge Bukit lawang, jembatan berada di sebelah Rindu Alam Hotel. Jembatan Wisma Leuser Sibayak tepat di depan parkir kenderaan umum.

Jembatan yang dibangun oleh Pemkab Langkat jarang dilalui pengunjung, jembatan seperti kurang terawat. Besi-besi pipa galvanis sebagian sudah hilang, terdapat coretan “Graffiti” di tiang penyangga kabel dan kayu pegangan untuk tangga sudah berhilangan juga.

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

 
 
 

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Jembatan Wisma Leuser Sibayak, dan di kejauhan Jembatan Ecolodge Bukit Lawang. /Dok. SeMedan.com

Jembatan yang dibangun oleh Pemkab Langkat jarang dilalui pengunjung, jembatan seperti kurang terawat. Besi-besi pipa galvanis sebagian sudah hilang, terdapat coretan “Graffiti” di tiang penyangga kabel dan kayu pegangan untuk tangga sudah berhilangan juga.

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

 
Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Jembatan Pemkab Langkat di Bukit Lawang. /Dok. SeMedan.com

Fasilitas untuk pengunjung terdapat gubuk-gubuk lesehan untuk beristirahat dengan harga Rp.70.000 dan tergantung kelihaian Anda menawar. Bagi pengunjung yang bermalam tersedia penginapan dengan harga terjangkau berkisar Rp. 150.000 – Rp. 400.000 permalam. Harga makanan dan minuman masih relatif terjangkau dan bisa dibilang murah dibandingkan dengan tempat wisata lainnya yang ada di Sumatera Utara.

Hampir semua masyarakat Bukit Lawang mengenal baik wilayah tersebut, dan Anda dapat menggunakan jasa mereka untuk memandu Trekking di hutan berbukit untuk menuju tempat pemberian makan orangutan. Dan arah balik Trekking melalui sungai dengan ban dalam mobil atau Tube Rafting, tanpa pelampung!. Ini sensasinya!

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Turis asing sesudah Tube Rafting dengan ban dalam mobil. /Dok. SeMedan.com

Bukit Lawang sudah tidak lagi pusat rehabilitasi orangutan, sudah berganti menjadi daerah pengamatan orang utan. Ekosistem Hutan Bahorok juga sudah tidak lagi menampung orangutan yang baru datang.

Wisata Alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Feeding Station Orangutan. /Dok. Flickr.com/smulan77

Catatan:
Lain waktu SeMedan.com akan melakukan Trekking ke “Feeding Station Orangutans” saat tidak musim buah.Trekking ke dalam hutan sekitar 20 menit berjalan menelusuri hutan-hutan berbukit. Tips untuk pemandu sekitar Rp. 100.000an.

Perhatian! Jika Anda ber Arung Jeram atau mandi-mandi jangan sampai mendekati Bendungan Timbang Lawan, arus lebih kuat mendekati bendungan dan tertulis “Awas! Bendungan Maut”. Bendungan Timbang Lawan berada di areal Wisma Leuser Sibayak.

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Wisata alam di Bukit Lawang, Bahorok Sumatera Utara

Bendungan Timbang Lawan. /Dok. SeMedan.com

Bukit Lawang dengan keindahan alamnya, Air sungai yang jernih dan Hutan di Taman Gunung Leuser, penting dan harus dijaga kelestariannya.

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME