Air Terjun Ngabatata

Air Terjun Ngabatata
Pengunjung sedang berlsefie ria dikawasan Air Terjun Ngabatata, di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, P. Flores-NTT, Minggu (24/6/2018). 

Air terjun Ngabatata menjadi satu diantara destinasi wisata yang sangat mempesona di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores NTT.

Air terjun yang berada di Desa Rendubutowe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo ini rupanya sangat menyita perhatian sejuta pasang mata saat ini. Betapa tidak, pesona yang luar biasa nan ekostis membuat pengujung betah dan sangat memanjakan mata saat melihat dan berada di terjun itu.

Para pengjung bakal tergoda menyaksikan kucuran air dari ketinggian sekitar 100 meter itu. Air terjun Ngabatata Laksana surga tersembunyi di Nagekeo.

Dinding-dinding batu dan tumbuhan hijau membiarkan curahan air terjun jatuh dari bebatuan terjal hingga menyentuh sebuah tempat yang membentuk kolam dikawasan itu. Menarik nian. Kren dan Luar biasalah itulah kata yang tepat untuk memuji pesona alam itu. Sebuah anugerah yang Maha Kuasa berikan.Aliran air yang mengucur dari ketinggian membasahi dinding batuan cadas dapat memantulkan bunyi yang luar biasa. Tentu memikat hati para pengunjung.

Kucuran air yang jernih dengan anggun menuruni bukit terjal membuat pemandangan dikawasan itu beda dengan tempat yang lain. Untuk mencapai Air Terjun Ngabatata hanya butuh tenaga yang kuat dan tidaklah mudah. Dari Ibu Kota Mbay, Ibu Kota Nagekeo perjalanan dengan kendaraan menempuh jarak sekitar 20 km atau sekitar 2.5 jam. Karena jalan menuju kesana agak rusak. Akses jalan masuk kedesa Rendubutowe cukup terjal menantang. Pasalnya kondisi jalan yang rusak dan penuh bebatuan membuat anda harus ekstra hati-hati.

Dari Kota Mbay, ikut jalan Negara Mbay-Ende tepatnya di Kapela Boanai di Desa Labolewa Kecamatan Aesesa menuju desa Rendu Butowe belum mulus.

Cabang masuk kedalam sangat memakan waktu sekitar 1 jam.

Untuk mencapai Ngabatata juga, anda bisa menempuh perjalanan melalui Desa Labo lewa Kecamatan Aesesa dan juga bisa melalui pasar Raja Kecamatan Boawae. Bisa memakan waktu 2 hingga 3 jam.

Sampai di Desa Rendubutowe kendaraan tidak bisa menuju ke Air terjun Ngabatata. Anda harus berjalan kaki ketempat itu melewati padang yang cukup luas dan ditumbuhi ilalang.

Dalam perjalanan menuju kesana anda akan disuguhi dengan panorama alam yang menawan. Udara yang sejuk dan padang yang luas memanjakan mata.

Akses menuju air terjunpung sangat sulit. Anda harus melewati jurang dan jalan yang begitu terjal. Jalan harus dari atas ketinggian itu menggunakan tali nilon yang sudah disiapkan oleh warga setempat.

Tali itu dipersiapkan agar anda bisa memegang tali tersebut saat turun dari ketinggian menuju air terjun. Menguji adrenalin itu sudah pasti. Namun jangan mengeluh. Segala lelah anda akan terbayar jika sudah sampai.

Dari tinggian itu anda bisa memakan waktu kurang lebih 30 menit. Karena akses dan ruas jalannya sulit. Anda harus ekstra hati-hati. Kayu dan tali hutan bisa dimanfaatkan untuk bisa anda pegang menuju kesana.

Tak tentu tidak akan kecewa. Pesona Air terjun Ngabatat sudah pasti mempesona. Segala lelah dan capek akan terbayar dengan melihat eskotisnya pemandangan Ngabatata. Di Air Ngabatata anda bisa berselfie ria. Anda juga bisa bersenang-senang bersama keluarga dan sahabat anda. Selain itu juga bisa mandi dikolam alamiah itu. Keindahan alam yang begitu mempesona membuat anda betah seolah tak ingin pulang. Memang suasana sejuk nan teduh sangat terasa dikawasan itu.

Setiap hari Minggu dan libur, kawasan itu menjadi pilihan utama bagi petualang. Baik warga lokal, nasional bahkan mancanegara. Menuju tempat itu memang membutuhkan adrenalin yang kuat dan kesabaran. Seorang pengunjung, Cletus J. Batalaki (25) kepada POS KUPANG. COM, mengaku, senang berkunjung ke kawasan air terjun Ngabata. Cletus rupanya baru pertama kali berkunjung kekawasan itu.

"Kren dan indah sekali Cuma lokasinya sulit dijangkau orang. Kondisi jalan yang sulit diakses sehingga orang tidak mau datang. Jalan sangat ekstrim dan menantang," ungkap Cletus, ketika ditemui dikawasan itu, Minggu (24/6/2018).

Pengunjung lain, Ros mengaku penasaran dengan air terjun itu. Sehingga ia dan beberapa temanya rela datang ketempat itu.Ros mengaku akan datang lagi kekawasan itu karena belum puas. Alam dan pesona Ngabata rupanya sangat memanjakan pengunjung.

"Nanti kita datang lagi. Kalau nginap juga boleh. Sangat krelah," ujar warga Danga Kota Mbay ini. Sementara itu warga Rendubutowe, Oncu, kepada Pos Kupang, mengaku setiap hari libur dan Minggu kawasan itu sangat ramai. "Kalau hari minggu itu banyak datang. Bukan orang dari Nagekeo saja. Tapi orang dari Ende juga ada. Bahkan turis juga ada yang datang. Memang aksesnya susah. Tapi pasti orang datang, " ujar Oncu.

Kawasan itu dipadati pengunjung. Ada yang datang berpasang-pasangan. Ada juga yang datang bergermobolan. Mereka tampak menikmati susana saat itu. Mereka terlihat mengabadikan momen itu. Ada yang berselfie ada juga yang mandi saat itu.(*)

Back to top
Go to bottom
iden
201664
TodayToday408
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week4232
This_MonthThis_Month25483
All_DaysAll_Days201664

Free Joomla! template by L.THEME