idarenfrdehihujaru

Tourism

Kebutuhan Investasi Indonesia di 2020 Capai Rp 5.823 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Hits: 213

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2020 berada di angka 5,3 persen hingga 5,6 persen. Untuk bisa mencapai target tersebut, setidaknya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik berada di angka 7 persen hingga 7,4 persen atau sebesar Rp 5.802,6 triliun hingga Rp 5.823 triliun.

"Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) adalah 7,0 hingga 7,4 persen," tuturnya di Gedung DPR RI, Kamis (13/6/2019).

 Kebutuhan investasi Rp 5.803 triliun hingga Rp 5.823 triliun tersebut terbagi dari investasi pemerintah Rp 539 triliun-Rp 572 triliun. Di mana pemerintah pusat Rp 246 triliun-Rp 261 triliun dan pemerintah daerah Rp 293 triliun-Rp 310 triliun.

Kebutuhan investasi diharapkan dipenuhi sektor perbankan sebesar 8,4-10,2 persen dan pasar modal 3,2 persen. Kredit perbankan dan dana hasil IPO di pasar modal diarahkan sebagai belanja modal.

Untuk kebutuhan investasi BUMN, lanjut dia, pada 2020 dibutuhkan sebesar Rp 471 triliun-Rp 473 triliun. Sedangkan untuk perusahaan publik non BUMN sebesar Rp 143 triliun.

"Capital expenditure BUMN diharapkan dapat sesuai target," terangnya.

Adapun kebutuhan investasi untuk penanaman Modal Asing adalah sebesar Rp 426 triliun-Rp 428 triliun. Terbesar investasi swasta atau masyarakat mencapai Rp 4.204 triliun-Rp 4.221 triliun.

"PMA didorong untuk ditingkatkan antara lain melalui kebijakan insentif fiskal dan perbaikan dalam berusaha," ucapnya.

top