PUSAT INFORMASI DATA INVESTASI INDONESIA
idarenfrdehihujakoru

Potensi Investasi PLTA Kalbar Dilirik Rusia, Pemda: Selama Untungkan Masyarakat, Tidak Masalah

Pemandangan Bendungan PLTA Cirata di perbatasan Kabupaten Bandung Barat-Purwakarta, Rabu, 10 Maret 2021. /Pikiran Rakyat/Bambang Arifianto/
Hits: 16
Tanggal: 2021-04-06
Sumber Berita: Pikiran Rakyat
Penulis: Ikbal Tawakal

PR BEKASI - Pemerintah Rusia dikabarkan tertarik dengan adanya potensi investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Barat.

Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, A.L. Leysandri saat menerima kunjungan dari Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia. Saat mendengar pemaparan dari Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia tersebut, ia menilai bahwa mereka cenderung tertarik ke bidang energi listrik.

"Dari pemamparan Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia, mereka kencenderungannya lebih ke bidang energi listrik," katanya, di Pontianak, Senin, 5 April 2021.

"Mereka melihat potensi air kita yang ternyata ada dan bisa menghasilkan sekitar 300-an MW," sambungnya, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Antara.

Sekda Kalbar itu menyebut ada dua kabupaten yang memiliki potensi pembangunan PLTA di Kalbar, yakni di Putussibau, Kapuas Hulu dua titik dan di Ambalau, Kabupaten Sintang.

"Potensi sumber air itu untuk PLTA di Nanga Balang, Putussibau itu 133 MW dan Beringing Jaya 147 MW, serta Ambalau, Sintang 100 MW," ujarnya. Menurutnya, selama menguntungkan bagi masyarakat dan daerah, pihaknya akan menyambut baik investasi dari luar, termasuk Rusia.

"Untuk PLTA juga menjadi catatan bahwa sepanjang kawasan hutan dijaga dan pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan itu menjaga dengan baik bersama masyarakat setempat saya pikir tidak masalah," katanya.

Terkait potensi lainnya, investasi pembangunan infrastruktur di Kalbar juga masih terbuka lebar seperti jalan dan rel kereta api terutama ke arah Putussibau, Kapuas Hulu yang jaraknya mencapai 100 kilometer dari ibu kota provinsi Kalbar.

"Bidang pertambangan juga masih banyak. Antimoni contohnya di Kalbar belum investasi antimoni. Itu energi mineral yang cukup baik untuk ke depan. Namun mereka nanti melihat apa yang menjadi nilai ekonomis bagi negaranya," katanya.

Bidang pertanian menurutnya juga masih terbuka lebar terutama subsektor pangan dalam pengembangan food estate atau kawasan sentra pertanian atau pangan.

 "Investasi pengembangan beras premium melalui food estate sangat terbuka lebar. Belum lagi jagung untuk pakan ternak, keladi hitam dan porang untuk industri. Kita berharap dengan kunjungan ini Kalbar bisa menjadi prioritas investasi Rusia." tuturnya.***

Gunakan Menu ini untuk melakukan penelusuran lainnya
MENU

Home | Peluang Invetasi | Travel Guide | Tourism | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Security code
Refresh