PUSAT INFORMASI DATA INVESTASI INDONESIA
idarenfrdehihujakoru

Penerapan Industri 4.0 Tarik Investasi Manufaktur

Pekerja menyelesaikan proses perakitan bodi mobil di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Risky Andrianto.
Hits: 17
Tanggal: 2021-04-06
Sumber Berita: ValidNews.Id
Penulis: Khairul Kahfi

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan penerapan industri 4.0 berpeluang merevitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

Bahkan, penerapan yang sama di Tanah Air diharapkan akan menarik investasi di sektor manufaktur.

"Sehingga struktur industri di Indonesia bisa lebih dalam serta mampu produktif dan berdaya saing tinggi dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam mengadopsi teknologi,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/4).

Pemerintah sendiri telah meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai inisiasi percepatan pembangunan industri masuki era industri 4.0. Sasaran utamanya, menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada 2030.

Menperin menegaskan, peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 2018 oleh presiden menginisiasi percepatan pembangunan industri di era industri 4.0. Adapun tujuh sektor industri telah ditetapkan sebagai fokus prioritas pada Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.

Tujuh sektor tersebut dipilih lantaran dapat berkontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65% ekspor manufaktur, dan 60% pekerja industri. Menperin optimistis, penerapan industri 4.0 juga dapat mendorong percepatan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus memacu dan memfasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 secara optimal. “Dalam upaya strategis ini, pemerintah daerah juga dapat ikut berperan dalam penerapan industri 4.0 ini,” imbuhnya.

Sejak peluncuran Making Indonesia 4.0, Kemenperin telah mengimplementasikan industri 4.0 kepada sektor industri manufaktur melalui berbagai upaya. Misalnya, pelaksanaan program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index atau INDI 4.0 untuk memberikan asesmen kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam implementasi industri 4.0.

“Proses yang dilakukan melalui penyiapan dokumen, pelatihan, pelaksanaan asesmen, pilot project teknologi kunci industri 4.0, hingga monitoring dan evaluasi,” sebut Menperin.

Langkah selanjutnya, Kemenperin menyelenggarakan INDI 4.0 Award Winners, yakni pemberian penghargaan kepada industri yang sudah siap untuk bertransformasi ke era industri 4.0. Kemenperin juga membangun Ekosistem Industri atau SINDI 4.0 tujuannya untuk membangun sinergi, koordinasi, kolaborasi di antara pemangku kepentingan terkait dalam mengakselerasi transformasi industri 4.0.

“Tentunya dalam satu ekosistem yang sama, di antara pemerintah, konsultan, akademisi, industri, finansial, dan provider teknis,” tandasnya.

Kemudian, Kemenperin melaksanakan program Pelatihan Manajer Transformasi Industri 4.0, yang berisi pengetahuan utama aspek teknologi, hukum, kontrol kinerja untuk menyiapkan menjadi pemimpin dalam penerapan industri 4.0 di perusahaan. Pelatihan ini diakui oleh lembaga sertifikasi, dengan kualifikasi yang telah disusun dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.

Saat ini, Kemenperin sedang fokus dalam Pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri atau PIDI 4.0, yang akan memberikan lima pilar layanan, yaitu Showcase Center, Capability Center, Ekosistem Industri 4.0, Delivery Center, dan Innovation Center.

Kemenperin juga mendukung penyediaan data dan informasi industri yang handal melalui Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas. Sistem tersebut dapat menyediakan data dan informasi industri yang akurat, lengkap, dan terkini untuk mendukung Making Indonesia 4.0. Data di SIINas diperlukan sebagai bahan advokasi untuk industri, peluang investasi, dan penetrasi pasar global.

“Untuk menyiapkan IKM mengadopsi teknologi digital, Kemenperin juga telah mengadakan pelatihan e-Smart IKM,” ungkap Agus.

Program e-smart IKM adalah sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri sentra dan produk, yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Selama dua tahun ini, program e-Smart IKM sudah memberikan pelatihan kepada 10.967 pelaku IKM.

Hannover Messe 2021
Agus melanjutkan, Indonesia akan menjadi negara mitra resmi untuk gelaran Hannover Messe 2021 Digital Edition. Status Indonesia sebagai official partner country pada Hannover Messe akan berlanjut lagi pada 2023 dan bakal menyelenggarakan special feature di 2022.

Format digital tahun ini dipilih untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang tengah terjadi. Hannover Messe tahun ini akan diselenggarakan sepenuhnya secara digital pada 12-16 April 2021 dengan mengusung tema utama 'Industrial Transformation'.

“Adapun tema nasional yang dipilih Indonesia adalah 'Making Indonesia 4.0', serta tagline 'Connect to Accelerate',” ujar Menperin.

Sebagai partner country, Indonesia akan menampilkan sebanyak 156 peserta dalam ajang Hannover Messe 2021 Digital Edition. Para peserta terdiri dari perusahaan industri skala besar, IKM dan startup, kawasan industri, asosiasi industri, BUMN, serta K/L.

Partisipasi Indonesia sebagai negara mitra resmi pada penyelenggaraan Hannover Messe 2021 merupakan salah satu momen penting dalam mempromosikan kemampuan teknologi industri di tanah air.

“Kehadiran Indonesia sebagai official partner country secara digital akan berlangsung selama setahun hingga berganti partner country HM dari negara mitra lainnya,” ungkapnya.

Dalam rangkaian Hannover Messe 2021, pemerintah telah menyiapkan beberapa kerja sama di bidang industri baik itu dalam kerangka Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B).

Hannover Messe 2021 Digital Edition akan menampilkan digitalisasi presentasi produk, beragam tema conference dan business matchmaking berbasis perangkat lunak, sehingga secara langsung merupakan terobosan, inovasi dalam eksibisi teknologi solusi industri.

Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman menyampaikan, pelaksanaan Hannover Messe 2021 secara digital dapat meningkatkan eksposur terhadap pameran tersebut, karena bisa dihadiri secara online oleh lebih dari 1 juta pengunjung.

“Ini memberikan optimisme tentang proses transformasi industri di tanah air serta untuk menarik investasi ke tanah air,” ujar Rizal.


 

Gunakan Menu ini untuk melakukan penelusuran lainnya
MENU

Home | Peluang Invetasi | Travel Guide | Tourism | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Security code
Refresh