idarenfrdehihujakoru

Dispopar Bontang Akan Rampingkan Struktur Bidang, Pariwisata Dipisah dari Pemuda dan Olahraga

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata ( Dispopar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono membeberkan, jika Dispopar nanti hanya akan membidangi pemuda dan olahraga. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Hits: 235
Tanggal: 2021-01-15
Sumber Berita: tribunnews
Penulis: Ismail Usman
Editor: Rahmad Taufiq
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=3iotzSza5wU

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Wacana Pemisahan Dinas Pemuda dan Olahraga dengan Parawisata mulai digulirkan.

Rencananya tahun ini, Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata (Dispopar) Bontang akan merampingkan struktur bidang kelembagaan, yang memisahkan antara pariwisata dengan pemuda dan olahraga.

Kepala Dispopar Bontang, Bambang Cipto Mulyono membeberkan, jika Dispopar nanti hanya akan membidangi pemuda dan olahraga.

Sementara bidang pariwisata akan digabung dengan bidang kebudayaan.

"Iya kita pisah nanti. Jadi nanti dinas sendiri yang gabung sama kebudayaan," tuturnya saat ditemui di kantornya. Jumat (15/01/2021).

Apalagi, kata dia, hal ini juga sesuai yang diatur dalam rencana 4 pilar pembangunan dan pengembangan pariwitasa Kota Bontang tahun ini.

Ditambah lagi, pemisahan ini dilakukan agar bisa meningkatkan kinerja di masing-masing bidang dalam struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Biar lebih ramping. Jadi kita juga bisa tingkatkan kinerja. Apa lagi tahun ini pemerintah juga genjot untuk pembangunan pariwisata," tuturnya.

Selanjutnya, ia berharap hal ini bisa lebih efektif untuk tetap fokus dalam pembangunan pariwisata dan kebudayaan.

Tak hanya itu, ada pula tiga prioritas lainnya yang menjadi fokus Dispopar di tahun ini, di antaranya pembangunan destinasi, industri, dan promosi pariwisata.

Ia menjelaskan, masing-masing memiliki tantangan. Untuk destinasi, pihaknya masih harus merangkul masyarakat untuk terus sadar wisata.

"Hal itu untuk menambah spot, wisata di Bontang," ujarnya.

Sementara untuk industri sendiri, kerja sama dengan stakeholder yang ada, menurutnya, perlu segera dilakukan.

Mengingat faktor kemajuan parawisata menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat Bontang.

Dan khusus untuk promosi, ia mengaku cukup kesulitan lantaran kondisi pandemi covid-19 yang hingga saat masih belum juga berakhir.

"Sekarang cukup kesulitan. Selain harus patuh dengan protokol kesehatan, spot wisata juga dibatasi, menjadi 50 orang pengunjung per harinya," ucapnya.

Kendati demikian, ia mengaku tetap optimistis, keempat prioritas pembangunan parawisata itu, dapat terlaksana dengan baik di tahun ini.

Home | Diskusi