idarenfrdehihujakoru

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Sebut PSTKM Masa Terberat Bagi Industri Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, Kamis (14/1/2021).
Hits: 227
Tanggal: 2021-01-15
Sumber Berita: TribunJogja
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=KOfgYWI6Kk8

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyebut diberlakukannya Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah setempat merupakan masa-masa terberat bagi industri pariwisata.

Untuk itu, upaya pemulihan mesti dilakukan secara optimal dan berhati-hati agar kebangkitan pariwisata Kota Yogya bisa terwujud. 

"Ada jutaan orang yang menggantungkan hidupnya di industri pariwisata. Masa pandemi Covid-19 ini memang masa terberat bagi industri pariwisata, sehingga kami harapkan upaya pemulihan dapat dilakukan dengan berhati-hati agar bangkit dengan segera," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya, Wahyu Hendratmoko, Kamis (14/1/2021). 

Wahyu mengatakan, clean health safety and environment sustainability (CHSE) harus terus dilakukan sehingga pada saat pandemi mereda maka industri pariwisata sudah terbangun kebiasaan normal baru dan siap beraktivitas secara normal. 

Dia menyatakan, seluruh destinasi dan sektor industri jasa pariwisata di Kota Yogyakarta juga diwajibkan untuk mengikuti penerapan PSTKM pada 11-25 Januari 2021.

Sesuai aturan, Wahyu mengatakan, destinasi pariwisata di Kota Yogyakarta tetap dapat beroperasi namun harus memenuhi ketentuan pembatasan jam operasional yaitu maksimal pukul 19.00 WIB.

Selain mematuhi jam operasional, lanjut Wahyu, setiap destinasi wisata juga diminta menjalankan protokol kesehatan secara ketat yaitu mewajibkan pengunjung memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Bahkan ada tambahan aturan protokol kesehatan yang juga perlu diterapkan yaitu larangan merokok,” katanya.

Sedangkan untuk industri jasa pariwisata seperti jasa akomodasi, jasa makanan dan minuman, jasa hiburan dan lainnya, juga diwajibkan mengikuti aturan PPKM selama dua pekan ke depan.

“Dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yang makan dan minum di tempat yaitu maksimal 25 persen dari kapasitas. Pengunjung pun hanya bisa makan dan minum di tempat hingga pukul 19.00 WIB,” katanya.

Sedangkan untuk layanan pesan dan antar makanan, drive thru atau pembelian dengan dibawa pulang tetap bisa dilayani sesuai jam operasional tempat usaha.

Home | Diskusi