idarenfrdehihujakoru

Industri Mobil Listrik bakal Tarik Investasi ke Indonesia

Ilustrasi - Mobil Listrik Nasional (Molina) karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Hits: 163
Tanggal: 2021-01-15
Sumber Berita: kontan.co.id
Penulis: Yusuf Imam Santoso
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=uZHX-iCGaPk

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Industrimobil listrik digadang-gadang akan membawa nilai investasi yang cukup besar ke Indonesia, sehingga diharapkan bisa menopang realisasi penanaman modal dimulai pada tahun ini.

Berdasarkan outlook investasi Badan Koornasi Penanaman Modal (BKPM), dalam periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, target nilai investasi selama 5 tahun mencapai Rp 4.983,2 triliun. Angka itu melonjak 47,3 persen dari realisasi 5 tahun sebelumnya sebesar Rp 3.391,9 triliun.

Pada 2020, BKPM memproyeksikan investasi yang terkumpul mencapai Rp 817,2 triliun. Kemudian pada 2021 naik 4,8 persen menjadi Rp 858,5 triliun. Selanjutnya di 2022 sebesar Rp 968,4 triliun, 2023 senilai Rp 1.099,8 triliun, dan 2024 sejumlah Rp 1.239,3 triliun

Deputi Deregulasi Penanaman Modal BKPM, Yuliot mengatakan untuk mencapai target tersebut, investasi yang membawa modal besar harus masuk ke dalam negeri. Satu di antaranya adalah industri mobil listrik.

“Industri mobil listrik ini dari hulu ke hilir, sehingga menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Ya cukup mendukung, karena sumber bahan baku pemenuhan industri ini kita punya dari sisi permesinan, baterai, hingga bahan mobil,” katanya, kepada Kontan, Kamis (14/1).

Ia menginformasikan, ketersediaan bahan baku industri mobil listrik tersebar di beberapa daerah. Misalnya, untuk supply baja berasal dari Cilegon Banten, lalu nikel dan produk turunannya sudah dikembangkan di Sulawesi dan Maluku Utara.

Setali tiga uang, hal itu akan menggairahkan minat investor asing, lantaran bisa menghemat biaya impor bahan baku. Di sisi lain, kemudahan berusaha, khususnya dalam hal regulasi akan lebih efisien dengan implementasi aturan turunan UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Yuliot menuturkan, geliat investor asing untuk menanamkan modal mulai bermunculan setelah Hyundai Motor meralisasikan investasinya sebesar 1,55 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21 triliun.

Catatan BKPM, nilai investasi itu direalisasikan dalam dua tahap. Pertama akan dikerjakan pada 2019-2021, dan tahap kedua pada 2022-2030.

“Hyundai masuk, kemudian LG masuk, dan ada rencana Tesla mau masuk juga. Ini sinyal positif. Investasi yang besar-besar masuk, artinya memperlihatkan perbaikan kebijakan pemerintah, diberikan insentif untuk investasi,” jelasnya.

Adapun, LG Energy Solution Ltd bekerja sama dengan konsorsium BUMN berencana akan merealisasikan investasi sebesar 9,8 miliar dollarAS, atau sekitar Rp 142 triliun.

“Komitmen dengan LG ini sudah ada MoU-nya, jadi ini semakin realistis, tinggal merealisasikan investasinya, lalu mulai beroperasi,” paparnya.

Yuliot menegaskan, konsep investasi industri mobil listrik dari hulu ke hilir yang dicita-citakan oleh pemerintah akan menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, hal ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di massa mendatang. 

Home | Diskusi