idarenfrdehihujakoru

Tak Capai Target, Realisasi Investasi EBT Cuma Rp19,1 T

Realisasi investasi sektor energi, baru, terbarukan (EBT) tercatat US$1,36 miliar atau 70 persen dari target 2020. Ilustrasi. (Facebook/Joko Widodo).
Hits: 85
Tanggal: 2021-01-15
Sumber Berita: CNN Indonesia
Penulis: (hrf/sfr)
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=sr-fTtOAHhk

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi subsektor energi baru terbarukan (EBT) 2020 mencapai US$1,36 miliar atau sekitar Rp19,1 triliun (kurs 14.078 per dolar AS).

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan capaian itu hanya 70 persen dari target, US$2,02 miliar.

"Investasi sedikit turun dari target, jadi sekitar 70 persenan yang notabene cukup baik di masa pandemi," ujarnya dalam video conference, Kamis (14/1).

Dadan menjelaskan realisasi investasi subsektor EBT mayoritas berasal dari pembangkit panas bumi yang mencapai US$1,05 miliar. Kemudian, investasi juga berasal dari sektor konservasi energi sebesar US$8 juta; bioenergi US$108 juta; dan aneka EBTKE US$ 540 juta.

"Ini masih ada proyek-proyek pembangkit bio energi dan sedikit ekspansi atau peningkatan kualitas produksi bahan bakar," tuturnya. Tahun ini, lanjut Dadan, Ditjen EBTKE menargetkan angka yang relatif sama dengan 2020 yakni US$2,5 miliar.

Dadan menjelaskan realisasi investasi subsektor EBT mayoritas berasal dari pembangkit panas bumi yang mencapai US$1,05 miliar. Kemudian, investasi juga berasal dari sektor konservasi energi sebesar US$8 juta; bioenergi US$108 juta; dan aneka EBTKE US$ 540 juta.

"Ini masih ada proyek-proyek pembangkit bio energi dan sedikit ekspansi atau peningkatan kualitas produksi bahan bakar," tuturnya. Tahun ini, lanjut Dadan, Ditjen EBTKE menargetkan angka yang relatif sama dengan 2020 yakni US$2,5 miliar.

Home | Diskusi