idarenfrdehihujakoru

Jadikan Tidore Jang Foloi, Apdesi Minta Pemda Konsentrasi Bangun Pariwisata

Hits: 262
Tanggal: 2021-01-13
Sumber Berita: Faktual. Net
Penulis: Aswan Samsudin
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=_lHLGPbVTPw

Faktual. Net, Tidore. Melihat Potensi wisata di Kota Tidore Kepulauan yang kian melimpah baik dari sektor laut maupun darat, mendapat sorotan tersendiri dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kota Tidore Kepulauan.

Melalui Ketuanya, Muchlis Malagapi meminta kepada Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan agar kedepannya dapat bersinergi dengan Pemerintah Desa untuk mengelola potensi tersebut. Sehingga dengan begitu dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat, baik melalui sektor UMKM, Perekrutan tenaga kerja untuk mengelola Pariwisata dan lain sebagainya.

“Saat ini Empat Desa di Pulau Maitara telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Untuk mengembangkan Maitara sebagai Pulau Wisata, kita butuh sinergitas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” ungkapnya saat berbincang dengan media ini, Selasa, (12/1/21)

Iapun menyentil terkait dengan pengelolaan Pariwisata di Pulau Maitara yang terkesan manajamennya belum terlalu maksimal, sehingga pengelolaannya masih berbasis individu. Seharusnya, kata dia, persoalan tersebut bisa dituangkan dalam perjanjian kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa, sehingga dari sektor pendapatan daerah juga bisa terukur dalam setiap tahun berjalan.

“Sektor pariwisata saat ini paling diminati oleh setiap kalangan, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara, Pemerintah harus hadir dan menangkap ini sebagai peluang untuk membangun masyarakat sejahtera menuju Tidore jang foloi,” jelas Muchlis yang juga berkapasitas sebagai Kepala Desa Maitara Tengah ini.

Muchlis bilang, dalam Pengelolaan Desa, Pemerintah Desa juga memiliki anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan potensi unggulan di setiap masing-masing Desa, lebih khusus pada sektor Pariwisata, olehnya itu ia berharap kedepannya program-program yang tidak bisa dibiayai oleh Desa, maka itu dapat diperhatikan oleh Pemerintah Daerah.

“Selain di Pulau Maitara, potensi Wisata ini juga berhamburan di Kelurahan maupun Desa lainya yang berada di Pulau Tidore, Daratan Oba, dan Pulau Mare. Kami berharap kedepan kita bisa berkolaborasi untuk memperpercantik Tidore melalui pengembangan Wisata dan Budaya, olehnya itu setiap RPJMDesa harus disesuaikan dengan RPJMD Kota, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa,” jelasnya.

Untuk itu, ia menyarankan kepada Instansi terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, agar dapat mengidentifikasi dan menginventarisir potensi-potensi Wisata maupun kebudayaan yang berada di setiap Desa/Kelurahan, sehingga dengan begitu Tidore dalam satu tahun anggaran bisa memfokuskan perhatian untuk kepentingan pembangunan pariwisata sebagaimana yang telah dicanangkan.

“Minimal harus punya peta kawasan terkait dengan Pariwisata, misalnya di Tidore ini wilayah-wilayah mana saja yang akan mau dikembangkan sebagai tempat wisata, itu harus sudah ada. agar kedepan pembangunannya bisa jauh lebih terukur dan berkesinambungan,” tandasnya.

top