idarenfrdehihujakoru

Tourism

Investasi Asing Bakal Dibatasi Minimal di Atas Rp10 M

RPP tentang Bidang Usaha Penanaman Modal mengatur investasi asing hanya bisa dilakukan pada kegiatan usaha besar dengan nilai investasi di atas Rp10 miliar. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Hits: 8
Tanggal: 2021-01-13
Sumber Berita: CNN Indonesia
Penulis: aud/sfr
Video yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=i7Y5S9I5ZjM

Pemerintah akan menetapkan investor asing hanya bisa berinvestasi di Indonesia dengan nilai di atas Rp10 miliar. Hal ini tertuang dalam Rancangan Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

"Penanam modal asing hanya dapat melakukan kegiatan usaha pada usaha besar dengan nilai investasi di atas Rp10 miliar," tulis pemerintah dalam draf aturan tersebut, dikutip Selasa (12/1).

Nilai investasi tersebut belum termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Selain itu, investor asing wajib membuka kegiatan usaha dalam bentuk perseroan terbatas.

Hanya saja, aturan ini tak berlaku bagi perusahaan rintisan (start up) berbasis teknologi yang berniat menanamkan dananya di kawasan ekonomi khusus. Mereka dapat melakukan investasi di bawah Rp10 miliar.

"Penanaman modal asing di kawasan ekonomi khusus pada bidang usaha rintisan berbasis teknologi dapat melakukan investasi dengan nilai investasi sama atau kurang dari Rp10 miliar," tulis pemerintah dalam Pasal 7.

Pemerintah menyatakan seluruh bidang usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal. Namun, hal ini tidak termasuk bagi bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal dan kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat.

Bidang usaha terbuka terdiri atas bidang usaha prioritas, bidang usaha yang dialokasikan atau kemitraan dengan koperasi dan UMKM, dan bidang usaha dengan persyaratan tertentu.

Bidang usaha prioritas yang dimaksud dalam aturan ini harus memenuhi beberapa kriteria, yakni proyek strategis nasional (PSN), padat modal, padat karya, teknologi tinggi, industri pionir, orientasi ekspor dan substitusi impor, serta orientasi dalam kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi.

Investor yang menanamkan dananya pada bidang usaha prioritas akan diberikan insentif fiskal dan non fiskal. Beberapa insentif fiskal yang diberikan adalah pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday), pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu di daerah-daerah tertentu (tax allowance), serta pembebasan bea masuk atas impor mesin dan barang.

Sementara, insentif non fiskal yang akan diberikan, antara lain kemudahan perizinan berusaha, penyediaan infrastruktur pendukung, energi, jaminan ketersediaan bahan baku, keimigrasian, dan ketenagakerjaan.

Home | Diskusi

[powr-comments id="ad5b8df7_1610509871483"]

top