idarenfrdehihujaru

Tourism

Terkait Dana Hibah, Dinas Pariwisata Tabanan Masih Tunggu Pencairan Dana Pusat

ilustrasi - Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (29/7/2020).
Hits: 9

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Pariwisata Tabanan saat ini sedang melaksanakan tahapan menerima pelengkapan berkas dan juga persiapan dalam menuangkan ke NPHD.

Selain itu juga menunggu dana hibah pariwisata dari Pemerintah Pusat masuk ke khas daerah. Selanjutnya, setelah dana tersebut cair, langsung disalurkan ke 153 akomodasi pariwisata serta 24 desa wisata.

Diharapkan pekan depan dana tersebut bisa cair. 

"Masih menunggu dana pusat masuk ke kas daerah. Saat ini juga masih dalam tahapan menerima pelengkapan berkas dan juga persiapan dalam menuangkan ke NPHD," kata Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Gede Sukanada, Jumat (20/11/2020). 

Sukanda melanjutkan, dari total yang masuk sebagai penerima saat ini, seluruh akomodasi pariwisata sudaah dilaksanakan sosialisasi dan verifikasi.

Kemudian untuk desa wisata sudah berlangsung musdes (musyawarah desa) yang sekarang juga masih dalam tahap verifikasi proposal.

"Semoga Minggu depan dana pusat masuk ke kas daerah sehingga langsung bisa kita salurkan," harapnya.

Disinggung mengenai apakah semua yang masuk sebagai penerima akan pasti mendapat dana hibah ini, mantan Camat Kerambitan ini mengungkapkan tergantung dari pihak penerimannya.

 Jika mereka (penerima) melengkapi administrasi dan sanggup dalam penerimaan dan pertanggungjawannya tentunya ada proses lebih lanjut.

"Tetapi jika karena alasan tertentu ada penerima tidak berkenan atau menolak tentunya kita mintakan surat pernyataan dan dananya akan kembali ke kas negara," ungkapnya sembari berharap pusat segera memberikan dana ke khas daerah.

Sebelumnya Sukanada memaparkan, pada saat proses verifikasi awalnya ada 488 akomodasi pariwisata di Tabanan. Kemudian setelah verifikasi urusan pajak serta tiga persyaratan awal oleh Bakeuda menjadi 298 akomodasi pariwisata.

Dari 298 akomodasi data tersebut dikompilasi oleh DPMPPTSP menjadi 152 akomodasi pariwisata. 152 akomodasi pariwisata rinciannya adalah 114 hotel dan 38 restoran.

"Kami juga sudah melakukan checklist lagi ke lapangan untuk mengantisipasi ada yang tercecer, ternyata tidak ada dan sudah semua ter-cover. Kemudian, minggu ini kami sosialisasi dengan para penerima untuk berikan arahan terhadap hibah pariwisata ini," jelasnya.

Selain itu, kata dia, juga ada 24 Desa Wisata akan mendapat hibah pariwisata dalam bentuk BKK Desa Wisata.

Per Desa Wisata nantinya akan menerima Rp 75,5 Juta dan saat ini sedang dalam tahap penyusunan petunjuk teknis (juknis) bersama dengan Dinas PMD karena bentuknya BKK.

Tetapi, kata dia, arah dana tetap mengacu template pusat yakni CHSE atau Clean, Hygiene, Safety, Environmet untuk mendukung program pemerintah pusat.

"Semua Desa Wisata yang sudah memiliki SK Resmi mendapatkan dana tersebut. Saat ini sudah mengajukan Perjanjian Hibah Daerah (PHD) ke pusat. Mudah mudahan nanti akan turun atau cair tahap pertama pada pertengahan bulan ini karena proses pencairannya bertahap," tandasnya. (*)

top