idarenfrdehihujaru

Ini Cara Machfud Arifin-Mujiaman Gaet Investor Investasi di Surabaya

Hits: 25

Surabaya (beritajatim.com) – Beragam cara pasangan calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU) menggaet investor dalam negeri maupun luar negeri untuk menginvestasikan modalnya di Kota Surabaya.

Machfud dan Mujiaman juga memiliki komitmen untuk memperkuat sister city Surabaya dengan 13 negara.

Dalam acara ‘Sambung Rasa bersama Calon Pemimpin Surabaya’ yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Surabaya di Hotel Majapahit, Rabu (14/10/2020) itu, Machfud Arifin memaparkan bahwa dirinya dan Mujiaman bakal bekerjasama dengan pihak lain, termasuk dengan Kadin, untuk menciptakan lapangan kerja.

“Sungguh prihatin buat kita. Investasi di Surabaya masih kalah dengan Bandung, karena ada ketidakyakinan orang-orang untuk investasi di Surabaya,” ujar Machfud Arifin.

Acara Sambung Rasa ini juga dihadiri Ny Lita Machfud Arifin, Mujiaman Sukirno, Ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman, Miratul Mukminin atau Gus Amik dan rombongan dari Tim MAJU.

Mantan Kapolda Jatim ini menjelaskan, ada 13 sister city. Seperti Liverpool dari Inggris dan kota-kota lain dari berbagai negara. Namun manfaat dari dampak kerjasama antara Surabaya dengan sister city dinilai Machfud Arifin masih sangat rendah.

“Orang Liverpool ini ngeledek kita arek Suroboyo atau yo opo. Harusnya ada impact dan bisa kita (masyarakat) rasakan,” tuturnya.

Machfud Arifin berharap kepada Kadin Surabaya dan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun Surabaya lebih maju lagi dan membuat warganya makmur.

“Pemkot Surabaya harus bermitra dengan Kadin. Tapi Pemkot Surabaya bukan bagian daripada Kadin. Kita sebagai mitra kerja,” tuturnya.
Machfud Arifin menerangkan, Kota Surabaya sudah bagus dalam periode kepemimpinan saat ini. Namun masyarakat masih merasa perlu perubahan yang lebih baik lagi. Dan menjadikan masyarakat Surabaya bukan sebagai wong cilik atau orang kecil.

“Tapi bagaimana warga Surabaya menjadi orang besar, memiliki daya beli yang bagus. Jangan menjadi orang kecil dan selalu dikasihani. Bantuan untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) saja susah. RT disuruh mengisi aplikasi, tapi bantuannya nggak datang-datang. Pintu rumahnya Pak RT digedor-gedor warga. Miris sekali,” ungkap arek asli Ketintang, Surabaya ini.

Machfud Arifin pun berharap, ke depan Pemkot Surabaya bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Kadin bersama-sama membangun Kota Pahlawan lebih maju lagi dan makmur warganya.

“Saya bukan Superman. Saya bukan Superwoman. Tapi kita harus bersama-sama menjadi supertim, bermitra dengan Kadin, untuk bisa membuat loncatan-loncatan Surabaya lebih maju. Membangun Surabaya tidak sendirian,” jelasnya.

Dengan gaya serius dan jenakanya, Machfud Arifin meminta calon wakilnya Mujiaman Sukirno memaparkan apa saja yang akan dilakukan ke depan.

“Ada Rp 36 triliun investasi di Kota Surabaya. Investasi dalam negeri hanya empat koma sekian triliun. Investasi asing Rp 0,14 trilun. Ada Rp 32 triliun investasi nonfasilitasi,” papar Mujiaman.

“Saya berharap dengan Kadin, ada hal yang perlu kita fokuskan investasi dalam negeri dan investasi asing. Kita bersama Kadin dan kalau belum ada yang menunjukkan jalannya, kita tunjukkan jalannya,” tambahnya.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini melihat investasi di Surabaya masih miris.

“Investasi asing Rp 0,14 triliun atau Rp 140 miliar. Itu artinya Surabaya belum dipercaya oleh komunitas masyarakat internasional. Ini peluang kita semuanya,” beber Mujiaman.

Pria yang pernah bekerja di perusahaan Amerika Serikat milik Bill Gates ini menceritakan panjang lebar tentang PDAM. Katanya, banyak peluang untuk investasi di bidang air, sehingga masyarakat Surabaya dapat menikmati air bersih dengan harga terjangkau, tapi menguntungkan bagi investor.

“Investasi membangun jaringan pipa, membangun otomatisasi, meterisasi. Ini pintu masuk kita memperbesar nilai ekonomi Kota Surabaya,” ujarnya.

Mujiaman yang juga pernah bekerja di perusahaan asing asal Jepang, memberikan contoh kecil, di mana luas kantor PDAM Surya Sembada Surabaya sekitar 1,8 hektar. Dia berharap ke depan luas kantor PDAM itu dapat digunakan sebagai co-working space.

“Jadi ke depan. Pertama pintu pelayanan masih terbuka. Kedua kue ekonomi harus kita tingkatkan volumenya. Kita sebagai pemimpin, memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasanya.(ifw/ted)

top