idarenfrdehihujaru

Tourism

Korea Selatalan Jajaki Investasi IT di Batam

Jaringan Akses Data Indonesia bersama Indonesia Optic Technology (IOT) memperlihatkan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan Batam sebagai Industri Artificial Intelligence (AI) dan sebagainya di Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
Hits: 7

batampos.co.id – Belasan investor yang bergerak di sektor informasi dan teknologi (IT) asal Korea Selatan (Korsel) menyambangi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (14/10/2020).

Mereka digandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam untuk menjajaki peluang berinvestasi di Batam.

Beberapa perusahaan yang hadir, antara lain; Nemo Partner Indonesia, Jaringan Akses Data, serta Indonesia Optic Technology. Perusahaan lainnya mengikuti pertemuan melalui daring.

Dalam kunjungan itu, Jaringan Akses Data Indonesia bersama Indonesia Optic Technology (IOT) menandatangani kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan Batam sebagai Industri Artificial Intelligence (AI) dan sebagainya.

Direktur Optic Teknologi Indonesia, Jhon Pieter, mengatakan, di Batam pihaknya akan mengerjakan infrastruktur dan komunikasi.

Salah satunya fiber optik, dalam rangka membangun satu kawasan Batam integrited, pembangunan data center, dan Batam smart city.

”Infrastruktur dan komunikasi dirapikan dulu,” katanya.

Selanjutnya, data center dan smart city untuk komunikasi, dari Indonesia menuju ke luar negeri, begitu juga sebaliknya.

Kabel-kabel yang berada di atas saat ini akan dipindahkan ke dalam tanah. Inovasi ini sudah pernah diadaptasi di
Bali.

”Kabel-kabel yang ada di atas kita letakkan di bawah tanah. Nilai investasinya kita hitung dulu. Kalau jalan Rp 10 triliun pun bisa. Bahkan bisa merekrut 1.000 karyawan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jaringan Akses Data, Donald Pangihutan, mengatakan, data center memiliki pasar potensial. Sehingga data center yang ada dan yang akan dibangun akan berkolaborasi, sehingga peluang memasarkannya ke tengah masyarakat akan berjalan optimal.

”Ekonomi industri yang berbasis teknologi akan berkembang di Batam,” katanya.

Sedangkan Direktur Nemo Partner Indonesia, Youngmin Lee, mengakui bahwa Batam wilayah yang dekat dengan Singapura.

Sehingga banyak peluang bisnis yang bisa digarap ke depannya.

”Sebagai pelaksana di Indonesia, bisa maju berinvestasi di Batam,” tuturnya.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, Batam harus menjadi kota digital.

”Kita bentuk Batam regulasinya berkaitan dengan IT, institusi berkaitan dengan IT. Mumpung Batam ini sudah didesain sebagai Batam smart city,” ujarnya.

“Kalau sudah banyak perusahaan yang bergerak di sektor digital, tentu pemerintahan dan masyarakat juga harus bergerak cepat,” ujarnya lagi.

Ia mengaku sangat mendukung jika ada investor yang hendak masuk ke Batam. Sebagai pemerintah, tentu berharap rencana investasi ini dapat direalisasikan.

Ia mengatakan, Batam sangat berpeluang untuk pengembangan sektor digital ini, pasalnya Batam menjadi jembatan antara Singapura dan Indonesia dalam sektor digital.

“Peluang ini harus kita tangkap, dan kita gaungkan pada 2021 jadi momen lepas landas menjadikan Batam sebagai kawasan digital,” kata dia.

Ia berharap, ke depan Batam harus serba digital untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Batam. Untuk itu, perlu disiapkan semua kebutuhan untuk mewujudkan rencana besar tersebut.

“Batam sudah punya Nongsa Digital Park, punya data center. Jadi, rencana masuknya investasi sektor digital ini sangat positif,” kata Syamsul.(*/esa)

top