idarenfrdehihujaru

Hotel di Labuan Bajo Larang Warga Bermain di Pantai, Dinas Pariwisata Panggil Pengelola

Sejumlah pengunjung bermain bola di Pantai Pede, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/9/2020). (Foto: iNews/Yoseph Mario Antognoni)
Hits: 5

LABUAN BAJO, iNews.id - Kasus pelarangan warga bermain di areal pantai milik publik oleh pengelola hotel kembali terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas kejadian ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten setempat segera memanggil pengelola hotel.

 

Pealrangan ini berawal saat beberapa warga Labuan Bajo asyik bermain bola di Pantai Pede yang terletak di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Tiba-tiba, mereka didatangi petugas keamanan Hotel Pantai Pede Permai dan dilarang bermain di sana, Selasa sore (15/9/2020). Lokasinya memang berbatasan dengan pekarangan milik hotel.

"Sempat terjadi adu mulut dengan pihak sekuriti hotel tersebut. Kami dengan teman-teman bermain bola di pasir pantai, bukan di halaman hotel. Tiba-tiba pihak sekuriti hotel datang menghampiri dan melarang kami bermain bola," kata seorang warga bernama Sutanto.

Petugas sekuriti itu kemudian meminta dirinya agar menyingkir dari pantai tersebut. Menurut sekuriti dan beberapa staf hotel lainnya, lokasi pantai tersebut bukan tempat bermain untuk umum.

Sebelum Sutanto dan teman-temannnya bergegas, dia sempat bertanya kepada petugas sekuriti mengenai alasan mereka melarang warga pengunjung bermain di area pantai tersebut. 

 

"Dengan santainya pihak hotel menjawab, kami yang bermain bola di area tersebut dapat memicu perusakan terhadap tanaman milik hotel di area pantai," ujar Sutanto diamini pengunjung lainnya.

Sutanto bersama warga lainnya sangat kesal dan geram atas tindakan pihak pengamanan hotel tersebut. Mereka menegaskan, kawasan pantai yang ada di Labuan Bajo milik publik dan tidak boleh ada pihak hotel yang melarang warga bermain di pantai.

"Jangan sampai seluruh kawasan pantai di Labuan Bajo semuanya dilarang bagi warga. Ini kan milik umum," ujar Sutanto.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada sekuriti hotel bernama Maksi, dia menjelaskan tindakan pengusiran dan larangan tersebut merupakan instruksi dari pemilik hotel Pantai Pede Permai. Larangan yang sama juga diberlakukan hotel-hotel di sekitar pantai terhadap pengunjung Pantai Pede.

"Saya juga pernah dilarang ketika bermain di Hotel La Prima dan Bintang Flores. Atas kejadiat itu, saya pun memberlakukan hal yang sama," kata Maksi.

Salah satu petugas Hotel Pantai Pede Permai, Yohanes Ardianto mengatakan, Labuan Bajo merupakan daerah hotel dan penunjang pariwisata. Karena itu, mereka juga harus menjaga kenyamanan tamu hotel.

Menurutnya, jika tamu hotel sedang istirahat, warga sekitar seharusnya tidak boleh mengganggu. Apalagi jika bermain bola di sepanjang pantai tersebut.

"Ini kan hotel. Bagaimana mungkin tamu-tamu saya tenang kalau ada warga yang ribut bermain di sepanjang pantai? Ini sangat mengganggu tamu yang ada di sini," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengatakan, pihak hotel tidak boleh melarang orang bermain di areal publik. Atas kejadian ini, pihaknya akan mengundang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan memanggil pengelola Hotel Pantai Pede Permai.

Editor : Maria Christina

top