idarenfrdehihujaru

OD-SK Siapkan Strategi Rebound Sektor Pariwisata, Perkenalkan Aplikasi Pasiar Jo

Gubernur Olly Dondokambey saat bersama Jokowi
Hits: 55

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19, tak diketahui kapan berakhir. Salah satu cara terbaik adalah harus berjalan bersama, bersahabat dengan virus yang tidak kelihatan itu.

“Kita harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Itulah sebabnya kita sekarang memasuki era dan kebiasaan baru di semua lini, termasuk sektor pariwisata di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Gubernur Olly memberi motivasi dan menyemangati stakeholders pariwisata di daerah ini untuk bangkit menghadapi era baru bersama pelaku pariwisata menata kembali destinasi, hotel dan resort dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19 secara ketat.

Satu di antara terobosan menyiapkan aplikasi Pasiar Jo. Aplikasi ini terkait dengan destinasi pariwisata Sulut.

Aplikasi Pasiar Jo yang sangat memudahkan bagi wisatawan untuk mendatangkan dan mau balik lagi di Sulawesi Utara, Gubernur mengatakan, pariwisata bangkit, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan rakyat sejahtera. Dia berharap potensi yang ada terus digali.

“Bersyukur Tuhan memberi objek wisata yang banyak dan beragam bahkan tak tertandingi untuk Sulut.Ada wisata laut, pantai, gunung, alam, taman, danau, pulau, hutan, budaya, buatan, dan religi. Semuanya ada," pungkasnya.

"Modal kita juga adalah memiliki masyarakat yang rukun, ramah, dan welcome sehingga menjadikan Sulut sebagai Kota MICE, tempat persinggahan dunia,"kata Gubernur.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily mengatakan sesuai arahan Gubernur telah disiapkan strategi membangkitkan pariwisata Sulut.

Dinas Pariwisata telah menyusun panduan pariwisata untuk dapat diterapkan kepada para pelaku pariwisata.

“Jika para stakeholders telah siap, maka pasti akan dilakukan pembukaan dan reaktivasi secara bertahap sektor pariwisata harus dikembangkan karena menjadi pendongkrak perekonomian," kata Kaitjily.

15 kabupaten/kota di Sulut juga harus berani dan siap membuka objek pariwisata yang ada di daerah masing-masing.

“Optimis itulah kata kunci yang selalu didengungkan oleh Gubernur di setiap kesempatan. Begitu juga dengan pariwisata harus optimis, bersinergi dan koordinasi karena itu juga penguatan untuk menjadikan pariwisata maju bersama kabupaten/ kota," katanya.

Dari beberapa kali koordinasi, yang didapat ada destinasi yang sudah siap dibuka di Kota Tomohon dan Minahasa Utara, sedangkan di Kota Manado segera dibuka.

Membuka tempat wisata tentu harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan sesuai dengan Pergub Nomor 44 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat produktif dan Aman Covid-19.

Fokus dalam waktu dekat ini adalah menggairahkan pariwisata lokal. Maksudnya, memanfaatkan wisatawan lokal. Selanjutnya, sudah berancang-ancang kembali menggaet turis mancanegara.

Diingat-ingatkan juga pariwisata akan berkembang jika protokol kesehatan produktif dan aman Covid-19 diterapkan dengan baik.

Makanya protap itu harus dijalankan secara baik dan benar, ketat dan tidak lalai Pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ribuan pekerja khususnya sektor pariwisata di Sulut dirumahkan.

Data yang diterima dari Dinas Pariwisata Sulut, sebanyak 7.169 pekerja harian terdampak Virus Corona. Sedangkan yang 645 orang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Pekerja harian yang dirumahkan itu pengertiannya kontrak kerja tetap berjalan namun pembayaran gaji dihentikan dulu. Kebijakan dari perusahan ada pembayaran penuh dan ada pembayaran setengah gaji itu semua tergantung kebijakan dari setiap perusahaan," jelasnya.

Kaitjily menyampaikan semuanya mengalami penurunan pendapatan mulai dari destinasi, perhotelan, jasa pemandu wisata, dan travel, sedangkan untuk restoran hanya skala awal saja, saat ini sudah mulai beralih lewat online,

“Dan sejak berlakunya tanggap darurat, pariwisata menjadi goyah, melemah, dan seakan tak berdaya karena destinasi semuanya ditutup, kegiatan event dibatalkan dan ditunda. Ada yang mencoba bertahan seperti hotel dan beberapa destinasi. Destinasi tetap dibuka namun dalam skala kecil," katanya.

Kini pariwisata mulai bangkit perlahan tapi melangkah pasti. Membuka secara bertahap sambil mematangkan persiapan, demi pemulihan ekonomi maju dan kesehatan tetap terjaga.

Gubernur dan Wakil Gubernur pun mendukung sepenuhnya, mengarahkan untuk berinovasi dan berkreasi.

Seperti kegiatan yang dilakukan secara virtual, membantu para pekerja yang terdampak dengan memperkuat peraturan kebijakan berupa imbauan dan panduan sebagai acuan untuk menjalankannya. Baik pemerintah daerah, pelaku usaha, pekerja maupun kepada pengunjung, dan masyarakat tentunya.

Imbauan Gubernur juga meminta kepada asosiasi yang ada di pariwisata seperti HPI, ASITA, ASHIRI, PHRI, ASPI, NSWA dan GENPI serta asosiasi lainya, dan GIPI, untuk berinovasi sudah terealisasi.

“Semua itu semata untuk menggairahkan dan membangkitkan pariwisata untuk lebih maju. Upaya dan solusi yang dilakukan oleh Pemprov di masa pandemi ini, khusus sektor pariwisata,ada banyak, " katanya.

Perhatian Pemprov dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur kepada yang terdampak antara lain, tenaga kerja yang dirumahkan mendapat insentif berupa bantuan bahan pangan, juga ada bantuan sembako baik dari Pemprov maupun juga dari kementerian dan pengusaha.

Juga dari Pemprov telah melakukan bersih-bersih di objek wisata, membuat panduan pariwisata, rencana menggaet turis mancanegara, juga ada kegiatan gowes new normal.

Di era New Normal ini Dinas Pariwisata mempromosikan dan menawarkan sejumlah agenda. Seperti North Sulawesi Utara Clean, Clear, Hygiene, Peaceful, and Secure. Dengan tagar #diIndonesiaaja #diSulawesiUtaraaja.

Rencananya tahun 2020 ini event yang masuk Calendar of Events Nasional di Sulut tetap dilaksanakan, antara lain Festival Bunaken (September 2020), Festival Pesona Selat Lembeh (Oktober 2020).

Selain itu, ada event unggulan daerah, yakni Festival Desember (Desember 2020) dan Pemilihan Nyong dan Noni Sulawesi Utara (November 2020). (ryo)


Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma

top