idarenfrdehihujaru

Menparekraf Apresiasi Strategi Pariwisata Jangka Panjang Pemkab Banyuwangi

Menko Luhut Bersama Menpar dan Bupati Anas. ©2020 Merdeka.com
Hits: 15

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat daya tarik kunjungan pariwisata yang bersifat jangka panjang.

Hal ini disampaikan Wishnutama saat rapat koordinasi pengembangan pariwisata di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Rabu (29/7). Menurutnya, strategi pariwisata ke depan bukan hanya membangun infrastruktur, pemasaran, dan menguatkan SDM, tapi tapi juga bisa menciptakan daya tarik baru.

"Pariwisata ke depan kita harus bisa menciptakan daya tarik baru di atas keindahan wisata alam dan kebudayaan Indonesia. Konsep strategi Pariwisata di Banyuwangi menurut saya hebat. Saya apresiasi," ujar Wishnutama.

Rapat tersebut juga dihadiri Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Menteri BUMN Susyanto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan sejumlah CEO/direktur utama mulai dari Garuda Indonesia, Perhutani, Traveloka, Dana, dan sejumlah pelaku pariwisata di Banyuwangi.

Beberapa langkah strategi Pariwisata yang diapresiasi Wisnutama yakni membuat atraksi lewat festival.

"Dengan membuat berbagai macam event, kalau gak salah di Banyuwangi tahun ini harusnya ada 123 event, kalau tidak ada pandemi Covid-19. Artinya itu ada upaya menciptakan daya tarik," jelasnya.

Menparekraf saat ini sedang membantu adanya penambahan penerbangan yang menghubungkan Banyuwangi dengan Bali. Menurutnya, seindah apapun destinasi pariwisata bila tidak didukung dengan aksebilitas yang memadai.

"Terakhir cek bersama presiden, bupati Banyuwangi minta, saya langsung minta ke Dirut Garuda. Saya habis ini juga minta lagi ke Dirut Garuda agar ada penerbangan dari Bali ke Banyuwangi. Infrastruktur harus bagus, konektivitas juga bagus, bukan hanya luar negeri, tapi juga antar kota," katanya.

Lebih lanjut, Wisnutama mengapresiasi strategi pariwisata di Banyuwangi yang mengatur dengan ketat perizinan hotel di Banyuwangi untuk memberikan ruang pertumbuhan pelaku pariwisata di kalangan masyarakat seperti membangun homestay.

"Pariwisata harus punya strategi, dengan menentukan hotel harus bintang tiga ke atas untuk memberdayakan masyarakat dengan memperkuat homestay itu strategi. Sehingga masyarakat punya dampak terhadap kemajuan pariwisata. Bukan hanya hotel bintang 4 dan 5," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hingga saat ini hingga Juli 2020 terdapat 640 homestay di Banyuwangi. Pertumbuhan homestay tersebut dilakukan dengan kebijakan membatasi izin hotel bintang 3 ke bawah.

"Hingga saat ini kami belum izinkan hotel kelas melati di Banyuwangi. Yang kami izinkan hanya hotel bintang tiga ke atas. Hingga muncullah homestay homestay. Total homestay di Banyuwangi yang baru 640, yang review nya bagus. Kami ingin melakukan agar pariwisata ini juga berdampak pada pelaku usaha mikro," katanya [hhw]

top