idarenfrdehihujaru

Indonesia-Selandia Baru Sepakati Kerjasama Penanggulangan Covid-19 hingga Investasi

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam press briefing dengan media, Rabu (29/7/2020).
Hits: 49

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Selandia Baru akan menandatangani Plan of Action (PoA) atau rencana aksi untuk Kerjasama Komprehensif kedua negara pada periode 2020-2024.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi usai menghadiri pertemuan Joint Ministerial Commission (JMC) ke-9 secara virtual dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters pada Rabu (29/7/2020).

"PoA ini termasuk pertama yang sudah memasuki situasi baru Covid-19, karena kita paham bahwa dampaknya akan dirasakan dalam waktu yang cukup panjang," ujar Menlu saat melakukan press briefing dengan media, Rabu (29/7/2020).

Retno mengatakan dalam PoA tersebut, ada dua hal yang menjadi fokus kerja sama kedua negara, yaitu komitmen untuk memitigasi pandemik Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemik.

Kedua negara menekankan pentingnya solidaritas global untuk menghadapi situasi belakangan ini.

Terkait investasi, di tengah pandemik Covid-19, nilai investasi Selandia Baru ke Indonesia justru mengalami peningkatan.

Retno menyebut, di paruh pertama 2020, yaitu mencapai 9 juta dolar AS. Angka tersebut melonjak dari 3,25 juta dolar AS dari periode yang sama pada 2019.

"Dalam PoA juga disebutkan penergaskan komitmen untuk meningkatkan perdagangan dan investasi," ujar Retno kepada wartawan usai melakukan pertemuan.

"Misalnya, dalam perdagangan disebutkan upaya kita untuk mencapai target perdagangan senilai 4 miliar dolar NZ atau Rp 40 triliun pada 2024," sambungnya.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian karena pandemik, Retno mengatakan, kedua negara harus melakukan kerja sama yang ekstra.

Dalam hal ini, Retno mengatakan, Indonesia meminta Selandia Baru dapat menyederhanakan Import Health Standard (IHS) untuk ekspor buah-buahan Indonesia.

Bukan hanya itu, di dalam PoA tersebut juga dijelaskan komitmen untuk meningkatkan interaksi antar pemimpin negara.

Di mana setiap pemimpin negara akan melakukan pertemuan setidaknya satu kali dalam setahun.

"Saya juga sampaikan apresiasi terhadap posisi Selandia Baru yang menghormati kedaulatan dan teritorial integrity Indonesia," katanya.


Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak

top