idarenfrdehihujaru

Tourism

BNI Fasilitasi Investasi Ratusan Investor Jepang ke Indonesia

Pelayanan Kantor Cabang Luar Negeri BNI di Tahun Baru, BNI di Tokyo
Hits: 42

VIVA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mendorong masuknya investasi langsung ke Indonesia. Salah satunya mempermudah perusahaan dan para penanam modal asing berinvestasi di Indonesia melalui desk internasional yang dimiliki.

Komitmen tersebut salah satunya dilakukan oleh unit internasional BNI di Jepang. Kenyamanan yang disiapkan BNI mencakup pembukaan rekening giro dan cash management, foreign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), dan pemberian fasilitas modal kerja.

Kemudian ada pula, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi, hingga menyelesaikan perizinan, serta relokasi usaha di Indonesia.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahyu Setiawan menjelaskan, saat ini, di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan.

Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/JRB) yang berinvestasi di Indonesia. Sebagian besar merupakan perusahaan berbasis teknologi. JRB tersebut tidak memiliki kantor cabang di Indonesia.

Salah satu terobosan yang dilakukan BNI dalam berkolaborasi dengan JRB adalah menyediakan fasilitas kredit dalam denominasi yen atau rupiah untuk perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan perusahaan Indonesia, khususnya yang berorientasi ekspor. Fasilitas ini diberikan melalui skema penjaminan dari bank-bank JRB (back to back loan).

Skema ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bank lokal di Indonesia. Hal ini bisa dilakukan karena BNI memiliki kantor cabang luar negeri (KCLN) di Tokyo yang memiliki perjanjian kerja sama dengan bank-bank regional di Jepang.

“Pinjaman dalam bentuk yen atau rupiah ini dimungkinkan dengan adanya dukungan pendanaan dari 54 Japan Regional Bank (JRB) melalui BNI Tokyo. Sehingga pinjaman yang diberikan memiliki bunga yang kompetitif,” ungkap Putrama dikutip, Rabu 15 Juli 2020. 

Kerja sama dengan JRB ini telah membuahkan hasil. BNI mampu menghimpun dana sekitar Rp6,5 triliun, plus mendapatkan perluasan basis nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang yang telah menjadi nasabah bank pelat merah tersebut.

BNI Tokyo sendiri juga berperan aktif untuk menarik investor-investor Jepang ke Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tokyo.

Dia pun mengatakan, sepanjang Semester I-2020, kinerja unit desk internasional sendiri cukup menggembirakan. Di mana eksposur pinjaman tumbuh 44,4 persen secara tahunan (yoy), serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 18,4 persen yoy. 

Ke depannya lanjut dia, BNI merencanakan untuk menyediakan serta mengembangkan layanan yang sama untuk investor-investor yang berasal dari Korea dan China.

“Kami mengharapkan perusahaan Jepang lainnya juga tertarik untuk mendapatkan pembiayaan melalui skema ini dan juga menggunakan layanan perbankan lainnya dari BNI secara menyeluruh. Bila ada perusahaan Jepang yang telah menggunakan BNI, tentunya mereka akan me-referal-kan nya kepada perusahaan Jepang lainnya,” ujar Putrama.

Seperti diketahui, BNI Tokyo sendiri telah berdiri sejak 1959 sebagai representative office dan ditingkatkan statusnya menjadi cabang pada tahun 1969. Penetapan itu, setahun setelah adanya amanat Presiden Soekarno melalui UU No 17 tahun 1968 yang menugaskan BNI sebagai benteng pertahanan ekonomi. 

BNI Tokyo diberikan peranan untuk menghimpun dana-dana dari luar negeri dan diinvestasikan ke Indonesia. Hingga saat ini, terdapat beberapa perusahaan yang telah memanfaatkan skema pembiayaan dan layanan perbankan ini untuk membantu pengembangan bisnisnya. 

Seperti, PT Banshu Electric Indonesia (BEI) yang merupakan perusahaan joint venture antara Jepang dengan pengusaha lokal Indonesia yang memproduksi spare part otomotif wire harness untuk kendaraan bermotor roda dua dan industri alat berat lainnya. 

PT BEI sendiri telah banyak melakukan ekspor produknya ke beberapa negara dan bahkan telah melakukan ekspansi ke India untuk membuat industri komponen serupa dalam rangka penetrasi pasar India yang sangat besar. Selain itu, ada juga PT Sunchirin Indonesia yang merupakan produsen komponen AC dan radiator untuk keperluan industri otomotif di Indonesia dan di luar negeri.

top