idarenfrdehihujaru

Apindo Riau Prediksi Realisasi Investasi Kuartal II/2020 Menurun

Sejumlah pedagang kaki lima menawarkan masker kain kepada pengguna jalan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (7/4/2020). Penjual kaki lima menjual masker kain dan sarung tangan bermunculan di Kota Pekanbaru memanfaatkan langkanya masker saat wabah Covid-19 dengan harga jual berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per helai. - Antara/FB Anggoro.\\n ×
Hits: 82

Bisnis.com, PEKANBARU - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau menilai prospek masuknya investasi ke Riau pada kuartal II/2020 bakal menurun dibandingkan pencapaian pada periode tiga bulan pertama tahun ini.

Wijatmoko Rah Trisno, Ketua DPP Riau, mengatakan bahwa pandemi virus corona atau Covid-19 akan berdampak negatif terhadap realitasi investasi di Bumi Lancang Kuning pada kuartal kedua.

“Kami berpendapat investor akan lebih cenderung untuk menunggu sampai selesai pandemi Covid-19 atau PSBB di Pekanbaru dan 5 kabupaten/kota terdampak lainnya,” kata Wijatmoko kepada Bisnis, Senin (27/4/2020) malam.

Dia menilai bahwa kabupaten dan kota di Riau yang kini dinyatakan sebagai zona merah Covid-19 merupakan jalur langsung ke Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi dan menjadi daerah potensial untuk masuknya investasi. 

Adapun, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kota Pelalawan sebagai zona merah Covid-19. Gubernur Riau Syamsuar pun meminta agar daerah-daerah tersebut segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang diterapkan di Pekanbaru.

Selain itu, Wijatmoko melanjutkan bahwa proyek investasi padat modal maupun teknologi akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk praktiknya. Adapun, SDM pada era pandemi Covid-19 ini tampak terhambat karena imbauan pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

Wijatmoko pun mengapresiasi pencapaian investasi di Riau pada kuartal I/2020. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Riau pada periode Januari-Maret 2020 tercatat senilai US$347,5 juta atau sekitar Rp5 triliun (kurs Rp14.400 per dolar AS) dengan 240 proyek.

Realisasi tersebut melesat dibandingkan PMA senilai US$94,1 juta dengan 184 proyek pada kuartal I/2019.

Sebaliknya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal pertama tahun ini di Riau justru menyusut 5,72 persen menjadi Rp7,74 triliun dibandingkan kuartal I/2019 senilai Rp8,21 triliun. 

Secara total, Provinsi Riau mencetak nilai investasi sekitar Rp12 triliun lebih selama periode tiga bulan pertama 2020.

“Kita bersyukur Riau masih menjadi daerah tujuan investasi terbaik di luar Jawa. Hal ini dibuktikan dengan realisasi kuartal I/2020 seperti data yang diterbitkan BKPM,” imbuh Wijatmoko.

Namun demikian, Wijatmoko mengingatkan bahwa realisasi investasi pada kuartal I/2020 tersebut sebagiannya merupakan investasi lanjutan dari proyek jalan tol Pekanbaru—Dumai.

“Sedangkan untuk investasi baru, pada kuartal kedua tidak akan secerah sebelumnya,” kata Wijatmoko.

Adapun proyek strategis dari PT Hutama Karya dan PT Medco Power Indonesia lewat anak usaha PT Medco Ratch Power Riau disebut Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana merupakan kontributor terbesar dalam realsasi investasi tersebut.

PT Hutama Karya membangun jalan tol Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer dan direncanakan untuk beroperasi secara fungsional sebelum Lebaran 2020.

Sementara PT Medco Power Indonesia lewat anak usaha, PT Medco Ratch Power Riau melakukan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) berkapasitas 275 MW di Riau.

top