idarenfrdehihujaru

UKM Pengolah Sampah Plastik Dapat Suntikan Investasi

UKM di bidang daur ulang plastik punya potensi berkembang. Foto: MI/Sumaryanto
Hits: 75

Jakarta: Perusahaan pengolah sampah plastik di Indonesia, Tridi Oasis, resmi mendapatkan dana investasi dari Circulate Capital Ocean Fund (CCOF). Pembiayaan tersebut bakal difokuskan untuk pengembangan daur ulang sampah plastik menjadi bahan baku yang dapat digunakan kembali.

CEO Circulate Capital Rob Kaplan mengatakan bahwa investasi tersebut didedikasikan untuk krisis sampah plastik laut di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tahap pertama, usaha kecil menengah (UKM) pengolahan plastik di India dan Indonesia mendapatkan total nilai pendanaan sebesar USD6 juta.

Adapun Tridi Oasis memiliki spesialisasi dalam mendaur ulang botol polietilena tereftalat (PET) menjadi serpihan PET daur ulang (rPET). Produk yang dihasilkan bisa digunakan kembali untuk memproduksi kemasan daur ulang dan tekstil. 

 


"Dengan berinvestasi di UKM yang mengurangi polusi plastik dan memajukan ekonomi sirkular, kita dapat membangun bisnis berkelanjutan yang dapat bertahan melalui saat-saat krisis,” kata Rob melalui keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Rabu, 29 April 2020.
 
Rob mengatakan bahwa pihaknya dipercaya mengelola penyaluran dan investasi hingga USD106 juta dari beberapa perusahaan multinasional. Selain modal, para investor juga berkontribusi dalam hal keahlian teknis dan pengadaan untuk membantu skala portofolio dan mendorong dampak yang maksimal.
 
"Ketahanan infrastruktur penting seperti sampah dan daur ulang harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan dan mata pencaharian masyarakat kita," tuturnya.
 
Ia menambahkan selama penanganan menghadapi covid-19, Program Lingkungan PBB telah mendesak pemerintah dari berbagai negara untuk memperlakukan pengelolaan sampah sebagai layanan publik yang penting dan esensial.
 
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir resiko kesehatan dan dampak lingkungan, serta membantu jutaan pengumpul sampah informal karena pendapatan mereka terkena dampak dari situasi saat ini.
 
"Investasi yang dilakukan melalui CCOF akan membantu dalam membangun pasar dan rantai plastik sirkular, yang dapat mencegah polusi plastik dan mendukung masyarakat setempat," tuturnya.
 
Pinjaman yang diberikan kepada Tridi Oasis dijamin 50 persen oleh U.S. International Development Finance Corporation, bekerja sama dengan Agency U.S. untuk Pembangunan Internasional guna mendorong investasi di rantai daur ulang. Fokus pendanaan dilakukan untuk memerangi pencemaran sampah plastik laut.
 
“Tridi Oasis membantu menyelesaikan masalah polusi plastik laut dengan mengubah sampah plastik menjadi peluang untuk memajukan ekonomi sirkular, memperbaiki lingkungan dan mendukung masyarakat setempat," ucapnya.
 
CEO Tridi Oasis Dian Kurniawati mengatakan bahwa pihaknya kini lebih yakin dapat berkontribusi besar dengan menyediakan pekerjaan lokal dan mencegah polusi sampah plastik. Dalam waktu dekat ia berencana meningkatkan kapasitas produksi daur ulang dan menumbuhkan basis pelanggan dengan bermitra bersama perusahaan manufaktur.
 
"Selain itu, tentunya agar dapat menambah variasi dari produk kami untuk meningkatkan dampak positif yang kami sampaikan, serta mencegah lebih banyak plastik agar tidak berakhir di tempat yang bukan semestinya,” kata Dian. 


(DEV)

top