idarenfrdehihujaru

Menperin Yakin Ekonomi Bakal Kembali Menguat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Istimewa)
Hits: 67

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, capaian investasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 19,8 triliun serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 44,2 triliun.

“Pada kuartal I-2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor Rp 210,7 triliun,” kata Agus di Jakarta, kemarin.

Menperin menyebutkan, jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp 16,1 triliun dan PMA Rp 28,1 triliun.

Dijelaskan lebih rinci, ada beberapa sektor manufaktur yang menyetor nilai investasi secara signifikan pada kuartal I-2020. Di antaranya industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai investasi sebesar Rp 24,54 triliun.

Selain itu, ada juga industri makanan yang menyumbang investasi Rp 11,61 triliun dan industri kimia-farmasi dengan Rp 9,83 triliun serta industri mineral non logam dengan sumbangan investasi sebesar Rp 4,34 triliun.

Selanjutnya, industri karet dan plastik juga menyumbang Rp 3,03 triliun, investasi industri kertas dan perceta￾kan Rp 2,99 triliun , industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp 2,14 triliun, serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam Rp 1,99 triliun.

Agus menegaskan, pihaknya fokus untuk terus berupaya mendorong agar industri manufaktur tetap bergerak dalam memacu roda perekonomian nasional.

“Namun kita tetap menekankan kepada sektor industri, terhadap pentingnya upaya pencegahan penyebaran Covid- 19 dengan menaati protokol kesehatan. Dua sisi itu harus sejalan,” ujarnya.

Sebelum terjadi pandemi virus corona, industri pengolahan di Tanah Air masih menunjukkan gairah yang positif. Hal ini tercermin pada capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis oleh IHS Markit pada Februari 2020.

Negara kita tercatat berada di posisi 51,9 atau tertinggi sejak 2005.

“Dengan melakukan mitigasi atau menerbitkan kebijakan-kebijakan strategis pada masa pandemi, kita optimis Indonesia sebelum tahun 2030 sudah bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ungkapnya.

Apalagi, berdasarkan laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi bisa melesat 8,2 persen pada 2021.

Menperin percaya, ekonomi Indonesia bakal mengalami rebound lebih cepat pasca pandemi Covid-19.

“Keyakinan ini muncul setelah ekonomi China mengalami rebound yang lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Kita juga harus optimis, ketika pandemi berakhir, ekonomi Indonesia juga akan tumbuh lebih cepat," jelasnya. [NOV]

top