idarenfrdehihujaru

Rp 16,8 Triliun Mustahil Tercapai, Target Investasi NTB Bakal Direvisi

KEK MANDALIKA: Nampak dari atas kawasan KEK Mandalika yang sudah ditata PT ITDC. Gambar ini diambil menggunakan drone.
Hits: 63

MATARAM-Target investasi tahun ini Rp 16,8 triliun diprediksi sulit tercapai.  “Target ini harus direvisi, sedang saya analisis,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H Amry Rakhman, kemarin (26/4).

Target ini tertuang dalam RPJMD saat investasi di NTB masih bagus. Apalagi di akhir 2018 lalu kondisinya bagus, meskipun pada 2019 capaian target investasi hanya sekitar Rp 10 triliun. “Kalau sudah direvisi targetnya sekitar Rp 10 triliunan,” jelasnya.

Terkait covid-19, saat ini sudah ada Perpres tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN). Di dalamnya disarankan bahkan diharuskan untuk merevisi. Baik itu target pertumbuhan ekonomi maupun invesatasi. “Kita harus sembuh (dari covid-19) dulu sampai akhir tahun. Baru bisa kita bergerak ke depan,” ujarnya.

Meski direvisi, masih ada harapan bisa tercapai target awal. Mengingat, pada triwulan I ini saja realisasi investasi mencapai Rp 2,1 triliun. Apalagi, jika di smelter bisa berjalan di Juni atau Juli, realisasi bisa mencapai Rp 2-3 triliiun. Begitu juga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Sektor lainnya masih hitungan miliaran. Maka di akhir tahun angka Rp 10 triliun itu masih bisa tercapai,” cetusnya.

Dampak dari covid-19 ini paling dirasakan sektor pariwisata. Apalagi, banyak hotel yang sebelumnya banyak mengajukan investasi. “Saya dapat catatan dari pariwisata hotel yang terdampak 1.685 unit. Dulu waktu mengurus beberapa dokumen diinvestasikan,” tutupnya. (tea/r5)

top