idarenfrdehihujaru

511 Pemandu Wisata di NTT Kehilangan Pendapatan

Hits: 37

MAUMERE — Akibat merebaknya virus corona baru Covid-19 membuat sejumlah wisatawan asing terpaksa melakukan pembatalan perjalanan ke Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebanyak 45 ribu wisatawan telah melakukan pembatalan kunjungan ke destinasi wisata di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggara Barat,  NTT.

“Hingga saat ini sudah ada 45 ribu wisatawan asing yang telah membatalkan perjalanan mereka mengunjungi Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat,” kata Agustinus Bataona, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia, Minggu (26/4/2020).

Agustinus mengatakan. wisatawan asing yang telah membeli paket perjalanan ke Taman Nasional Komodo melalui agen perjalanannya sejak setahun sebelumnya terpaksa melakukan pembatalan

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Agustinus Bataona yang ditanyai, Minggu (26/4/2020). Kebanyakan wisatawan tersebut kata dia berasal dari  Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat dan Eropa yang paling banyak berkunjung ke Taman Nasional Komodo untuk melihat komodo dan menikmati destinasi wisata lainnya.

“Kalau tidak ada pandemi corona, dalam sebulan saja kami bisa melayani 5 hingga 7 paket perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo dan sekitarnya. Akibat corona, praktis kami hanya di rumah saja,” terangnya.

Akibat situasi ini sebut Agustinus, sebanyak 511 pemandu wisata yang berlisensi dan menjadi anggota HPI NTT kehilangan pendapatan belum termasuk guide yang di luar anggota HPI.

Untuk bulan Februai saja pihaknya hanya mendapatkan 2 tur perjalanan wisata dan semenjak Maret hingga saat  ini bulan April 2020 sudah tidak ada lagi paket perjalanan wisata.

“Semua anggota kami telah diminta untuk didaftarkan namanya di Kementerian Pariwisata RI untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kami sangat terdampak karena hanya mengandalkan pemasukan dari kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Elisia Digma, anggota HPI Cabang Kabupaten Sikka pun mengakui sangat kesulitan akibat dampak merebaknya virus corona sebab praktis tidak ada kegiatan mengantar wisatawan asing.

Elis sapaannya, mengakui setelah dampak corona sektor pariwisata terutama kunjungan wisatawan mancanegara pasti butuh waktu untuk kembali normal kembali sehingga pihaknya pun mulai memikirkan cara untuk mengatasinya.

“Yang paling berdampak tentunya Bali karena mereka hidup dari pariwisata. Kita telah bersiap setelah wabah corona berakhir maka akan menjual paket wisata untuk wisatawan lokal termasuk ke beberapa destinasi wisata di dalam sebuah wilayah,” ungkapnya.

Elis pun berharap agar situasi ini segera berakhir agar dirinya bersama pekerja di sektor pariwisata bisa kembali bergeliat dan pemandu wisata akan mendapatkan penghasilan.

top