idarenfrdehihujaru

Realisasi Investasi Tembus Rp210,7 Triliun, Asing Mulai Surut

Hits: 35

JAKARTA - Realisasi investasi sepanjang kuartal I-2020 mencapai Rp210,7 triliun atau naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun tahun lalu (year on year/yoy) yang hanya Rp195,1 triliun.

Naiknya realisasi investasi ini menjadi kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Namun, investasi pada kuartal berikutnya akan menjadi tantangan agar memenuhi target investasi 2020. Berikut fakta-fakta menarik soal realisasi investasi seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (26/4/2020)

1. Realisasi Investasi Naik 8% pada Kuartal I

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang trwiulan I-2020 mencapai Rp210,7 triliun atau naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun tahun lalu (year on year/yoy) yang hanya Rp195,1 triliun.

Nilai realisasi investasi triwulan I-2020 ini baru mencapai 23,8% dari target investasi tahun 2020 yakni sebesar Rp886,1 triliun.

2. Tantangan Selama Covid-19

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi pada kuartal pertama ini cukup berat. Sebab ada tekanan dari pandemi virus corona yang terjadi di seluruh dunia.

"Realisasi investasi triwulan I-2020 adalah Rp210,7 triliun dari penyebaran proyek 25.192 proyek investasi. Ini cukup berat karena adanya wabah Covid-19. Tapi Alhamdulillah tidak meleset dari target malah ada peningkatan 8% dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

3. Penanaman Modal Asing Terdampak Corona

Menurut Bahlil, salah satu yang paling terdampak adalah realisasi pada penanaman modal asing (PMA). Adapun realisasi triwulan pertama adalah Rp98 triliun atau turun 9,2% dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp107,9 triliun.

"Investasi triwulan I-2020 dampak covid-19 kena di pertengahan Maret mulai PMA menurun," kata Bahlil.

4. Investasi Dalam Negeri

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meningkat. Adapun realisasinya pada triwulan I-2020 ini yakni Rp112,7 triliun dari sebelumnya hanya Rp87,2 triliun.

"Tapi yang menarik di satu sisi PMA menurun, PMDN meningkat ini menarik. Ini sebuah signal bahwa kepercayaan pengusaha domestik sudah mulai baik terhadap pemerintah ada dan seluruh Kementerian dan Lembaga di negara kita," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

5. Investasi Asing Turun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Indonesia sepanjang triwulan pertama mencapai Rp98 triliun. Angka tersebut turun 9,2% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp107,9 triliun.

Jika dibandingkan dengan target APBN pun, realisasi PMA masih jauh dari target. Sebab realisasi PMA baru mencapai 28,2% dari target sebesar Rp348 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, virus corona berpengaruh besar pada investasi asing yang masuk ke Indonesia. Apalagi, pandemi ini terjadi hampir di seluruh negara di dunia.

6. Sektor Penyumbang Investasi

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, ada lima sektor yang menjadi penyumbang terbesar investasi di triwulan pertama transportasi, gudang dan telekomunikasi menjadi yang terbesar pertama dengan Rp49,3 triliun.

Lalu di tempat kedua ada sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya. Adapun investasi pada sektor ini mencapai Rp24,5 triliun.

Kemudian yang ketiga adalah sektor listrik dan gas. Kemudian di tempat keempat dan lima ada sektor perumahan dan kawasan industri perkantoran serta tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.

"Ketiga, listrik dan gas juga naik menjadi Rp18,3 triliun. Lalu, perumahan dan kawasan industri perkantoran Rp17,8 triliun, dan tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp17,2 triliun," jelasnya.

(dni)

top