idarenfrdehihujaru

Startup Genomika Nusantics Raih Investasi dari East Ventures

Dari kiri ke kanan, Co-founder dan COO Nusantics Vincent Kurniawan, Co-founder dan CEO Sharlini Eriza Putri, dan Co-founder dan CTO Revata Utama
Hits: 318

Jakarta: Nusantics, perusahaan rintisan lokal yang bergerak di bidang teknologi genomika (genomics technology), mengumumkan pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures dengan nilai yang tidak dipublikasikan.

Suntikan dana tersebut diklaim akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan dalam memelopori industri biogenome di Indonesia.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi, Nusantics mengaku akan fokus dalam pengembangan hingga penerapan berbagai riset genomika (genomics) dan mikrobioma (microbiome) untuk dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup sehat.

Perusahaan ini didirikan pada 2019 oleh Sharlini Eriza Putri, Vincent Kurniawan, and Revata Utama. Sharlini adalah insinyur yang meraih gelarnya dari Institut Teknologi Bandung dan Imperial College London, sedangkan Vincent adalah insinyur lulusan CSPU-Pomona, Amerika Serikat. Adapun Revata adalah ilmuwan di bidang bioteknologi genomics lulusan National University of Singapore.
 
Meskipun memiliki beragam latar belakang akademis dan profesional di bidang manufaktur, FMCG, energi bersih, dirgantara, hingga bioteknologi di dalam dan luar negeri, para pendiri Nusantics memiliki keyakinan yang sama.
 
Ketiganya percaya bahwa pemahaman atas ilmu hayati (life science), khususnya tentang microbiome, adalah salah satu faktor terpenting dalam memberikan solusi berkelanjutan atas beragam permasalahan manusia.
 
Dalam pengertian sederhana, microbiome adalah ekosistem kompleks yang terdiri dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, hingga jamur yang hidup di permukaan dan di dalam tubuh semua makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap orang memiliki profil microbiome unik yang berperan penting dalam sistem imunitas mereka.
 
Berbekal pemahaman atas profil microbiome, Nusantics percaya bahwa hal tersebut dapat membantu konsumen untuk memilih produk yang paling tepat dan dibutuhkan oleh tubuh mereka. Analisis microbiome juga bisa membantu industri dan konsumen dalam mempertimbangkan dampak setiap keputusan mereka bagi kesehatan dan keberlangsungan alam.
 
Sebagai startup lokal pertama yang dapat melakukan analisa profil microbiome, Nusantics akan memperkenalkan hal baru ini kepada konsumen di industri gaya hidup, melalui layanan analisis kulit. Selain berkaitan dengan estetika, kulit juga berfungsi sebagai tempat hidup hingga miliaran microbiome yang dapat memengaruhi kesehatan kita
 
Selain itu, peningkatan tren perawatan kulit juga membuat Indonesia menjadi pasar yang besar bagi produk dan perawatan kecantikan.
 
Beauty Market Survey yang dirilis oleh Nielsen dan EuroMonitor menyatakan bahwa nilai pasar industri kecantikan di Indonesia mencapai Rp36 triliun pada 2018 dan sekitar 31,7 persen dari nilai tersebut disumbangkan oleh produk perawatan kulit.
 
Berbagai riset di bidang genomika menunjukkan bahwa kulit sehat adalah kulit yang memiliki microbiome yang beragam dan seimbang. Namun, keterbatasan pengetahuan tentang peran keseimbangan microbiome ini membuat konsumen kesulitan mencari produk perawatan kulit yang sesuai bagi kebutuhan masing-masing.
 
Nusantics ingin mengambil peran sebagai penggerak yang bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia memahami pentingnya microbiome dan membantu proses pengambilan keputusan mereka dalam memilih perawatan kulit.
 
Sharlini Eriza Putri, Co-founder dan CEO Nusantics, menjelaskan bahwa konsumen dapat menghindari kesalahan dalam menggunakan produk perawatan kulit bila memahami profil microbiome kulitnya masing-masing. Inilah solusi yang disediakan oleh Nusantics.
 
“Perkembangan di bidang teknologi membuat kita menyadari bahwa semua makhluk hidup di bumi saling bergantung dengan microbiome di tubuh mereka. Mereka berperan penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat, tetapi juga menjadi faktor utama dibalik terjadinya pandemik global. Nusantics percaya bahwa memahami genetika dari microbiome ini sangat penting sebagai kunci keberlangsungan hidup kita dan bumi.”
 

(MMI)

top