idarenfrdehihujaru

Investasi triwulan pertama 2020 diprediksi melambat karena COVID-19

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi di Kawasan Kabon Sirih, Jakarta, Jumat (21/2/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/aa.
Hits: 14

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga diprediksi ikut melambat karena banyak investor domestik yang mengalihkan prioritasnya, bahkan beberapa di antaranya terpaksa menghentikan sementara aktivitas produksi.

Jakarta (ANTARA) - Investasi sepanjang triwulan pertama 2020 diprediksi melambat karena terdampak pandemi virus corona (COVID-19) yang melanda dunia.


Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi ketika dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan di tengah wabah COVID-19, investor kemungkinan besar memiliki prioritas lain yang harus dilakukan.

"Dari sisi FDI (investasi asing langsung) saya rasa juga akan melambat karena mayoritas negara asal investasi seperti China, Amerika Serikat  dan Eropa masih struggling (berjuang) dengan COVID-19," katanya.

Di sisi lain, penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga diprediksi ikut melambat karena banyak investor domestik yang mengalihkan prioritasnya, bahkan beberapa di antaranya terpaksa menghentikan sementara aktivitas produksi.

"Saya rasa kuartal pertama 2020 ini pertumbuhan investasi akan sangat rendah dibandingkan kuartal tahun sebelumnya," katanya.

Fithra menilai, dengan mulai pulihnya China, di mana industrinya akan mulai beroperasi penuh pada April mendatang, investasi di Indonesia baru akan pulih sepenuhnya pertengahan tahun ini atau sekitar awal semester kedua.

Berkaca pada China, kondisi penyebaran COVID-19 baru akan mencapai puncak awal hingga pertengahan Mei mendatang.

"Berdasarkan simulasi yang saya jalankan, setidaknya puncak COVID-19 ini 6-12 Mei dan mungkin baru melandai akhir Mei atau awal Juni. Di China grafiknya begitu sejak Desember awal kasus, baru April ekspektasi mulai beroperasi penuh," katanya.

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

 
top