idarenfrdehihujaru

Bupati Markus Terus Lobi Pengusaha Investasi di Bangka Barat

Bupati Bangka Barat saat menyampaikan sambutan di desa Air Gantang, Senin 2 Desember 2019
Hits: 98

Bupati Bangka Barat, Markus SH, memiliki satu rencana besar untuk mendongkrak perekonomian daerah. Salah satunya dengan intensif melobi para pengusaha agar mau berinvestasi di Bangka Barat.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, investasi berperan sangat signifikan sebagai penggerak roda perekonomian di Bangka Barat.

Bupati Markus didampingi Asisten II Rozali, camat Parittiga Madirisa, kepala OPD dan undangan lainnya saat berada di kebun lada Akian
Bupati Markus didampingi Asisten II Rozali, camat Parittiga Madirisa, kepala OPD dan undangan lainnya saat berada di kebun lada Akian (Ist)

Demikian intisari sambutan Bupati Markus saat menghadiri acara pemberian penghargaan kepada petani lada dan kebun lada terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kebun lada Akian desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Senin (2/12).

"Sejak menjabat sebagai Bupati kurang lebih 9 bulan ini, saya terus melobi para pengusaha berinvestasi di daerah kita, salah satunya di sektor komoditi lada dan karet. Kenapa kita begitu giat mendorong investasi masuk Bangka Barat, sebab kalau tidak ada investor maka daerah kita sulit maju karena kalau hanya mengharapkan uang APBD saja tidak akan cukup," jelas Bupati Markus.

Markus menerangkan, selama ini para pengusaha yang telah dilobi diantaranya pengusaha asal Bangka Barat, Akam, yang punya pabrik pengolahan lada di Bekasi. Selain itu, ada pengusaha asal Bangka yang punya pabrik karet di Bogor dan sudah setengah jadi, juga tidak bau seperti pabrik karet umumnya.

"Saya sudah melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan dan direspon sangat baik. Para pengusaha itu berminat untuk bekerja sama bangun Bangka Barat," imbuhnya.

Bupati Markus berfoto bersama Kapolres M. Adenan, asisten dan kepala OPD
Bupati Markus berfoto bersama Kapolres M. Adenan, asisten dan kepala OPD (Ist)

Tak hanya lada, karet, tapi juga dengan sawit yang jadi sektor komoditi unggulan Bangka Barat. "Saya tidak mendengar lagi ada sawit dari kebun warga kita yang tidak laku. Sebab kita sudah meminta perusahaan sawit di Bangka Barat ini untuk membeli hasil panen petani kita," tandas Markus disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Markus juga menyinggung soal rencana pembangunan pabrik CPO dengan total investasi lebih kurang Rp 1 triliun di Tanjung Kalian yang sudah selesai pembebasan lahan, tinggal menunggu pembangunan yang direncanakan tahun depan.

"Selain itu juga akan ada rencana pembangunan pelabuhan di Tanjung Ular. Terkait ini, saya juga sudah bertemu Menteri Perhubungan mudahan terwujud dengan nilai investasi lebih kurang Rp 100 miliar. Pelabuhan sangat vital untuk menggerakan ekonomi daerah kita," pungkasnya mantap. (Humas Pemkab Bangka Barat)

Editor: fitriadi

top