idarenfrdehihujaru

DPRD DKI Pertanyakan Kajian Investasi Ajang Balap Formula E

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra. (PSI/re1)
Hits: 96

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra mempertanyakan kajian investasi Formula E. Menurutnya, ajang balap internasional yang menelan biaya triliunan itu harus disertai kajian yang matang.

"Kenapa kita ngotot mendorong program ini, padahal secara keuangan kita sedang defisit. Bahkan sampai hari ini kita tidak pernah dapat kajian investasinya," kata Anggara di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (7/11).

Pemprov DKI, katanya, belum memberikan kajian soal untung rugi ajang balap internasional ini. Terlebih, saat ini DKI Jakarta sedang mengalami defisit anggaran.

"Kondisi keuangan kita sedang defisit. Kalau ngotot bicara olahraga investasi, kita tidak punya atlet untuk bertanding di Formula E. Lalu siapa yang mau disupport?" tegas Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Selain itu, ia mempertanyakan alasan Pemprov DKI yang ingin mengampanyekan kendaraan listrik lewat ajang tersebut. Baginya alasan itu tidak tepat. Jika ingin mendorong mobil listrik, katanya, Pemprov DKI seharusnya membangun infrastruktur yang mendukung kendaraan listrik.

“Kalau memang tujuannya untuk mendorong penggunaan mobil listrik, kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu membangun infrastruktur menunjang mobil listrik. Misalnya, Pemprov bikin charger-charger mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik, tapi kenapa Gubernur Anies Baswedan cuma bikin event panggung," jelasnya.

Dengan alasan itu, Fraksi PSI mendesak Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan membatalkan Formula E. Jika tetap ingin diadakan, PSI meminta kajian mendalam Pemprov agar dapat meyakinkan seluruh anggota dewan.

“Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya,” imbuhnya.

Gubernur Anies Baswedan sebelumnya pernah mengatakan bahwa Formula E akan memberikan keuntungan bagi Ibu Kota. Ajang balap internasional itu mampu meningkatkan perekonomian Jakarta hingga Rp1,2 triliun.

"Nah, sebagai sebuah kegiatan baru, memang di musim satu sampai empat mereka mengalami yang disebut tidak untung. Sesudah itu mereka mulai untung," ujarnya.

Ia juga berpendapat, Formula E bagus untuk pariwisata di Jakarta. Nantinya, Formula E bakal banyak mendatangkan wisatawan asing ke Jakarta.

"Dengan kegiatan Formula E di sini maka Jakarta masuk ke pada tahap berikutnya, kita ingin berada di orbit kota-kota besar yang modern, Mega City yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan event dunia," tutur Anies.


Reporter: Khoirur Rozi
Editor: Anthony Djafar
top