Gunung Kerinci

Gunung berapi yang tergolong masih aktif ini terletak di area perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi. Gunung ini memiliki berbagai julukan, di antaranya Gunung Gadang, Korinci, Berapi Kurinci, dan Puncak Indrapura.

Gunung yang termasuk dalam jenis Strato Vulcano ini secara administrasi berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 2009. Meski masih berstatus gunung berapi aktif, namun gunung ini tetap menjadi gunung yang digandrungi oleh para pendaki.

Medan pendakian Gunung Kerinci sendiri bisa dibilang cukup menantang, dan sangat cocok bagi pendaki yang menyukai tantangan. Untuk sampai puncak, para pendaki hanya dapat menempuh jalur pendakian utama dan satu-satunya jalur pendakian yang dapat ditempuh, yaitu berawal dari Desa Kresik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Pendakian Gunung Kerinci memakan waktu tempuh selama dua hari, hal ini membuat pendaki wajib mempersiapkan kesehatan fisik dan perbekalan yang cukup. Namun seakan mengerti, ditengah-tengah lelahnya menempuh perjalanan alampun akan menyambut kita dengan pemandangan yang masih terjaga, dengan beragam flora seperti bunga raflesia, pohon mahoni, hingga suweg raksasa.

Jika beruntung kita juga bisa menyaksikan monyet ekor panjang, kus-kus, gajah, tapir dan beragam jenis burung. Waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Kerinci antara bulan Juli-Agustus. Karena pada musim kemarau Gunung Kerinci lebih ramah untuk para pendaki.

Akan tetapi pada bulan Agustus sering kali ada angin kencang di puncak gunung ini. Oleh karena itu, para pendaki harus memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, dan mempersiapkan perbekalan yang cukup banyak.

Ketika mencapai puncak gunung di pagi hari kita juga dapat menikmati indahnya Matahari terbit yang menghangatkan. Bahkan saat malam hari kita tetap dapat menikmati gemerlap langit bertabur bintang. Hal inilah yang membuat pesona Gunung Kerinci seolah tak henti-hentinya menyajikan keindahan pemandangan yang memukau, dan selalu terpampang dengan megahnya.

 

Gunung Kerinci menjadi salah satu destinasi pendakian yang menantang nyali. Tidak mengherankan, banyak pendaki yang termotivasi untuk bisa menginjakkan kaki di atap Kerinci.

Agar pendakian sukses dilakukan, segala hal harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan fisik, perlengkapan pendakian, termasuk pengetahuan dasar tentang struktur, lanskap, atau fakta Gunung Kerinci yang belum Anda tahu.

adinda thomas naik gunung

Adinda Thomas naik gunung Kerinci. Foto: @adindathomas

Taman Nasional Kerinci Seblat termasuk dalam kawasan Asean Heritage Site dan World Heritage Site Unesco pada tahun 2004

Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat di Pegunungan Bukit Barisan. Gunung kebanggaan warga Jambi ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hebatnya, kawasan TNKS telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi Asean Heritage Site dan World Heritage Site dari Unesco tahun 2004. Sekaligus sebagai The Tropical Rainforest Heritage Of Sumatera (TRHS) tahun 2006.

Diketahui, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah taman nasional terbesar kedua di Indonesia dengan luas kurang lebih 1.3 juta hektar.

Gunung Kerinci berada di ketinggian 3.805 mdpl

Berada di ketinggian 3.805 mdpl, Gunung Kerinci menjadi gunung api aktif paling tinggi di Indonesia. Di sana terdapat Danau Gunung Tujuh yang terletak di ketinggian 1.996 mdpl. Danau ini pun disebut-sebut sebagai salah satu danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara.

Saat naik Kerinci di musim kemarau, suhu capai 5 derajat Celsius

Saat musim kemarau, suhu udara di puncak Gunung Kerinci mencapai 5 derajat Celsius. Maka, penerapan teknik layering system pakaian sangat dibututuhkan.

Memakai pakaian gunung ala kadarnya, hanya menggunakan kaos katun dan jaket kurang bisa menghangatkan tubuh di suhu Gunung Kerinci ekstrem.

Asal usul nama Kerinci yang jadi perdebatan

Asal usul nama Kerinci sendiri masih diperdebatkan. Ada yang menyebutkan, kata Kerinci berasal dari bahasa Tamil kurinji yaitu nama sejenis bunga yang hanya ada di dataran Tinggi.

Selain itu, menurut legenda masyarakat setempat, kondisi geografis kerinci yang dikelilingi perbukitan terjal dan hutan lebat menjadikan wilayah ini sulit dimasuki oleh orang luar, seolah-olah “terkunci” untuk dimasuki orang asing.

Gunung Kerinci bisa dicapai lewat jalur darat melalui kota Jambi, kota Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu

Ke empat rute ini mudah dijangkau, wisatawan atau pendaki bisa menggunakan bus umum atau travel dari Jambi, Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu menjuju ke Sungai Penuh dan minta turun ke Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro.

Bagi wisatawan yang tidak ingin menggunakan kendaraan umum bisa gunakan kendaraan pribadi saja karena perjalanan cukup panjang dari area perkotaan sekitar 7-9 jam.

Pada 2017, BTNKS membangun fasilitas untuk tingkatkan kenyamanan pendakian. Fasilitas tersebut meliputi shelter dan toilet obyek wisata Danau Gunung Tujuh, jembatan dan canopy trail di Danau Gunung Tujuh, dan papan pengumuman untuk pendaki maupun wisatawan.

Back to top
Go to bottom
iden
190039
TodayToday641
YesterdayYesterday1220
This_WeekThis_Week1861
This_MonthThis_Month13858
All_DaysAll_Days190039

Free Joomla! template by L.THEME