PROFIL INVESTASI KOTA TANJUNGPINANG
SAMBUTAN

H. SYAHRUL S.Pd. WALIKOTA TANJUNG PINANG

Beliau dilahirkan di kota Tarempa pada tanggal 30 Agustus 1960, beragama Islam beristerikan Ibu Hj. Juwariah Syahrul.

Pendidikan dasar ditempuh beliau di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 56/V Tarempa (lulus tahun 1975), kemudian dilanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) Tarempa (lulus tahun 1980) dan terakhir di Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Tanjungpinang (lulus tahun 1983). Sedangkan pendidikan tingginya dengan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) diperolehnya pada tahun 2008.

Beliau memperoleh pengalaman kerja pertama sebagai Guru di SD Negeri 019 Teladan, kemudian sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 019 Teladan. Tahun 2013-2018 beliau menjabat sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang dan terakhir sebagai Walikota Tanjungpinang periode 2018-2023.

KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA TANJUNG PINANG

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tanjungpinang telah menerbitkan buku “Profil Investasi Kota Tanjungpinang" yang telah diselesaikan dan disebar luaskan kepada Para Pemangku Kepentingan di segala aspek yang ikut memacu dan mendorong tercapainya pembangunan.

Ini merupakan langkah awal untuk mengenal dan mendapatkan informasi tentang daerah Kota Tanjungpinang, yang merupakan salah satu yang berada di Kepulauan Riau. Kota Tanjungpinang memiliki beragam potensi dan budaya serta kearifan lokal yang belum dan akan di eksplor ke dalam dan juga luar negeri. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Walikota Tanjungpinang dan Ibu Wakil Walikota Tanjungpinang yang telah memberikan respon positif bagi kami dalam mempromosikan wilayah kota Tanjungpinang kepada para Investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

Kota Tanjungpinang memiliki berbagai keunggulan yang layak untuk ditangani oleh para Investor, terutama dari Sektor Pariwisata, Sektor Perikanan dan Kelautan serta Sektor Industri dan Perdagangan, Sektor Perdagangan dan Jasa. Disamping itu Kota Tanjungpinang memiliki Sektor Pendukung yang juga menyediakan berbagai peluang investasi. Ini merupakan referensi awal untuk mengenal dan mendapatkan informasi tentang daerah Kota Tanjungpinang, yang merupakan salah satu Kota yang memiliki beragam budaya dan potensi wisata yang dapat menarik banyak minat wisatawan mancanegara maupun wisata domestik. Semoga uraian singkat ini membuka cakrawala pandang para Investor untuk datang ke Kota Tanjungpinang dalam rangka ikut-serta membangun negeri yang sama-sama kita cintai. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu ini dan semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

VISI
MISI
1. Meningkatkan kulitas sumber daya manusia yang agamis, berbudaya, berwawasan kebangsaan, dan berdaya saing global. 2. Meningkatkan pengembangan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif. 3. Mengembangkan dan melestarikan khasaanah budaya lokal dan nusantara untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis , bertoleransi, dan kebhinnekaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan. 4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berwibawa, amanah, transparan, dan akuntabel didukung dengan struktur birokrasi yang berintegrasi dan kompeten. 5. Melanjutkan pembangunan yang adil dan merata serta menciptakan iklim investasi dan usaha kondusif yang berwawasan lingkungan dan sistem pengupahan yang berkeadilan.
Berdasarkan keterkaitan antara Visi dan Misi RPJMD Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023 dengan RPJMD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021 maka strategi dan kebijakan Kepala Daerah dalam bidang Investasi, Penanaman Modal dan Perdagangan adalah meningkatkan siklus ekonomi kondusif bagi kegiatan penanaman modal (Investasi) dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah.
GAMBARAN UMUM
Luas, Letak dan Batas Wilayah

Kota Tanjungpinang berada di pulau Bintan dengan letak geografis berada pada 0°51ʹ sampai dengan 0°59ʹ Lintang Utara dan 104°23ʹ sampai dengan 104°34ʹ Bujur Timur dan Kota Tanjungpinang merupakan Ibukota Propinsi Kepulauan Riau. Secara geografis, posisi Tanjungpinang sangat menguntungkan mengingat letaknya yang dekat dengan Negara Singapura dan Malaysia serta berdekatan dengan Selat Malaka yang menjadi jalur transportasi Internasional yang merupakan salah satu daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Tanjungpinang.

Luas Wilayah Kota Tanjungpinang mencapai 239,50 km² atau 23,950 Ha dengan  luas daratan ± 131,54 km² atau 13.154 Ha (54,95 % dari luas wilayah) dan  luas lautan ± 107,97  km² atau 10.796 Ha (45,05% dari luas wilayah). Adapun letaknya menurut geografis dibatasi oleh Kabupaten Bintan dan Kota Batam di Utara; Kabupaten Bintan di Selatan dan Timur; Kota Batam di Barat. Secara administratif Pemerintah Kota Tanjungpinang terbagi menjadi 4 Kecamatan (Bukit Bestari, Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat), 18 Kelurahan, 168 RW dan 680 RT. Kota Tanjungpinang memiliki 4 pulau berpenghuni dan 5 pulau tidak berpenghuni.

Topografi dan Iklim

Wilayah Kota Tanjungpinang memiliki keadaan geografis sebagian berbukit bukit dan lembah yang landai sampai ke laut. Kota Tanjungpinang secara Topografi mempunyai tinggi tanah antara 0-70 m di atas permukaan laut. Bentuk lahan kota berbukit-bukit dengan kemiringan berkisar 0-40%. Wilayah dengan morfologi yang relatif datar dengan kemiringan tanah 0-5% meliputi daerah pusat kota yaitu Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kemboja, Melayu Kota Piring, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur dan Kelurahan Dompak. Sedangkan daerah dengan kemiringan lahan 5-40% berada di daerah Bukit Cermin, Kelurahan Kampung Baru, dan Kelurahan Batu IX.

Pada umumnya wilayah Kota Tanjungpinang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata selama tahun 2017 sekitar 27,3º dan kelembaban udara rata-rata sekitar 86%, tekanan udara berada pada angka 1010,5 mb dan kecepatan angin rata-rata 5 knot, dengan curah hujan rata-rata 15,0 mm per bulan. Penyinaran matahari rata-rata 38% se bulan dengan jumlah hari hujan rata-rata 17 hari se bulan.

Demografi

Penduduk merupakan potensi sumberdaya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam proses pembangunan karena memiliki peranan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya lainnya.  Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,  penduduk Kota Tanjungpinang  pada tahun  2018 berjumlah 264.273 jiwa, yang terdiri dari 134.358 laki-laki dan 129.915 perempuan (rasio: 103), yang tersebar  di 4 kecamatan dengan kepadatan penduduk  sebesar 1103 jiwa/km². Sebagian besar penduduk Kota Tanjungpinang bekerja di sekitar perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi serta industri pengolahan dan pariwisata. Jenis pekerjaan yang mendominasi penduduk Kota Tanjungpinang yaitu Karyawan swasta sebanyak 43.810 orang, Buruh Harian Lepas sebanyak 13.252 orang, Pegawai Negeri Sipil sebanyak 9.134 orang, Karyawan Honorer sebanyak 2.848 orang, Nelayan sebanyak 2.033 orang, dan Tentara Nasional Indonesia sebanyak 1.669 orang.

Jumlah Angkatan Kerja (data tahun 2017) adalah 95.426 orang (88.642 orang bekerja dan 6.784 orang pengangguran), sedangkan non-Angkatan Kerja tercatat 52.390 orang (14.123 orang bersekolah, 31.766 orang mengurus rumah-tangga dan 6.501 orang dengan kegiatan lain-lain). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 64,56 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 7,11.

Perekonomian

Perekonomian Kota Tanjungpinang yang diukur dari besaran PDRB atas dasar harga konstan, pada tahun 2017 tumbuh sebesar 2,64%, dari Rp. 13.202.952,80-juta tahun 2016 menjadi Rp. 13.551.166,80-juta tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi sektoral yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, yaitu mencapai 11,32%. Selanjutnya Sektor Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum berada pada urutan kedua dengan pertumbuhan mencapai 11,05%. Sedangkan di posisi ke-tiga ditempati oleh Sektor Jasa Perusahaan dengan 7,20%. Distribusi presentase PDRB atas dasar Harga Berlaku tahun 2017 didominasi oleh Sektor Konstruksi (31,32%), kemudian Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda-motor (25,80%), dan Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (10,08%).

PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tahun 2017 mencapai Rp. 87,4- juta, naik 4,80% dibanding tahun 2016 yang besarnya Rp. 83,4-juta.

SARANA DAN PRASARANA
Bandar Udara

Kota Tanjungpinang memiliki satu bandara yaitu Bandara Udara Internasional Raja Haji Fisabillah (sejak April 2008 dari sebelumnya bernama: Bandar Udara Kijang). Bandar Udara Internasional tersebut dikelola oleh PT. Angkasa Pura II dengan kapasitas maksimal 610.000 orang/tahun. Bandara ini memiliki fasilitas seperti radar dan landasan pacu sepanjang 3.578 m. Selain itu, Gedung Terminal seluas 8.348 m2. Nama Bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabillah, Pahlawan Nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Perdana. Pada tahun 2017, penumpang yang datang melalui bandara ini berjumlah 171.340 orang, sedangkan yang berangkat sebanyak 168.564 orang.

Pelabuhan Laut

Pelabuhan yang ada di Kota Tanjungpinang adalah: Pelabuhan Sri Bintan Pura (untuk penyeberangan ke Batam dan Pulau-Pulau lainnya) dan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (untuk penyeberangan ke Malaysia dan Singapura) yang khusus untuk operasional penumpang sedangkan pelabuhan untuk barang yang ada adalah Pelabuhan Sri Bintan Pura dan ke depannya akan dibangun pelabuhan operasional barang maupun penumpang di kawasan Pelabuhan Tanjung Geliga. Khusus untuk kawasan FTZ yang telah selesai pembangunannya dan telah diuji-coba adalah Pelabuhan Tanjung Moco.

Jalan Raya

Jalan merupakan prasarana untuk mempermudah mobilitas penduduk disamping itu mempunyai fungsi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Panjang jalan kondisi baik di Kota Tanjungpinang dalam kurun waktu 2013 – 2017 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 masih sepanjang 214,214 km. Namun, persentase moda angkutan yang memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan tergolong masih rendah yakni masih mencapai 48,11%. Pada tahun 2017 panjang jalan Kota Tanjungpinang tercatat sepanjang 405,35 km dengan kondisi 255,63 km dengan permukaan aspal; 85,65 km dengan permukaan kerikil/ semen; dan 64,68 km dengan permukaan tanah.

Transportasi

Transportasi di Kota Tanjungpinang sebagian besar masih mengandalkan transportasi laut. Di Kota ini terdapat 24 pelabuhan domestik dan satu pelabuhan internasional yaitu Pelabuhan Sri Bintan Pura. Untuk terminal angkutan kota, hanya ada satu yaitu Terminal Sei Carang.

Telekomunikasi dan Informatika

Menara Radio Telekomunikasi pada tahun 2017 sebanyak 5 Unit sedangkan teknologi informasi dari tingkat penetrasi akses tetap paralebar (Fixed Broadband) dari tahun 2013 sebanyak 77,78 % naik menjadi 94,44% pada tahun 2017. Persentase ketersediaan sarana dan prasarana teknologi informasi penunjang Smart City terhadap kebutuhan pada tahun 2017 sebesar 38,67%. Jumlah titik hotspot internet di tempat umum pada tahun 2017 sebanyak 6 titik dan persentase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ruang publik yang terkoneksi internet dan terintergrasi sejak tahun 2014-2017 baru mencapai 40,43%. Pengembangan jaringan telekomunikasi pada bagian wilayah perkotaan wilayah Kota Tanjungpinang meliputi sistem kabel, sistem nirkabel dan sistem lainnya. Dalam sistem nirkabel, rencana penataan penempatan menara telekomunikasi Base Transcever Station (BTS) berupa menara Telekomunikasi bersama meliputi BTS Ground Field dan BTS Roof Top.

Perbankan

Sebagai Kawasan strategis, Kota Tanjungpinang memiliki kantor-kantor bank yang operasional sebagai berikut:

  1. BANK PEMERINTAH: Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN;
  2. BANK UMUM SWASTA: BCA, Panin Bank, CIMB-Niaga, UOB-Indonesia, Permata, BII, Danamon Indonesia, BUKOPIN, Syariah Mandiri, Muámalat, Mega, OCBS-NISP, Sinarmas, BTPN dan Maybank Indonesia;
  3. BANK PEMBANGUNAN: Bank Riau Kepri;
  4. BANK PERKREDITAN RAKYAT: Bank BPR dan BPR-Asia.
Fasilitas Kesehatan

Fasilitas Kesehatan di Kota Tanjungpinang terdiri dari 3 (tiga) Rumah Sakit yaitu: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepulauan Riau, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL); 7 (tujuh) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas); Klinik Mata (SMEC); dan Klinik Bersalin (Klinik Alaza, Pamedan dan Tiara Bunda).

Fasiltas Umum

JEMBATAN DOMPAK

Terdapat 3 (tiga) jembatan yang menghubungkan Pulau Dompak yaitu Jembatan Nasional Dompak Raya, Jembatan Dompak Lama dan Jembatan Dompak Seberang. Jembatan Nasional Dompak Raya menghubungkan Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yang memiliki panjang 1,5 km sedangkan Jembatan Dompak Lama dan Jembatan Dompak Seberang menghubungkan Pusat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang dengan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) Dompak.

Fasilitas Umum

JEMBATAN SUNGAI CARANG

Jembatan Sei Carang yang terletak dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau merupakan penghubung dengan kawasan Cgar Budaya Peningkatan Sejarah Kota Rebah dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Senggarang serta dengan Pusat Pemerintah Kota Tanjungpinang.

PLN

Kantor PLN untuk wilayah Kota Tanjungpinang terbagi menjadi 2 (dua) yaitu PLN Rayon Kota Tanjungpinang dan PLN Rayon Bintan Centre, dengan kondisi energi listrik dalam keadaan surplus listrik di wilayah Kota Tanjungpinang. Sumber energi listrik dari sistem internal koneksi jaringan energi Pulau Bintan dan Pulau Batam dengan daya 60 MW serta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Air Raja dan Suka Berenang dengan daya 43 MW dan Pembangkit Listrik Tenanga Uap (PLTU) di Galang Batang dan Sungai Lekop dengan daya 30 MW.

TPA Ganet

Terkait dengan pengelolaan sampah, capaian kinerja peningkatan kebersihan dan keteduhan, Kota Tanjungpinang mendapatkan penghargaan (ADIPURA) pada tahun 2013, 2015, 2016 dan 2017. Persentase sampah yang tertangani sampai dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sebesar 46,48%.

Lainnya

Kota Tanjungpinang memiliki beberapa Fasilitas Umum Lainnya yang mendukung Ruang Ketersedian Publik yang meliputi: Laman Bunda di tepi laut, Tuju Pensil, Lapangan Pamedan Ahmad Yani dan beberapa tempat olahraga seperti GOR Badminton, Lapangan Tenis dan Stasiun Olahraga.

Fasilitas Sosial (Pendidikan)

PENDIDIKAN: 60 TK/PAUD, 79 Sekolah Dasar, 36 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 21 Sekolah Menengah Atas (SMA), 18 Sekolah Kejuruan (SMK) dan 10 Perguruan Tinggi.

Fasilitas Sosial (Tempat Ibadah)

TEMPAT IBADAH: 155 masjid, 29 gereja dan 12 klenteng

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI
SEKTOR PARIWISATA

a. Pengembangan Ekowisata Bukit Manuk

Bukit Manuk adalah salah satu potensi alam yang dimiliki oleh Kota Tanjungpinang, dengan kondisi hutan pada bukitnya menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata alam. Untuk kondisi dataran rendahnya berupa Gulam (Semak belukar) dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas wisata, dengan demikian diharapkan nantinya akan tercipta suatu kawasan Obyek Ekowisata.

B. Pengembangan Ekowisata Pantai Kelam Pagi

Pantai Kelam Pagi terletak di dekat Pulau Dompak, memiliki hamparan pantai berpasir putih yang bercampur dengan lumpur kemerah-merahan, hutan mangrove, dan terumbu karang. Pengembangan kawasan ini menjadi kawasan wisata diharapkan dapat meningkatkan tingkat kehidupan masyarakat dan sekaligus PAD Kota Tanjungpinang.

c. Pengembangan Wisata Alam Bukit Kucing

Kawasan Hutan Lindung bukit Kucing seluas 54,4 H, terletak di Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari. Panorama Hutan Lindung Bukit Kucing Kota Tanjungpinang merupakan potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan terutama dalam mendukung bidang ekowisata. Hutan Lindung Bukit Kucing adalah kawasan hutan hujan tropis yang masih tersisa dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

D. Pengembangan Pulau-Pulau Peruntukan Kawasan Pariwisata

Pulau Terkulai

seluas 36,3 ha, akan dikembangkan sebagai Area Wisata Bahari. Pulau Terkulai dikelilingi pantai yang landai dan berpasir putih. Lokasinya sangat strategis karena terletak di antara 3 Pemerintahan Daerah yaitu Kabupaten Bintan, Kota Batam dan Tanjungpinang. Dari Pulau ini pengunjung dapat melihat panorama terbitnya matahari (Sunrise) dan terbenamnya matahari (Sunset). Keindahan dasar laut di pulau ini juga sangat menarik wisatawan untuk melakukan Snorkling dan juga dapat dikembangkan untuk investasi kawasan pantai pesisir dan laut (diving, fishing dll);

D. PENGEMBANGAN PULAU-PULAU PERUNTUKAN KAWASAN PARIWISATA

Pulau LOS

seluas 31,9 ha, direncanakan sebagai area Wisata Bahari. Pulau ini dikembangkan untuk investasi kawasan laut dan darat berbasis wisata perairan

D. Pengembangan Pulau-Pulau Peruntukan Kawasan Pariwisata

Pulau Sekatap

seluas 14,4 ha, kawasan ini direncanakan untuk dikembangkan menjadi area Wisata Bahari, dapat dikembangkan untuk investasi kawasan laut dan darat berbasis wisata bahari.

KAWASAN WISATA BUDAYA / SEJARAH
Pulau Basing
seluas 18,3 ha, dapat dikembangkan untuk investasi berbasis wisata sejarah karena ada Benteng Peninggalan Belanda
Pulau Bayan
seluas 0,87 ha, pernah menjadi tempat kediaman Raja Haji Fisabillilah, Benteng Pertahanan dan Residen Belanda di Selat Riau. Kawasan ini dapat dikembangkan untuk investasi berbasis wisata budaya/sejarah
SEKTOR PERIKANAN DAN KELAUTAN
sample38
Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan

Pembangunan pelabuhan perikanan merupakan perpaduan antara pembangunan bangunan darat dan bangunan laut yang sejak dari perencanaan sampai dengan pengendalian dan pengawasan pembangunan operasionalnya memerlukan perpaduan berbagai disiplin ilmu yang komplek. Untuk itu, perencanaan, mulai dari studi dan detail desain Pelabuhan Perikanan di Kota Tanjungpinang diharapkan dapat dijadikan pedoman selama proses konstruksi serta memudahkan dalam pengoperasiannya pelabuhan yang telah selesai dibangun.

SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
sample38
Pengembangan Eco Industrial Park Air Raja

Dengan adanya kebijakan Pemerintah yang menetapkan Kota Tanjungpinang ke dalam wilayah FTZ Batam-Bintan-Karimun, potensi perkembangan kota ini bukan hanya bersifat regional, namun juga diharapkan mampu tumbuh sebagai kota berskala pelayanan internasional. Salah satu kawasan yang berpotensi penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan Kota Tanjungpinang adalah Kawasan Industri di Kelurahan Air Raja yang dikenal sebagai Kawasan Industri Air Raja. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungpinang 2007-2015, Kawasan Industri Air Raja termasuk ke dalam BWK IV, yang diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan industri manufaktur.

sample38
b. Pengembangan FTZ Dompak dan FTZ Senggarang
  • PENGEMBANGAN FTZ DOMPAK: seluas 1.300 ha, dikembangkan untuk kawasan pusat perdagangan dan jasa, industri dan pelabuhan.
  • PENGEMBANGAN FTZ SENGGARANG: seluas 1.333 ha, Kawasan ini direncanakan sebagai area FTZ Perdagangan dan jasa dengan potensi pengembangan: Government Office & Open Space; Traditional Settlement; Tourism Zone; Tanjung Geliga Harbor & Commercial Zone; Elderly Commercial & Business Zone.
SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

Sektor Perdagangan

Langkah yang bisa diambil diantaranya yaitu dengan menciptakan produk-produk khas (produk unggulan) Kota Tanjungpinang yang bisa bersaing didalam arus perdagangan di Kota Tanjungpinang selain itu juga lebih memasyarakat perdagangan khususnya barang-barang yang termasuk dalam barang hasil kegiatan ekonomi kreatif dan menciptakan suasana yang cukup kondusif sehingga orang-orang akan lebih tertarik untuk melakukan transaksi perdagangan di Kota Tanjungpinang dibandingkan dengan ke daerah lain mengingat Kota Tanjungpinang berada di daerah perbatasan dengan Negara tetangga. Hal ini akan berimplikasi kepada peningkatan penciptaan nilai tambah bagi Kota Tanjungpinang. Sistem perdagangan harus bisa menyerap berbagai kemajuan zaman terutama kemajuan teknologi. Pemanfaatan media sosial dan internet bisa menjadi jalan alternative untuk meningkatkan volume penjualan, shifting penjualan dari era offline ke era jual beli secara online harus mampu menjadi factor pendorong majunya sektor Perdagangan di Kota Tanjungpinang.

Sektor transportasi dan Pergudangan

Sektor Transportasi dan Pergudangan harus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, terutama kelayakan dan kenyamanan moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat di Kota Tanjungpinang, begitupun dengan berbagai fasilitas pendukung yang tersedia di berbagai pelabuhan, terminal dan bandara harus mendapatkan perhatian yang optimal dari Pemerintah. Pelabuhan modern baik pelabuhan khusus penumpang maupun kapal barang perlu direncanakan dengan baik oleh pemerintah Kota Tanjungpinang mengingat sektor ini merupakan salah satu sektor unggulan dan juga posisi Kota Tanjungpinang yang terletak di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan 96% luas lautannya dan sebagaian menggunakan moda kapal laut sebagai transportasi antar pulau baik untuk penumpang maupun barang.

Sektor Pendidikan

Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan misalkan sekolah dengan berbagai ruang kelasnya dan fasilitas lainnya yang memadai, perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Kota Tanjungpinang. Selain itu berdasarkan data yang ada, rasio antara dosen dan mahasiswa masih terlalu tinggi di Kota Tanjungpinang. Oleh karena itu perlu kiranya Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka lowongan bagi para calon dosen, dengan sebelumnya dilakukan pemetaan yang matang mengenai kebutuhan dosen dalam bidang apa saja yang diperlukan di Kota Tanjungpinang.

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)
Insentif Investasi
Pemberian Insentif dan/atau Pemberian Kemudahan diperuntukkan bagi Masyarakat dan/atau Investor yang memenuhi kriteria:

Kontribusi

memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan Masyarakat

Tenaga Kerja

Menyerap Tenaga Kerja

Sumber Daya Lokal

Menggunakan sebagian besar sumber daya tokal

Pelayanan Publik

Memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan publik

PDRB

Memberikan kontribusi dalam peningkatan PDRB

Berwawasan Lingkungan

Berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

Infrastruktur

Pembangunan infrastuktur

Alih Teknologi

Melakukan alih teknologi

Industri Pionir

Melakukan industri pionir

Inovasi

Melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi

Kemitraan

Bermitra dengan usaha mikro, kecil, atau koperasi

Produk Dalam Negeri

Industri yang menggunakan barang Modal, mesin, atau peralatan yang diproduksi di dalam negeri

Prioritas

Pelakukan kegiatan usaha sesuai dengan prograrn prioritas nasional dan/atau daerah; dan/atau

Ekspor

Berorientasi ekspor

Jenis Jenis Perizinan / Non Perizinan
Pertanian
Perindustrian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Perdagangan
PUPR
Pariwisata
Kesehatan
Perhubungan
Ketenagakerjaan
Pendidikan dan Kebudayaan
Penanaman Modal
  1. Izin Praktek Dokter Hewan
  2. Izin Praktik Paramedik Veteriner Pelayanan Inseminator (SIPP Keswan)
  3. Izin Praktik Paramedik Veteriner Pelayanan Inseminator (SIPP Inseminator)
  4. Izin Praktik Paramedik Veteriner Pelayanan Pemeriksaan Kebuntingan (SIPP PKB)
  5. Izin Praktik Paramedik Veteriner Pelayanan Pemeriksaan Asisten Tenis RepreduksiVeteriner Pelayanan Pemeriksaan Asisten Teknis Repreduksi (SIPP ATR)
  6. Izin Usaha Veteriner (Sivet)
  7. Izin Usaha Unit Pangan Asal Hewan
  8. Izin Usaha Pemotongan Hewan dan/atau Penangan Daging
  9. Izin Usaha Budidaya Holtikultura
  10. Izin Usaha Tanaman Pangan Proses Produksi (IUTP-P)
  11. Izin Izin Usaha Tanaman Pangan Penanganan Pasca Panen (IUTP-PP) dan
  12. Izin Usaha Budidaya Tanaman Pangan (IUTP)
  13. Izin Mendirikan Rumah Potong Hewan
  14. Izin Pemasukan dan Pengeluaran Benih/Bibit Ternak
  15. Izin Pemasukan dan Pengeluaran Bahan Pakan Asal Hewan dan Tumbuhan
  16. Izin Pemasukan dan Pengeluaran Hewan Peliharaan
  17. Izin Usaha Peternakan
  18. Izin Usaha Obat Hewan
  19. Izin Mendirikan Klinik Dan Rumah Sakit Hewan
  20. Izin Usaha Fasilitas Pemeliharaan Hewan
  21. Izin Unit Pelayanan Kesehatan Hewan
  22. Pendaftaran Usaha Peternakan

NON Perijinan

  1. Tanda Daftar Peternakan Rakyat
  2. Tanda Daftar Usaha Budidaya Holtikultura
  3. Tanda Daftar Usaha Proses Produksi (TDU-P)
  4. Tanda Daftar Usaha Penanganan Proses Pasca Panen (TDU-PP)
  5. Tanda Daftar Usaha Budidaya Tanaman Pangan (TDU)
  6. Pendaftraan Usaha Peternakan

 

 

  1. Izin Usaha Industri (IUI) dan
  2. Izin Perluasan (IP)

Non Perijinan

  1. Tanda Daftar Industri (TDI)
  1. Izin Lingkungan
  2. Izin Tempat Penampungan Sementara Limbah B3 dan Pengumpulan Limbah B3
  3. Izin Pembuangan Air Limbah, dan
  4. Izin Penimbunan Lahan

Non Perijinan

  1. Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL)
  2. Rekomendasi Persetujuan UKL-UPL
  1. Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB)
  2. Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS)
  3. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP)
  4. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat (IUPPR)
  5. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB)
  6. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Non Perizinan

  1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan
  2. Tanda Daftar Gudang (TDG).
  1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  2. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
  3. Izin Pemanfaatan Ruang Milik Jalan dan
  4. Izin Penyelenggaraan Reklame
  5. Izin Pengelolaan Sampah
  6. Persetujuan Prinsip, dan
  7. Izin Lokasi

Non Perizinan

  1. Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan

Non Perizinan

  1. Tanda Daftar Usaha Jasa Perjalanan Wisata
  2. Tanda Daftar Usaha Penyediaan Akomodasi
  3. Tanda Daftar Usaha Jasa Makanan dan Minuman
  4. Tanda Daftar Usaha Kawasan Pariwisata
  5. Tanda Daftar Usaha Jasa Transportasi Wisata
  6. Tanda Daftar Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hibura dan Rekreasi
  7. Tanda Daftar Usaha Jasa Pramuwisata
  8. Tanda Daftar Usaha Jasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi dan Pameran
  9. Tanda Daftar Usaha Wisata Tirta dan
  10. Tanda Daftar Usaha Spa
  11. Tanda Daftar Usaha Jasa Informasi Pariwisata, dan
  12. Tanda Daftar Usaha Jasa Pariwisata
  1. Izin Toko Obat
  2. Izin Toko Alat Kesehatan
  3. Izin Tukang Gigi
  4. Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)
  5. Izin Usaha Mikro Obat Tradisional
  6. Izin Penyelenggaraan Unit Transfusi Darah (UTD)
  7. Izin Penyelenggaraan Puskesma
  8. Izin Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Umum Pratama
  9. Izin Penyelenggaraan Optikal
  10. Izin Penyelenggaraan Klinik Dialisis
  11. Izin Mendirikan Rumah Sakit Kelas C dan Kelas D
  12. Izin Operasional Rumah Sakit Kelas C dan Kelas D
  13. Izin Mendirikan Klinik
  14. Izin Operasional Klinik
  15. Surat Izin Apotek (SIA)
  16. Surat Izin Praktik Dokter
  17. Surat Izin Praktik Bidan
  18. Surat Izin Praktik Perawat
  19. Surat Izin Praktik Perawat Anastesi
  20. Surat Izin Praktik Perawat Gigi
  21. Surat Izin praktik Terapis Gigi dan Mulut (SIPTGM)
  22. Surat Izin Penyehat Tradisional
  23. Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)
  24. Surat Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian (SIPTTK)
  25. Surat Izin Praktik Fisioterapis
  26. Surat Izin Praktik Ahli Teknologi Laboratorium Medik (SIP-ATLM)
  27. Surat Izin Praktik Refraksionis Optisen (SIP-RO)
  28. Surat Izin Praktik Teknisi Kardiovaskuler (SIP-TKV)
  29. Surat Izin Kerja Tenaga Sanitarian
  30. Surat Izin Kerja Perekam Medis
  31. Surat Izin Kerja Tenaga Gizi (SIKTGz)
  32. Surat Izin Kerja Teknisi Transfusi Darah
  33. Surat Izin Kerja Teknisi Gigi (SIK-TG) dan
  34. Surat Izin Kerja Radiografer (SIKR)
  35. Surat Izin Praktik Psikologis Klinis (SIPPK)
  36. Surat Izin Okupasi terapis (SIPOT)
  37. Surat Izin Praktik Akupunktur
  38. Surat Izin Praktik Terapis Wicara (SIPTW)
  39. Surat Izin Praktik Elektromedi
  40. Surat Izin Praktik Ortotik Prostetik (SIPOP), dan
  41. Surat Izin Praktik Fisikawan Medik (SIPFM).

Non Perizinan

  • Surat Terdaftar Penyehat Tradisonal
  • Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum (DAM)
  • Surat Keterangan Laik Sehat Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Rumah Makan, Restoran, Kedai Kopi, Pujasera dan Café
  • Surat Keterangan Laik Sehat Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Catering/Jasa Boga
  • Surat Keterangan Laik Sehat Tempat-Tempat Umum (TTU), Hotel, Wisma
  • Surat Keterangan Laik Sehat Tempat-Tempat Umum (TTU), Salon dan Pangkas Rambut dan
  • Surat Keterangan Laik Sehat Tempat-Tempat Umum (TTU) Kolam Renang, Pemandian Umum.
  1. Izin Penyeleggaraan Parkir Pihak Ketiga,
  2. Izin Pengusahaan Angkutan (SIPA), dan
  3. Izin Operasional

Non Perizinan

  1. Rekomendasi ketinggian
  1. Izin Lembaga Pelatihan Kerja dan
  2. Izin Tempat Penampungan Calon Tenaga Kerja Indonesia
  1. Izin Operasional Pendirian Sekolah Dasar ( SD ) dan Sekolah Menengah Pertama ( SMP )
  2. Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )
  3. Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan
  4. Izin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Lembaga Kursus dan Peltihan (LKP)
  1. Pendaftaran Penanaman Modal
  2. Izin Usaha Untuk Berbagai Sektor Usaha
  3. Izin Usaha Perluasan Untuk Berbagai Sektor Usaha
  4. Izin Usaha Perubahan Untuk Berbagai Sektor Usaha dan
  5. Izin Usaha Penggabungan Untuk Berbagai Sektor Usaha
TABULASI DATA BIDANG USAHA UNGGULAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG UNTUK KEGIATAN INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & DALAM NEGERI (PMDN)
PETA KOTA TANJUNG PINANG

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KOTA TANJUNG PINANG
Alamat : Jl. Ahmad Yani Km V. Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Telp : 0771-21822 | Fax : 0771-21822
E-mail : dpmptspkotatpi@gmail.com
Website : bp2tpm.tanjungpinangkota.go.id

Back to top
Go to bottom
iden
201306
TodayToday50
YesterdayYesterday1429
This_WeekThis_Week3874
This_MonthThis_Month25125
All_DaysAll_Days201306

Free Joomla! template by L.THEME